Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 7 Agustus 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Redaksi TU
Redaksi TU
Jumat, 7 Agustus 2026 | 13:40 WIB
Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
SHARE

Tangerangupdate.com – Indonesia sedang bergerak menuju transformasi digital dan ekonomi hijau melalui hilirisasi industri, energi terbarukan, kendaraan listrik, ekonomi sirkular, kecerdasan buatan, serta digitalisasi sektor produksi. Namun, ada persoalan mendasar yang belum cukup dibahas: siapa yang menentukan arah transformasi tersebut?

Jika perempuan hanya menjadi pengguna teknologi, pekerja, atau penerima program pemberdayaan, tetapi tidak masuk secara kuat ke ruang pengambilan keputusan, maka transformasi industri Indonesia belum sepenuhnya inklusif.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Data nasional menunjukkan persoalan ini nyata. Proporsi perempuan pada posisi manajerial pada 2024 baru mencapai sekitar 35,49 persen. Di sisi lain, kesenjangan akses digital juga masih terlihat. Data 2023 menunjukkan akses internet laki-laki mencapai sekitar 72,07 persen, sedangkan perempuan 66,35 persen.

Situasi ini menjadi semakin penting ketika Indonesia memasuki ekonomi hijau. Bappenas memperkirakan sekitar 4 juta tenaga kerja hijau terbentuk pada 2025 dan jumlahnya berpotensi meningkat menjadi lebih dari 5,3 juta pada 2029.

Pertanyaannya bukan hanya berapa banyak pekerjaan hijau yang tercipta, tetapi siapa yang akan mengisinya dan siapa yang akan memimpinnya. Apakah perempuan hanya masuk sebagai tenaga kerja pendukung, atau menjadi insinyur, ahli energi, analis data, pengusaha teknologi, manajer industri, dan perancang kebijakan?

BACA JUGA:  Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Di sinilah kritik terhadap kebijakan pembangunan perlu diarahkan. Pemerintah tidak cukup mengukur keberhasilan transisi hijau melalui investasi, kapasitas energi terbarukan, jumlah kendaraan listrik, atau penurunan emisi. Transformasi digital juga tidak dapat dinilai hanya dari peningkatan penetrasi internet. Ukuran keberhasilan harus memasukkan siapa yang memperoleh keterampilan, pekerjaan berkualitas, akses teknologi, dan kewenangan mengambil keputusan.

Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam, saya melihat persoalan ini bukan sekadar agenda kesetaraan gender. Ini adalah persoalan keadilan pembangunan. Al-Qur’an menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek perubahan.

Dalam QS. At-Taubah ayat 71, Allah menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan beriman menjadi penolong satu sama lain dalam menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar. Pesan ini menegaskan bahwa perempuan bukan objek pembangunan, melainkan aktor sosial, intelektual, ekonomi, dan kepemimpinan.

Karena itu, pemerintah harus mengubah pendekatan dari sekadar program pemberdayaan perempuan menuju integrasi perempuan dalam struktur industri hijau-digital. Pertama, pemerintah perlu membangun Indeks Kepemimpinan Perempuan Hijau-Digital pada BUMN, kawasan industri, perusahaan penerima insentif hijau, dan proyek transisi energi. Indikatornya harus mencakup proporsi perempuan pada posisi manajerial, tenaga STEM, green jobs, pelatihan digital, dan pengambil keputusan.

BACA JUGA:  Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Kedua, pemerintah perlu membentuk National Green-Digital Women Leadership Pipeline yang menghubungkan perguruan tinggi, politeknik, BUMN, industri, organisasi masyarakat, dan komunitas perempuan. Fokusnya bukan seminar, tetapi sertifikasi, magang, mentoring, dan penempatan perempuan pada bidang kecerdasan buatan, otomasi industri, energi terbarukan, ekonomi sirkular, ESG, carbon accounting, analisis data, dan kewirausahaan hijau.

Ketiga, insentif industri hijau harus dikaitkan dengan indikator inklusi gender yang terukur. Perusahaan yang memperoleh fasilitas pembiayaan hijau, insentif investasi, atau kemitraan pemerintah perlu menunjukkan komitmen nyata terhadap peningkatan kompetensi, promosi, dan kepemimpinan perempuan. Pemerintah juga perlu menerbitkan dashboard tahunan agar publik dapat mengawasi capaian tersebut.
Indonesia tidak membutuhkan perempuan hanya sebagai simbol pembangunan.

Indonesia membutuhkan perempuan yang memiliki kompetensi, akses teknologi, otoritas, dan ruang untuk menentukan arah industrialisasi. Transformasi hijau-digital hanya layak disebut maju ketika inovasi berjalan bersama keadilan.

Bagi kader HMI, tugas kita bukan sekadar merayakan hadirnya pemimpin perempuan, tetapi mengkritisi struktur yang membatasi akses perempuan dan memastikan industrialisasi Indonesia tetap berpihak pada manusia, lingkungan, ilmu pengetahuan, dan keadilan.

BACA JUGA:  Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

TAGGED:Opini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam konferensi pers mengenai refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). | Dok. Antara

BGN Kebut Program MBG, Wilayah 3T Tuntas Lebih Cepat

Foto: istimewa

Dua Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Saat Patroli Satlantas di Cikupa

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja | Dok. Tangerangupdate.com

Sekda Persilakan Dugaan Kredit Fiktif BPR Kerta Raharja Diusut Tuntas

Foto: Kegiatan Si Caka (Simpatik Cegah Laka) di KM 32 Jalan Raya Serang Balaraja | Dok. Tangerangupdate.com

Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polresta Tangerang Gelar Giat “Si Caka” di Titik Rawan Jalan Raya Serang

Foto: barang bukti jutaan obat keras ilegal yang berhasil disita Polsek Serpong | Dok. Istimewa

Polisi Bongkar Gudang Diduga Pemasok 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal di Jakarta Timur

Berita Terkait

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Jangan Lewatkan

Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam konferensi pers mengenai refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). | Dok. Antara

BGN Kebut Program MBG, Wilayah 3T Tuntas Lebih Cepat

Kamis, 6 Agustus 2026
Foto: Risman, Kuasa hukum korban dugaan penyiksaan dan pemaksaan melakukan onani saat mendatangi Mapolresta Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Jalani Pemeriksaan Penyidik, Korban Dugaan Penyiksaan dan Pemaksaan Onani Datangi Polresta Tangerang

Senin, 3 Agustus 2026

Tangsel Fun Walk & Run 2026 Tuai Protes, Dari ITC BSD Hingga Dispora Tegaskan Bukan Penyelenggara

Minggu, 2 Agustus 2026
Foto: garis start Tangsel FunWalk | Dok. Istimewa

Dispora Tangsel Sebut Kegiatan FunWalk Bermasalah Digelar Atas Rekomendasi Instansinya

Senin, 3 Agustus 2026
Foto: korban dirawat di rumah sakit usai mengalami dugaan penyiksaan di Panongan | Dok. Tangerangupdate.com

Diduga Disiksa 5,5 Jam, Pria di Panongan Dipaksa Masturbasi Dalam Kondisi Babak Belur

Senin, 3 Agustus 2026
Catatan: artikel ini bersifat informatif dan tidak boleh ditiru. Jika Anda merasakan gejala depresi yang mendorong pikiran untuk melakukan bunuh diri segera konsultasikan masalah Anda ke psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental, serta tokoh agama terpercaya. Foto: Ilustrasi/Freepik

Diduga Bunuh Diri, Pria 31 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Gubuk Kebun Cabai Sindang Jaya

Selasa, 4 Agustus 2026
Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Jumat, 7 Agustus 2026
Dok. Tangerangupdate.com

PP IMALA Desak Transparansi Hibah Rp1,7 Miliar untuk Dua Forum Mahasiswa Lebak

Selasa, 4 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp