Tangerangupdate.com – Sebuah spanduk promosi yang terpasang di pagar proyek Pasar Modern Laris Saiman Sentiong di Jalan Raya Balaraja-Kresek menuai kritik dari kalangan buruh dan masyarakat.
Spanduk tersebut memuat narasi “Cicilan Semurah Gaji Karyawan”. Kalimat itu dinilai tidak pantas karena dianggap merendahkan pekerja dengan membandingkan nilai cicilan dengan penghasilan karyawan.
Aktivis buruh Tangerang, Marno, mengecam penggunaan narasi tersebut. Menurutnya, gaji bukanlah simbol angka murah yang layak dijadikan bahan promosi, melainkan hasil kerja keras yang diperoleh pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya.
“Gaji bukan simbol angka murah yang pantas dijadikan bahan promosi, melainkan hasil perjuangan tenaga, waktu, dan pengorbanan untuk menghidupi keluarga,” kata Marno kepada awak media, Senin 15 Juni 2026.
Ia menilai kalimat dalam spanduk tersebut dapat mencederai rasa hormat terhadap para pekerja yang selama ini berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian.
“Pernyataan tersebut mencederai rasa hormat terhadap pekerja yang setiap hari menopang roda ekonomi. Kami meminta pihak pembuat iklan mengevaluasi narasi itu dan meminta maaf kepada para karyawan serta buruh yang merasa direndahkan,” ujarnya.
Marno juga meminta pelaku usaha tidak menjadikan upah pekerja sebagai bahan perbandingan untuk menarik minat konsumen.
“Jangan jadikan upah pekerja sebagai bahan komparasi untuk menarik pembeli. Kreativitas promosi tidak boleh mengorbankan martabat orang yang bekerja keras,” tegasnya.
Senada dengan itu, aktivis Tangerang Ahmad Udedi menilai pelaku usaha memiliki banyak pilihan bahasa promosi yang kreatif tanpa harus menggunakan narasi yang berpotensi menyinggung kelompok tertentu, khususnya pekerja.
“Promosi seharusnya mengedepankan nilai positif. Jangan sampai ada narasi yang membuat masyarakat, khususnya pekerja, merasa direndahkan,” kata Ahmad.
Spanduk tersebut kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Sejumlah kalangan buruh berharap pihak pengelola Pasar Laris Saiman menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka apabila narasi tersebut dinilai menyinggung pekerja.
Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Perumda Pasar NKR melakukan evaluasi terhadap penggunaan materi promosi di lingkungan pasar agar lebih memperhatikan etika komunikasi di ruang publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pasar Laris Saiman terkait maksud penggunaan narasi “Cicilan semurah gaji karyawan” tersebut.
Reporter: Rhomi
