Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Sabtu, 30 Mei 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Admin
Admin
Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:47 WIB
Foto : ilustrasi/freepik
Foto : ilustrasi/freepik
SHARE

Tangerangupdate.com – Sejarah perkembangan Buddhisme di Indonesia kembali menjadi perbincangan setelah akademisi dan peneliti Buddhisme, Dr. Ravinjay Kuckreja, mengulas perjalanan aliran Buddha di Nusantara melalui unggahan di akun Instagramnya @dr.ravinjay.

Dalam penjelasannya, Ravinjay menyebut bahwa Buddhisme yang berkembang pada masa kejayaan Sriwijaya hingga pembangunan Candi Borobudur bukanlah aliran Theravada seperti yang kini dikenal luas di Indonesia.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, Buddhisme kuno Nusantara lebih dekat dengan tradisi Mahayana dan Vajrayana yang kaya akan ajaran Bodhisatwa, tantra, serta ritual kompleks.

“Kerajaan Sriwijaya di Sumatra, Borobudur di Jawa, itu semua bukti bahwa Buddha sudah ada di sini sejak ribuan tahun yang lalu. Tapi Buddha yang mana? Bukan Theravada,” tulis Ravinjay dalam unggahannya.

Ia menjelaskan, relief-relief di Borobudur merepresentasikan corak Buddhisme Mahayana Jawa yang berkembang kuat pada masa lampau. Sementara Theravada, kata dia, baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-an melalui para biksu dari Sri Lanka dan Thailand.

Masuknya Theravada, lanjut Ravinjay, terjadi setelah tradisi Buddhisme lama di Nusantara perlahan menghilang seiring berkembangnya Islam dan runtuhnya pusat-pusat kerajaan Buddha di wilayah kepulauan.

BACA JUGA:  Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

“Ketika Buddha mulai bangkit lagi di abad ke-20, tidak ada lagi guru lokal, tidak ada lagi tradisi yang tersisa,” tulisnya.

Menurut Ravinjay, kekosongan tersebut kemudian diisi oleh para biksu luar negeri yang membawa tradisi Theravada dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Ia juga menyinggung bahwa tradisi Mahayana yang berkembang di Indonesia modern sebagian besar berasal dari komunitas Tionghoa, bukan kelanjutan langsung dari tradisi Jawa kuno atau Sriwijaya.

Sementara itu, gerakan Kasogatan di Jawa disebutnya sebagai upaya kebangkitan kembali tradisi lama yang telah lama hilang, bukan pewarisan yang berlangsung tanpa putus.

Dalam narasinya, Ravinjay menilai tidak ada satu kelompok Buddhis modern di Indonesia yang dapat sepenuhnya mengklaim Borobudur sebagai kelanjutan langsung tradisi mereka.

“Borobudur itu Mahayana Jawa yang sudah lama hilang,” tulisnya.

Meski demikian, ia menegaskan perubahan dan hilangnya tradisi merupakan bagian dari konsep Anicca atau ketidakkekalan dalam ajaran Buddha.

“Tradisi lahir, berkembang, dan punah. Itu bukan tragedi, itu memang sifat dari segala sesuatu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Unggahan tersebut memantik diskusi luas mengenai hubungan antara Buddhisme Nusantara kuno dengan praktik Buddhisme modern di Indonesia saat ini, sekaligus membuka kembali perbincangan sejarah tentang identitas spiritual warisan Sriwijaya dan Borobudur.

Editor & Reporter
Reporter: Juno
TAGGED:Candi borobudurSejarah nusantara
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto : ilustrasi/freepik

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Foto: pengamanan tiga orang pria dari amukan massa usai dilaporkan melakukan pembacokan di Pakuhaji | Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Warga Pakuhaji Geruduk Kontrakan Usai Bentrok dan Dugaan Pembacokan di Area Sawah

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud (kanan) saat menyalurkan hewan kurban yang telah disembelih di depan sekretariat Media Center DPRD | Dok. Tangerangupdate

Media Center DPRD Kabupaten Tangerang Potong Hewan Kurban, Ketua DPRD: Tradisi Baik Harus Terus Dijaga

Foto: Polisi membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sintetis | Dok. TU

Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Narkotika Sintetis Lintas Wilayah, 4 Orang Ditangkap

Polisi Bongkar Jaringan Obat Keras di Tangerang, 6 Pengedar Ditangkap

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Berita Terkait

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Tiga Pemikir Revolusi Iran dan Jejaknya dalam Konflik Global

Foto: H. Ahmad Imron (Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Banten/Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyyah | Dok. Pribadi
Opini

Khidmah sebagai Jalan: Gus Salam dan KH Said Aqil Siroj Menjaga Arah NU

Foto:Muhammad Habib Qufront.RE (Sekretaris Bidang P3A Komisariat Pamulang) | Dok. Pribadi
Opini

Guru Dilaporkan, Pemerintah Daerah Menghilang: Potret Buram Perlindungan Pendidikan

Foto: Entis Sumantri, Aktivis HMI & Sekretaris Umum DPD KNPI Kabupaten Pandeglang Periode 2025–2028 | Dok. Pribadi
Opini

Banjir Tahunan Pandeglang: Antara Alam, Ulah Manusia, dan Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Opini

Peran Teknologi Digital dalam Meningkatkan Mutu Evaluasi Pembelajaran di Pendidikan Nonformal

Jangan Lewatkan

Foto: kantor Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Pemilik Tempat Hiburan Malam di Citra Raya Datangi Kantor Satpol PP di Luar Jam Kerja, Ada Apa?

Senin, 25 Mei 2026
Foto: pengamanan tiga orang pria dari amukan massa usai dilaporkan melakukan pembacokan di Pakuhaji | Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Warga Pakuhaji Geruduk Kontrakan Usai Bentrok dan Dugaan Pembacokan di Area Sawah

Jumat, 29 Mei 2026
Foto: kondisi salah satu jalan di Kabupaten Tangerang yang gelap karena Penerangan Jalan Umum (PJU) diduga tak berfungsi | Dok. Tangerangupdate.com

PJU Mati, Sejumlah Ruas Jalan di Kabupaten Tangerang Gelap dan Rawan Kejahatan

Selasa, 26 Mei 2026
Foto: TPS liar di pinggir Jalan Raya Curug, Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Pinggir Jalan Raya Curug Berubah Jadi TPS Liar, Bau Menyengat Mengganggu Pengguna Jalan

Selasa, 26 Mei 2026
Foto : ilustrasi/freepik

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Sabtu, 30 Mei 2026
Dok. TU

Gunakan Pelat Nomor R1 126, Mobil Mewah Ditilang Satlantas Polresta Tangerang di Cikupa

Selasa, 26 Mei 2026
Foto : Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Fauzan Bahasuan(kiri) | Tangerangupdate.com

PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Transparan Soal Polemik Perpanjangan Jabatan Sekda

Senin, 25 Mei 2026
Foto: Istimewa

Anak di Pamulang Aniaya Ibu Kandung hingga Tewas Diduga demi Kuasai Rumah Warisan

Selasa, 26 Mei 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp