Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 2 November 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Gemuk atau Sehat? Menelusuri Akar Obesitas dan Cara Kembali Bugar

Redaksi TU
Redaksi TU
Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:56 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
SHARE

Tangerangupdate.com – Pernah mendengar ungkapan big is beautiful? Betul, rasa percaya diri itu penting. Namun, ada hal yang tak kalah penting: kesehatan tubuh kita. Memiliki tubuh berisi tidak selalu berarti tidak sehat, tapi obesitas atau berat badan yang jauh di atas batas normal bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah kesehatan jika tidak dikelola dengan baik.

Di era modern ini, obesitas bukan lagi masalah pribadi semata. Ia telah menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada 2020 ada lebih dari 1,9 miliar orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan, dan sekitar 650 juta di antaranya tergolong obesitas. Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023 juga cukup mengejutkan: angka obesitas naik dari 21,8% pada 2018 menjadi 24,8% pada 2023.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bayangkan, hampir satu dari empat orang dewasa di negeri ini berada pada kondisi obesitas. Ini bukan hanya persoalan ukuran baju, melainkan juga kualitas hidup, kesehatan jangka panjang, dan produktivitas bangsa.

Kenapa Angka Ini Terus Naik?

Kalau kita perhatikan, penyebabnya ada di depan mata setiap hari. Pertama, makanan tinggi kalori dan rendah gizi sangat mudah didapat. Minuman manis dalam kemasan, gorengan pinggir jalan, burger, atau ayam goreng tepung semuanya lezat, murah, dan mengenyangkan, tetapi sering kali miskin vitamin, mineral, dan serat.

Kedua, pola hidup kita semakin minim gerak. Dulu, berjalan kaki atau bersepeda adalah hal biasa. Kini, hampir semua aktivitas mengandalkan kendaraan bermotor. Banyak pekerjaan juga menuntut duduk berjam-jam di depan layar. Pulang kerja, waktu luang lebih sering dihabiskan dengan ponsel atau televisi daripada berolahraga.

BACA JUGA:  Jolly Roger (Bendera One Piece): Alarm Perbaikan atau Revolusi bagi Republik Indonesia ke-80

Ketiga, makanan sehat justru kerap lebih sulit diakses. Di beberapa daerah, harga sayuran segar bisa lebih mahal dibandingkan makanan cepat saji. Ditambah lagi, edukasi gizi yang masih terbatas membuat banyak orang tidak tahu bagaimana memilih makanan yang benar.
Gabungan dari faktor-faktor ini membuat tubuh “banjir” kalori tapi “kering” nutrisi, sehingga berat badan mudah melonjak.

Masalah Kesehatan di baliknya Obesitas bukan hanya membuat celana terasa sempit. Ada risiko kesehatan serius yang membayanginya.

1. Diabetes tipe 2, Lemak berlebih membuat tubuh kurang peka terhadap insulin. Akibatnya, gula darah meningkat dan dalam jangka panjang dapat merusak organ penting seperti ginjal, mata, dan pembuluh darah.

2. Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, Jantung harus bekerja ekstra keras memompa darah, meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

3. Gangguan sendi dan tulang, Berat badan berlebih memberi tekanan tambahan pada lutut, pinggul, dan tulang belakang, memicu nyeri dan mempercepat kerusakan sendi.

Selain masalah fisik, obesitas juga berdampak pada kesehatan mental. Banyak orang dengan obesitas menghadapi stigma dan diskriminasi, yang dapat memicu rasa rendah diri, depresi, bahkan gangguan makan. Belajar dari Negara Laim, Beberapa negara telah mengambil langkah serius dan terbukti berhasil mengendalikan obesitas.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

1. Meksiko: Sejak 2014 menerapkan pajak pada minuman bergula. Hasilnya, konsumsi minuman manis turun hingga 10% dalam beberapa tahun (Colchero et al., 2017).

2. Finlandia: Mengintegrasikan pendidikan gizi sehat sejak usia dini. Anak-anak belajar mengenal dan menyukai buah, sayur, serta makanan alami. Hasilnya, generasi mudanya memiliki pola makan yang lebih sehat (González & Puska, 2018).

Langkah-langkah ini membuktikan bahwa perubahan kebijakan bisa berdampak positif pada perilaku masyarakat. Solusi dari dapur hingga Kebijakan Mengatasi obesitas memerlukan strategi yang melibatkan banyak pihak mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga pemerintah.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu :

1. Edukasi sejak dini, Ajarkan anak membaca label gizi, memahami ukuran porsi, dan mengenal manfaat makanan alami.
2. Lingkungan yang mendukung, Sediakan taman, jalur sepeda, dan trotoar yang aman agar orang mau bergerak lebih banyak.
3. Kebijakan publik, Terapkan pajak untuk makanan/minuman tinggi gula dan lemak, serta berikan subsidi untuk buah, sayur, dan sumber protein sehat.
4. Perubahan di rumah, Mulailah dari hal kecil: kurangi minuman manis, perbanyak air putih, tambah porsi sayur dan buah, serta luangkan waktu minimal 30 menit untuk berolahraga setiap hari.

Menu Harian Ramah Timbangan

Disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan RI (2021), WHO (2020), USDA Dietary Guidelines (2020–2025), dan Harvard T.H. Chan School of Public Health. Pola makan sehat tidak harus mahal dan susah. Kuncinya ada pada keseimbangan gizi dan pengendalian kalori. Berikut contoh menu sekitar 1.500 kkal per hari yang cocok untuk membantu menurunkan berat badan secara bertahap:
1. Sarapan: Oatmeal dengan pisang dan chia seed, ditemani teh hijau tanpa gula.
2. Camilan pagi: Potongan pepaya atau semangka.
3. Makan siang: Nasi merah, dada ayam panggang, tumis brokoli, dan lalapan segar.
4. Camilan sore: Yogurt rendah lemak atau kacang almond panggang.
5. Makan malam: Sup sayur bening, tahu kukus, dan ikan bakar bumbu rempah.
Menu ini sederhana, mudah disiapkan, dan tetap membuat kenyang.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Sehat Bukan Soal Ukuran Tubuh

Obesitas adalah masalah kompleks yang berkaitan dengan pola makan, gaya hidup, lingkungan, dan kebijakan. Angka prevalensinya terus naik, tapi bukan berarti kita tak punya harapan. Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil di rumah, diperkuat dengan dukungan lingkungan, serta didorong oleh kebijakan publik yang pro-kesehatan.

Ingat, sehat bukan berarti harus kurus. Sehat berarti tubuh bugar, berenergi, dan terhindar dari penyakit. Mari kita jaga tubuh dengan bijak-karena tubuh yang sehat adalah modal utama untuk hidup panjang, produktif, dan bahagia.

oleh : Siti Nurahayu (Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional)

Disclaimer: artikel ini adalah kiriman dari pembaca Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

TAGGED:kesehatanOpini
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: Ketua paguyuban warga, Zulfani Ahmad, di depan Direktur Utama dari PT pengembang Perumahan Vila Rizki Insaani, Keisar Rachmat Magfirat | Dok. Tangerangupdate.com

Keluhan Tak Kunjung Didengar, Warga Ancam Somasi Pengembang Vila Rizki Insaani

Foto: bengkel tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan rekan kerja di Cikupa | Dok. Istimewa

Sering Dipanggil ‘Si Cepu’ Pria di Cikupa Siram Rekan Kerja Pakai Air Keras

Foto: aksi para penghuni menuntut perbaikan layanan dan keamanan di depan kantor manajemen Vila Rizki Insaani | Dok. Tangerangupdate.com

Warga Vila Rizki Insaani Gelar Aksi Protes, Keluhkan Keamanan dan Konflik Antarwarga

Foto: Perumahan Vila Rizki Insani | Dok. Tangerangupdate.com

Akses Jalan Kompleks Jadi Jalur Umum akibat Longsor, Warga Villa Rizki Insani Keluhkan Keamanan Klaster

Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau venue Porprov VII Banten | Dok. Istimewa

Tinjau Sejumlah Venue Porprov VII Banten 2026, Pilar Pastikan Fasilitas Memenuhi Standar Kelayakan

Pekerja sedang mengerjakan bronjong yang longsor, Diduga Makan Sempadan Sungai / Dok. TU

Tak Berizin, Proyek Turap Milik Swasta Kali Jeletreng di Protes Warga Makan Sempadan Jalan

Berita Terkait

Foto: Pengendara motor nekat kalau di atas trotoar | Dok. Hafiza Destianissa, Mahasiswi Universitas Pamulang
Opini

Hak Pejalan Kaki Dirampas: Saat Trotoar Berubah Jadi Jalan Motor

Opini

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Kota Tangsel

CKG di Tangsel Capai 53 Persen, Pemkot Evaluasi Pelaksanaan hingga Tingkat Puskesmas

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Jangan Lewatkan

Foto: istimewa

Porprov VII Banten 2026 Pertandingkan 60 Cabor, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: giat penindakan dalam Operasi Patuh Maung 2026 oleh Satlantas Polresta Tangerang | Dok. Istimewa

Hari Kedua Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Tindak Pengendara Tanpa Helm SNI

Selasa, 27 Oktober 2026
Pekerja sedang mengerjakan bronjong yang longsor, Diduga Makan Sempadan Sungai / Dok. TU

Tak Berizin, Proyek Turap Milik Swasta Kali Jeletreng di Protes Warga Makan Sempadan Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Dok. Istimewa

KONI Banten dan Panitia Terus Matangkan Persiapan Porprov VII Banten 2026

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: Perumahan Vila Rizki Insani | Dok. Tangerangupdate.com

Akses Jalan Kompleks Jadi Jalur Umum akibat Longsor, Warga Villa Rizki Insani Keluhkan Keamanan Klaster

Rabu, 28 Oktober 2026
Foto: istimewa

12 Kelompok Pemuda di Kabupaten Tangerang Terima Hibah YCAF 2026

Selasa, 27 Oktober 2026
Foto: bengkel tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penganiayaan rekan kerja di Cikupa | Dok. Istimewa

Sering Dipanggil ‘Si Cepu’ Pria di Cikupa Siram Rekan Kerja Pakai Air Keras

Sabtu, 31 Oktober 2026
Foto: Ketua paguyuban warga, Zulfani Ahmad, di depan Direktur Utama dari PT pengembang Perumahan Vila Rizki Insaani, Keisar Rachmat Magfirat | Dok. Tangerangupdate.com

Keluhan Tak Kunjung Didengar, Warga Ancam Somasi Pengembang Vila Rizki Insaani

Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp