Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 16 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Admin
Admin
Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:47 WIB
Foto : ilustrasi/freepik
Foto : ilustrasi/freepik
SHARE

Tangerangupdate.com – Sejarah perkembangan Buddhisme di Indonesia kembali menjadi perbincangan setelah akademisi dan peneliti Buddhisme, Dr. Ravinjay Kuckreja, mengulas perjalanan aliran Buddha di Nusantara melalui unggahan di akun Instagramnya @dr.ravinjay.

Dalam penjelasannya, Ravinjay menyebut bahwa Buddhisme yang berkembang pada masa kejayaan Sriwijaya hingga pembangunan Candi Borobudur bukanlah aliran Theravada seperti yang kini dikenal luas di Indonesia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, Buddhisme kuno Nusantara lebih dekat dengan tradisi Mahayana dan Vajrayana yang kaya akan ajaran Bodhisatwa, tantra, serta ritual kompleks.

“Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, Borobudur di Jawa, itu semua bukti bahwa Buddha sudah ada di sini sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi Buddha yang mana? Bukan Theravada,” tulis Ravinjay dalam unggahannya.

Ia menjelaskan, relief-relief di Borobudur merepresentasikan corak Buddhisme Mahayana Jawa yang berkembang kuat pada masa lampau. Sementara Theravada, kata dia, baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-an melalui para biksu dari Sri Lanka dan Thailand.

Masuknya Theravada, lanjut Ravinjay, terjadi setelah tradisi Buddhisme lama di Nusantara perlahan menghilang seiring berkembangnya Islam dan runtuhnya pusat-pusat kerajaan Buddha di wilayah kepulauan.

BACA JUGA:  Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

“Ketika Buddha mulai bangkit lagi di abad ke-20, tidak ada lagi guru lokal, tidak ada lagi tradisi yang tersisa,” tulisnya.

Menurut Ravinjay, kekosongan tersebut kemudian diisi oleh para biksu luar negeri yang membawa tradisi Theravada dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Ia juga menyinggung bahwa tradisi Mahayana yang berkembang di Indonesia modern sebagian besar berasal dari komunitas Tionghoa, bukan kelanjutan langsung dari tradisi Jawa kuno atau Sriwijaya.

Sementara itu, gerakan Kasogatan di Jawa disebutnya sebagai upaya kebangkitan kembali tradisi lama yang telah lama hilang, bukan pewarisan yang berlangsung tanpa putus.

Dalam narasinya, Ravinjay menilai tidak ada satu kelompok Buddhis modern di Indonesia yang dapat sepenuhnya mengklaim Borobudur sebagai kelanjutan langsung tradisi mereka.

“Borobudur itu Mahayana Jawa yang sudah lama hilang,” tulisnya.

Meski demikian, ia menegaskan perubahan dan hilangnya tradisi merupakan bagian dari konsep Anicca atau ketidakkekalan dalam ajaran Buddha.

“Tradisi lahir, berkembang, dan punah. Itu bukan tragedi, itu memang sifat dari segala sesuatu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Unggahan tersebut memantik diskusi luas mengenai hubungan antara Buddhisme Nusantara kuno dengan praktik Buddhisme modern di Indonesia saat ini, sekaligus membuka kembali perbincangan sejarah tentang identitas spiritual warisan Sriwijaya dan Borobudur.

Editor & Reporter
Reporter: Juno
TAGGED:Candi borobudurSejarah nusantara
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Dok. Istimewa

Dugaan Praktik Percaloan di UPTD PKB Tangsel Mencuat, Oknum Ngaku Bisa Pangkas Antrean

Sekertaris GP Ansor Tangsel saat Media Ghatering Ansor Fest / Dok. TU

GP Ansor Tangsel Gelar Ansor Fest 2026, Hadirkan Ruang Kreativitas Anak Muda

Kepolisian mensterilkan area bangunan terdampak serta menerjunkan unit teknisi bom guna melakukan olah TKP dan mengusut penyebab pasti ledakan yang menewaskan dua orang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) malam. | Dok. Tangerangupdate

Dua Tewas Usai Ledakan Guncang Pasar Cimanggis

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Foto: Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea | Dok. Istimewa

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Intimidasi Jemaat Ibadah di Rajeg

Proyek Pedestarian di Jalan Serpong Raya Milik Pemprov Banten makan Korban / Dok. TU

Proyek Pedestarian Milik Pemprov Banten di Serpong Makan Korban

Berita Terkait

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Jangan Lewatkan

Foto: Mapolsek Cikupa | Dok. Istimewa

Polsek Cikupa Diduga Kerahkan Buzzer Tutup Kasus Dugaan Cuekin Laporan Korban Matel

Selasa, 13 Oktober 2026
Foto: istimewa

BPKP Tinjau Penerapan Pengendalian Intern di Kantah Kabupaten Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026
Foto: rekaman CCTV detik-detik dua pelajar tewas usai hindari upaya sabetan senjata tajam di Alam Sutera | Dok. Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Detik-detik 2 Pelajar Tewas di Serpong Utara: Jatuh Hindari Bacokan Pelaku Tawuran

Sabtu, 10 Oktober 2026
Sekertaris GP Ansor Tangsel saat Media Ghatering Ansor Fest / Dok. TU

GP Ansor Tangsel Gelar Ansor Fest 2026, Hadirkan Ruang Kreativitas Anak Muda

Kamis, 15 Oktober 2026
Ilustrasi Kebakaran Hutan Dibuat dengan kecerdasan buatan / Dok. TU

Karhutla Meluas, Prabowo Belum Tetapkan Bencana Nasional: 692 Hektare Terbakar per Hari

Selasa, 13 Oktober 2026
Kepolisian mensterilkan area bangunan terdampak serta menerjunkan unit teknisi bom guna melakukan olah TKP dan mengusut penyebab pasti ledakan yang menewaskan dua orang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) malam. | Dok. Tangerangupdate

Dua Tewas Usai Ledakan Guncang Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026
Dok. Istimewa

Dugaan Praktik Percaloan di UPTD PKB Tangsel Mencuat, Oknum Ngaku Bisa Pangkas Antrean

Jumat, 16 Oktober 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

3 Pelajar Bersenjata Penyebab 2 Pelajar Tewas di Serpong Utara Ditangkap

Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp