Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 22 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Redaksi TU
Redaksi TU
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:39 WIB
Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Industrialisasi tidak harus dipertentangkan dengan agenda ekologis. Indonesia membutuhkan industri untuk membuka lapangan kerja, memperkuat teknologi, meningkatkan produktivitas, dan menjaga kedaulatan ekonomi. Pada 2024, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian nasional dengan porsi 18,98 persen terhadap PDB. Masalahnya bukan industrialisasi itu sendiri. Masalah muncul ketika pertumbuhan ekonomi ditempatkan lebih tinggi daripada keselamatan manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan alam.

Data nasional memperlihatkan kontradiksi yang belum selesai. Bauran energi primer Indonesia pada 2024 masih didominasi batu bara sebesar 40,37 persen. Pada saat yang sama, sektor industri menjadi pengguna energi terbesar dengan porsi 45,94 persen dari permintaan energi nasional. Tekanan ekologis juga terlihat dari deforestasi netto 2024 yang mencapai 175,4 ribu hektare. Dalam PROPER 2023–2024, dari 4.495 perusahaan yang dinilai, 1.313 memperoleh peringkat merah, 16 berperingkat hitam, dan 164 ditangguhkan karena proses penegakan hukum. Angka-angka ini tidak membuktikan bahwa seluruh kerusakan lingkungan berasal dari industrialisasi, tetapi menunjukkan bahwa ekspansi ekonomi belum selalu berjalan seiring dengan kepatuhan ekologis.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Di titik inilah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan HMI relevan dibaca kembali. NDP menempatkan tauhid, pembebasan, keadilan sosial-ekonomi, ilmu pengetahuan, serta iman, ilmu, dan amal sebagai fondasi perjuangan. Tauhid tidak berhenti pada pengakuan teologis. Ia menuntut kemerdekaan manusia dari ketundukan kepada sesuatu selain kebenaran. NDP juga mengingatkan bahwa manusia dapat diperbudak oleh kekayaan dan bahwa kapital dapat melahirkan keserakahan ketika tidak tunduk pada prinsip kemanusiaan. Rekonstruksi NDP menegaskan bahwa memahami alam secara parsial dan tidak melihatnya sebagai amanah Tuhan dapat melahirkan sikap eksploitatif. Di sini, tauhid memiliki konsekuensi sosial dan ekologis.

BACA JUGA:  Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Karena itu, saya memaknai tauhid sosial sebagai keberanian membawa keimanan ke dalam struktur ekonomi dan kebijakan publik. Seorang kader HMI tidak konsisten berbicara tauhid jika diam ketika sungai tercemar, hutan kehilangan fungsi ekologis, masyarakat kehilangan ruang hidup, atau keuntungan ekonomi terkonsentrasi sementara biaya ekologis ditanggung publik. Al-Qur’an memberi batas yang jelas. QS. Al-A’raf ayat 56 melarang manusia membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya. QS. Ar-Rum ayat 41 mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan laut berkaitan dengan perbuatan manusia. QS. Hud ayat 61 menempatkan manusia sebagai pihak yang ditugaskan memakmurkan bumi. Mandat khalifah bukan legitimasi untuk menguras alam tanpa batas. Mandat itu justru melahirkan tanggung jawab.

Kritik juga harus diarahkan kepada HMI sendiri. NDP kehilangan daya perjuangannya apabila hanya selesai dalam Basic Training, forum diskusi, dan hafalan konseptual. Buku NDP yang menjadi acuan bahkan mengkritik kecenderungan ketika NDP hanya menjadi bahan training, tetapi jauh dari fungsi awalnya sebagai panduan perjuangan. Jika persoalan generasi hari ini adalah krisis iklim, pencemaran, transisi energi, konflik sumber daya, dan ketimpangan ekologis, maka implikasi NDP juga harus bergerak ke wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Kader HMI perlu mengubah iman, ilmu, dan amal menjadi kemampuan membaca data, mengawal regulasi, mengkritisi investasi, dan membangun advokasi ekologis berbasis bukti.
Pemerintah perlu melakukan tiga koreksi. Pertama, setiap proyek hilirisasi dan kawasan industri harus menggunakan indikator daya dukung ekologis, jejak karbon, penggunaan air, pemulihan ekosistem, dan dampak sosial sebagai syarat utama investasi, bukan administrasi tambahan. Kedua, kepatuhan PROPER perlu menjadi salah satu prasyarat pemberian insentif fiskal dan fasilitas investasi. Perusahaan berperingkat merah dan hitam harus menyelesaikan kewajiban pemulihan sebelum memperoleh fasilitas tambahan negara. Ketiga, pemerintah harus memperkuat just transition melalui partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan, perlindungan pekerja terdampak transisi energi, peningkatan green skills, keterlibatan akademisi dan organisasi pemuda, serta mekanisme pengaduan publik yang efektif.
Bagi kader HMI, agenda ekologis bukan isu tambahan. Ia merupakan konsekuensi langsung dari tauhid, kemanusiaan, keadilan, ilmu, dan amal. Indonesia membutuhkan industrialisasi, tetapi bukan industrialisasi yang menukar kedaulatan ekologis dengan angka pertumbuhan. Kemajuan hanya bermakna ketika kekayaan alam dikelola secara adil, ilmu digunakan untuk kemaslahatan, dan pembangunan menjaga hak generasi yang akan datang. Di situlah NDP harus hidup, bukan hanya dibaca.

BACA JUGA:  Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Penulis: Elsa Mayori

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Asep Angga, Pemuda Tuna Wicara Hilang | foto: Istimewa

Asep Angga, Pemuda Tuna Wicara Hilang Sudah Hampir Satu Bulan Di Ciputat

Foto: istimewa

Kerap Bawa Senpi, Dua Residivis Curanmor Bersenpi Asal Luar Pulau Jawa Ditangkap di Curug

Foto: dialog antara pemerintah, perwakilan jemaat GPKI Mauk Sepatan, dan warga, serta unsur kepolisian terkait dugaan intimidasi jemaat di Rajeg | Dok. Istimewa

Geruduk Rumah Ibadah, Sejumlah Pria Diduga Intimidasi Jemaat di Rajeg

Kepengurusan IPNU Kota Tangsel Dilantik | Foto: Istimewa

Kepengurusan IPNU Kota Tangsel Dilantik, Teguhkan Komitmen Majukan Pelajar dan Generasi Muda

Foto: Airin Rachmi Diany | Dok.Istimewa

16 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Keranggan Oleh PMI Tangsel

Foto: Ilustrasi/Freepik

Pedagang Diduga Cabuli Anak Usia 7 Tahun di Solear

Berita Terkait

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Jangan Lewatkan

Asep Angga, Pemuda Tuna Wicara Hilang | foto: Istimewa

Asep Angga, Pemuda Tuna Wicara Hilang Sudah Hampir Satu Bulan Di Ciputat

Senin, 21 September 2026
Presiden Prabowo Subianto | Foto : Kantor Staff Presiden RI

Prabowo Sindir Pakar Saat HUT PAN: “Saking Pintarnya Jadi Goblok”

Sabtu, 19 September 2026
Foto: keributan antara rombongan moge dengan suami istri pengendara mobil di Ciputat | Dok. tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Ditegur Gegara Suara Moge, Rombongan MBCI Bogor Cekcok dengan Pasangan Suami Istri di Ciputat

Kamis, 17 September 2026
Proses Pemusnahan Barang Bukti dari 124 perkara tindak pidana di Gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan/ Dok. TU

Kejari Tangerang Selatan Musnahkan Barang Bukti 124 Perkara, Ada Ganja 27 Kilogram

Rabu, 16 September 2026
Foto: tersangka pembunuhan perempuan di Neglasari, Kota Tangerang | Dok. Istimewa

Kabur ke Sampang, Tersangka Pembunuhan Perempuan Muda di Neglasari Ditangkap Hari yang Sama

Rabu, 16 September 2026
Sampe Simanungkalit PPLH (Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) DLH Tangsel saat diwawancarai terkait hasil tinjauan lapangan TPST Abu & Co / Dok. Jupri nugroho

Didatangi PPLH, TPST Abu & Co di Bantaran Cisadane Tak Bisa Tunjukkan Dokumen Perizinan

Jumat, 18 September 2026
Foto: Airin Rachmi Diany | Dok.Istimewa

16 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Terdampak Kekeringan di Keranggan Oleh PMI Tangsel

Minggu, 20 September 2026
Foto: proses pemusnahan barang bukti di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Barang Bukti 144 Perkara, Termasuk 1 Butir Ekstasi

Rabu, 16 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp