Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 14 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Redaksi TU
Redaksi TU
Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:57 WIB
SHARE

Opini – Kalau tiap pagi lewat Jalan Siliwangi sampai Jalan Raya Puspitek-Buaran, kita pasti paham seberapa bikin sebel jalur ini. Kendaraan cuman bisa merayap, klakson di mana-mana, dan banyak orang mulai takut terlambat. Orang yang berangkat kerja, anak sekolah, dan mahasiswa semuanya keluar rumah di jam yang hampir sama dan lewat jalan yang sama.

Kemacetan Arah Jalan Siliwangi-Puspitek

- Advertisement -
Ad imageAd image

Banyak orang langsung bilang penyebabnya cuma satu, yaitu kendaraan terlalu banyak. Menurut saya itu benar, tapi belum menjelaskan semuanya. Waktu saya melihat langsung ke lapangan, kemacetan paling parah justru muncul di titik-titik tempat jalan utama bertemu dengan gang. Jalan yang sudah penuh masih harus menerima kendaraan yang keluar dari kiri dan kanan, padahal mulut gangnya sempit dan tidak dibuat untuk menampung kendaraan sebanyak itu.

Salah satu titik terburuk ada di Villa Pamulang dan Jalan Permata Pamulang Raya. Di sini yang keluar masuk bukan hanya warga perumahan. Banyak pengendara dari arah Bojongsari memakai kawasan ini sebagai jalan tikus menuju Serpong atau BSD. Jalan perumahan yang tadinya untuk warga sekitar akhirnya dipakai sebagai jalan tembus. Begitu kendaraan dari sana memotong masuk ke Jalan Siliwangi, arus utama berhenti mendadak dan antreannya memanjang ke belakang. Hal yang sama terjadi di Gang Majelis Ta’lim dan gang sempit lainnya. Kendaraan harus pelan-pelan saat belok, sementara dari dalam gang kendaraan terus keluar tanpa jeda.

BACA JUGA:  Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Jalur Utama Macet Parah

Petugas Dishub sebenarnya sudah ada di beberapa titik. Tapi dari yang saya lihat, kehadiran mereka belum cukup untuk mengurai kemacetan. Petugas bisa mengatur siapa yang jalan lebih dulu, tapi tidak bisa menambah lebar jalan. Saat kendaraan dari jalan utama, jalan tembusan Bojongsari, dan puluhan gang datang bersamaan, satu atau dua orang di persimpangan jelas kewalahan.

Menurut saya, ini menunjukkan kalau masalahnya ada di pola pergerakan, bukan semata kurangnya petugas. Di jam berangkat, semua orang punya tujuan dan waktu yang sama. Jalan Siliwangi menjadi pilihan utama bagi banyak pengguna, sehingga begitu ada hambatan kecil di satu titik, dampaknya langsung menjalar ke sepanjang ruas. Karena itu, kalau titik-titik kecil di mulut gang bisa diatur dengan baik, efeknya pada kelancaran jalan utama bisa cukup besar.

Dampaknya terasa oleh banyak orang. Pekerja telat sampai kantor, siswa ketinggalan jam pertama, dan mahasiswa harus buru-buru padahal sudah capek di jalan. Selain itu, kendaraan yang berhenti dan jalan terus-menerus menghabiskan bensin dan menambah asap knalpot di permukiman sekitar. Kalau dihitung per orang mungkin kerugiannya kecil, tapi ini terjadi setiap hari pada ribuan pengguna jalan. Belum lagi soal keselamatan. Pengendara sering saling serobot di mulut gang yang padat, dan senggolan kecil sudah cukup membuat jalan macet lebih lama.

BACA JUGA:  Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Mobilitas Pagi Tertahan

Lalu apa yang seharusnya dilakukan? Pertama, pihak berwenang perlu membuat pengaturan lalu lintas khusus di jam sibuk pagi hari, terutama untuk kendaraan dari arah Bojongsari yang lewat Villa Pamulang. Bentuknya bisa berupa pengaturan jam lewat atau sistem satu arah sementara. Jalan perumahan memang boleh dilewati umum, tetapi kalau fungsinya sudah lebih mirip jalur komuter, warga yang tinggal di sana ikut dirugikan. Pengaturan seperti ini tentu perlu disosialisasikan lebih dulu supaya pengendara dari Bojongsari tahu jalur alternatifnya dan tidak bingung.

Kedua, petugas di lapangan perlu dibantu dengan alat. Water barrier atau delineator sementara di persimpangan yang padat bisa mencegah kendaraan dari gang memotong jalur utama sembarangan. Kalau hanya mengandalkan peluit dan tangan, hasilnya akan terbatas seperti sekarang.

Ketiga, pengendara juga harus mau mengalah. Serapi apa pun aturan dibuat, hasilnya tidak akan maksimal kalau pengendara tetap menerobos dan tidak mau antre. Kalau semua orang mau bergantian, arus di mulut gang sebenarnya bisa berjalan lebih teratur. Mendahulukan arus utama saat keluar dari gang memang terasa lama, tapi sebenarnya itu yang membuat semua orang lebih cepat sampai. Pengendara yang memaksa masuk demi hemat beberapa detik justru ikut memperpanjang antrean yang nanti dia keluhkan sendiri.

BACA JUGA:  Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Sebagai mahasiswa PPKn, saya melihat masalah ini berkaitan dengan sikap warga negara di ruang publik. Menjadi warga negara yang baik tidak hanya berarti hafal pasal dan sila. Hal sederhana seperti mau antre, menaati aturan, dan memikirkan orang lain di jalan juga bagian dari itu. Jalan raya dipakai oleh banyak orang setiap hari, jadi kebiasaan kecil di sana sangat terasa dampaknya.

Di sisi lain, tidak adil kalau semua kesalahan ditimpakan ke pengendara. Pemerintah juga perlu mau mendengar laporan warga, termasuk dari jurnalisme warga seperti tulisan ini. Warga yang setiap hari lewat di sana tahu persis titik mana yang macet, jam berapa paling padat, dan bagaimana perilaku pengendara di lapangan. Masukan seperti ini sebaiknya didengar sebelum kebijakan dibuat, supaya solusinya tepat sasaran dan mudah diterima warga yang menjalankannya.

Kemacetan di Siliwangi-Puspitek tidak akan selesai dengan satu cara saja. Dibutuhkan pengaturan dari pemerintah, alat pendukung di lapangan, dan kesadaran dari pengendara sendiri. Kalau salah satunya tidak ada, jalan akan tetap macet dan kita akan terus berangkat lebih pagi tapi tetap terlambat. Jadi selain menunggu perbaikan dari pihak berwenang, kita juga bisa mulai dari hal kecil: sabar dan mau mengalah di jalan.

Oleh : Shella Mega Cantika | Mahasiswa Universitas Pamulang

TAGGED:MacetmahasiswaOpini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Foto: Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea | Dok. Istimewa

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Intimidasi Jemaat Ibadah di Rajeg

Proyek Pedestarian di Jalan Serpong Raya Milik Pemprov Banten makan Korban / Dok. TU

Proyek Pedestarian Milik Pemprov Banten di Serpong Makan Korban

Foto: Mapolsek Cikupa | Dok. Istimewa

Polsek Cikupa Diduga Kerahkan Buzzer Tutup Kasus Dugaan Cuekin Laporan Korban Matel

Ilustrasi Kebakaran Hutan Dibuat dengan kecerdasan buatan / Dok. TU

Karhutla Meluas, Prabowo Belum Tetapkan Bencana Nasional: 692 Hektare Terbakar per Hari

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa. | Dok. Tangerangupdate

Agun Gunandjar Desak BRAN dan Kementerian ATR/BPN Berbagi Peran

Berita Terkait

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Jangan Lewatkan

Kabel menjuntai di Jalan Purnawarman terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel / Dok. TU

Omong Kosong Penataan Kabel Semrawut di Tangsel, Jadi Bahan Pencitraan Belaka

Senin, 12 Oktober 2026
Proyek Pedestarian di Jalan Serpong Raya Milik Pemprov Banten makan Korban / Dok. TU

Proyek Pedestarian Milik Pemprov Banten di Serpong Makan Korban

Selasa, 13 Oktober 2026
Foto: Mapolsek Cikuoa | Dok. Tangerangupdate.com

Terungkap, Korban Matel yang Diduga Dilepas Polsek Cikupa Ngaku Dicuekin saat Mau Lapor

Senin, 12 Oktober 2026
Foto: AF (20) terduga pelaku begal sadis terhadap seorang sopir taksi online di Pamulang | Dok. Istimewa

Kabur ke Rangkasbitung, Begal Sadis Sopir Taksi Online di Pamulang Ditangkap

Jumat, 9 Oktober 2026
Foto: terduga matel saat ditangkap oleh anggota Polresta Tangerang | Dok. Istimewa

Sudah Ditangkap, Polisi Diduga Lepas Matel yang Tarik Motor Warga di Cikupa

Senin, 12 Oktober 2026
Tangkapan layar Kemacetan di Ciputat pada saat jam sibuk / Dok. Tu

Viral di Threads, Warga Buka Jasa Foto Kondisi Jalan dan Kemacetan di Ciputat Rp100 Ribu per Foto, Begini Kata Pengamat

Senin, 12 Oktober 2026
Foto: Mapolsek Cikupa | Dok. Istimewa

Polsek Cikupa Diduga Kerahkan Buzzer Tutup Kasus Dugaan Cuekin Laporan Korban Matel

Selasa, 13 Oktober 2026

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Rabu, 14 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp