Tangerangupdate.com – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 22 kepala keluarga (KK) di Kampung Koceak RT 02/RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit air sumur.
Ketua RW 01 Kelurahan Keranggan, Rosi, mengatakan kekeringan mulai dirasakan sekitar sepekan terakhir. Laporan pertama diterima dari Ketua RT setelah sejumlah sumur warga mulai mengering.
Ia menjelaskan, wilayah terdampak berada di sisi kiri Kampung Sawah dengan jumlah penerima manfaat sekitar 20 hingga 22 kepala keluarga. Titik distribusi air sengaja ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau warga dari beberapa RT.
“Tahun lalu alhamdulillah tidak terjadi kekeringan. Tahun ini warga kembali mengalami kesulitan air, sehingga bantuan ini sangat membantu,” terangnya.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga pada Rabu 8 Juli 2026.
Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang mulai terdampak musim kemarau.
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan awal warga, BPBD mengirimkan 4.000 liter air bersih yang ditempatkan dalam dua tandon berkapasitas masing-masing 2.000 liter.
Selain itu, BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Di lokasi tersebut disiapkan tandon air agar proses distribusi dapat dilakukan lebih cepat ketika ada laporan dari masyarakat.
“Setelah air diisi ke tandon, masyarakat tinggal mengambil sesuai kebutuhan di lokasi yang telah disiapkan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau, BPBD menyiagakan satu unit mobil tangki air bersih dan mengusulkan penambahan anggaran untuk penyewaan armada jika kebutuhan meningkat.
“Kami juga memiliki alat penyuling air bersih. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, insya Allah pasokan air bersih sudah siap,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melapor melalui layanan darurat 112 atau perangkat wilayah setempat sehingga bantuan dapat segera disalurkan.
“Silakan langsung melapor melalui hotline 112 atau melalui kewilayahan. Kami akan segera menindaklanjuti dan mendistribusikan air bersih,” pungkasnya.
