Tangerangupdate.com – Konsumsi BBM subsidi meningkat di sejumlah daerah. Antrean panjang muncul di banyak SPBU. DPR RI melihat perubahan pola konsumsi sebagai pemicu utama. Komisi XII menilai tekanan permintaan terjadi dalam waktu bersamaan di berbagai titik.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menyebut peralihan pengguna menjadi faktor dominan. Ia menyoroti pergeseran dari BBM non-subsidi ke subsidi.
“Dijelaskan bahwa terkait dengan antrean tersebut, mungkin disebabkan antara lain karena pertama adanya shifting daripada masyarakat yang tadinya menggunakan produk-produk BBM spes tinggi, non-subsidi, beralih kepada BBM subsidi,” ujar Bambang dalam konferensi persnya usai rapat dengan Pertamina dan BPH Migas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/202).
Ia melihat pilihan masyarakat bergerak ke BBM lebih terjangkau. Pola konsumsi pun berubah.
“Artinya ada perubahan pola konsumsi di masyarakat, terutama dalam memilih jenis BBM,” katanya.
Lonjakan pembelian terjadi dalam waktu yang sama. Tekanan muncul di SPBU tertentu. Antrean tidak terhindarkan.
“Ketika permintaan meningkat dalam waktu yang relatif bersamaan di titik-titik tertentu, itu pasti menimbulkan antrean,” tuturnya.
Bambang menegaskan stok tidak selalu menjadi sumber masalah. Ia menyoroti distribusi dan perilaku konsumsi.
“Ini bukan semata-mata soal ada atau tidaknya BBM,” tegasnya.
Ia meminta situasi dilihat secara menyeluruh. Distribusi dan konsumsi harus seimbang di lapangan.
“Ini soal distribusi dan pola konsumsi di lapangan,” sebutnya.
Komisi XII DPR RI mendorong penguatan pengawasan. Penyaluran harus lebih ketat. Sasaran subsidi harus terjaga.
“Kita mendorong pengawasan distribusi diperkuat,” ujarnya.
Ia menekankan kebijakan energi perlu respons cepat. Pemerintah diminta menjaga stabilitas pasokan dan distribusi.
“Kebijakan harus menjaga agar BBM subsidi tepat sasaran,” pungkasnya.***
Reporter: Admin
