Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Hak Pejalan Kaki Dirampas: Saat Trotoar Berubah Jadi Jalan Motor

Redaksi TU
Redaksi TU
Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:02 WIB
Foto: Pengendara motor nekat kalau di atas trotoar | Dok. Hafiza Destianissa, Mahasiswi Universitas Pamulang
Foto: Pengendara motor nekat kalau di atas trotoar | Dok. Hafiza Destianissa, Mahasiswi Universitas Pamulang
SHARE

Tangerangupdate.com – Setiap pagi kita diajarkan satu hal sederhana: trotoar adalah milik pejalan kaki. Tapi kenyataan di lapangan justru berbeda. Alih-alih jadi tempat berjalan kaki yang aman dan nyaman, trotoar kini banyak berubah fungsi menjadi “jalur tikus” bagi pemotor yang ingin menghindari macet.

Coba perhatikan di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat. Di jam sibuk pemandangan motor yang melintas di trotoar sudah terlalu biasa.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Klakson bersahutan dari belakang, dan pejalan kaki dipaksa untuk mengalah dan harus turun ke jalan raya karena trotoar penuh motor. Pertanyaannya: sejak kapan pejalan kaki jadi warga kelas dua di kotanya sendiri?

Akar masalahnya sebenarnya sederhana, yaitu ego yang diletakkan di atas aturan. Alasan klasiknya selalu sama: “daripada kejebak macet”, “cuma lewat sebentar”, “lagi buru-buru”.

Padahal Pasal 106 ayat 4 UU LLAJ sudah jelas menyatakan pengendara wajib mematuhi rambu dan marka, dan trotoar bukan peruntukan kendaraan bermotor.

Ini bukan lagi soal buru-buru. Ini soal mental “yang penting saya cepat, orang lain belakangan”. Saat satu motor naik trotoar di Tubagus Angke dan tidak ditindak, maka akan diikuti motor kedua, ketiga, dan seterusnya. Akhirnya trotoar benar-benar lumpuh fungsinya.

BACA JUGA:  Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Yang paling dirugikan dari kondisi ini bukanlah pengendara mobil maupun pemotor itu sendiri, melainkan pejalan kaki, terutama kelompok paling rentan.

Penyandang disabilitas kursi roda tidak bisa lewat. Ibu hamil harus menepi ke aspal yang rawan. Pejalan kaki lansia terancam ditabrak. Hak dasar untuk berjalan kaki dengan aman yang seharusnya dijamin negara dirampas begitu saja demi “efisiensi” 5 menit.

Ironisnya, Pemprov DKI sudah mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk membangun trotoar yang lebar, rapi, dan ramah pejalan kaki. Tapi investasi itu jadi sia-sia kalau tidak dijaga.

Menyalahkan pemotor saja tentu tidak cukup. Kita juga harus bertanya kenapa mereka memilih naik trotoar. Apakah karena kemacetan di Tubagus Angke tidak kunjung selesai, angkutan umum belum terintegrasi, atau karena sanksinya terasa ringan? Padahal sanksinya tidak main-main.

Berdasarkan Pasal 287 ayat 1 UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar rambu dan marka dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000. Karena itu solusinya harus berjalan dua arah.

BACA JUGA:  Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi - Puspitek Tersendat

Pertama, penegakan hukum yang tegas dan konsisten. Razia, denda, hingga tilang elektronik di titik rawan seperti Tubagus Angke harus rutin dilakukan. Trotoar juga perlu diberi pembatas fisik seperti bollard, pot, atau perbedaan elevasi.

Kedua, membangun kesadaran kolektif bahwa kota yang hebat bukan diukur dari seberapa cepat motornya nyelip, tapi seberapa aman warganya berjalan kaki.

Trotoar adalah cermin peradaban sebuah kota. Kota yang menghargai pejalan kaki adalah kota yang manusiawi. Sudah saatnya kita mengembalikan trotoar pada fungsinya dan mengembalikan hak pejalan kaki. Karena berjalan kaki bukan pilihan mewah.

Berjalan kaki adalah hak. Berhentilah menjadikan trotoar Tubagus Angke dan trotoar lainnya sebagai jalan motor. Karena setiap kita, suatu saat pasti akan menjadi pejalan kaki.

Penulis: Hafiza Destianissa, Mahasiswi Universitas Pamulang

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: Pengendara motor nekat kalau di atas trotoar | Dok. Hafiza Destianissa, Mahasiswi Universitas Pamulang

Hak Pejalan Kaki Dirampas: Saat Trotoar Berubah Jadi Jalan Motor

Foto: istimewa

Fame Hotel Gading Serpong Hadirkan “Fame In To 2027” , Ini Pilihan Paket dan Harganya

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti dugaan lambatnya pengundangan sejumlah undang-undang yang telah disahkan DPR. | Dok. Tangerangupdate.com

Rieke Desak Prabowo Evaluasi Birokrasi, Soroti Lambatnya Pengundangan UU

Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Warga Serpong Lagoon membeli air minum galon imbas kasus E.coli. | Dok.TU

Imbas Kasus E. coli, Warga Serpong Lagoon Habiskan Rp200 Ribu Sehari untuk Air Galon

Berita Terkait

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Jangan Lewatkan

Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Jumat, 23 Oktober 2026
Foto: Lokasi TPST Abu & Co/Dok. TU

Akademisi UI Peringatkan Bahaya Sampah Covid yang Berada di TPST Abu & Co Temuan PPLH

Minggu, 18 Oktober 2026
Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Jumat, 23 Oktober 2026
Sabak Bernam Parlemen Malaysia yang kritik Prabowo pakai Bahasa Jawa / Dok. Ist

Anggota Parlemen Malaysia Sampaikan Pesan kepada Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Kamis, 22 Oktober 2026
Foto: istimewa

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM

Rabu, 21 Oktober 2026
Prose pengupasan atau scraping Jalan Rawa Buntu oleh Bina Marga Tangsel/ Dok. TU

Perbaikan Jalan Rawa Buntu Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Selasa, 20 Oktober 2026
Foto: Kepala Kanwil Kemenkum Banten, Hadiyanto | Dok. Tangerangupdate.com

Kemenkum Banten Dorong Mahasiswa Berwirausaha, Perseroan Perorangan Jadi Solusi

Kamis, 22 Oktober 2026
Foto: istimewa

Fame Hotel Gading Serpong Hadirkan “Fame In To 2027” , Ini Pilihan Paket dan Harganya

Jumat, 23 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp