Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 6 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Admin
Admin
Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:47 WIB
Foto : ilustrasi/freepik
Foto : ilustrasi/freepik
SHARE

Tangerangupdate.com – Sejarah perkembangan Buddhisme di Indonesia kembali menjadi perbincangan setelah akademisi dan peneliti Buddhisme, Dr. Ravinjay Kuckreja, mengulas perjalanan aliran Buddha di Nusantara melalui unggahan di akun Instagramnya @dr.ravinjay.

Dalam penjelasannya, Ravinjay menyebut bahwa Buddhisme yang berkembang pada masa kejayaan Sriwijaya hingga pembangunan Candi Borobudur bukanlah aliran Theravada seperti yang kini dikenal luas di Indonesia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, Buddhisme kuno Nusantara lebih dekat dengan tradisi Mahayana dan Vajrayana yang kaya akan ajaran Bodhisatwa, tantra, serta ritual kompleks.

“Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, Borobudur di Jawa, itu semua bukti bahwa Buddha sudah ada di sini sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi Buddha yang mana? Bukan Theravada,” tulis Ravinjay dalam unggahannya.

Ia menjelaskan, relief-relief di Borobudur merepresentasikan corak Buddhisme Mahayana Jawa yang berkembang kuat pada masa lampau. Sementara Theravada, kata dia, baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-an melalui para biksu dari Sri Lanka dan Thailand.

Masuknya Theravada, lanjut Ravinjay, terjadi setelah tradisi Buddhisme lama di Nusantara perlahan menghilang seiring berkembangnya Islam dan runtuhnya pusat-pusat kerajaan Buddha di wilayah kepulauan.

BACA JUGA:  Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

“Ketika Buddha mulai bangkit lagi di abad ke-20, tidak ada lagi guru lokal, tidak ada lagi tradisi yang tersisa,” tulisnya.

Menurut Ravinjay, kekosongan tersebut kemudian diisi oleh para biksu luar negeri yang membawa tradisi Theravada dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Ia juga menyinggung bahwa tradisi Mahayana yang berkembang di Indonesia modern sebagian besar berasal dari komunitas Tionghoa, bukan kelanjutan langsung dari tradisi Jawa kuno atau Sriwijaya.

Sementara itu, gerakan Kasogatan di Jawa disebutnya sebagai upaya kebangkitan kembali tradisi lama yang telah lama hilang, bukan pewarisan yang berlangsung tanpa putus.

Dalam narasinya, Ravinjay menilai tidak ada satu kelompok Buddhis modern di Indonesia yang dapat sepenuhnya mengklaim Borobudur sebagai kelanjutan langsung tradisi mereka.

“Borobudur itu Mahayana Jawa yang sudah lama hilang,” tulisnya.

Meski demikian, ia menegaskan perubahan dan hilangnya tradisi merupakan bagian dari konsep Anicca atau ketidakkekalan dalam ajaran Buddha.

“Tradisi lahir, berkembang, dan punah. Itu bukan tragedi, itu memang sifat dari segala sesuatu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Unggahan tersebut memantik diskusi luas mengenai hubungan antara Buddhisme Nusantara kuno dengan praktik Buddhisme modern di Indonesia saat ini, sekaligus membuka kembali perbincangan sejarah tentang identitas spiritual warisan Sriwijaya dan Borobudur.

Editor & Reporter
Reporter: Juno
TAGGED:Candi borobudurSejarah nusantara
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: AR (21) satu dari empat terduga pelaku begal pemuda di Tanah Gocap, Kota Tangerang, saat ditangkap polisi di kawasan Karawaci | Dok. Istimewa

Viral di Medsos, Satu dari Empat Pelaku Begal di Tanah Gocap Ditangkap

Foto: Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja | Dok. Tangerangupdate.com

Soma Atmaja Bungkam soal Laporan IKA SAKTI dan Desakan Segera Diperiksa Kasus Dugaan Monopoli Mamin Rp15,26 Miliar

Foto: lokasi penemuan jasad pria di Ciputat | Dok. Istimewa

Jasad Pria Mengambang di Ciputat, Polisi Gelar Olah TKP

Foto: proses evakuasi korban tenggelam di danau bekas galian pasir Pagedangan | Dok. Istimewa

Dua Hari Dicari, Bocah 9 Tahun Ditemukan Meninggal di Danau Bekas Galian Pasir Pagedangan

Tangkapan Layar Gapura Polda Banten / Dok. TU

Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Enam Polda di Pulau Jawa Berganti Pimpinan, Kapolda Banten Ikut Dirotasi

Urai Kemacetan Jalan Rawa Buntu Bakal Dilengkapi Median dan Dua U-Turn, Ini Lokasinya

Urai Kemacetan Jalan Rawa Buntu Bakal Dilengkapi Median dan Dua U-Turn, Ini Lokasinya

Berita Terkait

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Jangan Lewatkan

Foto: istimewa

27 Bidang Tanah Terdampak Proyek KSCS Terima Pembayaran Ganti Kerugian

Kamis, 1 Oktober 2026
Pakar Hukum Administrasi Negara Universitas Pamulang (Unpam), Dr. Edi Sofwan saat di wawancarai di Gedung PTUN Serang / Foto : Juno

Saksi Ahli Sebut Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Tabrak Prosedur

Jumat, 2 Oktober 2026
DPR RI menyetujui pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan mengetok pengesahan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru guna langsung dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana. | Dok. DPR RI

DPR Jamin Suksesi Kapolri Baru Sesuai Tatib

Kamis, 1 Oktober 2026
Tangkapan Layar Gapura Polda Banten / Dok. TU

Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Enam Polda di Pulau Jawa Berganti Pimpinan, Kapolda Banten Ikut Dirotasi

Sabtu, 3 Oktober 2026
DPR mendesak pembongkaran seketika atas 10 unit bangunan ilegal berfasilitas AC, sofa mewah, hingga minuman beralkohol demi menjamin kesetaraan perlakuan seluruh warga binaan. | Dok. Istimewa

Bongkar ‘Dinding Istimewa’ Napi Berduit, Komisi XIII DPR Minta Bongkar Bangli Lapas

Rabu, 30 September 2026
Urai Kemacetan Jalan Rawa Buntu Bakal Dilengkapi Median dan Dua U-Turn, Ini Lokasinya

Urai Kemacetan Jalan Rawa Buntu Bakal Dilengkapi Median dan Dua U-Turn, Ini Lokasinya

Sabtu, 3 Oktober 2026
Foto: proses evakuasi korban tenggelam di danau bekas galian pasir Pagedangan | Dok. Istimewa

Dua Hari Dicari, Bocah 9 Tahun Ditemukan Meninggal di Danau Bekas Galian Pasir Pagedangan

Sabtu, 3 Oktober 2026
Foto: sejumlah pengendara terlihat menerobos traffic light di persimpangan Jalan Raya Cisauk | Dok. Titis Kurniati

Warga Keluhkan Pengendara Kerap Terobos Lampu Merah di Jalan Raya Cisauk

Kamis, 1 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp