Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 8 Mei 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Redaksi TU
Redaksi TU
Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:23 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com – Pemanfaatan teknologi digital semakin mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran pada pendidikan nonformal. Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan yang fleksibel, adaptif, dan relevan dengan tuntutan keterampilan abad ke-21.

Pendidikan nonformal, seperti kursus keterampilan, pelatihan kerja, program kesetaraan, serta pelatihan berbasis komunitas, melayani peserta didik dengan latar belakang usia, pengalaman, dan kebutuhan belajar yang beragam. Oleh karena itu, evaluasi pembelajaran menjadi elemen penting untuk memastikan bahwa proses pembelajaran benar-benar menghasilkan kompetensi yang diharapkan.

- Advertisement -
Ad imageAd image


Evaluasi pembelajaran berbasis teknologi digital dalam pendidikan nonformal merujuk pada pemanfaatan perangkat dan platform digital untuk merancang, melaksanakan, serta menganalisis hasil belajar peserta didik. Bentuk evaluasi ini dapat berupa kuis daring, portofolio digital, penilaian berbasis proyek, survei refleksi pembelajaran, hingga pencatatan capaian kompetensi secara sistematis.

Berbeda dengan evaluasi konvensional yang umumnya dilakukan di akhir program, teknologi digital memungkinkan proses evaluasi berlangsung secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran.


Penerapan teknologi digital dalam evaluasi pembelajaran menjadi penting karena hingga saat ini masih banyak program pendidikan nonformal yang mengandalkan indikator sederhana, seperti kehadiran atau penyelesaian materi, sebagai tolok ukur keberhasilan. Pendekatan tersebut belum sepenuhnya mampu menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif.

Akibatnya, evaluasi cenderung bersifat administratif dan kurang memberikan umpan balik yang bermakna bagi pendidik maupun peserta didik. Teknologi digital menawarkan peluang untuk menghadirkan evaluasi yang lebih objektif, terdokumentasi dengan baik, serta mudah dianalisis sebagai dasar perbaikan pembelajaran.

BACA JUGA:  Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis


Penerapan evaluasi digital dalam pendidikan nonformal melibatkan berbagai pihak, antara lain pengelola lembaga, pendidik atau instruktur, serta peserta didik. Pengelola lembaga berperan dalam menetapkan kebijakan dan sistem evaluasi yang digunakan, sementara pendidik bertanggung jawab merancang instrumen penilaian yang selaras dengan tujuan pembelajaran.

Peserta didik menjadi subjek utama yang memperoleh manfaat dari evaluasi yang lebih transparan dan terarah. Selain itu, pemangku kepentingan lain seperti mitra industri, komunitas, dan pemerintah juga berkepentingan terhadap data evaluasi untuk menilai efektivitas program.


Evaluasi pembelajaran berbasis teknologi digital relevan diterapkan di berbagai wilayah, baik perkotaan maupun perdesaan. Seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital, proses evaluasi tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik. Peserta didik dapat mengakses evaluasi melalui gawai, sementara pendidik dapat memantau perkembangan belajar tanpa terikat oleh lokasi dan waktu.

Kondisi ini mendukung penyelenggaraan pendidikan nonformal yang menjangkau peserta didik dengan keterbatasan waktu dan mobilitas.
Momentum transformasi evaluasi digital dinilai tepat dilakukan saat ini, seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dalam beberapa tahun terakhir. Banyak lembaga pendidikan nonformal mulai mengadopsi pembelajaran daring maupun kombinasi daring dan luring.

BACA JUGA:  Investasi Strategis Bangsa: Pemberdayaan Guru sebagai Agen Transformasi Peradaban

Oleh karena itu, sistem evaluasi juga perlu menyesuaikan agar mutu dan akuntabilitas pembelajaran tetap terjaga. Penundaan transformasi evaluasi berpotensi membuat pendidikan nonformal tertinggal dalam menjamin kualitas program yang diselenggarakan.


Teknologi digital dapat meningkatkan mutu evaluasi pembelajaran melalui beberapa cara. Pertama, pendidik dapat memantau perkembangan peserta didik secara berkala melalui data yang tersimpan secara sistematis. Kedua, teknologi memungkinkan pemberian umpan balik yang lebih cepat dan terstruktur sehingga peserta didik dapat segera mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka. Ketiga, penggunaan indikator dan rubrik penilaian yang jelas membantu mengurangi subjektivitas.

Selain itu, data evaluasi yang terdokumentasi dengan baik memudahkan lembaga dalam melakukan analisis serta perbaikan program secara berkelanjutan.
Berbagai laporan umum menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pendidikan, termasuk pendidikan nonformal, terus mengalami peningkatan. Platform pembelajaran dan evaluasi daring menjadi sarana utama dalam pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi. Lembaga yang menerapkan sistem evaluasi digital umumnya memiliki pencatatan hasil belajar yang lebih tertata, mudah dilaporkan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada mitra dan masyarakat.


Meskipun demikian, penerapan evaluasi digital juga menghadapi sejumlah tantangan. Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan, mengingat tidak semua pendidik nonformal memiliki literasi digital yang memadai untuk merancang dan mengelola evaluasi berbasis teknologi. Selain itu, keterbatasan akses perangkat dan jaringan masih dialami oleh sebagian peserta didik.

BACA JUGA:  NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Oleh karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan kondisi setempat, misalnya melalui pendekatan kombinasi daring dan luring agar tetap inklusif. Aspek etika dan perlindungan data juga perlu mendapat perhatian serius. Evaluasi berbasis teknologi melibatkan pengumpulan data peserta didik yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Lembaga pendidikan nonformal perlu memastikan bahwa data digunakan semata-mata untuk kepentingan pembelajaran dan peningkatan mutu, serta dilindungi dari potensi penyalahgunaan.


Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi digital dalam evaluasi pembelajaran di pendidikan nonformal bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan perencanaan yang matang, peningkatan kapasitas pendidik, serta kebijakan yang berorientasi pada peserta didik, teknologi digital dapat menjadi instrumen penting dalam mewujudkan evaluasi pembelajaran yang objektif, transparan, dan berdampak nyata. Dengan demikian, pendidikan nonformal diharapkan semakin berperan sebagai jalur pembelajaran yang bermutu dan relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Penulis : Eneng Septianingsih (Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan,Program studi Pendidikan Non Formal)

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Editor & Reporter
Reporter: Redaksi TU
TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan meninjau lokasi bottleneck atau penyempitan jalan di Jalan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kamis (7/5/2026).

Dishub Tangsel Tinjau Penyempitan Jalan di Depan SPBU BP-AKR Rawabuntu

Ket. Gambar : Kantor BRI Unit Pinang Joglo, Kota Tangerang, Banten/ Foto : A. Fery

Nasabah Kupedes Keluhkan Tak Pegang Kontrak Kredit BRI Unit Pinang Joglo, Pertanyakan Dasar Penalti

Ket. Gambar : Kepmen Terkait Pengalihan Sungai Ciputat dan Sungai Cibenda / Foto : Istimewa

Pengalihan Kali Ciputat Untuk Mall Ternyata Telah Mendapat Izin Dari Kemen PU, Langgar Aturan?

Gambar Ilustrasi : Olahraga padel yang kian menjamur di Tangsel/ Foto: Dok. TU

Lapangan Padel Menjamur di Tangsel, Apakah Wajib Punya AMDAL?

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada (tengah), saat konferensi pers pengungkapan kasus pencabulan di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Pria di Tigaraksa Diduga Cabuli 12 Anak Laki-laki, Beraksi Sejak 2021

Sejumlah pelajar menaiki bus sekolah milik Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan di salah satu titik penjemputan | Dok. TU

Anggaran BBM Bus Sekolah Tangsel Terancam Tekor, Dishub: Hanya Cukup hingga Agustus 2026

Berita Terkait

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Foto: Naseh Al-Aziiz | Dok. Pribadi
Opini

NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Foto: Muzhawwir Yunus | Dok. Pribadi
Opini

Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis

Jangan Lewatkan

Sejumlah pelajar menaiki bus sekolah milik Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan di salah satu titik penjemputan | Dok. TU

Anggaran BBM Bus Sekolah Tangsel Terancam Tekor, Dishub: Hanya Cukup hingga Agustus 2026

Rabu, 6 Mei 2026
Pintu Air yang mengalirkan Ke kali Ciputat yang diduga adanya perubahan aliran / Foto : Istimewa

Aliran Kali Ciputat Diduga Ditutup untuk BXChange, Warga Taman Mangu Indah Dihantui Banjir dan Jual Rumah

Senin, 4 Mei 2026
Kanopi yang di Pasang di Dinding SMAN 5 Tangsel Digunakan Untuk Parkir Mobil Berplat Merah / Foto : Istimewa

Tembok SMA 5 Tangsel Diduga Dipasangi Atap, Untuk Parkir Mobil Plat Merah

Selasa, 5 Mei 2026
Gambar Ilustrasi : Olahraga padel yang kian menjamur di Tangsel/ Foto: Dok. TU

Lapangan Padel Menjamur di Tangsel, Apakah Wajib Punya AMDAL?

Kamis, 7 Mei 2026
Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Selasa, 5 Mei 2026
Polisi datangi TKP pasca keributan di kedai minuman Tigaraksa, dekat kantor Bupati Tangerang

Polisi Selidiki Keributan Pria Diduga Mabuk di Kedai Minuman Dekat Kantor Bupati Tangerang

Selasa, 5 Mei 2026
Kondisi Stasiun Pondok Ranji Pukul 21. 30 Para Pengguna KRL masih ramai / Foto : Istimewa

Sambaran Petir Ganggu LAA, Perjalanan KRL Arah Jakarta Sempat Tertahan di Jurangmangu

Selasa, 5 Mei 2026
Banjir di Kelurahan Petir Merendam 700 KK ketinggian air mencapai 1,8 Meter

Banjir 1,8 Meter Rendam Kampung Candulan Cipondoh, 700 KK Terdampak

Selasa, 5 Mei 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp