Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 10 Agustus 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

KEKUATAN KEMAUAN

Redaksi TU
Redaksi TU
Kamis, 4 Maret 2021 | 18:15 WIB
SHARE
Desain : Juno | Foto : @arifsatria10

Kata pepatah orang bisa maju karena “3 K”, yaitu kemauan, kemampuan, dan kesempatan. Dari tiga “K” tersebut yang jamak disebut orang sebagai faktor tersulit adalah kesempatan, karena kesempatan seolah diluar kontrol kita. Sementara semua orang bisa dengan mudah memiliki kemauan dan kemampuan.

Namun saya berpikir sebaliknya, bahwa yang paling menentukan adalah kekuatan kemauan (willpower). Berangkat dari kemauan yang kuat maka kemampuan dan kesempatan bisa diraih. Mengapa ?

- Advertisement -
Ad imageAd image

Derajat atau tingkat kemauan diukur dari sejauhmana seseorang memiliki growth mindset ataukah fixed mindset. Growth mindset adalah keyakinan bahwa kualitas dasar kita bisa kita tumbuh kembangkan melalui usaha, strategi, dan bantuan orang lain (Dweck, 2016).

Orang tidaklah bersifat statis dan fixed, baik dari sisi potensi, bakat, kecerdasan, dan kompetensi. Sebaliknya orang bisa berubah dan perubahan tersebut sangat ditentukan mindset-nya. Jadi orang yang memiliki growth mindset pasti memiliki kemauan yang tinggi.

Dulu ada anekdot, bahwa saat wawancara mencari kerja di Amerika pertanyaan yang sangat menentukan adalah Anda kuliah dimana. Di Korea Selatan, pertanyaan utamanya adalah Anda anak siapa. Tempat dimana kuliah dan faktor keturunan dianggap sangat penting. Anekdot ini pun sudah dibantah oleh riset Thomas Stanley bahwa yang menentukan sukses bukanlah tempat kuliah di sekolah favorit karena faktor ini hanya berada di urutan ke 23.  Bahkan Stanley tidak menyebut keturunan sebagai faktor penting.

Studi terakhir Mc Kinsey terbaru di 72 negara juga menunjukkan bahwa faktor utama prestasi akademik seorang siswa bukan ditentukan oleh sekolahnya, orang tuanya, atau gurunya. Ternyata faktor terpenting adalah mindset siswa itu sendiri yang memperkuat motivasi dan kepercayaan diri.

Guru dan orang tua tentu memiliki pengaruh bila mereka terus memberi inspirasi. Status guru pintar dan orang tua hebat tidak serta merta membuat seorang siswa otomatis akan ikut hebat. Seperti kata pepatah: guru rata-rata hanya bisa menyampaikan, guru yang baik bisa menjelaskan, namun guru yang hebat bisa menginspirasi. Menginspirasi adalah proses untuk membuat orang  lain tergerak untuk berpikir dan berbuat sesuatu yang penting.

BACA JUGA:  Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024

Jadi, faktor kualitas pribadi sendiri yang menentukan kesuksesan, yang dimulai dari mindset. Ingat, bahwa banyak para alumni IPB yang sukses dari keluarga biasa-biasa saja. Namun mereka memiliki prestasi di SMA nya dikarenakan mindset dan karakternya yang sudah sangat kuat sejak dulu untuk menuju kemajuan.  

Ini sejalan dengan riset Stanley yang mengatakan bahwa diantara 10 besar faktor sukses antara lain kejujuran, kedisiplinan, kemampuan mengelola hubungan sosial, kerja keras, mencintai pekerjaan dan kepemimpinan. Semua adalah faktor internal. Tentu mereka semakin kuat karena juga mendapat sentuhan pendidikan di IPB yang membuat mereka  memiliki karakteristik sebagaimana ditulis Stanley tersebut.

Namun, faktor IPB atau kampus lain hanya berada di urutan ke-23. Artinya tidak serta merta orang kuliah di sekolah favorit akan otomatis sukses. Semua tergantung dari pribadi masing-masing sejauhmana kekuatan mindsetnya.

Nah, tugas kampus adalah bagaimana terus menciptakan ekosistem dimana mahasiswa akan semakin kuat mindsetnya untuk maju dan sukses, yang dalam bahasa Dweck (2016) memiliki growth mindset, atau berjiwa proaktif ala Stephen Covey, dan memiliki kebutuhan berperestasi ala David Mc Cleland, serta berciri pembelajar gesit (agile learner) ala IPB. Orang yang memiliki kemauan tinggi umumnya berciri memiliki growth mindset, sikap proaktif, dan kebutuhan berprestasi tersebut.

Inilah mengapa semua mahasiswa baru IPB wajib mengikuti pelatihan 7 habist of highly effective people agar mereka memiliki dasar menjadi lebih proaktif. Karena orang sukses adalah orang yang proaktif yang kekuatan pribadinya memiliki daya pengaruh keluar, dan bukan terus membiarkan pihak luar memberikan pengaruh dominan ke dalam.

Kekuatan kemauan (willpower) akan sejalan dengan mindset. Kekuatan ini sangat dahsyat karena akan mampu mengubah kemampuan. Selama ini orang menganggap bahwa kemampuan identik dengan berbakat. Karena itu Seleksi masuk tim sepakbola nasional atau olah raga apapun biasanya didasarkan kepada kekuatan bakat semata. Mengapa kita tidak mencoba menciptakan seleksi-seleksi yang berbasis pada bakat dan mindset sekaligus?

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Orang yang memiliki kemauan tinggi dilandasi growth mindset akan terus belajar dan belajar, berlatih dan berlatih, serta mempersiapkan strategi dengan amat matang. Prof Johannes Surya pernah bercerita bahwa ada seorang siswa dari Papua yang semula IQ nya di bawah 100, namun berkat strategi dan pembelajaran yang tepat dan penuh motivasi ternyata siswa tersebut bisa mengalahkan para juara olimpiade. IQ atau bakat kecerdasan tidaklah fixed.

Jadi dalam rumus matematika, kemampuan adalah fungsi dari kemauan. Saya punya pengalaman pribadi bahwa saya tidaklah berbakat menulis baik karangan puisi, maupun opini. Sejak SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa selama 13 tahun tulisan saya selalu ditolak majalah anak-anak, remaja dan koran. Saya punya mimpi yang sangat kuat bahwa saya bisa menulis dan dimuat di majalah. Meski saya tidak berbakat saya terus berusaha latihan menulis dan menulis. Orang tua punya peran besar untuk terus memotivasi dan menginspirasi. Kemauan yang tinggi diikuti ketahanan semangat, ketekunan dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil setelah berjuang selama 13 tahun.

Begitu dimuat di koran, kemauan untuk meningkatkan kualitas tulisan makin tinggi. Kemampuan terus diasah agar bisa dimuat di koran dan majalah nasional, bahkan akhirnya jurnal internasional hingga menulis buku internasional diterbitkan penerbit bergengsi di Eropa. Ini bukan karena bakat tapi karena kemauan tinggi yang diikuti usaha dan strategi.

Bagaimana dengan kesempatan? Mestinya kesempatan juga merupakan fungsi kemauan. Ada tiga tipe orang melihat kesempatan.

Pertama, penunggu kesempatan. Orang fixed mindset selalui berpikir bahwa kesempatan datang dari luar dan tugas kita adalah sabar menunggu. Tipe ini akan terus menghadapi ketidakpastian.

Kedua, adalah pencari kesempatan. Tipe ini lebih baik dari yang pertama karena ia selalu berusaha mencari kesempatan sehingga hidup akan penuh harapan disini kesempatan masih berada di luar pribadinya.

Ketiga, adalah pencipta kesempatan, yang berarti ia tidak lagi tergantung orang lain mendapat kesempatan. Tipe ketiga ini hidupnya akan penuh kemenangan karena  kesempatan selalu ada di ganggamannya. Bagaimana ciri orang tipe ketiga ini?

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Orang yang berorientasi menciptakan kesempatan selalu dilandasi kemauan yang kuat, percaya diri, kreatif, penuh imajinasi, dan bisa berstrategi. Sebagai contoh, tahun 2010 Universitas Indonesia (UI) menciptakan UI Green Metric. Selama ini dalam perangkingan dunia, kita selalu mengacu pada QS dan THE, dua lembaga perangkingan dunia yang dikenal. UI mencoba menciptakan kesempatan baru dengan menjadikan dirinya sebagai lembaga perangkingan dunia dalam isu sustainability. Ini benar-benar langkah yang sangat dahsyat yang membuat semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia masuk 100 besar dunia.

Prof Andi Hakiem Nasoetion Rektor IPB periode 1980an, tidak mau menunggu saja siswa-siswa berprestasi mendaftar melalui jalur tes, tetapi justru menjemput mereka melalui jalur undangan. Prof Andi adalah pencipta kesempatan.

Banyak sekali contoh-contoh lain yang sifatnya individual. Banyak orang berminat menjadi artis terkenal dengan cara menunggu undangan manggung di televisi. Tapi kini banyak yang memanfaatkan youtube untuk tampil sebagai penyanyi, pemain film, pelawak, maupun host talkshow. Mereka tidak lagi tergantung kepada undangan pihak lain untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Mereka ini bisa menciptakan kesempatan baru untuk kesuksesan dirinya. Jadi, menciptakan kesempatan sangat bergantung pada kemauan.

Oleh karena itu tugas kita adalah bagaimana meningkatkan jumlah anak-anak muda menjadi orang yang punya kekuatan kemauan. Disinilah penting menumbuhkan mimpi-mimpi tentang masa depan. Apa yang selalu ditanyakan guru-guru tentang cita-cita kita  sewaktu kita kecil adalah awal membangun mimpi.

Tentu kita berharap mimpi anak-anak sekarang jauh lebih dahsyat. Kalau mimpi mereka dahsyat maka akan mendorong kemauan, dan kalau kemauan semakin menguat maka akan banyak kesempatan tercipta.

Jadi, kemajuan  Indonesia adalah soal kekuatan kemauan.  Semoga 2021 adalah tekad baru untuk semakin maju.

(Tulisan pernah dimuat di Kumparan.com Januari 2021)

TAGGED:IPBRektor Ipb
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam konferensi pers mengenai refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). | Dok. Antara

BGN Kebut Program MBG, Wilayah 3T Tuntas Lebih Cepat

Foto: istimewa

Dua Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Saat Patroli Satlantas di Cikupa

Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja | Dok. Tangerangupdate.com

Sekda Persilakan Dugaan Kredit Fiktif BPR Kerta Raharja Diusut Tuntas

Berita Terkait

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Foto: Ahmad Priatna S.T., S.H | Dok. Pribadi
Opini

Iduladha Sebagai Jalan Refleksi Sosial dan Spiritual

Foto : Kopi arabika (kiri) & Kopi Robusta (kanan) | Dok. TU
Opini

Jangan Salah Pilih! Kenali Beda Kandungan Arabika dan Robusta Serta Takaran Pas Agar Kopi Jadi Obat, Bukan Racun

Ahmad Priatna, Pemuda Asli Cipondoh | Dok. Pribadi
Opini

Cipondoh Tenggelam Lagi: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan?

Foto: Irtiakhul Afifah, Mahasiswi Universitas Pamulang | Dok. Pribadi
Opini

Dilema Kelas Menengah: Menjadi Tulang Punggung atau Sapi Perah Pajak?

Jangan Lewatkan

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026
Sebanyak 188 personel TNI-Polri disiagakan di Matraman usai bentrokan, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka. | Dok. ANTARA

Bentrokan di Matraman Jakpus, Polisi Turunkan 188 Personel

Selasa, 4 Agustus 2026
Dok. Tangerangupdate.com

PP IMALA Desak Transparansi Hibah Rp1,7 Miliar untuk Dua Forum Mahasiswa Lebak

Selasa, 4 Agustus 2026
Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Minggu, 9 Agustus 2026
Foto: Risman, Kuasa hukum korban dugaan penyiksaan dan pemaksaan melakukan onani saat mendatangi Mapolresta Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Jalani Pemeriksaan Penyidik, Korban Dugaan Penyiksaan dan Pemaksaan Onani Datangi Polresta Tangerang

Senin, 3 Agustus 2026
Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Jumat, 7 Agustus 2026
Foto: istimewa

Dua Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Saat Patroli Satlantas di Cikupa

Kamis, 6 Agustus 2026
Kepala BGN Sudaryono (tiga dari kanan) dalam konferensi pers mengenai refocusing penerima MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). | Dok. Antara

BGN Kebut Program MBG, Wilayah 3T Tuntas Lebih Cepat

Kamis, 6 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp