Tangerangupdate.com – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang segera dan serius menangani banyaknya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati dan tidak berfungsi di sejumlah wilayah.
Menurut Amud, keberadaan PJU sangat penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat, khususnya saat beraktivitas maupun melintas pada malam hari.
Ia menjelaskan, keberadaan PJU menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat, terutama di kawasan permukiman, jalan lingkungan, maupun titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan dan tindak kriminalitas.
Karena itu, pemerintah daerah melalui OPD terkait diminta segera melakukan pendataan dan perbaikan terhadap PJU yang mengalami kerusakan.
“Memang PJU ini sangat diharapkan masyarakat, terutama di titik-titik yang rawan. Karena itu kami akan berkoordinasi dengan dinas dan OPD terkait untuk mengetahui berapa jumlah titik PJU yang sudah terpasang, yang masih berfungsi, maupun yang mengalami kerusakan,” kata Amud, kepada Tangerangupdate.com, Jumat 5 Juni 2026.
“Kami meminta OPD terkait agar segera melakukan pengecekan dan turun langsung ke lapangan. PJU yang mati harus segera diperbaiki atau diganti lampunya agar kembali berfungsi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, DPRD juga akan melakukan inventarisasi dan evaluasi terhadap kebutuhan anggaran PJU, baik untuk pemasangan unit baru maupun pemeliharaan fasilitas yang sudah ada.
“Kami akan menginventarisasi dan mengevaluasi kebutuhan anggaran ke depan, baik untuk pemasangan PJU baru maupun pemeliharaannya. Semua data itu akan kami cross-check kembali dengan dinas terkait,” jelasnya.
Amud mengaku DPRD juga menerima informasi terkait rencana kerja sama Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan pihak ketiga dalam pengelolaan atau pengembangan PJU. Namun, pihaknya masih akan mendalami informasi tersebut.
“Kami mendapat informasi bahwa pemerintah daerah berencana menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Namun, sejauh mana kerja sama itu berjalan dan bagaimana mekanismenya, kami masih perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut,” katanya.
Untuk itu, DPRD berencana meminta keterangan langsung dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan OPD terkait guna mengetahui manfaat serta dampak kerja sama tersebut terhadap keuangan daerah.
“Kami ingin mendengar langsung dari Bappeda dan OPD terkait. Jika kerja sama tersebut memang memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah, khususnya dari sisi efisiensi anggaran, tentu perlu diketahui juga seperti apa bentuk perjanjiannya dan berapa lama masa kerja samanya,” ujar Amud.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan dan pemeliharaan PJU membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sehingga harus diawasi secara ketat dan transparan.
“Ini bukan anggaran yang kecil. Ketika masyarakat mempertanyakan penggunaan anggaran tersebut, tentu DPRD memiliki kewajiban untuk melakukan pengawasan dan memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran,” tegasnya.
Amud juga meminta Dishub segera menyusun data rinci mengenai lokasi-lokasi PJU yang rusak agar proses perbaikan dapat dilakukan lebih cepat.
“Kami perlu mengetahui titik-titik mana saja yang mengalami kerusakan sehingga pemerintah daerah dapat segera melakukan penanganan dan masyarakat tidak dirugikan akibat minimnya penerangan jalan,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Tangerang terpantau gelap pada malam hari akibat lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan dan rawan memicu tindak kejahatan, termasuk aksi begal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa ruas jalan yang minim penerangan di antaranya Jalan Raya Kutruk Simpang, Kecamatan Tigaraksa, Jalan Raya STPI Curug arah Cisauk, sebagian Jalan Raya Curug, Jalan Raya Curug-Parigi, Jalan Raya Binong, Jalan Pasir Randu, hingga Jalan Raya Imam Bonjol yang berbatasan dengan Kota Tangerang.
Selain di wilayah Curug dan Tigaraksa, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Sepatan dan Sepatan Timur. Sejumlah ruas jalan seperti Sulang–Jatimulya, Jalan Bayur arah Korinduk, Pisangan Cecere Kayu Agung, Simpang Tiga Gempolsari, hingga Jalan Gedong Kosong disebut gelap akibat banyak PJU yang mati.
Reporter: Rhomi
