Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 19 Juni 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Sejarah PGRI Sebagai Serikat Pekerja

Redaksi TU
Redaksi TU
Sabtu, 1 Mei 2021 | 08:10 WIB
SHARE
Hari Jadi PGRI 2015 di GBK | Foto : Istimewa

Oleh : Didi Suprijadi | Ketua Majelis Nasional KSPI

Jati diri PGRI adalah sebagai organisasi Profesi, Perjuangan dan Serikat Pekerja. Tulisan ini disajikan dalam rangka Hari Buruh Internasional , May day I Mei 2021.

Salah satu fungsi PGRI sebagai serikat pekerja adalah membela kepentingan anggota, dalam rangka membela anggotanya, organisasi serikat pekerja bisa melakukannya secara langsung, bisa juga secara tidak lansung.

Bentuk bentuk pembelaan terhadap anggota bisa dalam bentuk advokasi, unjuk rasa hingga unjuk kekuatan.
Pembelaan secara langsung bisa pendampingan anggota yang membutuhkan advokasi,seperti guru yang terkena kasus pidana. Begitu juga kegiatan mengkritisi,mengoreksi atau memberi saran terhadap suatu undang undang atau peraturan yang berhubungan dengan kepentingan anggota, merupakan bentuk pembelaan secara langsung. Sedangkan bentuk bentuk kegiatan secara tidak langsung bisa melalui opini publik,perdebatan publik hingga unjuk kekuatan dengan pawai akbar.


Praktek baik gerakan PGRI sebagai Serikat pekerja dalam membela anggotanya secara langsung melalui pendapingan advokasi salah satu diantaranya adalah, Kasus pembelaan Guru yang terkena masalah dalam kerja profesinya yaitu Bapak Samhudi.

Pembelaan secara langsung terhadap Bapak Samhudi merupakan salah satu contoh baik praktek PGRI sebagai serikat pekerja.

Hidup Guru, Hidup PGRI, Solidaritas Yes

“Solidaritas Yes”. Demikian teriakan dan yel yel Guru guru dalam rangka menyemangati rekan sejawatnya, Samhudi di luar kantor Pengadilan Negeri Sidoarjo Jawa Timur.

Muhammad Samhudi (46) Guru guru SMP Raden Rahmad, Kecamatan Balongbendo Sidoarjo diadukan oleh orang tua murid gara gara mencubit anaknya. Samhudi mencubit anak muridnya setelah diperintahkan untuk sholat dhuha murid tersebut tidak melaksanakan perintahnya. Orang tua murid yang tidak terima anaknya dicubit, mengadukan Samhudi ke polisi hingga menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (14/7/2016).

Samhudi itu dinilai bersalah dan melanggar pasal 80 ayat (1) Undang-undang Perlindungan Anak,hingga Samhudi dituntut pidana penjara enam bulan dengan masa percobaan selama satu tahun.

Samhudi sebagai guru swasta tidak sendirian menghadapi gugatan orang tua. Samhudi didampingi oleh rekan rekannya sesama guru baik negeri maupun swasta, baik guru sekolah maupun madrasah yang tergabung dalam organisasi PGRI.

Pengurus Kabupaten PGRI Sidoarjo dan Pengurus Provinsi PGRI Jawa Timur membela guru Samhudi dengan mengerahkan pengacara sebagai pendamping, sekaligus Massa baik sebelum persidangan dimulai maupun saat sidang berlangsung.
Aksi pembelaan dengan pengerahan massa guru guru anggota PGRI dalam kasus cubit anak didik di Sidoarjo merupakan bentuk dukungan moral,menyuarakan keprihatinan kriminalisasi terhadap guru dan solidaritas rasa kesamaan nasib sesama guru.

Aksi massa ribuan guru guru di pengadilan Negeri Sidoarjo dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Timur,setelah gagal dalam proses perdamaian antara sekolah dengan orang tua murid.

Praktek baik solidaritas guru terhadap kasus Samhudi satu dari sekian banyak kasus yang melibatkan organisasi PGRI dan merupakan bagian dari PGRI sebagai organisasi serikat pekerja

“Jika tidak permisi, PGRI mau demo lagi”

Praktek baik gerakan PGRI lainnya, sebagai Serikat pekerja dalam membela kepentingan anggotanya secara langsung melalui unjuk rasa salah satu diantaranya adalah protes dihapuskannya Direktorat PMPTK Kemendikbud.


“Jika tidak permisi, PGRI mau demonstrasi lagi ”

Demikian kalimat yang disampaikan oleh pemimpin aksi Sulistiyo, menanggapi terbitnya PP nomor 24 tahun 2010 tentang penghapusan Dirjen PMPTK karena dianggap tidak melibatkan organisasinya yaitu PGRI.

Dalam perpres tersebut Ditjen PMPTK yang ketika pembentukannya lima tahun lalu merupakan kesepakatan bersama antara PGRI, DPR RI, dan Pemerintah (Depdiknas) akan dihapuskan. Pengelolaan guru/pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini menjadi fungsi ditjen tersebut rencananya dialihkan pada 1) ditjen anak Usia Dini, Nonformal, dan informal:2) ditjen Pendidikan Dasar: 3) ditjen Pendidikan Menengah.

Maka dengan dasar pemikiran di atas PGRI menolak penghapusan ditjen PMPTK.

PGRI mengusulkan dua opsi : Pertama, mempertahankan dan meningkatkan kinerja ditjen PMPTK, Kedua, membentuk Badan Nasional Guru langsung di bawah Presiden.


Penolakan dirjen PMPTK melalu aksi demo besar besaran dilakukan di Kemendikbud, Kemenag dan Gedung DPR RI. Aksi diikuti ribuan guru yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia yang tergabung dalam Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menggelar aksi unjuk rasa secara berturut-turut selama dua hari (11-12 Mei 2010).

Para guru juga mendesak pemerintah untuk tetap membayar dana sertifikasi guru secara lancar, mendesak agar pemerintah mengangkat guru honorer yang telah memenuhi syarat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Guru juga meminta agar program Ujian Nasional (UN) ditinjau kembali.

“Kami akan mengerahkan massa yang lebih banyak jika aspirasi kami tidak didengar,” teriak seorang guru honorer dari Jakarta Selatan orasi diatas mobil komando di depan pintu Gerbang DPR/MPR Senayan.

Menurut catatan koordinator lapangan jumlah guru yang demo hari pertama Selasa,11 Mei berjumlah 28 000 orang, sedamgkan hari kedua Rabu 12 Mei berjumlah 31 500 orang, hal ini terlihat dari laporan tiap daerah yang mengirimkan anggotanya ke Jakarta.

Sulistiyo ketua umum PB PGRI sebagai penanggung jawab aksi menyatakan bahwa jangan mempermainkan guru, bila guru sudah demo tidak akan main main, bisa melumpuhkan segalanya, ungkapnya.

Sulistiyo mengatakan bahwa biaya demo berasal dari iuran anggota, begitu juga dalam aksi ini ada pembagian tugas, ada yang tetap di sekolah untuk mengajar dan ada perwakilan yang ikut aksi demo. Artinya kegiatan aksi guru ini juga tetap memperhatikan tugas guru sebagai pendidik di sekolah.

Bargaining potition salah satu sifat PGRI sebagai serikat pekerja dalam menentukan tuntutan, dalam hal penghapusan Ditjen PMPTK hasil nya sebagai berikut,

1.Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memberikan dukungan atas perjuangan para guru melalui PGRI agar ada Badan Khusus yang menangani guru yang disampaikan oleh Ketua DPD RI di hadapan para demonstran.

Komete III DPD RI menolak keras Penghapusan Ditjen PMPTK dan meminta Ditjen itu dipertahankan dan dimaksimalkan kinerjanya.

2.Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI) menerima 15 orang delegasi dan menyatakan menyesal karena Restrukturisasi itu tidak melalui pembicaraan dengan DPR RI, khususnya Komisi X, padahal Ditjen itu lahir sebagai kompromi politik antara DPR RI, Depdiknas, dan PGRI.

Oleh karena itu, Pimpinan DPR RI akan melakukan pertemuan konsultasi dengan Presiden paling lambat 2 minggu setelah Demo (tanggal 26 Mei 2010).

Pernyataan itu dinyatakan juga di hadapan para demonstran oleh Wakil Ketua DPR RI, Ketua Komisi X, dan para wakilnya.

3. Pimpinan MPR RI pada saat menerima 22 Delegasi menyatakan mendukung perjuangan PGRI agar Ditjen PMPTK dipertahankan. Kemendiknas tidak memperhatikan aspirasi PGRI sehingga PGRI akan menindaklanjuti perjuangan itu.

Akhir dari aksi tuntutan ini adalah pemerintah membatalkan penghapusan Ditjen PMPTK . PMPTK tetap ada dengan hanya mengganti nomenklaturnya saja. Saat ini direktorat yang mengurusi guru adalah Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan.


Aksi demo ribuan guru dalam menuntut menolak pengapusan Ditjen PMPTK ini merupakan salah satu bentuk praktek baik PGRI sebagai serikat pekerja.


Bersambung
Rumahhonorer ayah didi
17 Ramadhan 1442 H

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta
TAGGED:DidisupriyadiPgri
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: proses relokasi salah satu pedagang di Cisoka | Dok. Tangerangupdate.com

Pemkab Tangerang Relokasi Puluhan Pedagang eks TPPS ke Pasar Tradisional Cisoka

Foto: ketenggangan antara pedagang dan Satpol PP Kabupaten Tangerang sesaat sebelum proses penertiban Pasar Cisoka | Dok. Tangerangupdate.com

Pedagang Pasar Cisoka Tolak Penertiban, Situasi Sempat Memanas

Foto tangkapan layar dari Instagram Pengacara Firdaus Oiwobo saat melaporkan Tiyo Ardianto ke Polres Tangsel atas tuduhan penghinaan Presiden dan Wakil Presiden serta Program MBG / Dok. Tu

Firdaus Oiwobo Ungkap Alasan Laporkan Tiyo Ardianto ke Polres Tangsel, Singgung Dugaan Penghinaan Prabowo dan Program MBG

Foto: Dok. Tangerangupdate.com

Tidak Memiliki Organisasi BEM, Universitas Pamulang Larang Penggunaan Nama BEM UNPAM

Foto: Ilustrasi/Freepik

Bocah 5 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Pria Lansia di Balaraja

Foto: Istimewa

Masih Berstatus Pelajar, Pemuda Ini Diduga Terlibat 20 Aksi Pencurian di Tangerang

Berita Terkait

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Jangan Lewatkan

Foto: Dok. Tangerangupdate.com

Tidak Memiliki Organisasi BEM, Universitas Pamulang Larang Penggunaan Nama BEM UNPAM

Kamis, 18 Juni 2026
Foto: proses relokasi salah satu pedagang di Cisoka | Dok. Tangerangupdate.com

Pemkab Tangerang Relokasi Puluhan Pedagang eks TPPS ke Pasar Tradisional Cisoka

Kamis, 18 Juni 2026
Jakarta earth hour sempat digelar pada 2023. (Dok. Getty Images)

Pemprov DKI Ajak Warga Ikut Aksi 60 Menit Tanpa Lampu

Sabtu, 13 Juni 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

Bocah 5 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Pria Lansia di Balaraja

Kamis, 18 Juni 2026
Foto: poster promosi Pasar Laris Seiman Sentiong yang dipermasalahkan kalangan buruh | Dok. Istimewa

Buruh Kecam Spanduk Promosi Pasar Laris Saiman Sentiong, Dinilai Rendahkan Pekerja

Senin, 15 Juni 2026
Foto: Istimewa

Masih Berstatus Pelajar, Pemuda Ini Diduga Terlibat 20 Aksi Pencurian di Tangerang

Senin, 15 Juni 2026
Foto: Satlantas Polresta Tangerang

Sopir Truk Tabrak Lari Kak Herman Ngaku Kabur Karena Takut Diamuk Massa

Sabtu, 13 Juni 2026
Ket. Gambar : Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto yang dilaporkan oleh Firdaus oiwobo ke Polres Tangsel / Foto : Tangkapan Layar Instagram @tiyoardianto

Mantan Presma UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Polisi Belum Ungkap Materi Aduan

Rabu, 17 Juni 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp