Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 21 Juli 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
BantenKota Tangsel

Jejak Skandal di Balik Sampah: Kontroversi Uang, Lingkungan, dan Dugaan Korupsi dalam Kerja Sama Tangsel-Pandeglang

Juno
Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:55 WIB
Truk Sampah Bertuliskan Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Terparkir di Bahu Jalan Serpong Raya | Dok. TU
Truk Sampah Bertuliskan Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Terparkir di Bahu Jalan Serpong Raya | Dok. TU
SHARE

Tangerangupdate.com – Proyek kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang kian memicu polemik. Di tengah gencarnya narasi efisiensi dan sinergi daerah, kritik tajam muncul dari berbagai kalangan di Pandeglang yang menilai kerja sama ini timpang dan menyimpan potensi masalah besar, mulai dari pencemaran lingkungan hingga bayang-bayang korupsi.

Salah satu yang lantang menyuarakan penolakan adalah Koordinator Nalar Pandeglang, Shobana Ilham. Ia menyoroti minimnya kesiapan infrastruktur persampahan di Pandeglang yang saat ini masih menggunakan metode open dumping tanpa teknologi pemrosesan modern.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kenapa kami yang belum punya sistem persampahan layak justru diminta memikul sampah dari kota yang jauh lebih siap? Ini bukan kerja sama, ini ketimpangan,” ujarnya, Minggu (3/8).

Shobana menekankan, Pandeglang bukanlah tempat pembuangan, melainkan rumah bagi warganya. “Jika rumah ini dikotori dengan sampah demi dana kompensasi, maka nilai-nilai keadilan dan kelestarian sudah dikorbankan sejak awal,” tegasnya.

Mahasiswa Sebut: Kolonialisasi Lingkungan, Bukan Kolaborasi

Nada serupa datang dari Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Banten. Salah satu perwakilannya, D. Nuryana, menyebut skema pemindahan sampah ini bukan bentuk kolaborasi, melainkan bentuk kolonialisasi lingkungan dengan topeng kerja sama antardaerah.

BACA JUGA:  Terkait Pemeriksaan Pungli Seragam di SDN Ciledug Barat, Inspektorat Tangsel Minta Publik Sabar

“Pemkot Tangsel sedang mencari tempat pembuangan, bukan solusi. Yang dipilih adalah wilayah dengan daya tawar lemah, dan Pandeglang sedang jadi korban,” kata Nuryana, Senin malam (4/8).

Ia juga mengkritik nilai kompensasi sebesar Rp40 miliar yang disepakati selama empat tahun. “Apakah udara bersih, tanah subur, dan kesehatan masyarakat layak dihargai hanya Rp40 miliar? Ini bukan tawar-menawar yang adil. Ini barter masa depan warga dengan uang,” katanya dengan nada tinggi.

Tak berhenti di situ, Nuryana juga menyinggung skandal korupsi yang sebelumnya membelit Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel. “Apa jaminannya dana kerja sama ini tak menguap seperti kasus sebelumnya? Rekam jejak DLH Tangsel tak bisa diabaikan,” tambahnya.

TPA Bangkonol dan Dana ‘Penyelamat’ dari Tangsel

Dari sisi pemerintah, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi membantah bahwa kerja sama ini dilandasi motif ekonomi semata. Ia menyebut proyek ini sebagai jalan keluar untuk memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, satu-satunya TPA aktif di Pandeglang setelah TPA Bojong Canar ditutup.

“TPA Bangkonol mendapat teguran dari KLHK karena masih open dumping. Kami diberi waktu 180 hari untuk berbenah, dan dana dari Tangsel menjadi solusi agar tidak ditutup,” jelas Iing, Selasa (5/8).

BACA JUGA:  Wagub Banten Sebut Sekolah Rakyat di Tangsel Masih Sementara, Terkendala Lahan

Dana bantuan keuangan khusus (BKK) dari Tangsel senilai Rp40 miliar akan dicairkan bertahap: Rp20 miliar pada APBD Perubahan 2025, lalu Rp15 miliar pada 2026, dan sisanya Rp5 miliar di 2027. Anggaran ini, menurut Iing, akan digunakan untuk memperluas lahan, pengadaan alat berat, serta pembangunan fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah.

“Ini bukan keputusan sembrono. Semua berdasarkan kajian. Tapi saya minta masyarakat turut mengawasi agar dana ini tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Riwayat Buruk Tangsel: Dari TPA Jebol hingga Kasus Korupsi

Persoalan sampah bukan hal baru di Tangsel. TPA Cipeucang, satu-satunya fasilitas pembuangan resmi milik Tangsel, sudah lama kelebihan kapasitas. Bahkan pada 2019, sheet pile TPA itu jebol, mencemari Sungai Cisadane dan menimbulkan krisis lingkungan.

Sempat mencoba alihkan sampah ke TPA Cilowong di Kota Serang pada 2021–2022, Tangsel kembali mendapat penolakan dari warga setempat karena dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Kini, Tangsel sedang mempersiapkan pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) dengan menggandeng PT Indoplas Energi Hijau dan China Tianying Inc. Proyek ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 35 Tahun 2018. Namun, proyek itu belum bisa menjawab kebutuhan jangka pendek.

BACA JUGA:  Diperiksa Inspektorat, Kepsek SDN Ciledug Barat Tersandung Kasus Dugaan Pungutan Seragam Rp1,1 Juta

Di tengah krisis kapasitas dan proyek jangka panjang yang belum rampung, Tangsel memilih opsi kerja sama dengan Pandeglang. Namun, kepercayaan publik terhadap manajemen DLH Tangsel sedang dalam titik nadir, usai Kejati Banten menetapkan empat tersangka dalam kasus korupsi anggaran pengangkutan sampah tahun 2024.

SYM, WL, TAK, serta ZY dari pihak swasta diduga memanipulasi laporan kegiatan dan mark-up anggaran, menyebabkan kerugian negara hingga Rp21,6 miliar. Kejati sudah menyita dokumen kontrak, transfer bank, dan laporan pertanggungjawaban sebagai barang bukti.

Dari Uang ke Udara: Warisan Apa yang Akan Tertinggal?

Kekhawatiran terbesar kini adalah bahwa kerja sama ini justru membuka pintu bagi potensi penyimpangan yang lebih besar. Banyak yang menilai, jika proyek ini tidak diawasi ketat, maka warga Pandeglang akan mewarisi lebih banyak limbah dan skandal ketimbang manfaat jangka panjang.

“Jika kita diam, maka yang tersisa hanyalah bau, limbah, dan kebusukan sistem,” tutup Nuryana, menyampaikan keresahan banyak warga Pandeglang.

Editor & Reporter
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno
TAGGED:pandeglangsampahtangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud | Dok. Tangerangupdate.com

DPRD Bakal Panggil Direksi BPR Kerta Raharja Gemilang Terkait Dugaan Kredit Fiktif

Foto: tumpukan uang Rp14,2 miliar hasil rampasan kasus pinjol ilegal | Dok. Tangerangupdate.com

Kejari Tangsel Rampas Rp14,2 Miliar dari Kasus Pinjol Ilegal

Foto: Musyawarah Nasional (Munas) IV FORPAMNAS di The Rich Jogja Hotel | Dok. Tangerangupdate.com

Sunardi Dito Prawiro Nahkodai FORPAMNAS Periode 2026–2030, Sutikno Jadi Sekjen

Foto: istimewa

Komplotan Curanmor Pemburu Motor Mahasiswa di Tangsel Dibekuk Polisi

Foto: kantor BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) | Dok. Tangerangupdate.com

Kasus Dugaan Kredit Fiktif Bergulir, Dugaan Nepotisme di Direksi BPR Kerta Raharja Gemilang Ikut Disorot

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (tengah) memberi keterangan pers terkait polemik kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah, di ruang rapat Komisi XII DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). | Dok. Istimewa

Antrean BBM Mengular, DPR Soroti Efek Peralihan Konsumen

Berita Terkait

Gedung LPTQ yang terletak di Kecamatan Pamulang/ Foto : Danang
Banten

Dapat Hibah Hingga 11 Milyar LPTQ Puasa Juara MTQ Provinsi Banten Terakhir 2021

Foto: warga mencuci di bantaran Sungai Cisadane imbas kekeringan | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Kekeringan, Warga Tangsel Mulai Nyuci di Sungai Cisadane

Bantuan air bersih untuk warga Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Kemarau Datang, Warga di Kelurahan Keranggan Kembali Krisis Air Bersih, Jaringan Pipa Masih Sebatas Rencana

Foto: barang bukti hasil sitaan ungkap peredaran uang palsu | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Polisi Ungkap Peredaran Uang Palsu di Serpong, Lembaran yang Belum Dipotong Disita

Tangkapan Layar Gedung DPRD Kabupaten Lebak / Dok. TU
Banten

Ironi, Tunjangan Rumah dan Transportasi DPRD Lebak Capai Rp21,4 Miliar, Bantuan Perbaikan Rumah Warga Miskin Hanya Rp5,34 Miliar

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan, Herman Susilo / Dok. TU
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Klaim Sewa Kendaraan Dinas Hemat Rp8 Miliar, Tak Lagi Tanggung Biaya Servis hingga Pajak

Foto : ilustrasi / Freepik
Kota Tangsel

Dugaan Mark-up Pengadaan Keran Wastafel Dinkes Tangsel Dilaporkan ke Kejari, Aktivis Minta Selidiki Temuan BPK

Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery
Kota Tangsel

Benyamin Davnie Akui Pemkot Tangsel Gelontorkan Hampir Rp20 Miliar untuk Sewa Mobil Dinas, Klaim Lebih Efisien

Jangan Lewatkan

Anggota Presidium KPP RI sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin. | Dok. DPR RI

KPP RI Siapkan Jurus Baru Perkuat Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Kamis, 16 Juli 2026
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya (tengah) memberi keterangan pers terkait polemik kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah, di ruang rapat Komisi XII DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). | Dok. Istimewa

Antrean BBM Mengular, DPR Soroti Efek Peralihan Konsumen

Jumat, 17 Juli 2026
Foto: Screenshot | Dok.TU

Spanyol Hentikan Dominasi Prancis, Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026
Gedung LPTQ yang terletak di Kecamatan Pamulang/ Foto : Danang

Dapat Hibah Hingga 11 Milyar LPTQ Puasa Juara MTQ Provinsi Banten Terakhir 2021

Jumat, 17 Juli 2026
Foto: Musyawarah Nasional (Munas) IV FORPAMNAS di The Rich Jogja Hotel | Dok. Tangerangupdate.com

Sunardi Dito Prawiro Nahkodai FORPAMNAS Periode 2026–2030, Sutikno Jadi Sekjen

Minggu, 19 Juli 2026
Foto: kantor BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) | Dok. Tangerangupdate.com

Kasus Dugaan Kredit Fiktif Bergulir, Dugaan Nepotisme di Direksi BPR Kerta Raharja Gemilang Ikut Disorot

Jumat, 17 Juli 2026
Foto: Asap kebakaran menyelimuti TPA Jatiwaringin | Dok. Tangerangupdate.com

Mahasiswa Desak Polresta Tangerang Segera Selidiki Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin

Selasa, 14 Juli 2026
Foto: aktivis Tangerang, Gilang Purnama usai memberikan keterangan laporan atas dugaan kredit fiktif BPR Kerta Raharja Gemilang | Dok. Tangerangupdate.com

Panggil Pelapor, Kejaksaan Mulai Dalami Laporan Dugaan Kredit Fiktif di BPR Kerta Raharja Gemilang

Kamis, 16 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp