Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 6 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:03 WIB
Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Banjir di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang, bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan telah menjadi persoalan struktural yang berulang setiap tahun. Pandeglang seolah ditakdirkan menjadi “langganan banjir”, sementara solusi yang dihadirkan pemerintah masih bersifat reaktif, bukan preventif.

Setiap musim hujan tiba, masyarakat di sejumlah kecamatan harus kembali menghadapi genangan air, kerusakan infrastruktur, lumpuhnya aktivitas ekonomi, hingga ancaman kesehatan. Ironisnya, pola bencana ini terus berulang tanpa adanya perubahan signifikan dalam sistem mitigasi yang diterapkan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bukan Sekadar Faktor Alam
Banjir kerap disederhanakan sebagai akibat curah hujan tinggi. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan bahwa bencana ini tidak murni disebabkan oleh faktor alam. Alih fungsi lahan, pembalakan liar, rusaknya daerah resapan air, pendangkalan sungai, buruknya sistem drainase, serta pembangunan yang tidak berbasis tata ruang menjadi penyumbang utama terjadinya banjir.

Ulah manusia, baik secara individu maupun akibat kebijakan pembangunan yang abai terhadap lingkungan, telah mempercepat kerusakan ekosistem. Namun, persoalan ini semakin kompleks ketika pemerintah gagal menghadirkan kebijakan mitigasi yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Lemahnya Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana seharusnya menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Sayangnya, di Pandeglang, mitigasi banjir masih sebatas wacana dan program seremonial. Normalisasi sungai yang tidak merata, pembangunan drainase tanpa kajian ekologis, hingga minimnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat menjadi bukti lemahnya sistem pencegahan.

Pemerintah daerah terkesan hanya hadir setelah bencana terjadi, bukan sebelum bencana itu datang. Bantuan logistik, dapur umum, dan pendataan korban memang penting, tetapi itu bukan solusi jangka panjang. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik untuk membenahi tata ruang, menertibkan bangunan di bantaran sungai, merehabilitasi hutan, serta mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam seluruh kebijakan pembangunan.

Tanggung Jawab Pemerintah Daerah dan Provinsi
Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten harus berhenti saling melempar tanggung jawab. Penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah. Sungai tidak mengenal batas administrasi, demikian pula air bah yang datang menghancurkan pemukiman warga.

Kegagalan pemerintah dalam mengatasi banjir bukan hanya soal keterbatasan anggaran, tetapi juga soal lemahnya perencanaan, pengawasan, dan keberpihakan pada kelestarian lingkungan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka banjir akan tetap menjadi siklus penderitaan tahunan bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.

BACA JUGA:  Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Harapan dan Seruan
Sebagai bagian dari elemen pemuda dan masyarakat sipil, saya menegaskan bahwa persoalan banjir harus ditempatkan sebagai isu prioritas daerah. Pemerintah wajib menyusun peta risiko banjir yang akurat, memperkuat sistem peringatan dini, serta melibatkan masyarakat dan semua unsur elemen dalam menjaga lingkungan.

Banjir tidak boleh lagi dianggap sebagai takdir. Ia adalah cermin dari kegagalan kita sebagai Khalifah fil ard dalam mengelola alam dan kegagalan pemerintah dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap rakyatnya.

Pandeglang tidak butuh janji, tetapi membutuhkan kebijakan nyata. Tidak butuh slogan, tetapi membutuhkan keberanian untuk berubah. Jika tidak, maka setiap musim hujan, kita hanya akan kembali menghitung kerugian, air mata, dan kekecewaan yang sama.

Oleh: Entis Sumantri,
Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: AR (21) satu dari empat terduga pelaku begal pemuda di Tanah Gocap, Kota Tangerang, saat ditangkap polisi di kawasan Karawaci | Dok. Istimewa

Viral di Medsos, Satu dari Empat Pelaku Begal di Tanah Gocap Ditangkap

Foto: Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja | Dok. Tangerangupdate.com

Soma Atmaja Bungkam soal Laporan IKA SAKTI dan Desakan Segera Diperiksa Kasus Dugaan Monopoli Mamin Rp15,26 Miliar

Foto: lokasi penemuan jasad pria di Ciputat | Dok. Istimewa

Jasad Pria Mengambang di Ciputat, Polisi Gelar Olah TKP

Foto: proses evakuasi korban tenggelam di danau bekas galian pasir Pagedangan | Dok. Istimewa

Dua Hari Dicari, Bocah 9 Tahun Ditemukan Meninggal di Danau Bekas Galian Pasir Pagedangan

Tangkapan Layar Gapura Polda Banten / Dok. TU

Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Enam Polda di Pulau Jawa Berganti Pimpinan, Kapolda Banten Ikut Dirotasi

Urai Kemacetan Jalan Rawa Buntu Bakal Dilengkapi Median dan Dua U-Turn, Ini Lokasinya

Urai Kemacetan Jalan Rawa Buntu Bakal Dilengkapi Median dan Dua U-Turn, Ini Lokasinya

Berita Terkait

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Jangan Lewatkan

Foto: kuasa hukum konsumen Citra Garden Serpong, Monica Agneshepine | Dok. Tangerangupdate.com

Kuasa Hukum Konsumen Bantah Developer soal Perubahan Site Plan Citra Garden Serpong

Rabu, 30 September 2026
Foto: gerbang selamat datang Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

IKA SAKTI Laporkan Dugaan Monopoli Pengadaan Mamin Kabupaten Tangerang Rp15,26 Miliar ke Kejaksaan, Minta Sekda Diperiksa

Selasa, 29 September 2026
Foto: AR (21) satu dari empat terduga pelaku begal pemuda di Tanah Gocap, Kota Tangerang, saat ditangkap polisi di kawasan Karawaci | Dok. Istimewa

Viral di Medsos, Satu dari Empat Pelaku Begal di Tanah Gocap Ditangkap

Senin, 5 Oktober 2026
DPR RI menyetujui pemberhentian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan mengetok pengesahan Komjen Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru guna langsung dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana. | Dok. DPR RI

DPR Jamin Suksesi Kapolri Baru Sesuai Tatib

Kamis, 1 Oktober 2026
Dokumentasi PWI Kabupaten Tangerang

Pengurus PWI Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026-2029 Resmi Dilantik

Kamis, 1 Oktober 2026
Pakar Hukum Administrasi Negara Universitas Pamulang (Unpam), Dr. Edi Sofwan saat di wawancarai di Gedung PTUN Serang / Foto : Juno

Saksi Ahli Sebut Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Tabrak Prosedur

Jumat, 2 Oktober 2026

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Jumat, 2 Oktober 2026
Ahli Pertama Pengendali Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Rifky Ilhami/ Foto : Juno

KLH Siap Turun Tangan jika Pemda Tak Sanggup Tangani Dugaan Pelanggaran TPST Abu & Co

Rabu, 30 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp