Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Sabtu, 6 Juni 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Penularan Penyakit TBC Harus Diwaspadai

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 22 Maret 2022 | 21:03 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (22/03/2022) | Opini —- Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Tuberkulosis ditularkan melalui udara dari pasien TBC yang infeksius ke orang-orang disekitarnya. Satu pasien TBC terkonfirmasi bakteriologis yang tidak diobati secara tepat dan berkualitas dapat menginfeksi sekitar 10 orang per tahun. Kelompok yang berisiko tinggi untuk terinfeksi adalah orang yang kontak erat dengan pasien TBC, antara lain anak, lansia dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (misal gizi buruk, infeksi HIV).

Indonesia bersama lebih dari 100 negara di Dunia telah sepakat dan bertekad mencapai Eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. Tekad ini telah kita wujudkan dengan upaya meningkatkan penemuan dan pengobatan kasus Tuberkulosis di seluruh Indonesia yang didukung dengan, antara lain (1) penyediaan sumberdaya, obat dan alat yang berkualitas (2) penggerakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran dan partisipasi dari kader masyarakat termasuk dalam investigasi kontak dan (3) peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan serta pengendalian Tuberkulosis.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Sub Recipient Pelaksana Eliminasi TBC Berbasis Komunitas Wilayah Provinsi Banten Strategi Penanggulangan TBC dengan penemuan pasien TBC tidak hanya secara pasif dengan aktif promotive tetapi juga melalui “penemuan aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat“, dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan layanan yang bermutu sesuai standar. Salah satu kegiatan yang penting untuk mendukung keberhasilan strategi penemuan aktif ini adalah pelacakan dan investigasi kontak (contact tracing and contact investigation). Kontak yang terduga TBC akan dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan dan bila terdiagnosis TBC, akan diberikan pengobatan yang tepat sesuai standar dan sedini mungkin. Investigasi Kontak mempunyai 2 (dua) fungsi yaitu meningkatkan penemuan kasus dan mencegah penularan TBC.

Kegiatan investigasi kontak ini perlu melibatkan semua pihak termasuk Instansi Pemerintah Pusat Kementerian atau Lembaga, Komitmen Kepala Daerah Provinsi dan Komitmen Kepala daerah Kabupaten/Kota, elemen pendidikan seperti sekolah, pondok pesantren, Madrasah, serta elemen kemasyarakatan lainnya. Tak kalah penting tentunya petugas kesehatan di fasilitas kesehatan, sebagai layanan kesehatan terdekat dari jangkauan masyarakat. Peran organisasi kemasyarakatan, kader komunitas, sangat diperlukan untuk melakukan Investigasi Kontak, Penyuluhan dan Pendampingan kepada pasien saat melakukan pemeriksaan ke Puskesmas.

Gejala Penyakit TBC dan Penularan.

Menurut WHO, setiap detik setidaknya ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis (TBC) di dunia. TBC di Indonesia bahkan menjadi penyakit infeksi yang menyebabkan kematian nomor satu. Sayangnya, masih banyak yang tidak mengenali gejala penyakit TBC. Maklum, banyak yang mengira ciri-ciri TBC yang muncul adalah penyakit pernapasan biasa, seperti pilek atau flu. Padahal, ada tanda penyakit TBC yang khas. Penting bagi Anda mengenali tanda-tanda TBC sedini mungkin agar tidak terlambat melakukan pengobatan. Gejala utama TBC adalah nyakit TBC : Batuk terus menerus dan berdahak selama 2 (dua) minggu atau lebih, Hampir semua penyakit yang menyerang saluran pernapasan akan menimbulkan gejala batuk, begitu pun dengan penyakit tuberkulosis. Hal ini karena adanya infeksi yang mengganggu jalannya pernapasan.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Gejala TBC lainnya : 1). Nyeri dada dan sesak napas : Perkembangan infeksi bakteri di paru-paru menyebabkan terjadinya peradangan yang meningkatkan produksi lendir di paru-paru. Belum lagi, penumpukan sel-sel mati di paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri tuberkulosis semakin menghambat keluar masuknya udara ke paru-paru. 2). Berkeringat di malam hari : Salah satu gejala utama dan khas dari TBC selain batuk adalah keringat berlebih di malam hari. Ciri TBC ini biasanya juga diikuti dengan kondisi tubuh yang lemas dan mengalami nyeri di bagian otot dan sendi. 3). Badan lemas, demam meriang berkepanjangan : Demam menandakan bahwa sistem imun sedang bereaksi melawan infeksi bakteri. Ini sebabnya penderita TBC kerap merasakan demam dalam tahap awal infeksi aktif. Ciri TBC yang satu ini kemudian hilang dan kambuh dalam beberapa waktu. 4). Berat badan menurun : Semua ciri-ciri TBC yang muncul bisa membuat penderitanya tidak nafsu makan. Batuk TBC yang terus-menerus bahkan bisa menyulitkan penderita untuk menelan makanan.

Cara Penularan TBC.

Saat batuk atau bersin, penderita TBC dapat menyebarkan kuman yang terdapat dalam dahak ke udara. Dalam sekali batuk, penderita TBC dapat mengeluarkan sekitar 3000 percikan dahak. Bakteri TB yang berada di udara bisa bertahan berjam-jam, terutama jika ruangan gelap dan lembab, sebelum akhirnya terhirup oleh orang lain. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan di mana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan TBC adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan penderita TBC, seperti keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas. Meski demikian, pada dasarnya penularan TBC tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TB akan langsung menderita TBC. Pada kebanyakan kasus, bakteri yang terhirup ini akan berdiam di paru-paru tanpa menimbulkan penyakit atau menginfeksi orang lain. Bakteri tetap ada di dalam tubuh sambil menunggu saat yang tepat untuk menginfeksi, yaitu ketika daya tahan tubuh sedang lemah.

Orang Beresiko Tinggi Terkena TBC.

1). Orang-orang yang kontak erat serumah dengan pasien TBC yang belum diobati. 2). Orang-orang yang status gizinya rendah. 3). Orang dengan daya tahan tubuh rendah. 4). Bayi dan anak-anak yang kontak erat dengan pasien TBC BTA positif. 5). Orang dengan HIV/AIDS.

Strategi Pengendalian TBC.

1). Penguatan komitmen Kepala Daerah kabupaten/kota. 2). Peningkatan akses layanan Tuberkulosis yang bermutu dan berpihak pada pasien. 3). Pengendalian infeksi dan optimalisasi pemberian pengobatan pencegahan Tuberkulosis. 4). Pemanfaatan hasil riset dan teknologi skrining, diagnosis & tatalaksana Tuberkulosis. 5). Peningkatan peran serta komunitas, mitra dan multisector lainnya dalam eliminasi Tuberkulosis. 6). Penguatan manajemen program melalui penguatan sistem Kesehatan. 7). Semua Pemeriksaan pasien di semua fasilitas Kesehatan harus gratis, tanca terkecuali. 8). Untuk menjaga kualitas dahak Pemerintah menganggarkan cooller box untuk kader komunitas. 9). Semua Puskesmas yang ada di Banten harus memiliki alat TCM.

Sudah ada beberapa regulasi yang mengatur tentang eliminasi TBC, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan TBC, termasuk di Provinsi Banten sudah ada Intruksi Gubernur Banten Nomor 2 tahun 2018 tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC dan cegah Stunting, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Termasuk di Kota Serang sudah ada Peraturan Walikota Serang nomor 54 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Pengendalian TBC. Dengan adanya regulasi yang dibuat oleh Menteri Keshatan, Presiden Republik Indonesi, Intruksi Gubernur Banten dan Perwal Kota Serang Seharusnya Provinsi Banten tahun 2030 seharusnya sudah bebas dari penyakit TBC.

Tantangan di Era Pandemi.

1). Masyarakat dengan gejala TBC enggan untuk mendatangi fasilitas kesehatan. 2). Beberapa fasilitas Kesehatan menutup sementara layanan pemeriksaan dahak saat awal-awal pandemic, karena tenaga Kesehatan di puskesmas ada yang terpapar covid. 3). Kegiatan kader komunitas kesulitan dalam melakukan pencarian Kasus aktif di masyarakat berkurang. 4). Kegiatan penyuluhan kader dibatasi, tidak boleh lebih dari 10 orang.

Pencegahan Penularan.

1). Tutup mulut saat batuk dan bersin. 2). Jangan membuang dahak sembarangan. 3). Pasien TBC harus menutup mulutnya pada waktu bersin dan batuk. 4). Menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Seperti : Mencuci tangan di air yang mengalir, pentilasi udara baik, sering ber olahraga, mengkonsumsi makana yang bergizi, tidak merokok dan selalu memakai masker.

TOSS TBC : Temukan Obati Sampai Sembuh…..!!!

- Advertisement -
Ad imageAd image

Oleh : Subhan (Pegiat Eliminasi TBC SR (Sub Recipient) Povinsi Banten)


TAGGED:kesehatanOpiniTbc
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Ilustrasi/Freepik

Tawuran Antar Pelajar SMP Pecah di Sindang Jaya, Satu Orang Tewas

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud | Dok. Tangerangupdate.com

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Minta Dishub Serius Tangani PJU Mati

Foto: penyerahan kartu identitas anak (KIA) secara simbolis di Gedung Kejari Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Kejari Kabupaten Tangerang Bantu 200 Anak Yatim dan Piatu Miliki Identitas Resmi

Foto: Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfud Fudzianto | Dok. Tangerangupdate.com

Anggaran Konsumsi Rapat Kecamatan Curug Rp1,6 Miliar Jadi Sorotan DPRD

Foto: aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Penegak Demokrasi (AMPD) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Mahasiswa Soroti Anggaran Pengadaan Mebel Sekolah Rp6,5 Miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang

Foto: sidang putusan kasus KDRT terhadap ibu hamil oleh mantan suami di PN Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Mantan Suami Pelaku KDRT terhadap Ibu Hamil di Ciputat Divonis 4 Bulan Penjara

Berita Terkait

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Jangan Lewatkan

Foto: Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Nonce Thendean | Dok. Tangerangupdate.com

Dituding Rugikan Negara Rp1,5 Miliar, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Minta Tuduhan Dibuktikan

Rabu, 3 Juni 2026
Foto: aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Penegak Demokrasi (AMPD) di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Mahasiswa Soroti Anggaran Pengadaan Mebel Sekolah Rp6,5 Miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang

Rabu, 3 Juni 2026
Dok. TU

Banom NU dan Dema UIN Jakarta Kompak Soroti Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Minggu, 31 Mei 2026
Foto: sidang putusan kasus KDRT terhadap ibu hamil oleh mantan suami di PN Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Mantan Suami Pelaku KDRT terhadap Ibu Hamil di Ciputat Divonis 4 Bulan Penjara

Kamis, 4 Juni 2026
Foto: antrean kendaraan di SPBU Kota Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, Pertamax Turbo Kini Dibanderol Rp20.750 Per Liter

Senin, 1 Juni 2026
Foto: Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Jaenudin | Dok. Tangerangupdate.com

Jalan Gelap, Dishub Kabupaten Tangerang Minta Warga Laporkan PJU Mati

Minggu, 31 Mei 2026
Foto: pemuda bawa sinte digiring menggunakan mobil tahanan menuju Mapolres Tangsel | Dok. Istimewa

Pemuda Bawa Sinte Kena Razia Polisi di Depan Gedung DPRD Tangsel, Langsung Dibawa Pakai Mobil Tahanan

Senin, 1 Juni 2026
Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud | Dok. Tangerangupdate.com

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Minta Dishub Serius Tangani PJU Mati

Jumat, 5 Juni 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp