Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 23 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Kasus Korupsi DLH Tangsel Mandek; Penegakan Hukum Tumpul ke Atas?

Redaksi TU
Redaksi TU
Senin, 10 Maret 2025 | 11:45 WIB
M Rizki Tanarubun (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang) (Dok. Pribadi)
M Rizki Tanarubun (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang) (Dok. Pribadi)
SHARE

Tangerangupdate.com – Kasus dugaan korupsi proyek pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan (Tangsel) yang mencapai Rp75,94 miliar masih berjalan di tempat. Meskipun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten telah memeriksa sejumlah saksi, hingga kini belum ada penetapan tersangka. Publik pun bertanya-tanya, ada apa dengan Kejati Banten?

Kasus ini sudah bergulir sejak awal tahun 2025, dengan indikasi kuat adanya praktik korupsi yang merugikan negara hingga Rp25 miliar. Kejati Banten bahkan telah menggeledah kantor DLH Tangsel dan menyita berbagai dokumen terkait. Namun, anehnya, hingga saat ini belum ada tindakan konkret berupa penetapan tersangka maupun pengungkapan aktor utama di balik skandal ini.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sebagai mahasiswa dan aktivis yang peduli terhadap pemberantasan korupsi, kami melihat adanya kejanggalan dalam proses hukum yang tengah berjalan. Mengapa kasus ini begitu lamban dibandingkan dengan kasus-kasus lain yang ditangani Kejati Banten?

Dalam beberapa kasus korupsi lainnya, Kejati dapat dengan cepat menetapkan tersangka setelah penggeledahan dan pemeriksaan saksi. Namun, dalam kasus ini, publik seakan hanya disuguhi drama panjang tanpa hasil, ujar M Rizki Tanarubun.

BACA JUGA:  Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024
Akademisi Turut Angkat Suara 

Dosen Hukum Pidana Universitas Pamulang, Halimah Humayrah Tuanaya, menyoroti pentingnya transparansi dalam proses hukum. “Masyarakat terus memantau perkembangan kasus ini. Penting untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan transparan dan akuntabel,” tegasnya. Dikutip dari inews.tangsel.

Masyarakat, khususnya warga Tangsel, memiliki hak untuk mengetahui perkembangan kasus ini. Kami tidak ingin kasus ini berakhir seperti banyak kasus korupsi lainnya yang hanya berakhir dengan impunitas bagi para pelaku. Oleh karena itu, kami mendukung penuh setiap langkah yang bertujuan mengungkap dan menuntaskan kasus ini hingga ke akarnya, ujar rizki.

Jika Kejati Banten masih lamban dan terkesan tidak serius dalam menangani perkara ini, maka kami tidak akan tinggal diam. Gerakan mahasiswa dan elemen masyarakat akan terus mengawal kasus ini, termasuk melakukan aksi nyata untuk menekan pihak berwenang agar bertindak tegas.

Kami tidak ingin keadilan hanya menjadi slogan tanpa realisasi. Kami menuntut Kejati Banten segera bertindak, bukan sekadar berwacana. Penegakan hukum yang transparan dan tanpa pandang bulu adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Kami akan terus mengawasi dan memastikan bahwa kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan berarti, kami siap turun ke jalan untuk menuntut keadilan bagi rakyat dan memastikan bahwa koruptor tidak bisa terus bersembunyi di balik kekuasaan!

Penulis: M Rizki Tanarubun (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang) 

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna. 

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti dugaan lambatnya pengundangan sejumlah undang-undang yang telah disahkan DPR. | Dok. Tangerangupdate.com

Rieke Desak Prabowo Evaluasi Birokrasi, Soroti Lambatnya Pengundangan UU

Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Warga Serpong Lagoon membeli air minum galon imbas kasus E.coli. | Dok.TU

Imbas Kasus E. coli, Warga Serpong Lagoon Habiskan Rp200 Ribu Sehari untuk Air Galon

Lokasi : Serpong Lagoon

Kasus Air Tercemar EColi di Serpong Lagoon, Korban Bertambah Jadi 176 Orang

Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Berita Terkait

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Jangan Lewatkan

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti dugaan lambatnya pengundangan sejumlah undang-undang yang telah disahkan DPR. | Dok. Tangerangupdate.com

Rieke Desak Prabowo Evaluasi Birokrasi, Soroti Lambatnya Pengundangan UU

Jumat, 23 Oktober 2026
Foto: Lokasi TPST Abu & Co/Dok. TU

Akademisi UI Peringatkan Bahaya Sampah Covid yang Berada di TPST Abu & Co Temuan PPLH

Minggu, 18 Oktober 2026
Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Sabtu, 17 Oktober 2026
Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Jumat, 23 Oktober 2026
Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Jumat, 23 Oktober 2026
Sabak Bernam Parlemen Malaysia yang kritik Prabowo pakai Bahasa Jawa / Dok. Ist

Anggota Parlemen Malaysia Sampaikan Pesan kepada Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Kamis, 22 Oktober 2026
Prose pengupasan atau scraping Jalan Rawa Buntu oleh Bina Marga Tangsel/ Dok. TU

Perbaikan Jalan Rawa Buntu Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto | Foto : Kantor Staff Presiden RI

Ekonomi Rumah Tangga Tertekan, Warga Minta Pemerintahan Prabowo-Gibran Lebih Peka

Kamis, 22 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp