Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 2 November 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:03 WIB
Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Banjir di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang, bukan lagi sekadar bencana alam, melainkan telah menjadi persoalan struktural yang berulang setiap tahun. Pandeglang seolah ditakdirkan menjadi “langganan banjir”, sementara solusi yang dihadirkan pemerintah masih bersifat reaktif, bukan preventif.

Setiap musim hujan tiba, masyarakat di sejumlah kecamatan harus kembali menghadapi genangan air, kerusakan infrastruktur, lumpuhnya aktivitas ekonomi, hingga ancaman kesehatan. Ironisnya, pola bencana ini terus berulang tanpa adanya perubahan signifikan dalam sistem mitigasi yang diterapkan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bukan Sekadar Faktor Alam
Banjir kerap disederhanakan sebagai akibat curah hujan tinggi. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan bahwa bencana ini tidak murni disebabkan oleh faktor alam. Alih fungsi lahan, pembalakan liar, rusaknya daerah resapan air, pendangkalan sungai, buruknya sistem drainase, serta pembangunan yang tidak berbasis tata ruang menjadi penyumbang utama terjadinya banjir.

Ulah manusia, baik secara individu maupun akibat kebijakan pembangunan yang abai terhadap lingkungan, telah mempercepat kerusakan ekosistem. Namun, persoalan ini semakin kompleks ketika pemerintah gagal menghadirkan kebijakan mitigasi yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Lemahnya Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana seharusnya menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Sayangnya, di Pandeglang, mitigasi banjir masih sebatas wacana dan program seremonial. Normalisasi sungai yang tidak merata, pembangunan drainase tanpa kajian ekologis, hingga minimnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat menjadi bukti lemahnya sistem pencegahan.

Pemerintah daerah terkesan hanya hadir setelah bencana terjadi, bukan sebelum bencana itu datang. Bantuan logistik, dapur umum, dan pendataan korban memang penting, tetapi itu bukan solusi jangka panjang. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik untuk membenahi tata ruang, menertibkan bangunan di bantaran sungai, merehabilitasi hutan, serta mengintegrasikan mitigasi bencana ke dalam seluruh kebijakan pembangunan.

Tanggung Jawab Pemerintah Daerah dan Provinsi
Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten harus berhenti saling melempar tanggung jawab. Penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah. Sungai tidak mengenal batas administrasi, demikian pula air bah yang datang menghancurkan pemukiman warga.

Kegagalan pemerintah dalam mengatasi banjir bukan hanya soal keterbatasan anggaran, tetapi juga soal lemahnya perencanaan, pengawasan, dan keberpihakan pada kelestarian lingkungan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka banjir akan tetap menjadi siklus penderitaan tahunan bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.

BACA JUGA:  Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Harapan dan Seruan
Sebagai bagian dari elemen pemuda dan masyarakat sipil, saya menegaskan bahwa persoalan banjir harus ditempatkan sebagai isu prioritas daerah. Pemerintah wajib menyusun peta risiko banjir yang akurat, memperkuat sistem peringatan dini, serta melibatkan masyarakat dan semua unsur elemen dalam menjaga lingkungan.

Banjir tidak boleh lagi dianggap sebagai takdir. Ia adalah cermin dari kegagalan kita sebagai Khalifah fil ard dalam mengelola alam dan kegagalan pemerintah dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap rakyatnya.

Pandeglang tidak butuh janji, tetapi membutuhkan kebijakan nyata. Tidak butuh slogan, tetapi membutuhkan keberanian untuk berubah. Jika tidak, maka setiap musim hujan, kita hanya akan kembali menghitung kerugian, air mata, dan kekecewaan yang sama.

Oleh: Entis Sumantri,
Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: Ketua paguyuban warga, Zulfani Ahmad, di depan Direktur Utama dari PT pengembang Perumahan Vila Rizki Insaani, Keisar Rachmat Magfirat | Dok. Tangerangupdate.com

Keluhan Tak Kunjung Didengar, Warga Ancam Somasi Pengembang Vila Rizki Insaani

Foto: bengkel tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan rekan kerja di Cikupa | Dok. Istimewa

Sering Dipanggil ‘Si Cepu’ Pria di Cikupa Siram Rekan Kerja Pakai Air Keras

Foto: aksi para penghuni menuntut perbaikan layanan dan keamanan di depan kantor manajemen Vila Rizki Insaani | Dok. Tangerangupdate.com

Warga Vila Rizki Insaani Gelar Aksi Protes, Keluhkan Keamanan dan Konflik Antarwarga

Foto: Perumahan Vila Rizki Insani | Dok. Tangerangupdate.com

Akses Jalan Kompleks Jadi Jalur Umum akibat Longsor, Warga Villa Rizki Insani Keluhkan Keamanan Klaster

Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau venue Porprov VII Banten | Dok. Istimewa

Tinjau Sejumlah Venue Porprov VII Banten 2026, Pilar Pastikan Fasilitas Memenuhi Standar Kelayakan

Pekerja sedang mengerjakan bronjong yang longsor, Diduga Makan Sempadan Sungai / Dok. TU

Tak Berizin, Proyek Turap Milik Swasta Kali Jeletreng di Protes Warga Makan Sempadan Jalan

Berita Terkait

Foto: Pengendara motor nekat kalau di atas trotoar | Dok. Hafiza Destianissa, Mahasiswi Universitas Pamulang
Opini

Hak Pejalan Kaki Dirampas: Saat Trotoar Berubah Jadi Jalan Motor

Opini

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Jangan Lewatkan

Foto: giat penindakan dalam Operasi Patuh Maung 2026 oleh Satlantas Polresta Tangerang | Dok. Istimewa

Hari Kedua Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Tindak Pengendara Tanpa Helm SNI

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: bengkel tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan rekan kerja di Cikupa | Dok. Istimewa

Sering Dipanggil ‘Si Cepu’ Pria di Cikupa Siram Rekan Kerja Pakai Air Keras

Sabtu, 31 Oktober 2026
Foto: istimewa

Porprov VII Banten 2026 Pertandingkan 60 Cabor, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: aksi para penghuni menuntut perbaikan layanan dan keamanan di depan kantor manajemen Vila Rizki Insaani | Dok. Tangerangupdate.com

Warga Vila Rizki Insaani Gelar Aksi Protes, Keluhkan Keamanan dan Konflik Antarwarga

Jumat, 30 Oktober 2026
Pekerja sedang mengerjakan bronjong yang longsor, Diduga Makan Sempadan Sungai / Dok. TU

Tak Berizin, Proyek Turap Milik Swasta Kali Jeletreng di Protes Warga Makan Sempadan Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Dok. Istimewa

KONI Banten dan Panitia Terus Matangkan Persiapan Porprov VII Banten 2026

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: istimewa

12 Kelompok Pemuda di Kabupaten Tangerang Terima Hibah YCAF 2026

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: Perumahan Vila Rizki Insani | Dok. Tangerangupdate.com

Akses Jalan Kompleks Jadi Jalur Umum akibat Longsor, Warga Villa Rizki Insani Keluhkan Keamanan Klaster

Rabu, 28 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp