Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 19 Juni 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Sinyal Internet Di Baduy Dihapus, Relevan Atau Tidak?

Itsma Imdadul
Itsma Imdadul
Kamis, 6 Juli 2023 | 23:15 WIB
SHARE

Oleh : Nenden Paramita (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis PSDKU Universitas Pamulang)

OPINI | Penghapusan sinyal internet atau blank spot di daerah suku baduy memang sangat menarik. Sejatinya, daerah yang sangat kental dan menghargai adat istiadat ini memang cukup ketat dalam menjalankan norma atau aturan adat. Urang kanekes, sapaan yang mereka sematkan sebagai identitas dari suku tersebut sangat lekat dan menggantungkan hidupnya pada alam dan mengisolasi diri dari peradaban luar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Apakah relevan atau tidak? dengan ada dan tiada nya sinyal internet di kawasan tersebut?.

Daerah suku Baduy terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Lewidamar Kabupaten Lebak dengan populasi 5000 orang bahkan lebih.
Suku Baduy terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Baduy Luar, dan Baduy Dalam. secara kasat mata mereka bisa dibedakan dari warna pakaian adat yang mereka kenakan.

Baduy dalam ( Kanekes Tangtu) merupakan kelompok yang sangat kental dan sangat menghormati aturan yang dibuat oleh para leluhurnya. mereka termasuk pada 3 kampung yaitu, Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Orang Kanekes dalam biasa menggunakan pakaian adat berwarna putih dan dilengkapi aksesoris ikat kepala yang berwarna putih juga, pakaian yang dipakai pun harus ditenun atau di jahit sendiri.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Peraturan di adat tangtu (Kanekes Dalam) sangat ketat, mereka tidak boleh mempunyai alat elektronik, harus membangun rumah ke arah utara/selatan (kecuali rumah pu’un) dan menggunakan alat transportasi. maka tak jarang kita menjumpai beberapa warga kanekes yang selalu berjalan kaki kemanapun ia pergi.

Sementara, Baduy Luar (Kanekes Luar) atau kelompok panamping berada di wilayah yang mengelilingi baduy dalam, seperti Cikadu,Kaduketuk, Kadukolot,Gajeboh dan yang lainnya.

Warga Kanekes Luar merupakan orang-orang yang keluar dari adat baduy dalam, hal itu terjadi karena mereka melanggar aturan adat yang ada di baduy dalam. maka dengan sendirinya mereka keluar dari baduy dalam atau menikah dengan orang baduy luar.

Berbeda dengan Kanekes Dalam, Warga Baduy Luar sudah tidak lagi terlalu mengikuti adat istiadat seperti baduy dalam, mereka sudah banyak terkontaminasi dengan dunia modern seperti menggunakan alat elektronik, berkendara bahkan terkadang mereka menggunakan baju sama seperti masyarakat biasa di luar baduy.

Sebelumnya, para tetua luhur adat baduy meminta internet yang ada di wilayahnya di hapuskan khususnya di baduy dalam, alasannya agar mereka tidak terkontaminasi dengan konten-konten negatif.
disamping itu, sudah tidak jarang warga baduy luar yang mempunyai akun media sosial seperti, Tiktok, YouTube, dan lain-lain.

BACA JUGA:  Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024

Hal ini merupakan bentuk kekhawatiran dari tetua adat Baduy karena dapat mengancam terkikis nya adat istiadat yang ada di Baduy Dalam.

Disamping itu, Kominfo Mengabulkan permohonan dari warga baduy tersebut sehingga sinyal internet yang terpancar ke arah baduy kini sudah tidak bisa di akses lagi. namun tidak luput dari permasalahan berikutnya, beberapa daerah yang berdekatan dengan daerah baduy juga ikut terkena dampaknya. seperti warga Kecamatan Cirinten mengeluhkan dampak dari penghapusan sinyal internet tersebut sampai kepada wilayahnya, kini sinyal internet di daerah tersebut ikut hilang karena daerah nya berdekatan dengan Baduy.

Hal ini pun harus di soroti pemerintah karena bagaimanapun masyarakat luar baduy sudah terbiasa dengan gadget dalam kehidupan nya.

Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: proses relokasi salah satu pedagang di Cisoka | Dok. Tangerangupdate.com

Pemkab Tangerang Relokasi Puluhan Pedagang eks TPPS ke Pasar Tradisional Cisoka

Foto: ketenggangan antara pedagang dan Satpol PP Kabupaten Tangerang sesaat sebelum proses penertiban Pasar Cisoka | Dok. Tangerangupdate.com

Pedagang Pasar Cisoka Tolak Penertiban, Situasi Sempat Memanas

Foto tangkapan layar dari Instagram Pengacara Firdaus Oiwobo saat melaporkan Tiyo Ardianto ke Polres Tangsel atas tuduhan penghinaan Presiden dan Wakil Presiden serta Program MBG / Dok. Tu

Firdaus Oiwobo Ungkap Alasan Laporkan Tiyo Ardianto ke Polres Tangsel, Singgung Dugaan Penghinaan Prabowo dan Program MBG

Foto: Dok. Tangerangupdate.com

Tidak Memiliki Organisasi BEM, Universitas Pamulang Larang Penggunaan Nama BEM UNPAM

Foto: Ilustrasi/Freepik

Bocah 5 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Pria Lansia di Balaraja

Foto: Istimewa

Masih Berstatus Pelajar, Pemuda Ini Diduga Terlibat 20 Aksi Pencurian di Tangerang

Berita Terkait

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Jangan Lewatkan

Foto: Ilustrasi/Freepik

Bocah 5 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Pria Lansia di Balaraja

Kamis, 18 Juni 2026
Atlet judo Kota Tangerang merayakan kemenangan usai memastikan gelar juara umum di POPDA Banten 2026. | Dok. Dispora Kota Tangerang

Kota Tangerang Dominasi POPDA XII Banten 2026, Emas Tembus 90

Rabu, 17 Juni 2026
Foto: poster promosi Pasar Laris Seiman Sentiong yang dipermasalahkan kalangan buruh | Dok. Istimewa

Buruh Kecam Spanduk Promosi Pasar Laris Saiman Sentiong, Dinilai Rendahkan Pekerja

Senin, 15 Juni 2026
Foto tangkapan layar dari Instagram Pengacara Firdaus Oiwobo saat melaporkan Tiyo Ardianto ke Polres Tangsel atas tuduhan penghinaan Presiden dan Wakil Presiden serta Program MBG / Dok. Tu

Firdaus Oiwobo Ungkap Alasan Laporkan Tiyo Ardianto ke Polres Tangsel, Singgung Dugaan Penghinaan Prabowo dan Program MBG

Kamis, 18 Juni 2026
Ket. Gambar : Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto yang dilaporkan oleh Firdaus oiwobo ke Polres Tangsel / Foto : Tangkapan Layar Instagram @tiyoardianto

Mantan Presma UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Polisi Belum Ungkap Materi Aduan

Rabu, 17 Juni 2026
Foto: kondisi jalan gelap di Kabupaten Tangerang | Foto: ilustrasi/Tangerangupdate.com

Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Jalan Pasar Kemis Diduga Gegara Jalan Gelap

Jumat, 12 Juni 2026
Foto: Istimewa

Masih Berstatus Pelajar, Pemuda Ini Diduga Terlibat 20 Aksi Pencurian di Tangerang

Senin, 15 Juni 2026
Jakarta earth hour sempat digelar pada 2023. (Dok. Getty Images)

Pemprov DKI Ajak Warga Ikut Aksi 60 Menit Tanpa Lampu

Sabtu, 13 Juni 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp