Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 5 Juni 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Redaksi TU
Redaksi TU
Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:46 WIB
Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Jika menelusuri akar pemikiran di balik Revolusi Islam Iran, sulit untuk menafikan bahwa peristiwa besar itu tidak lahir dari satu tokoh tunggal. Revolusi tersebut justru merupakan hasil pertemuan tiga arus pemikiran yang berbeda namun saling melengkapi: gagasan revolusioner dari Ali Shariati, fondasi teologis yang kokoh dari Murtadha Muthahhari, serta kepemimpinan politik dan karisma massa dari Ruhollah Khomeini. Ketiganya tidak hanya berperan sebagai individu, tetapi sebagai representasi dari tiga kekuatan sosial: intelektual, ulama, dan gerakan massa.

Tiga Arus Pemikiran yang Melahirkan Revolusi Iran

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dalam pandangan saya, Syariati adalah sosok yang terlebih dahulu menyalakan api kesadaran revolusioner di tengah generasi muda Iran. Ia berhasil mengartikulasikan agama bukan sekadar sebagai ritual spiritual, melainkan sebagai energi sosial yang mampu membebaskan manusia dari penindasan. Melalui ceramah dan tulisannya, Syariati menafsirkan kembali sejarah Islam, khususnya tradisi Syiah, sebagai narasi perjuangan melawan ketidakadilan. Tokoh-tokoh seperti Imam Husain ia tampilkan sebagai simbol perlawanan terhadap tirani, sehingga agama tidak lagi dipahami secara pasif, melainkan sebagai panggilan untuk melawan struktur kekuasaan yang menindas. Gagasan ini sangat kuat resonansinya di kalangan mahasiswa dan kaum terdidik Iran pada masa itu, yang mulai melihat rezim sebagai bentuk ketidakadilan struktural.

Sementara itu, Muthahhari memainkan peran yang berbeda tetapi sangat penting. Jika Syariati menyalakan kesadaran revolusioner, maka Muthahhari memberikan fondasi intelektual dan teologis agar gerakan tersebut tidak kehilangan arah. Sebagai seorang ulama sekaligus filsuf, ia berusaha menjembatani antara pemikiran Islam klasik dengan tantangan modernitas. Muthahhari menegaskan bahwa revolusi yang lahir dari nilai-nilai Islam harus memiliki kerangka pemikiran yang matang, bukan sekadar emosi sosial atau kemarahan terhadap rezim. Ia berupaya memastikan bahwa gerakan perlawanan tetap memiliki legitimasi keagamaan yang kuat dalam tradisi Syiah, sehingga tidak mudah dipatahkan oleh kritik bahwa revolusi hanya merupakan gerakan politik semata.

Di atas dua arus pemikiran itu, muncul Khomeini sebagai figur yang mampu mengkonsolidasikan seluruh energi sosial tersebut menjadi gerakan politik yang nyata. Dengan karisma dan kepemimpinan religiusnya, Khomeini berhasil menyatukan berbagai kelompok yang sebelumnya bergerak dalam ruang masing-masing: ulama, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat kelas bawah. Ia mampu menerjemahkan gagasan revolusioner yang berkembang di ruang intelektual menjadi gerakan massa yang terorganisir. Dalam momentum sejarah yang tepat, kepemimpinan Khomeini berhasil menggulingkan monarki yang dipimpin oleh Mohammad Reza Pahlavi, sebuah rezim yang selama puluhan tahun memerintah Iran dengan dukungan kuat dari kekuatan Barat.

Warisan Revolusi dan Konflik yang Berlanjut

Hari ini ketegangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat terus berlangsung dan kerap dipahami sebagai konflik geopolitik biasa di kawasan Timur Tengah. Namun dalam pandangan saya, melihatnya semata sebagai persoalan strategi militer, keamanan regional, atau rivalitas negara akan membuat kita kehilangan konteks yang lebih dalam. Konflik tersebut sesungguhnya juga merupakan kelanjutan dari warisan ideologis yang lahir dari Revolusi Islam Iran.

Sejak revolusi itu berhasil menggulingkan rezim monarki Mohammad Reza Pahlavi, Iran tidak hanya mengubah sistem pemerintahannya, tetapi juga membangun identitas politik baru yang sangat dipengaruhi oleh semangat perlawanan terhadap dominasi kekuatan besar. Dalam narasi revolusi, Amerika sering dipandang sebagai simbol hegemoni global, sementara Israel ditempatkan sebagai representasi ketidakadilan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Karena itu, sikap konfrontatif Iran terhadap keduanya bukan sekadar kebijakan luar negeri yang pragmatis, tetapi juga bagian dari identitas ideologis yang dibentuk sejak awal revolusi.

Namun realitas politik dunia hari ini jauh lebih kompleks dibandingkan situasi revolusioner pada akhir 1970-an. Idealisme revolusioner yang dulu membakar semangat perlawanan kini harus berhadapan dengan realitas global yang penuh kompromi dan tekanan. Iran menghadapi sanksi ekonomi internasional, dinamika kekuatan regional, serta pertarungan pengaruh yang melibatkan banyak aktor di Timur Tengah. Dalam situasi seperti ini, negara tidak bisa hanya bergerak berdasarkan idealisme ideologis, tetapi juga harus mempertimbangkan kalkulasi kekuasaan dan kepentingan nasional.

Pengaruh Tiga pemikir Utama

Di titik inilah kita melihat bagaimana Iran hari ini merupakan hasil dialektika antara dua kekuatan besar: idealisme revolusi yang diwariskan oleh pemikir seperti Ali Shariati dan Murtadha Muthahhari, serta realitas politik negara yang dibangun oleh kepemimpinan Ruhollah Khomeini dan para penerusnya. Idealisme revolusi memberi arah dan identitas, sementara realpolitik memaksa negara untuk menavigasi kepentingan yang jauh lebih rumit dalam sistem internasional.

Jika ditarik lebih jauh, konflik Iran dengan Israel dan Amerika saat ini bukan hanya persoalan militer atau keamanan kawasan. Ia juga merupakan pertarungan narasi: antara revolusi yang berusaha mempertahankan identitas ideologisnya dan sistem internasional yang didominasi kekuatan besar. Dalam konteks inilah kita melihat bahwa gagasan para pemikir revolusi Iran hampir setengah abad lalu tidak pernah benar-benar berhenti bekerja. Ia terus hidup dalam cara Iran memandang dunia, menentukan sikap politiknya, dan memposisikan diri dalam percaturan global hingga hari ini.

Penulis: Ahmad Priatna S.T., S.H

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Ilustrasi/Freepik

Tawuran Antar Pelajar SMP Pecah di Sindang Jaya, Satu Orang Tewas

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud | Dok. Tangerangupdate.com

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Minta Dishub Serius Tangani PJU Mati

Foto: penyerahan kartu identitas anak (KIA) secara simbolis di Gedung Kejari Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Kejari Kabupaten Tangerang Bantu 200 Anak Yatim dan Piatu Miliki Identitas Resmi

Foto: Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfud Fudzianto | Dok. Tangerangupdate.com

Anggaran Konsumsi Rapat Kecamatan Curug Rp1,6 Miliar Jadi Sorotan DPRD

Foto: aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Penegak Demokrasi (AMPD) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Mahasiswa Soroti Anggaran Pengadaan Mebel Sekolah Rp6,5 Miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang

Foto: sidang putusan kasus KDRT terhadap ibu hamil oleh mantan suami di PN Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Mantan Suami Pelaku KDRT terhadap Ibu Hamil di Ciputat Divonis 4 Bulan Penjara

Berita Terkait

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Jangan Lewatkan

Foto: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Jaenudin | Dok. Tangerangupdate.com

Jalan Gelap, Dishub Kabupaten Tangerang Minta Warga Laporkan PJU Mati

Minggu, 31 Mei 2026
Foto: TKP kebakaran di Panongan | Dok. Istimewa

Bengkel dan Warung Kelontong di Panongan Terbakar, Satu Orang Tewas Terjebak di Toilet

Sabtu, 30 Mei 2026
Foto bersama usai pelatihan pemasaran digital UMKM di Gunung Bunder, Bogor | Dok. Istimewa

Pelaku UMKM Gunung Bunder Dapat Pelatihan Pemasaran Digital dari Mahasiswa Magister Manajemen Unpam

Rabu, 3 Juni 2026
Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (kanan) | Dok. Istimewa

Misteri Kematian Tukang Cilok di Cikupa Mulai Terkuak, Polisi Temukan Delapan Luka di Tubuh Korban

Kamis, 4 Juni 2026
Foto: olah TKP penemuan mayat seorang pedagang cilok di Cikupa | Dok. Istimewa

Penjual Cilok Ditemukan Tewas di Kontrakan Cikupa, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Rabu, 3 Juni 2026
Foto: aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Penegak Demokrasi (AMPD) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Mahasiswa Soroti Anggaran Pengadaan Mebel Sekolah Rp6,5 Miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang

Rabu, 3 Juni 2026
Foto: pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional | Tangerangupdate.com

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Serang Stabil Pasca Idul Adha 2026, Tomat Naik Tipis

Rabu, 3 Juni 2026
Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Senin, 1 Juni 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp