Tangerangupdate.com – Tiga mahasiswa dari Universitas Pembangunan Jaya menginisiasi kampanye lingkungan bertajuk #SetetesUntukBumi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan air tanah secara berlebihan.
Kampanye tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan aksi lingkungan yang digelar di Balai Warga RW 09 Perumahan Serpong Terrace, Buaran, Serpong.
Program yang merupakan bagian dari tugas akhir mahasiswa itu dikembangkan melalui pendekatan daring dan luring dengan menggandeng Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) sebagai mitra pelaksana.
Kegiatan dipilih berdekatan dengan peringatan Hari Bumi Nasional untuk memperkuat pesan pelestarian lingkungan dan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih.
Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, pemutaran video edukasi, kuis berhadiah, serta peluncuran kompetisi video digital di media sosial.
Setelah sesi edukasi, peserta bersama warga melanjutkan kegiatan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.
Salah satu penggagas kampanye, Muhammad Zhafif Aryasatya D., mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
“Kami ingin tugas akhir ini tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ucap Zhafif
“Melalui kampanye #SetetesUntukBumi, kami berupaya mengajak warga memahami risiko penggunaan air tanah berlebihan dan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya air,” ujarnya lebih lanjut
Menurutnya, keterlibatan langsung warga menjadi faktor penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu krisis air bersih dan penurunan muka tanah yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah perkotaan.
Ketua RW 09 Serpong Terrace, O’Brien, menilai pendekatan yang dilakukan para mahasiswa berhasil menarik perhatian warga karena dikemas secara menarik dan mudah dipahami.
“Sosialisasinya dikemas sangat menarik, apalagi ada sesi games interaktif yang berhadiah, membuat warga dari awal sampai akhir sangat antusias mengikuti acara,” kata O’Brien.
Selain sosialisasi, bersama pengurus lingkungan juga melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk membagikan materi edukasi sekaligus mendata kondisi air dan sanitasi warga.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi penggunaan air di lingkungan setempat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para mahasiswa berharap kampanye #SetetesUntukBumi dapat menjadi gerakan edukasi yang mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian sumber daya air dan lingkungan di sekitarnya.
Editor: Zidna Aenun Azis
Reporter: Juno

