Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 15 Juli 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Admin
Admin
Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:47 WIB
Foto : ilustrasi/freepik
Foto : ilustrasi/freepik
SHARE

Tangerangupdate.com – Sejarah perkembangan Buddhisme di Indonesia kembali menjadi perbincangan setelah akademisi dan peneliti Buddhisme, Dr. Ravinjay Kuckreja, mengulas perjalanan aliran Buddha di Nusantara melalui unggahan di akun Instagramnya @dr.ravinjay.

Dalam penjelasannya, Ravinjay menyebut bahwa Buddhisme yang berkembang pada masa kejayaan Sriwijaya hingga pembangunan Candi Borobudur bukanlah aliran Theravada seperti yang kini dikenal luas di Indonesia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, Buddhisme kuno Nusantara lebih dekat dengan tradisi Mahayana dan Vajrayana yang kaya akan ajaran Bodhisatwa, tantra, serta ritual kompleks.

“Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, Borobudur di Jawa, itu semua bukti bahwa Buddha sudah ada di sini sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi Buddha yang mana? Bukan Theravada,” tulis Ravinjay dalam unggahannya.

Ia menjelaskan, relief-relief di Borobudur merepresentasikan corak Buddhisme Mahayana Jawa yang berkembang kuat pada masa lampau. Sementara Theravada, kata dia, baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-an melalui para biksu dari Sri Lanka dan Thailand.

Masuknya Theravada, lanjut Ravinjay, terjadi setelah tradisi Buddhisme lama di Nusantara perlahan menghilang seiring berkembangnya Islam dan runtuhnya pusat-pusat kerajaan Buddha di wilayah kepulauan.

BACA JUGA:  Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

“Ketika Buddha mulai bangkit lagi di abad ke-20, tidak ada lagi guru lokal, tidak ada lagi tradisi yang tersisa,” tulisnya.

Menurut Ravinjay, kekosongan tersebut kemudian diisi oleh para biksu luar negeri yang membawa tradisi Theravada dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Ia juga menyinggung bahwa tradisi Mahayana yang berkembang di Indonesia modern sebagian besar berasal dari komunitas Tionghoa, bukan kelanjutan langsung dari tradisi Jawa kuno atau Sriwijaya.

Sementara itu, gerakan Kasogatan di Jawa disebutnya sebagai upaya kebangkitan kembali tradisi lama yang telah lama hilang, bukan pewarisan yang berlangsung tanpa putus.

Dalam narasinya, Ravinjay menilai tidak ada satu kelompok Buddhis modern di Indonesia yang dapat sepenuhnya mengklaim Borobudur sebagai kelanjutan langsung tradisi mereka.

“Borobudur itu Mahayana Jawa yang sudah lama hilang,” tulisnya.

Meski demikian, ia menegaskan perubahan dan hilangnya tradisi merupakan bagian dari konsep Anicca atau ketidakkekalan dalam ajaran Buddha.

“Tradisi lahir, berkembang, dan punah. Itu bukan tragedi, itu memang sifat dari segala sesuatu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Unggahan tersebut memantik diskusi luas mengenai hubungan antara Buddhisme Nusantara kuno dengan praktik Buddhisme modern di Indonesia saat ini, sekaligus membuka kembali perbincangan sejarah tentang identitas spiritual warisan Sriwijaya dan Borobudur.

Editor & Reporter
Reporter: Juno
TAGGED:Candi borobudurSejarah nusantara
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Asap kebakaran menyelimuti TPA Jatiwaringin | Dok. Tangerangupdate.com

Mahasiswa Desak Polresta Tangerang Segera Selidiki Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin

Bantuan air bersih untuk warga Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu | Dok. Istimewa

Kemarau Datang, Warga di Kelurahan Keranggan Kembali Krisis Air Bersih, Jaringan Pipa Masih Sebatas Rencana

Foto: barang bukti hasil sitaan ungkap peredaran uang palsu | Dok. Istimewa

Polisi Ungkap Peredaran Uang Palsu di Serpong, Lembaran yang Belum Dipotong Disita

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. | Dok. Fraksi NasDem

RUU Perampasan Aset Terus Berguli, Saan: Semua Usulan Dibuka

Rapat Komisi III DPR RI dengan para ahli terkait pembahasan RUU Perampasan Aset, Senin (13/7/2026). | Dok. Tangerangupdate

Komisi III “Gaspol” RUU Perampasan Aset, Libatkan Publik

Foto: Ilustrasi/Freepik

Perempuan Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual ke Komnas Perempuan, Sebut Libatkan Gubernur Banten

Berita Terkait

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Jangan Lewatkan

Anggota Komisi III DPR RI Soedeson Tandra. | Dok. DPR RI

Operasi Narkoba Berujung Tragis, DPR Soroti Keselamatan Aparat

Rabu, 8 Juli 2026
Foto: istimewa

Diduga Curi 6 Laptop Sekolah di Setu, si Buluk Dicokok Polisi Setelah 3 Bulan Sembunyi

Jumat, 10 Juli 2026
Imam Hartoyo Cheff di Hotel Santika BSD City / Foto : Juno

Hotel Santika BSD City Tawarkan Perpaduan Cita Rasa Nusantara Melalui Menu Spesial Terbaru

Minggu, 12 Juli 2026
Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery

Benyamin Davnie Akui Pemkot Tangsel Gelontorkan Hampir Rp20 Miliar untuk Sewa Mobil Dinas, Klaim Lebih Efisien

Minggu, 12 Juli 2026
Rapat Komisi III DPR RI dengan para ahli terkait pembahasan RUU Perampasan Aset, Senin (13/7/2026). | Dok. Tangerangupdate

Komisi III “Gaspol” RUU Perampasan Aset, Libatkan Publik

Selasa, 14 Juli 2026
Foto : Ilustrasi

Ampas Kopi: Limbah Sehari-hari yang Berpotensi Menjadi Solusi Pencemaran Limbah Tekstil

Rabu, 8 Juli 2026
Foto: Istimewa

Pemkot Tangerang Minta Warga Tak Beri Uang ke Pengemis di Jalan

Senin, 13 Juli 2026
Foto : Gunung Artapela | Dok. Saeful iman

Puncak Sulibra, Gunung Artapela

Rabu, 8 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp