Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 24 Agustus 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 3 Februari 2026 | 11:27 WIB
Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Bagi Nahdlatul Ulama (NU), khidmah bukan sekadar slogan, melainkan jalan hidup yang menuntun seluruh laku kepemimpinan. NU berdiri, tumbuh, dan bertahan karena khidmah para ulama yang mengabdi tanpa pamrih. Dalam kerangka inilah, ikhtiar menghadirkan duet kepemimpinan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) dan KH Said Aqil Siroj perlu dibaca sebagai upaya menjaga arah NU agar tetap berjalan di jalur pengabdian.

Para masyayikh NU sejak awal menegaskan bahwa kepemimpinan bukan ruang untuk mencari kehormatan. Sing dadi pemimpin kuwi sing siap ngopeni, dudu sing pengin dipangku. Kepemimpinan adalah kesiapan untuk melayani, menjaga, dan merawat jam’iyah dengan adab dan kesabaran.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Karena itu, perbincangan tentang figur pemimpin NU seharusnya tidak dilepaskan dari ukuran khidmah. Siapa yang paling siap mengabdi, menjaga persatuan, dan meneguhkan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dialah yang patut mendapat amanah.

Duet Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj menghadirkan gambaran kepemimpinan yang berangkat dari jalan khidmah tersebut. Ia bukan sekadar pasangan struktural, melainkan pertemuan antara generasi penerus yang sedang tumbuh dan pengalaman panjang seorang kiai sepuh dalam menjaga NU.

BACA JUGA:  Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Imam Al-Ghazali pernah meletakkan kaidah penting bahwa kepemimpinan hanya akan tegak bila ditopang oleh ketaqwaan, akhlak yang mulia, serta ilmu dan kompetensi. Tiga hal ini bukan formalitas, melainkan laku hidup yang membentuk watak seorang pemimpin.

Gus Salam merupakan bagian dari mata rantai keulamaan NU. Ia adalah dzurriyat KH Bisri Syansuri, muassis NU dan pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Namun dalam pandangan warga NU, nasab bukanlah keistimewaan yang berdiri sendiri. Ia adalah amanah yang harus ditebus dengan ilmu, adab, dan kesungguhan berkhidmah.

Sebagai alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Gus Salam dikenal tekun dalam tradisi bahtsul masail. Ia tidak hanya piawai membaca dan mengurai kitab kuning, tetapi juga berusaha menghadirkannya sebagai penuntun umat di tengah perubahan zaman. Fikih dan manhaj NU baginya adalah jalan bimbingan, bukan alat perdebatan.

Pengalaman Gus Salam dalam struktur jam’iyah NU—mulai dari Katib Syuriyah PBNU, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, hingga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur—membentuk kepekaannya terhadap dinamika organisasi. Ia terbiasa menyikapi perbedaan dengan musyawarah dan adab.

BACA JUGA:  Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Sementara itu, KH Said Aqil Siroj adalah ulama sepuh yang telah lama menjadi rujukan warga NU. Sanad keilmuannya dari pesantren besar hingga Ummul Qura Makkah menjadi fondasi keulamaan yang kokoh. Pengalamannya memimpin PBNU selama dua periode menjadikannya sosok yang matang dalam menjaga keseimbangan antara perubahan dan keteguhan tradisi.

Dalam peran Rais Aam, KH Said Aqil Siroj diharapkan mampu meneguhkan kembali Syuriyah sebagai penjaga arah dan ruh NU. Bukan sekadar menjaga struktur, tetapi memastikan NU tetap berada di jalan tengah—tidak berlebihan dan tidak kehilangan jati diri.

Duet Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj merepresentasikan karakter dasar NU: pertemuan antara regenerasi dan kearifan, antara ikhtiar lahir dan doa batin, antara langkah pembaruan dan keteguhan tradisi. Kepemimpinan yang tidak tergesa, tetapi juga tidak berhenti—alon-alon asal kelakon.

Bagi warga NU, ikhtiar kepemimpinan ini patut disambut dengan husnuzan. Sebab NU besar bukan karena satu figur, melainkan karena khidmah kolektif yang dirawat dengan keikhlasan dan adab. Jika amanah kepemimpinan kelak dipikul oleh mereka yang layak, maka kewajiban kita adalah mendukung, mengingatkan, dan mendoakan.

BACA JUGA:  Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing para pemimpin NU, meluruskan niat mereka, meneguhkan langkah mereka, dan menjadikan setiap khidmah sebagai amal yang diterima. Sebab pada akhirnya, NU tidak sedang mencari siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang paling setia berjalan di jalan khidmah.

Penulis: H. Ahmad Imron
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Istimewa

BPN Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Ganti Rugi 28 Bidang Tanah untuk Tol Serpong-Balaraja

Foto: istimewa

Polisi Tangkap Tiga Terduga Matel Diduga Peras Santri di Citra Raya

Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar, Barantin Dorong Produk Unggulan Banten Tembus Pasar Global

Foto dokumentasi Tangerangupdate.com

Mantan Karyawan Ungkap Dugaan Sertifikasi Guru Palsu Jadi Jaminan Kredit di BPR Kerta Raharja Gemilang

Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier. | Dok. Istimewa

Soal Pengelolaan Sumber Daya Alam, Fuad Bawazier Bela Langkah Prabowo

Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Darmawan. | Dok. Fraksi PAN

DPR Desak Kemenhut Fasilitasi Sarpras MPA Cegah Karhutla

Berita Terkait

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Jangan Lewatkan

Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim. | Dok. Antara

Sekolah Jakarta Bisa PJJ Besok, Ini Penjelasan Pemprov

Senin, 17 Agustus 2026
Foto: mobil dump truk terguling di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung | Dok. Tangerangupdate.com

Dump Truk Terguling, Jalan Gatot Subroto – Jatiuwung Macet Parah

Selasa, 18 Agustus 2026
Foto dokumentasi Tangerangupdate.com

Mantan Karyawan Ungkap Dugaan Sertifikasi Guru Palsu Jadi Jaminan Kredit di BPR Kerta Raharja Gemilang

Jumat, 21 Agustus 2026
Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Darmawan. | Dok. Fraksi PAN

DPR Desak Kemenhut Fasilitasi Sarpras MPA Cegah Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026
Foto: Istimewa

BPN Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Ganti Rugi 28 Bidang Tanah untuk Tol Serpong-Balaraja

Minggu, 23 Agustus 2026
Foto: istimewa

Polisi Tangkap Tiga Terduga Matel Diduga Peras Santri di Citra Raya

Sabtu, 22 Agustus 2026

Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar, Barantin Dorong Produk Unggulan Banten Tembus Pasar Global

Jumat, 21 Agustus 2026
Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier. | Dok. Istimewa

Soal Pengelolaan Sumber Daya Alam, Fuad Bawazier Bela Langkah Prabowo

Rabu, 19 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp