Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 21 Januari 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Menyoal 100 Hari Kerja Periode Kedua Benyamin Davnie – Pilar Saga IchsanMembangun Kota Tangerang Selatan.

Redaksi TU
Redaksi TU
Kamis, 5 Juni 2025 | 14:20 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com – Memasuki 100 hari masa kepemimpinan Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan sebagai Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan, banyak diantara masyarakat berharap pada tumpuan pundak seorang pemimpin yang bisa melakukan perubahan nyata untuk dapat mengatasi berbagai permasalahan lama yang membelit kota ini. Berbagai krisis masih ‘Menyelimuti’ Reputasi dan Integritas Benyamin dan Pillar di Periode yang ke 2 nya ini sejak 3 bulan yang lalu dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan.

Sayangnya, realita yang muncul justru menunjukkan bahwa persoalan fundamental masih menggunung dan tak kunjung tertangani secara serius, ada banyak yang perlu menjadi sorotan kita bersama dalam evaluasi 100 hari kerja pemerintahan benyamine pilar. Berbagai Program-program yang menjadi senjata suksesi kepemimpinan Benyamin-Pilar perlu kita telaah kembali dalam rangka mengukur sejauh mana proses Implementasi kebijakan program tersebut sudah sampai pada tahap tepat sasaran, atau mungkin justru program penunjang kesusksesan kepemimpinan Benyamin-Pilar hanya sebagai janji politik belaka yang tak ada ukuran suksesi yang berimplikasi terhadap masyarakat kota tangerang selatan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dinamika Persoalan Tangerang Selatan

Pungutan Liar di Ruang Lingkup Pendidikan Di berbagai sudut kota tangerang selatan masih menjadi suatu problem yang perlu kita perhatikan bersama, berbagai keluhan orang tua murid khususnya dari keluarga prasejahtera masih menggema soal pungutan liar di sekolah-sekolah, praktik-praktik itu seakan menjadi persoalan yang harus dibenahi untuk suatu keberlangsungan pendidikan yang berjalan sebagaimanamestinya.

Kasus-kasus seperti yangterjadi belakangan ini adalah suatu jawaban awal serius bahwa Kota Tangerang Selatan ini terkhusus Dinas Pendidikan belum mempunyai sistem tata kelola yang baik dalam proses dan berlangsungnya suatu pendidikan contohnya adalah salah satu SDN di Wilayah Serpong, dandi wilayah SDN Serpong Utara. Sengkarut mal praktik pungli dalam ranah Pendidikan itu semua adalah suatu tatanan problem yang harus segera ditindak bahkan dibenahi sampai akarakarnya, agar ke depan masyarakat tidak akan merasakan keresahan, terbebani, bahkan dirampas haknya sebagai orang tua dan peserta didik untuk mendapatkan akses fasilitas pendidikan yang baik dan layak namun akan hal itu justru membuat angka putus sekolah karena hal biaya mahal yang ditimbulkan dari suatu penyakit pungli dalam ranah pendidikan.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Jangan sampai anak-anak dari keluarga tak mampu, yang seharusnya dilindungi oleh negara, justru sering menjadi korban dari sistem pendidikan yang belum bebas dari pungli.Persoalan Banjir di Kota Tangerang Selatan, Kota Tengerang selatan masih mengalami kewalahan ketika musim hujan berlangsung, bencana persoalan Banjir masih selalu menjadi langganan yang juga terjadi di berbagai wilayah di Tangerang Selatan,hal itu membuat warga Tangsel tidak bisa tinggal dengan nyaman bahkan tidur tidal lelap karena merasa cemas.

Data (BNPB, 2025) menunjukkan setidaknya 2.500 hektar permukiman di Tangerang Selatan masih rutin terendam banjir. Dan setidaknya terdapat 16 titik banjir dari hasil laporan (Tangerang News, 2025) yang masih menggenangi ruas ruas wilayah di Kota Tangerang Selatan. Disclaimer sukses dalam penanganan dampak banjir yang dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang Selatan, namun penyebab utama banjir seperti buruknya sistem drainase dan semakin sempitnya daerah resapan akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali belum diselesaikan dengan baik sampai dengan 100 hari kerja di masa kepemimpinan Benyamin-Pilar di periode kedua menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tangerrang Selatan.

Penyebabnya memang sederhana, saluran air mampet, daerah resapan makin habis, pembangunan berjalan tanpa henti, tapi tetap saja tidak mampu untuk diatasi masalahnhya dengan baik. Warga Kota Tangerang Selatan menganggap sudah lelah dengan janji-janji manisbelaka. perbaikan drainase yang tiap tahun diulang, namun tiap tahun pula masyarakat harus merasakan rumah yang terendam banjir tersebut dengan siklus yang selalu berulang.

Padahal masalah banjir ini bukan sekadar urusan teknis saja, akan tetatapi bukti lemahnya tata ruang dan minimnya keberanian politik pemerintah untuk mengendalikan alih fungsi lahan belum sampai pada hal yang menjadi kebutuhan Kota Tangerang Selatan sehingga mengalami ketimpangan kebutuhan dan tata ruang resapan Air. Tangerang Selatan Kota Gundukan Sampah, Persoalan gundukan sampah serta pengelolaan sampah menjadi problem yang juga perlu dikelola dengan baik dan serius olah Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

BACA JUGA:  Balita 4 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Ayah Kandung di Jombang, Polisi Selidiki

Dengan produksi sampah mencapai 800 ton per hari (Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan, 2025), tata kelola sampah yang belum baik dan efektif menyebabkan Gundukan sampah di berbagai titik, yang berdampak negatif terhadap kebersihan, estetika, dan kesehatan bagi lingkungan. Padahal buruknya pengelolaan sampah berkontribusi pada pencemaran udara dan air yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Gundukan-gundukan sampah sampai saat ini terbukti masih banyak terlihat disudut sudut wilayah Kota Tangerang Selatan yang Jauh sekali dari kata Keindahan, dan kenyamanan. Apalagi sampai mencapai tajuk Kota Tangerang Selatan sebasgai Kota Cerdas, Modern dan Religus. Rentetan problematika itulah yang harusnya ditangani dengan serius dan responsif, sehingga mampu menghasilkan uotput yang baik, bukan malah justru menambah permasalahan yang ada.

Kasus Korupsi Dinas Lingkungan Kota Tangerang Selatan Hidup kemarin yang mencapai angka Fantastis bahkan menggegerkan publik terkusus masyarakat Kota Tangerang Selatan yaitu sebanyak 75,9 Miliar, itu menunjukan bahwa ada yang belum terbangun dengan utuh integritas para Birokrat yang jauh dari kata baik, serta tata kelola pemerintahan Kota Tangerang Selatan atau Good Governance yang masih jauh untuk tercapai, padahal seringkali kota Tangerang Selatan Speakup tentang konsep pembangunan perkotaan, Tangsel smart city.

Perilaku Korupsi Dinas Lingkungan Hidup itu harus sekali saja terjadi di Kota Tangerang Selatan, maka pemerintah harus lebih banyak berbenah diri dalam melakukan roda pemerintahan yang berlangsung. Jangan sampai itu menjadi suatu budaya yang mengakar pada tubuh birokrasi. Kasus gratifikasi dan penyalahgunaan anggaran yang terjadi memperburuk citra pemerintahan dan menghambat realisasi program pembangunan yang berkelanjutan serta merugikan masyarakat banyak.

Langkah Strategis 100 Hari KerjaDitengah berbagai kritik evaluasi yang bergulir untuk suatu perubahan yang signifikanPemerintah kota Tangerang Selatan, maka kita juga perlu melihat sejumlah program yang patut diapresiasi yang sudah berjalan dan Terimplementasi dengan baik. Program Layanan Cek Kesehatan Gratis , Kota Tangerang Selatan mempunyai Program layanan cek kesehatan gratis yang diperluas oleh Dinas Kesehatan Tangerang Selatan, Pada Tahun 2025 berhasil meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis dasar dengan kenaikan pemanfaatan hingga 30%.

BACA JUGA:  Ibu dan Bayi Dipaksa Turun dari Mobil Online Saat Hujan di Depan Stasiun Tigaraksa, Opang Diduga Intimidatif

Program ini menjadi salah satu program yang sangat terasa manfaatnya untuk masyarakat ditengah permasalahan kesehatan yang masih kompleks. Kebijakan Benyamin-Pilar ini suatu langkah untuk bagaimana peran pemerintah sangat perduli dengan kehidupan sehat warganya. Karena masyarakat merasa sangat terbantu dengan kehadiran program ini ribuan masyarakat Kota Tangerang selatan sudah terbantu akan program ini yang direspon positif dan berharap bisa terus berlanjut. Pemerintah Tangsel juga sudah berkomitmen untuk terus mensosialisasikan program ini agar masyarakat lebih luas mengetahui dan memanfaatkan haknya dalam mendapatkan layanan kesehatan gratis tersebut.

Penertiban Pasar Tradisional Ciputat, Kota Tangerang Selatan mempunya banyak Pasar Tradisional yang perlu banyak penertiban dan perhatian dalam tata kelolanya, Langkah Pemerintah Tangsel Dibawah Komando Benyamin-Pilar berhasil menjadi sorotan publik bahkan masyarakatnya sendiri, Penertiban Pasar Ciputat juga memberikan dampak hasil positif, dengan pengurangan konflik antar pedagang dan pedagang kaki lima ilegal yang mencapai hingga 40%, menurut laporan (Dinas Perdagangan Tangerang Selatan, 2025). Langkah berani Benyamin-Pilar ini berhasil menciptakan suasana pasar yang lebih tertib dan nyaman bagi pembeli serta pedagang terkhusus tertatanya dengan baik lokasi para pedagang yang seringkali membuat kesemrawutan tatakelola kota bahkan menimbulkan kemacetan jalan.

Hal ini menjadi bagian suksesi kerja nyata di 100 hari kerja Pemerintah Kota Tangerang Selatan, meskipun belum menyelesaikan seluruh persoalan pasar tradisional yang berada di wilayah kota tangerang selatan. Maka dari itu langkah ini perlu menjadi gambaran serius yang dilakukan kepemimpinan benyamin-Pilar untuk berupaya membenahi dengan serius pasarpasar tradisional lain yang berada di Tangerang Selatan.

Oleh: Sigit Hartono – Perkumpulan Arah Muda Progresif

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:tangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga melakukan pencabulan terhadap 23 murid saat digiring di Polres Tangsel | Dok. Istimewa

Disdikbud Tangsel Buka Peluang Beri Pendampingan Hukum untuk Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid

Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga Cabuli 23 murid ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan | Dok. Istimewa

Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD Negeri di Serpong Ditangkap

Penyaluran bantuan untuk korban banjir Sumatera oleh HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat | Dok. Istimewa

HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatra ke BAZNAS Tangsel

Yayat Priatna, guru terduga pelaku pencabulan 23 murid SD Negeri Rawabuntu 01 dinonaktifkan | Foto: Tangerangupdate.com

Disdikbud Tangsel Nonaktifkan Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD di Serpong

Sedikitnya 23 murid di SD Negeri Rawabuntu 01, Tangsel diduga dicabuli guru | Dok. Tangerangupdate.com

Guru SD Negeri di Serpong Diduga Cabuli 23 Murid

Maling dilaporkan menggasak empat unit laptop dan uang tunai sebesar Rp150 ribu | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

SD Negeri Pondok Betung 04 Dibobol Maling, Laptop dan Uang Tunai Raib

Berita Terkait

Pelaku diduga merupakan guru dari puluhan anak korban | Foto: Ilustrasi/Freepik
Kota Tangsel

Puluhan Siswa SD Negeri di Tangsel Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru

Kantor Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Marak Pembobolan Kantor Kelurahan di Pondok Aren, Pondok Jaya Jadi Korban Terbaru

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegur Camat Pondok Aren dan lurah di bawahnya usai memilih berwisata ke Bandung dibanding rapat koordinasi penanganan krisis sampah | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Wakil Wali Kota Tegur Camat-Lurah Pondok Aren Bolos Rapat Penanganan Sampah Demi Berwisata ke Bandung

MAG (18) diamankan di Jalan Raya Serpong, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Bawa Celurit Saat Konvoi, Remaja di Serpong Diamankan Polisi di Serpong

Inspektorat Tangsel akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan pelanggaran disiplin Camat Pondok Aren dan sejumlah lurah di bawahnya | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Inspektorat Selidiki Camat-Lurah Pondok Aren Bolos Rapat Penanganan Sampah Demi Berwisata ke Bandung

Pegawai Dishub Tangsel membuat lobang biopori sebagai upaya pengolahan sampah mandiri / Foto : Juno
Kota Tangsel

Dishub Tangsel Dorong Disiplin Pengelolaan Sampah di Simpul Transportasi Publik

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Pengamat kebijakan publik sebut Camat Pondok Aren dan jajaran lurah di bawahnya yang berwisata ke Bandung, lari dari tanggung atas krisis sampah yang telah terjadi selama berbulan-bulan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Absen Rapat Darurat Sampah Demi Wisata ke Bandung di Hari Kerja, Pengamat Desak Camat-Lurah Pondok Aren Dicopot

Jangan Lewatkan

Maling dilaporkan menggasak empat unit laptop dan uang tunai sebesar Rp150 ribu | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

SD Negeri Pondok Betung 04 Dibobol Maling, Laptop dan Uang Tunai Raib

Senin, 19 Januari 2026
Peresmian Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Sempat Dikritik, Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Kini Diresmikan sebagai Zona Literasi Digital

Kamis, 15 Januari 2026
Kantor Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren | Dok. Istimewa

Marak Pembobolan Kantor Kelurahan di Pondok Aren, Pondok Jaya Jadi Korban Terbaru

Minggu, 18 Januari 2026
Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga melakukan pencabulan terhadap 23 murid saat digiring di Polres Tangsel | Dok. Istimewa

Disdikbud Tangsel Buka Peluang Beri Pendampingan Hukum untuk Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid

Rabu, 21 Januari 2026
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegur Camat Pondok Aren dan lurah di bawahnya usai memilih berwisata ke Bandung dibanding rapat koordinasi penanganan krisis sampah | Dok. Tangerangupdate.com

Wakil Wali Kota Tegur Camat-Lurah Pondok Aren Bolos Rapat Penanganan Sampah Demi Berwisata ke Bandung

Jumat, 16 Januari 2026
Prof. Dr. Drs. KH Muhammad Amin Suma, BA, SH, MA, MM | Dok. Tangerangupdate.com

Prof Muhammad Amin Suma Luncurkan Tiga Buku, Tawarkan Metode Tafsir Al-Qur’an dengan Pendekatan Khas Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026
Bripda AN diperiksa atas Propam Polresta Tangerang atas dugaan penganiayaan perempuan | Dok. Istimewa

Viral di TikTok! Polisi di Kabupaten Tangerang Diduga Aniaya Perempuan, Propam Lakukan Pemeriksaan

Minggu, 18 Januari 2026
Sekitar 50 ribu warga di 24 kecamatan Kabupaten Tangerang terdampak banjir | Dok. Istimewa

Banjir Meluas, Kabupaten Tangerang Tetapkan Status Darurat Bencana

Kamis, 15 Januari 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp