Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 20 April 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Gemuk atau Sehat? Menelusuri Akar Obesitas dan Cara Kembali Bugar

Redaksi TU
Redaksi TU
Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
SHARE

Tangerangupdate.com – Pernah mendengar ungkapan big is beautiful? Betul, rasa percaya diri itu penting. Namun, ada hal yang tak kalah penting: kesehatan tubuh kita. Memiliki tubuh berisi tidak selalu berarti tidak sehat, tapi obesitas atau berat badan yang jauh di atas batas normal bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Di era modern ini, obesitas bukan lagi masalah pribadi semata. Ia telah menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada 2020 ada lebih dari 1,9 miliar orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan, dan sekitar 650 juta di antaranya tergolong obesitas. Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 juga cukup mengejutkan: angka obesitas naik dari 21,8% pada 2018 menjadi 24,8% pada 2023.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bayangkan, hampir satu dari empat orang dewasa di negeri ini berada pada kondisi obesitas. Ini bukan hanya persoalan ukuran baju, melainkan juga kualitas hidup, kesehatan jangka panjang, dan produktivitas bangsa.

Kenapa Angka Ini Terus Naik?

Kalau kita perhatikan, penyebabnya ada di depan mata setiap hari. Pertama, makanan tinggi kalori dan rendah gizi sangat mudah didapat. Minuman manis dalam kemasan, gorengan pinggir jalan, burger, atau ayam goreng tepung semuanya lezat, murah, dan mengenyangkan, tetapi sering kali miskin vitamin, mineral, dan serat.

Kedua, pola hidup kita semakin minim gerak. Dulu, berjalan kaki atau bersepeda adalah hal biasa. Kini, hampir semua aktivitas mengandalkan kendaraan bermotor. Banyak pekerjaan juga menuntut duduk berjam-jam di depan layar. Pulang kerja, waktu luang lebih sering dihabiskan dengan ponsel atau televisi daripada berolahraga.

BACA JUGA:  Jolly Roger (Bendera One Piece): Alarm Perbaikan atau Revolusi bagi Republik Indonesia ke-80

Ketiga, makanan sehat justru kerap lebih sulit diakses. Di beberapa daerah, harga sayuran segar bisa lebih mahal dibandingkan makanan cepat saji. Ditambah lagi, edukasi gizi yang masih terbatas membuat banyak orang tidak tahu bagaimana memilih makanan yang benar.
Gabungan dari faktor-faktor ini membuat tubuh “banjir” kalori tapi “kering” nutrisi, sehingga berat badan mudah melonjak.

Masalah Kesehatan di baliknya Obesitas bukan hanya membuat celana terasa sempit. Ada risiko kesehatan serius yang membayanginya.

1. Diabetes tipe 2, Lemak berlebih membuat tubuh kurang peka terhadap insulin. Akibatnya, gula darah meningkat dan dalam jangka panjang dapat merusak organ penting seperti ginjal, mata, dan pembuluh darah.

2. Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, Jantung harus bekerja ekstra keras memompa darah, meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

3. Gangguan sendi dan tulang, Berat badan berlebih memberi tekanan tambahan pada lutut, pinggul, dan tulang belakang, memicu nyeri dan mempercepat kerusakan sendi.

Selain masalah fisik, obesitas juga berdampak pada kesehatan mental. Banyak orang dengan obesitas menghadapi stigma dan diskriminasi, yang dapat memicu rasa rendah diri, depresi, bahkan gangguan makan. Belajar dari Negara Laim, Beberapa negara telah mengambil langkah serius dan terbukti berhasil mengendalikan obesitas.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

1. Meksiko: Sejak 2014 menerapkan pajak pada minuman bergula. Hasilnya, konsumsi minuman manis turun hingga 10% dalam beberapa tahun (Colchero et al., 2017).

2. Finlandia: Mengintegrasikan pendidikan gizi sehat sejak usia dini. Anak-anak belajar mengenal dan menyukai buah, sayur, serta makanan alami. Hasilnya, generasi mudanya memiliki pola makan yang lebih sehat (González & Puska, 2018).

Langkah-langkah ini membuktikan bahwa perubahan kebijakan bisa berdampak positif pada perilaku masyarakat. Solusi dari dapur hingga Kebijakan Mengatasi obesitas memerlukan strategi yang melibatkan banyak pihak mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintah.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu :

1. Edukasi sejak dini, Ajarkan anak membaca label gizi, memahami ukuran porsi, dan mengenal manfaat makanan alami.
2. Lingkungan yang mendukung, Sediakan taman, jalur sepeda, dan trotoar yang aman agar orang mau bergerak lebih banyak.
3. Kebijakan publik, Terapkan pajak untuk makanan/minuman tinggi gula dan lemak, serta berikan subsidi untuk buah, sayur, dan sumber protein sehat.
4. Perubahan di rumah, Mulailah dari hal kecil: kurangi minuman manis, perbanyak air putih, tambah porsi sayur dan buah, serta luangkan waktu minimal 30 menit untuk berolahraga setiap hari.

Menu Harian Ramah Timbangan

Disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI (2021), WHO (2020), USDA Dietary Guidelines (2020–2025), dan Harvard T.H. Chan School of Public Health. Pola makan sehat tidak harus mahal dan susah. Kuncinya ada pada keseimbangan gizi dan pengendalian kalori. Berikut contoh menu sekitar 1.500 kkal per hari yang cocok untuk membantu menurunkan berat badan secara bertahap:
1. Sarapan: Oatmeal dengan pisang dan chia seed, ditemani teh hijau tanpa gula.
2. Camilan pagi: Potongan pepaya atau semangka.
3. Makan siang: Nasi merah, dada ayam panggang, tumis brokoli, dan lalapan segar.
4. Camilan sore: Yogurt rendah lemak atau kacang almond panggang.
5. Makan malam: Sup sayur bening, tahu kukus, dan ikan bakar bumbu rempah.
Menu ini sederhana, mudah disiapkan, dan tetap membuat kenyang.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Sehat Bukan Soal Ukuran Tubuh

Obesitas adalah masalah kompleks yang berkaitan dengan pola makan, gaya hidup, lingkungan, dan kebijakan. Angka prevalensinya terus naik, tapi bukan berarti kita tak punya harapan. Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil di rumah, diperkuat dengan dukungan lingkungan, serta didorong oleh kebijakan publik yang pro-kesehatan.

Ingat, sehat bukan berarti harus kurus. Sehat berarti tubuh bugar, berenergi, dan terhindar dari penyakit. Mari kita jaga tubuh dengan bijak-karena tubuh yang sehat adalah modal utama untuk hidup panjang, produktif, dan bahagia.

oleh : Siti Nurahayu (Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional)

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:kesehatanOpini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Istimewa

Diduga Sesak Napas, Lansia Dilaporkan Meninggal Saat Bertamu di Kontrakan Panongan

Foto: kondisi Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, yang mulai rusak | Dok. Tangerangupdate.com

Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Cepat Rusak, Pengamat Singgung Dugaan Korupsi

Foto: Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah (kiri depan) | Dok. Istimewa

Apel Pagi, Wakil Bupati Tangerang Ingatkan Pentingnya Kedisiplinan Pegawai

Titik Lokasi yang Dikeluhkan Warga Karena Adanya Penyempitan Jalan / Dok. TU

Warga Keluhkan Penyempitan Jalan Rawabuntu Tangsel di Depan SPBU AKR

Epilepsi Diduga Kambuh, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Ciangir Legok

Foto: Ilustrasi/Freepik

Ditangkap, Anak Bunuh Ibu Tiri di Curug Ternyata Positif Narkoba

Berita Terkait

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Foto: Naseh Al-Aziiz | Dok. Pribadi
Opini

NDP Sebagai Arah Gerak Kader HMI di Era Perubahan

Foto: Muzhawwir Yunus | Dok. Pribadi
Opini

Internalisasi Nilai Dasar Perjuangan HMI: Spirit Gerak Kader melalui Teologis, Kosmologis, Antropologis

Jangan Lewatkan

Foto: Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah (tengah) | Dok. Istimewa

Kasus Mayat Pelajar di Kaliadem Sukadiri Terungkap: Korban Tawuran, 14 Orang Ditangkap

Jumat, 17 April 2026
GP Ansor Tangsel Saat Pelaporan TPP ASN di Kejari Tangsel (Sekretaris GP Ansor & Ketua LBH Hp Ansor Tangsel) pada Jumat 17/04 di Gedung Kejari Tangsel./ Foto : Dok. TU

Kejanggalan TPP ASN di Tangsel Dilaporkan ke Kejari, Diduga Ada Pemufakatan Jahat

Sabtu, 18 April 2026

Epilepsi Diduga Kambuh, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Ciangir Legok

Minggu, 19 April 2026
Foto: polisi tengah meminta keterangan saksi di tempat penemuan jasad pedagang angkringan di Citra Raya | Dok. Istimewa

Diduga Sakit, Pedagang Angkringan Ditemukan Meninggal di Citra Raya

Selasa, 14 April 2026
Foto: antrean kendaraan di SPBU Pertamina Modernland Kota Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Harga BBM Pertamina Resmi Naik, Pertamax Turbo Jadi Rp19.400 Per Liter

Sabtu, 18 April 2026
Foto: kondisi Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, yang mulai rusak | Dok. Tangerangupdate.com

Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Cepat Rusak, Pengamat Singgung Dugaan Korupsi

Senin, 20 April 2026
Foto: Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian DLHK Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha | Dok. Tangerangupdate.com

DLHK Bakal Selidiki Dugaan Pencemaran dari Pabrik Peleburan Logam di Pasar Kemis

Rabu, 15 April 2026
Foto: penangkapan dua terduga pelaku curanmor lintas wilayah di Tangerang | Dok. Istimewa

Beraksi di 30 Lokasi, Dua Pelaku Curanmor Wilayah Tangerang – Jakarta Dibekuk

Selasa, 14 April 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp