Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 21 April 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Redaksi TU
Redaksi TU
Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:46 WIB
Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Jika menelusuri akar pemikiran di balik Revolusi Islam Iran, sulit untuk menafikan bahwa peristiwa besar itu tidak lahir dari satu tokoh tunggal. Revolusi tersebut justru merupakan hasil pertemuan tiga arus pemikiran yang berbeda namun saling melengkapi: gagasan revolusioner dari Ali Shariati, fondasi teologis yang kokoh dari Murtadha Muthahhari, serta kepemimpinan politik dan karisma massa dari Ruhollah Khomeini. Ketiganya tidak hanya berperan sebagai individu, tetapi sebagai representasi dari tiga kekuatan sosial: intelektual, ulama, dan gerakan massa.

Tiga Arus Pemikiran yang Melahirkan Revolusi Iran

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam pandangan saya, Syariati adalah sosok yang terlebih dahulu menyalakan api kesadaran revolusioner di tengah generasi muda Iran. Ia berhasil mengartikulasikan agama bukan sekadar sebagai ritual spiritual, melainkan sebagai energi sosial yang mampu membebaskan manusia dari penindasan. Melalui ceramah dan tulisannya, Syariati menafsirkan kembali sejarah Islam, khususnya tradisi Syiah, sebagai narasi perjuangan melawan ketidakadilan. Tokoh-tokoh seperti Imam Husain ia tampilkan sebagai simbol perlawanan terhadap tirani, sehingga agama tidak lagi dipahami secara pasif, melainkan sebagai panggilan untuk melawan struktur kekuasaan yang menindas. Gagasan ini sangat kuat resonansinya di kalangan mahasiswa dan kaum terdidik Iran pada masa itu, yang mulai melihat rezim sebagai bentuk ketidakadilan struktural.

Sementara itu, Muthahhari memainkan peran yang berbeda tetapi sangat penting. Jika Syariati menyalakan kesadaran revolusioner, maka Muthahhari memberikan fondasi intelektual dan teologis agar gerakan tersebut tidak kehilangan arah. Sebagai seorang ulama sekaligus filsuf, ia berusaha menjembatani antara pemikiran Islam klasik dengan tantangan modernitas. Muthahhari menegaskan bahwa revolusi yang lahir dari nilai-nilai Islam harus memiliki kerangka pemikiran yang matang, bukan sekadar emosi sosial atau kemarahan terhadap rezim. Ia berupaya memastikan bahwa gerakan perlawanan tetap memiliki legitimasi keagamaan yang kuat dalam tradisi Syiah, sehingga tidak mudah dipatahkan oleh kritik bahwa revolusi hanya merupakan gerakan politik semata.

Di atas dua arus pemikiran itu, muncul Khomeini sebagai figur yang mampu mengkonsolidasikan seluruh energi sosial tersebut menjadi gerakan politik yang nyata. Dengan karisma dan kepemimpinan religiusnya, Khomeini berhasil menyatukan berbagai kelompok yang sebelumnya bergerak dalam ruang masing-masing: ulama, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat kelas bawah. Ia mampu menerjemahkan gagasan revolusioner yang berkembang di ruang intelektual menjadi gerakan massa yang terorganisir. Dalam momentum sejarah yang tepat, kepemimpinan Khomeini berhasil menggulingkan monarki yang dipimpin oleh Mohammad Reza Pahlavi, sebuah rezim yang selama puluhan tahun memerintah Iran dengan dukungan kuat dari kekuatan Barat.

Warisan Revolusi dan Konflik yang Berlanjut

Hari ini ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terus berlangsung dan kerap dipahami sebagai konflik geopolitik biasa di kawasan Timur Tengah. Namun dalam pandangan saya, melihatnya semata sebagai persoalan strategi militer, keamanan regional, atau rivalitas negara akan membuat kita kehilangan konteks yang lebih dalam. Konflik tersebut sesungguhnya juga merupakan kelanjutan dari warisan ideologis yang lahir dari Revolusi Islam Iran.

Sejak revolusi itu berhasil menggulingkan rezim monarki Mohammad Reza Pahlavi, Iran tidak hanya mengubah sistem pemerintahannya, tetapi juga membangun identitas politik baru yang sangat dipengaruhi oleh semangat perlawanan terhadap dominasi kekuatan besar. Dalam narasi revolusi, Amerika sering dipandang sebagai simbol hegemoni global, sementara Israel ditempatkan sebagai representasi ketidakadilan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Karena itu, sikap konfrontatif Iran terhadap keduanya bukan sekadar kebijakan luar negeri yang pragmatis, tetapi juga bagian dari identitas ideologis yang dibentuk sejak awal revolusi.

Namun realitas politik dunia hari ini jauh lebih kompleks dibandingkan situasi revolusioner pada akhir 1970-an. Idealisme revolusioner yang dulu membakar semangat perlawanan kini harus berhadapan dengan realitas global yang penuh kompromi dan tekanan. Iran menghadapi sanksi ekonomi internasional, dinamika kekuatan regional, serta pertarungan pengaruh yang melibatkan banyak aktor di Timur Tengah. Dalam situasi seperti ini, negara tidak bisa hanya bergerak berdasarkan idealisme ideologis, tetapi juga harus mempertimbangkan kalkulasi kekuasaan dan kepentingan nasional.

Pengaruh Tiga pemikir Utama

Di titik inilah kita melihat bagaimana Iran hari ini merupakan hasil dialektika antara dua kekuatan besar: idealisme revolusi yang diwariskan oleh pemikir seperti Ali Shariati dan Murtadha Muthahhari, serta realitas politik negara yang dibangun oleh kepemimpinan Ruhollah Khomeini dan para penerusnya. Idealisme revolusi memberi arah dan identitas, sementara realpolitik memaksa negara untuk menavigasi kepentingan yang jauh lebih rumit dalam sistem internasional.

Jika ditarik lebih jauh, konflik Iran dengan Israel dan Amerika saat ini bukan hanya persoalan militer atau keamanan kawasan. Ia juga merupakan pertarungan narasi: antara revolusi yang berusaha mempertahankan identitas ideologisnya dan sistem internasional yang didominasi kekuatan besar. Dalam konteks inilah kita melihat bahwa gagasan para pemikir revolusi Iran hampir setengah abad lalu tidak pernah benar-benar berhenti bekerja. Ia terus hidup dalam cara Iran memandang dunia, menentukan sikap politiknya, dan memposisikan diri dalam percaturan global hingga hari ini.

Penulis: Ahmad Priatna S.T., S.H

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Pengadilan Agama Tigaraksa | Istimewa

2.074 Kasus Perceraian Terjadi di Tangerang Awal 2026, Judi hingga KDRT Jadi Pemicu Utama

Foto: Ilustrasi konsep pengelolaan sampah dengan menggunakan metode controlled landfill yang akan diterapkan di TPS CitraRaya Tangerang

TPS CitraRaya Siap Terapkan Controlled Landfill, Target Operasi Agustus 2026

Foto: pagar area TPS di Kawasan Citra Raya, dalam keadaan terkunci | Dok. Tangerangupdate.com

DLHK Tangguhkan Operasional TPS 3R Citra Raya Akibat Praktik Dugaan Open Dumping

Foto: perwakilan Sinarmas Land saat meninggalkan gedung Kejaksaan Negeri Tangsel | Dok. Tangerangupdate.com

Buntut Kebakaran Gudang Pestisida, Kejari Tangsel Mulai Periksa Sinarmas Land

Foto: proses olah TKP penemuan mayat pemuda di Ciputat | Dok. Istimewa

Diduga Masalah Asmara, Pemuda 25 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ciputat

Foto: Istimewa

Diduga Sesak Napas, Lansia Dilaporkan Meninggal Saat Bertamu di Kontrakan Panongan

Berita Terkait

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Foto: Naseh Al-Aziiz | Dok. Pribadi
Opini

NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Foto: Muzhawwir Yunus | Dok. Pribadi
Opini

Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis

Foto: Doni Nuryana | Dok. Pribadi
Opini

Insan Kamil: Pijakan Teologis Menghadapi Arus Teknologi

Jangan Lewatkan

Foto: Pengadilan Agama Tigaraksa | Istimewa

2.074 Kasus Perceraian Terjadi di Tangerang Awal 2026, Judi hingga KDRT Jadi Pemicu Utama

Selasa, 21 April 2026
Foto: Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah (kiri depan) | Dok. Istimewa

Apel Pagi, Wakil Bupati Tangerang Ingatkan Pentingnya Kedisiplinan Pegawai

Senin, 20 April 2026
Foto: proses olah TKP penemuan mayat pemuda di Ciputat | Dok. Istimewa

Diduga Masalah Asmara, Pemuda 25 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ciputat

Senin, 20 April 2026
Foto: Dokumentasi Tangerangupdate.com

Baru 3 Bulan Diresmikan, Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Senilai Rp2,1 Miliar Mulai Rusak

Rabu, 15 April 2026
Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (tengah) | Dok. Istimewa

Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Terungkap: Korban Tawuran, 14 Orang Ditangkap

Jumat, 17 April 2026
Foto: Ilustrasi konsep pengelolaan sampah dengan menggunakan metode controlled landfill yang akan diterapkan di TPS CitraRaya Tangerang

TPS CitraRaya Siap Terapkan Controlled Landfill, Target Operasi Agustus 2026

Selasa, 21 April 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

Ditangkap, Anak Bunuh Ibu Tiri di Curug Ternyata Positif Narkoba

Minggu, 19 April 2026

Epilepsi Diduga Kambuh, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Ciangir Legok

Minggu, 19 April 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp