Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 13 Mei 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Penularan Penyakit TBC Harus Diwaspadai

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 22 Maret 2022 | 21:03 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (22/03/2022) | Opini —- Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Tuberkulosis ditularkan melalui udara dari pasien TBC yang infeksius ke orang-orang disekitarnya. Satu pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis yang tidak diobati secara tepat dan berkualitas dapat menginfeksi sekitar 10 orang per tahun. Kelompok yang berisiko tinggi untuk terinfeksi adalah orang yang kontak erat dengan pasien TBC, antara lain anak, lansia dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (misal gizi buruk, infeksi HIV).

Indonesia bersama lebih dari 100 negara di Dunia telah sepakat dan bertekad mencapai Eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Tekad ini telah kita wujudkan dengan upaya meningkatkan penemuan dan pengobatan kasus Tuberkulosis di seluruh Indonesia yang didukung dengan, antara lain (1) penyediaan sumberdaya, obat dan alat yang berkualitas (2) penggerakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran dan partisipasi dari kader masyarakat termasuk dalam investigasi kontak dan (3) peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan serta pengendalian Tuberkulosis.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Sub Recipient Pelaksana Eliminasi TBC Berbasis Komunitas Wilayah Provinsi Banten Strategi Penanggulangan TBC dengan penemuan pasien TBC tidak hanya secara pasif dengan aktif promotive tetapi juga melalui “penemuan aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat“, dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan layanan yang bermutu sesuai standar. Salah satu kegiatan yang penting untuk mendukung keberhasilan strategi penemuan aktif ini adalah pelacakan dan investigasi kontak (contact tracing and contact investigation). Kontak yang terduga TBC akan dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan dan bila terdiagnosis TBC, akan diberikan pengobatan yang tepat sesuai standar dan sedini mungkin. Investigasi Kontak mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu meningkatkan penemuan kasus dan mencegah penularan TBC.

Kegiatan investigasi kontak ini perlu melibatkan semua pihak termasuk Instansi Pemerintah Pusat Kementerian atau Lembaga, Komitmen Kepala Daerah Provinsi dan Komitmen Kepala daerah Kabupaten/Kota, elemen pendidikan seperti sekolah, pondok pesantren, Madrasah, serta elemen kemasyarakatan lainnya. Tak kalah penting tentunya petugas kesehatan di fasilitas kesehatan, sebagai layanan kesehatan terdekat dari jangkauan masyarakat. Peran organisasi kemasyarakatan, kader komunitas, sangat diperlukan untuk melakukan Investigasi Kontak, Penyuluhan dan Pendampingan kepada pasien saat melakukan pemeriksaan ke Puskesmas.

Gejala Penyakit TBC dan Penularan.

Menurut WHO, setiap detik setidaknya ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis (TBC) di dunia. TBC di Indonesia bahkan menjadi penyakit infeksi yang menyebabkan kematian nomor satu. Sayangnya, masih banyak yang tidak mengenali gejala penyakit TBC. Maklum, banyak yang mengira ciri-ciri TBC yang muncul adalah penyakit pernapasan biasa, seperti pilek atau flu. Padahal, ada tanda penyakit TBC yang khas. Penting bagi Anda mengenali tanda-tanda TBC sedini mungkin agar tidak terlambat melakukan pengobatan. Gejala utama TBC adalah nyakit TBC : Batuk terus menerus dan berdahak selama 2 (dua) minggu atau lebih, Hampir semua penyakit yang menyerang saluran pernapasan akan menimbulkan gejala batuk, begitu pun dengan penyakit tuberkulosis. Hal ini karena adanya infeksi yang mengganggu jalannya pernapasan.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Gejala TBC lainnya : 1). Nyeri dada dan sesak napas : Perkembangan infeksi bakteri di paru-paru menyebabkan terjadinya peradangan yang meningkatkan produksi lendir di paru-paru. Belum lagi, penumpukan sel-sel mati di paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri tuberkulosis semakin menghambat keluar masuknya udara ke paru-paru. 2). Berkeringat di malam hari : Salah satu gejala utama dan khas dari TBC selain batuk adalah keringat berlebih di malam hari. Ciri TBC ini biasanya juga diikuti dengan kondisi tubuh yang lemas dan mengalami nyeri di bagian otot dan sendi. 3). Badan lemas, demam meriang berkepanjangan : Demam menandakan bahwa sistem imun sedang bereaksi melawan infeksi bakteri. Ini sebabnya penderita TBC kerap merasakan demam dalam tahap awal infeksi aktif. Ciri TBC yang satu ini kemudian hilang dan kambuh dalam beberapa waktu. 4). Berat badan menurun : Semua ciri-ciri TBC yang muncul bisa membuat penderitanya tidak nafsu makan. Batuk TBC yang terus-menerus bahkan bisa menyulitkan penderita untuk menelan makanan.

Cara Penularan TBC.

Saat batuk atau bersin, penderita TBC dapat menyebarkan kuman yang terdapat dalam dahak ke udara. Dalam sekali batuk, penderita TBC dapat mengeluarkan sekitar 3000 percikan dahak. Bakteri TB yang berada di udara bisa bertahan berjam-jam, terutama jika ruangan gelap dan lembab, sebelum akhirnya terhirup oleh orang lain. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan di mana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan TBC adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan penderita TBC, seperti keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas. Meski demikian, pada dasarnya penularan TBC tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TB akan langsung menderita TBC. Pada kebanyakan kasus, bakteri yang terhirup ini akan berdiam di paru-paru tanpa menimbulkan penyakit atau menginfeksi orang lain. Bakteri tetap ada di dalam tubuh sambil menunggu saat yang tepat untuk menginfeksi, yaitu ketika daya tahan tubuh sedang lemah.

Orang Beresiko Tinggi Terkena TBC.

1). Orang-orang yang kontak erat serumah dengan pasien TBC yang belum diobati. 2). Orang-orang yang status gizinya rendah. 3). Orang dengan daya tahan tubuh rendah. 4). Bayi dan anak-anak yang kontak erat dengan pasien TBC BTA positif. 5). Orang dengan HIV/AIDS.

Strategi Pengendalian TBC.

1). Penguatan komitmen Kepala Daerah kabupaten/kota. 2). Peningkatan akses layanan Tuberkulosis yang bermutu dan berpihak pada pasien. 3). Pengendalian infeksi dan optimalisasi pemberian pengobatan pencegahan Tuberkulosis. 4). Pemanfaatan hasil riset dan teknologi skrining, diagnosis & tatalaksana Tuberkulosis. 5). Peningkatan peran serta komunitas, mitra dan multisector lainnya dalam eliminasi Tuberkulosis. 6). Penguatan manajemen program melalui penguatan sistem Kesehatan. 7). Semua Pemeriksaan pasien di semua fasilitas Kesehatan harus gratis, tanca terkecuali. 8). Untuk menjaga kualitas dahak Pemerintah menganggarkan cooller box untuk kader komunitas. 9). Semua Puskesmas yang ada di Banten harus memiliki alat TCM.

Sudah ada beberapa regulasi yang mengatur tentang eliminasi TBC, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TBC, termasuk di Provinsi Banten sudah ada Intruksi Gubernur Banten Nomor 2 tahun 2018 tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC dan cegah Stunting, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Termasuk di Kota Serang sudah ada Peraturan Walikota Serang nomor 54 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Pengendalian TBC. Dengan adanya regulasi yang dibuat oleh Menteri Keshatan, Presiden Republik Indonesi, Intruksi Gubernur Banten dan Perwal Kota Serang Seharusnya Provinsi Banten tahun 2030 seharusnya sudah bebas dari penyakit TBC.

Tantangan di Era Pandemi.

1). Masyarakat dengan gejala TBC enggan untuk mendatangi fasilitas kesehatan. 2). Beberapa fasilitas Kesehatan menutup sementara layanan pemeriksaan dahak saat awal-awal pandemic, karena tenaga Kesehatan di puskesmas ada yang terpapar covid. 3). Kegiatan kader komunitas kesulitan dalam melakukan pencarian Kasus aktif di masyarakat berkurang. 4). Kegiatan penyuluhan kader dibatasi, tidak boleh lebih dari 10 orang.

Pencegahan Penularan.

1). Tutup mulut saat batuk dan bersin. 2). Jangan membuang dahak sembarangan. 3). Pasien TBC harus menutup mulutnya pada waktu bersin dan batuk. 4). Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Seperti : Mencuci tangan di air yang mengalir, pentilasi udara baik, sering ber olahraga, mengkonsumsi makana yang bergizi, tidak merokok dan selalu memakai masker.

TOSS TBC : Temukan Obati Sampai Sembuh…..!!!

- Advertisement -
Ad imageAd image

Oleh : Subhan (Pegiat Eliminasi TBC SR (Sub Recipient) Povinsi Banten)


TAGGED:kesehatanOpiniTbc
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Kepala BKPSDM Kota Tangsel, Wahyudi Leksono | Dok. Istimewa

Pemkot Tangsel Temukan ASN Tak Tertib Presensi saat WFH, Ada yang Klaim Dinas Luar

Foto: Ilustrasi/Freepik

Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Mengeluh Digaji Rp65 Ribu per Bulan

Pansus RTRW Dprd Tangsel saat sidak di Mall BxChange Bintaro terkait adanya aliran sungai yang berubah / Dok. TU

Wamen PU Sebut Pengalihan Kali Ciputat untuk Ekspansi Perumahan Bintaro, JRP Diminta Selesaikan Kewajiban Aset

Keterangan: peluncuran Program LARIS MANIS di BPN Kabupaten Tangerang bisa pangkas layanan Roya dan Waris dalam 5 Menit | Dok. Istimewa

LARIS MANIS Diluncurkan, Urus Roya dan Waris di BPN Kabupaten Tangerang Kini Cukup Lima Menit

Foto: Potret kendaraan milik Kabag Kesra Sekda Kota Tangsel, Rizkiyah, di balik lindungan kanopi yang diduga dibangun di tembok SMA | Dok. Tangerangupdate.com

Bikin Kanopi di Tembok Sekolah untuk Parkir Mobil dan di Jalan Umum, Kabag Kesra Tangsel: Itu Hal Lumrah

Foto : Yayasan Bina Griya Karya kemalingan sejumlah alat musik Hilang | Dok. TU

Sekolah Berkebutuhan Khusus di Pondok Aren Dibobol Maling, Sejumlah Alat Musik Raib Digasak

Berita Terkait

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Jangan Lewatkan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan meninjau lokasi bottleneck atau penyempitan jalan di Jalan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kamis (7/5/2026).

Dishub Tangsel Tinjau Penyempitan Jalan di Depan SPBU BP-AKR Rawabuntu

Kamis, 7 Mei 2026
Foto: Istimewa

Polresta Tangerang Tingkatkan Patroli Jelang Laga Persija vs Persib

Minggu, 10 Mei 2026
Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Sabtu, 9 Mei 2026
Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (kanan) memimpin penggerebekan lokasi sabung ayam di Jayanti | Dok. Istimewa

Tempat Judi Sabung Ayam di Jayanti Digerebek Polisi, Dua Orang dan 28 Unit Motor Diamankan

Senin, 11 Mei 2026
Foto: Potret kendaraan milik Kabag Kesra Sekda Kota Tangsel, Rizkiyah, di balik lindungan kanopi yang diduga dibangun di tembok SMA | Dok. Tangerangupdate.com

Bikin Kanopi di Tembok Sekolah untuk Parkir Mobil dan di Jalan Umum, Kabag Kesra Tangsel: Itu Hal Lumrah

Senin, 11 Mei 2026
Foto: Kebakaran di daerah Ciputat, Akibat konsleting | Dok. TU

Kebakaran Hebat di Ciputat Hanguskan Tiga Tempat Usaha, Diduga Akibat Korsleting

Senin, 11 Mei 2026
M (62) ditangkap pada 5 Mei 2026 setelah dilaporkan korbannya ke Polres Metro Tangerang Selatan | Foto: Ilustrasi/Istimewa

Ngaku Bisa Gandakan Uang, Kakek di Tangsel Jadi Tersangka Pelecehan Seksual

Sabtu, 9 Mei 2026
Ket. Gambar : Kantor BRI Unit Pinang Joglo, Kota Tangerang, Banten/ Foto : A. Fery

Nasabah Kupedes Keluhkan Tak Pegang Kontrak Kredit BRI Unit Pinang Joglo, Pertanyakan Dasar Penalti

Kamis, 7 Mei 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp