Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 5 Mei 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 3 Februari 2026 | 11:27 WIB
Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Bagi Nahdlatul Ulama (NU), khidmah bukan sekadar slogan, melainkan jalan hidup yang menuntun seluruh laku kepemimpinan. NU berdiri, tumbuh, dan bertahan karena khidmah para ulama yang mengabdi tanpa pamrih. Dalam kerangka inilah, ikhtiar menghadirkan duet kepemimpinan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) dan KH Said Aqil Siroj perlu dibaca sebagai upaya menjaga arah NU agar tetap berjalan di jalur pengabdian.

Para masyayikh NU sejak awal menegaskan bahwa kepemimpinan bukan ruang untuk mencari kehormatan. Sing dadi pemimpin kuwi sing siap ngopeni, dudu sing pengin dipangku. Kepemimpinan adalah kesiapan untuk melayani, menjaga, dan merawat jam’iyah dengan adab dan kesabaran.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Karena itu, perbincangan tentang figur pemimpin NU seharusnya tidak dilepaskan dari ukuran khidmah. Siapa yang paling siap mengabdi, menjaga persatuan, dan meneguhkan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, dialah yang patut mendapat amanah.

Duet Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj menghadirkan gambaran kepemimpinan yang berangkat dari jalan khidmah tersebut. Ia bukan sekadar pasangan struktural, melainkan pertemuan antara generasi penerus yang sedang tumbuh dan pengalaman panjang seorang kiai sepuh dalam menjaga NU.

BACA JUGA:  Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Imam Al-Ghazali pernah meletakkan kaidah penting bahwa kepemimpinan hanya akan tegak bila ditopang oleh ketaqwaan, akhlak yang mulia, serta ilmu dan kompetensi. Tiga hal ini bukan formalitas, melainkan laku hidup yang membentuk watak seorang pemimpin.

Gus Salam merupakan bagian dari mata rantai keulamaan NU. Ia adalah dzurriyat KH Bisri Syansuri, muassis NU dan pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif. Namun dalam pandangan warga NU, nasab bukanlah keistimewaan yang berdiri sendiri. Ia adalah amanah yang harus ditebus dengan ilmu, adab, dan kesungguhan berkhidmah.

Sebagai alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Gus Salam dikenal tekun dalam tradisi bahtsul masail. Ia tidak hanya piawai membaca dan mengurai kitab kuning, tetapi juga berusaha menghadirkannya sebagai penuntun umat di tengah perubahan zaman. Fikih dan manhaj NU baginya adalah jalan bimbingan, bukan alat perdebatan.

Pengalaman Gus Salam dalam struktur jam’iyah NU—mulai dari Katib Syuriyah PBNU, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, hingga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur—membentuk kepekaannya terhadap dinamika organisasi. Ia terbiasa menyikapi perbedaan dengan musyawarah dan adab.

BACA JUGA:  Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Sementara itu, KH Said Aqil Siroj adalah ulama sepuh yang telah lama menjadi rujukan warga NU. Sanad keilmuannya dari pesantren besar hingga Ummul Qura Makkah menjadi fondasi keulamaan yang kokoh. Pengalamannya memimpin PBNU selama dua periode menjadikannya sosok yang matang dalam menjaga keseimbangan antara perubahan dan keteguhan tradisi.

Dalam peran Rais Aam, KH Said Aqil Siroj diharapkan mampu meneguhkan kembali Syuriyah sebagai penjaga arah dan ruh NU. Bukan sekadar menjaga struktur, tetapi memastikan NU tetap berada di jalan tengah—tidak berlebihan dan tidak kehilangan jati diri.

Duet Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj merepresentasikan karakter dasar NU: pertemuan antara regenerasi dan kearifan, antara ikhtiar lahir dan doa batin, antara langkah pembaruan dan keteguhan tradisi. Kepemimpinan yang tidak tergesa, tetapi juga tidak berhenti—alon-alon asal kelakon.

Bagi warga NU, ikhtiar kepemimpinan ini patut disambut dengan husnuzan. Sebab NU besar bukan karena satu figur, melainkan karena khidmah kolektif yang dirawat dengan keikhlasan dan adab. Jika amanah kepemimpinan kelak dipikul oleh mereka yang layak, maka kewajiban kita adalah mendukung, mengingatkan, dan mendoakan.

BACA JUGA:  Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing para pemimpin NU, meluruskan niat mereka, meneguhkan langkah mereka, dan menjadikan setiap khidmah sebagai amal yang diterima. Sebab pada akhirnya, NU tidak sedang mencari siapa yang paling berkuasa, melainkan siapa yang paling setia berjalan di jalan khidmah.

Penulis: H. Ahmad Imron
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Polisi datangi TKP pasca keributan di kedai minuman Tigaraksa, dekat kantor Bupati Tangerang

Polisi Selidiki Keributan Pria Diduga Mabuk di Kedai Minuman Dekat Kantor Bupati Tangerang

Kondisi Stasiun Pondok Ranji Pukul 21. 30 Para Pengguna KRL masih ramai / Foto : Istimewa

Sambaran Petir Ganggu LAA, Perjalanan KRL Arah Jakarta Sempat Tertahan di Jurangmangu

Rangkaian peringanan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Tak Hanya Aksi, May Day 2026 di Kabupaten Tangerang Dirayakan dengan Olahraga dan Kegiatan Sosial

Pintu Air yang mengalirkan Ke kali Ciputat yang diduga adanya perubahan aliran / Foto : Istimewa

Aliran Kali Ciputat Diduga Ditutup untuk BXChange, Warga Taman Mangu Indah Dihantui Banjir dan Jual Rumah

Petugas Dinas Perhubungan Tangsel sedang memperbaiki PJU yang rusak /Foto: Juno (ig.dishub)

PBJT Tenaga Listrik Jadi Andalan PAD, Penerimaan 2025 terealisasi Rp279,79 miliar

Foto: Balai Kota Tangerang Selatan (Tangsel) | Dok. Istimewa

Pemkot Tangsel Manfaatkan Skema Opsen Pajak Kendaraan untuk Akselerasi Pembangunan

Berita Terkait

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Foto: Naseh Al-Aziiz | Dok. Pribadi
Opini

NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Foto: Muzhawwir Yunus | Dok. Pribadi
Opini

Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis

Foto: Doni Nuryana | Dok. Pribadi
Opini

Insan Kamil: Pijakan Teologis Menghadapi Arus Teknologi

Jangan Lewatkan

Rangkaian peringanan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Tak Hanya Aksi, May Day 2026 di Kabupaten Tangerang Dirayakan dengan Olahraga dan Kegiatan Sosial

Senin, 4 Mei 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

Bejat! Ayah Kandung di Sepatan Tangerang Diduga Perkosa Anak hingga Hamil 6 Bulan

Rabu, 29 April 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

Remaja di Ciputat Tewas Dianiaya, Polisi Sebut Gegara Dendam Tawuran

Rabu, 29 April 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

Pria di Tangsel Diduga Cabuli Dua Anak Tiri, Salah Satu Korban Hamil

Jumat, 1 Mei 2026
Foto: Istimewa

‎33 Anak di Kronjo Tangerang Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

Kamis, 30 April 2026
Mobil yang diduga terlibat kecelakaan dengan pelajar di Ciputat/ Dok. Polsek Ciputat

Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Palapa Ciputat, Dua Pelajar Alami Luka Ringan

Kamis, 30 April 2026
Foto: proses evakuasi nenek 65 tahun yang tercebur ke sumur timba di Pagedangan | Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Terpeleset, Nenek 65 Tahun Tewas di Sumur Tanpa Penutup di Pagedangan

Sabtu, 2 Mei 2026
Pintu Air yang mengalirkan Ke kali Ciputat yang diduga adanya perubahan aliran / Foto : Istimewa

Aliran Kali Ciputat Diduga Ditutup untuk BXChange, Warga Taman Mangu Indah Dihantui Banjir dan Jual Rumah

Senin, 4 Mei 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp