Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 3 November 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Penularan Penyakit TBC Harus Diwaspadai

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 22 Maret 2022 | 21:03 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (22/03/2022) | Opini —- Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Tuberkulosis ditularkan melalui udara dari pasien TBC yang infeksius ke orang-orang disekitarnya. Satu pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis yang tidak diobati secara tepat dan berkualitas dapat menginfeksi sekitar 10 orang per tahun. Kelompok yang berisiko tinggi untuk terinfeksi adalah orang yang kontak erat dengan pasien TBC, antara lain anak, lansia dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (misal gizi buruk, infeksi HIV).

Indonesia bersama lebih dari 100 negara di Dunia telah sepakat dan bertekad mencapai Eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Tekad ini telah kita wujudkan dengan upaya meningkatkan penemuan dan pengobatan kasus Tuberkulosis di seluruh Indonesia yang didukung dengan, antara lain (1) penyediaan sumberdaya, obat dan alat yang berkualitas (2) penggerakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran dan partisipasi dari kader masyarakat termasuk dalam investigasi kontak dan (3) peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan serta pengendalian Tuberkulosis.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Sub Recipient Pelaksana Eliminasi TBC Berbasis Komunitas Wilayah Provinsi Banten Strategi Penanggulangan TBC dengan penemuan pasien TBC tidak hanya secara pasif dengan aktif promotive tetapi juga melalui “penemuan aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat“, dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan layanan yang bermutu sesuai standar. Salah satu kegiatan yang penting untuk mendukung keberhasilan strategi penemuan aktif ini adalah pelacakan dan investigasi kontak (contact tracing and contact investigation). Kontak yang terduga TBC akan dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan dan bila terdiagnosis TBC, akan diberikan pengobatan yang tepat sesuai standar dan sedini mungkin. Investigasi Kontak mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu meningkatkan penemuan kasus dan mencegah penularan TBC.

Kegiatan investigasi kontak ini perlu melibatkan semua pihak termasuk Instansi Pemerintah Pusat Kementerian atau Lembaga, Komitmen Kepala Daerah Provinsi dan Komitmen Kepala daerah Kabupaten/Kota, elemen pendidikan seperti sekolah, pondok pesantren, Madrasah, serta elemen kemasyarakatan lainnya. Tak kalah penting tentunya petugas kesehatan di fasilitas kesehatan, sebagai layanan kesehatan terdekat dari jangkauan masyarakat. Peran organisasi kemasyarakatan, kader komunitas, sangat diperlukan untuk melakukan Investigasi Kontak, Penyuluhan dan Pendampingan kepada pasien saat melakukan pemeriksaan ke Puskesmas.

Gejala Penyakit TBC dan Penularan.

Menurut WHO, setiap detik setidaknya ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis (TBC) di dunia. TBC di Indonesia bahkan menjadi penyakit infeksi yang menyebabkan kematian nomor satu. Sayangnya, masih banyak yang tidak mengenali gejala penyakit TBC. Maklum, banyak yang mengira ciri-ciri TBC yang muncul adalah penyakit pernapasan biasa, seperti pilek atau flu. Padahal, ada tanda penyakit TBC yang khas. Penting bagi Anda mengenali tanda-tanda TBC sedini mungkin agar tidak terlambat melakukan pengobatan. Gejala utama TBC adalah nyakit TBC : Batuk terus menerus dan berdahak selama 2 (dua) minggu atau lebih, Hampir semua penyakit yang menyerang saluran pernapasan akan menimbulkan gejala batuk, begitu pun dengan penyakit tuberkulosis. Hal ini karena adanya infeksi yang mengganggu jalannya pernapasan.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Gejala TBC lainnya : 1). Nyeri dada dan sesak napas : Perkembangan infeksi bakteri di paru-paru menyebabkan terjadinya peradangan yang meningkatkan produksi lendir di paru-paru. Belum lagi, penumpukan sel-sel mati di paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri tuberkulosis semakin menghambat keluar masuknya udara ke paru-paru. 2). Berkeringat di malam hari : Salah satu gejala utama dan khas dari TBC selain batuk adalah keringat berlebih di malam hari. Ciri TBC ini biasanya juga diikuti dengan kondisi tubuh yang lemas dan mengalami nyeri di bagian otot dan sendi. 3). Badan lemas, demam meriang berkepanjangan : Demam menandakan bahwa sistem imun sedang bereaksi melawan infeksi bakteri. Ini sebabnya penderita TBC kerap merasakan demam dalam tahap awal infeksi aktif. Ciri TBC yang satu ini kemudian hilang dan kambuh dalam beberapa waktu. 4). Berat badan menurun : Semua ciri-ciri TBC yang muncul bisa membuat penderitanya tidak nafsu makan. Batuk TBC yang terus-menerus bahkan bisa menyulitkan penderita untuk menelan makanan.

Cara Penularan TBC.

Saat batuk atau bersin, penderita TBC dapat menyebarkan kuman yang terdapat dalam dahak ke udara. Dalam sekali batuk, penderita TBC dapat mengeluarkan sekitar 3000 percikan dahak. Bakteri TB yang berada di udara bisa bertahan berjam-jam, terutama jika ruangan gelap dan lembab, sebelum akhirnya terhirup oleh orang lain. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan di mana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan TBC adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan penderita TBC, seperti keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas. Meski demikian, pada dasarnya penularan TBC tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TB akan langsung menderita TBC. Pada kebanyakan kasus, bakteri yang terhirup ini akan berdiam di paru-paru tanpa menimbulkan penyakit atau menginfeksi orang lain. Bakteri tetap ada di dalam tubuh sambil menunggu saat yang tepat untuk menginfeksi, yaitu ketika daya tahan tubuh sedang lemah.

Orang Beresiko Tinggi Terkena TBC.

1). Orang-orang yang kontak erat serumah dengan pasien TBC yang belum diobati. 2). Orang-orang yang status gizinya rendah. 3). Orang dengan daya tahan tubuh rendah. 4). Bayi dan anak-anak yang kontak erat dengan pasien TBC BTA positif. 5). Orang dengan HIV/AIDS.

Strategi Pengendalian TBC.

1). Penguatan komitmen Kepala Daerah kabupaten/kota. 2). Peningkatan akses layanan Tuberkulosis yang bermutu dan berpihak pada pasien. 3). Pengendalian infeksi dan optimalisasi pemberian pengobatan pencegahan Tuberkulosis. 4). Pemanfaatan hasil riset dan teknologi skrining, diagnosis & tatalaksana Tuberkulosis. 5). Peningkatan peran serta komunitas, mitra dan multisector lainnya dalam eliminasi Tuberkulosis. 6). Penguatan manajemen program melalui penguatan sistem Kesehatan. 7). Semua Pemeriksaan pasien di semua fasilitas Kesehatan harus gratis, tanca terkecuali. 8). Untuk menjaga kualitas dahak Pemerintah menganggarkan cooller box untuk kader komunitas. 9). Semua Puskesmas yang ada di Banten harus memiliki alat TCM.

Sudah ada beberapa regulasi yang mengatur tentang eliminasi TBC, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TBC, termasuk di Provinsi Banten sudah ada Intruksi Gubernur Banten Nomor 2 tahun 2018 tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC dan cegah Stunting, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Termasuk di Kota Serang sudah ada Peraturan Walikota Serang nomor 54 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Pengendalian TBC. Dengan adanya regulasi yang dibuat oleh Menteri Keshatan, Presiden Republik Indonesi, Intruksi Gubernur Banten dan Perwal Kota Serang Seharusnya Provinsi Banten tahun 2030 seharusnya sudah bebas dari penyakit TBC.

Tantangan di Era Pandemi.

1). Masyarakat dengan gejala TBC enggan untuk mendatangi fasilitas kesehatan. 2). Beberapa fasilitas Kesehatan menutup sementara layanan pemeriksaan dahak saat awal-awal pandemic, karena tenaga Kesehatan di puskesmas ada yang terpapar covid. 3). Kegiatan kader komunitas kesulitan dalam melakukan pencarian Kasus aktif di masyarakat berkurang. 4). Kegiatan penyuluhan kader dibatasi, tidak boleh lebih dari 10 orang.

Pencegahan Penularan.

1). Tutup mulut saat batuk dan bersin. 2). Jangan membuang dahak sembarangan. 3). Pasien TBC harus menutup mulutnya pada waktu bersin dan batuk. 4). Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Seperti : Mencuci tangan di air yang mengalir, pentilasi udara baik, sering ber olahraga, mengkonsumsi makana yang bergizi, tidak merokok dan selalu memakai masker.

TOSS TBC : Temukan Obati Sampai Sembuh…..!!!

- Advertisement -
Ad imageAd image

Oleh : Subhan (Pegiat Eliminasi TBC SR (Sub Recipient) Povinsi Banten)


TAGGED:kesehatanOpiniTbc
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Ibu Supriyanti Pemilik Rumah yang Tertimpa Tiang Listrik di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho

Warga Sudah Peringatkan Tiang Trafo Rawan Roboh, Proyek Pemkot Tangsel Tetap Berjalan

Petugas PLN sedang merapihkan trafo yang meledak akibat roboh menimpa rumah warga di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho

Proyek Long Storage Rp800 Juta di Tangsel Penyebab Tiang Trafo Roboh Timpa Rumah Warga

Sejumlah petugas PLN sedang mengecek tiang yang menimpa rumah ibu Supriyanti di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho

Tiang Trafo Roboh Timpa Rumah Warga, Pemkot Tangsel Soroti PLN, Bagaimana Pengawasan Proyek?

Foto: Ketua paguyuban warga, Zulfani Ahmad, di depan Direktur Utama dari PT pengembang Perumahan Vila Rizki Insaani, Keisar Rachmat Magfirat | Dok. Tangerangupdate.com

Keluhan Tak Kunjung Didengar, Warga Ancam Somasi Pengembang Vila Rizki Insaani

Foto: bengkel tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan rekan kerja di Cikupa | Dok. Istimewa

Sering Dipanggil ‘Si Cepu’ Pria di Cikupa Siram Rekan Kerja Pakai Air Keras

Foto: aksi para penghuni menuntut perbaikan layanan dan keamanan di depan kantor manajemen Vila Rizki Insaani | Dok. Tangerangupdate.com

Warga Vila Rizki Insaani Gelar Aksi Protes, Keluhkan Keamanan dan Konflik Antarwarga

Berita Terkait

Foto: Pengendara motor nekat kalau di atas trotoar | Dok. Hafiza Destianissa, Mahasiswi Universitas Pamulang
Opini

Hak Pejalan Kaki Dirampas: Saat Trotoar Berubah Jadi Jalan Motor

Opini

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Kota Tangsel

CKG di Tangsel Capai 53 Persen, Pemkot Evaluasi Pelaksanaan hingga Tingkat Puskesmas

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Jangan Lewatkan

Sejumlah petugas PLN sedang mengecek tiang yang menimpa rumah ibu Supriyanti di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho

Tiang Trafo Roboh Timpa Rumah Warga, Pemkot Tangsel Soroti PLN, Bagaimana Pengawasan Proyek?

Senin, 2 November 2026
Foto: Perumahan Vila Rizki Insani | Dok. Tangerangupdate.com

Akses Jalan Kompleks Jadi Jalur Umum akibat Longsor, Warga Villa Rizki Insani Keluhkan Keamanan Klaster

Rabu, 28 Oktober 2026
Foto: bengkel tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan rekan kerja di Cikupa | Dok. Istimewa

Sering Dipanggil ‘Si Cepu’ Pria di Cikupa Siram Rekan Kerja Pakai Air Keras

Sabtu, 31 Oktober 2026
Foto: istimewa

12 Kelompok Pemuda di Kabupaten Tangerang Terima Hibah YCAF 2026

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: Ketua paguyuban warga, Zulfani Ahmad, di depan Direktur Utama dari PT pengembang Perumahan Vila Rizki Insaani, Keisar Rachmat Magfirat | Dok. Tangerangupdate.com

Keluhan Tak Kunjung Didengar, Warga Ancam Somasi Pengembang Vila Rizki Insaani

Sabtu, 31 Oktober 2026
Ibu Supriyanti Pemilik Rumah yang Tertimpa Tiang Listrik di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho

Warga Sudah Peringatkan Tiang Trafo Rawan Roboh, Proyek Pemkot Tangsel Tetap Berjalan

Senin, 2 November 2026
Pekerja sedang mengerjakan bronjong yang longsor, Diduga Makan Sempadan Sungai / Dok. TU

Tak Berizin, Proyek Turap Milik Swasta Kali Jeletreng di Protes Warga Makan Sempadan Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau venue Porprov VII Banten | Dok. Istimewa

Tinjau Sejumlah Venue Porprov VII Banten 2026, Pilar Pastikan Fasilitas Memenuhi Standar Kelayakan

Rabu, 28 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp