Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Selasa, 20 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
BantenKota Tangsel

Jejak Skandal di Balik Sampah: Kontroversi Uang, Lingkungan, dan Dugaan Korupsi dalam Kerja Sama Tangsel-Pandeglang

Juno
Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:55 WIB
Truk Sampah Bertuliskan Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Terparkir di Bahu Jalan Serpong Raya | Dok. TU
Truk Sampah Bertuliskan Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Terparkir di Bahu Jalan Serpong Raya | Dok. TU
SHARE

Tangerangupdate.com – Proyek kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang kian memicu polemik. Di tengah gencarnya narasi efisiensi dan sinergi daerah, kritik tajam muncul dari berbagai kalangan di Pandeglang yang menilai kerja sama ini timpang dan menyimpan potensi masalah besar, mulai dari pencemaran lingkungan hingga bayang-bayang korupsi.

Salah satu yang lantang menyuarakan penolakan adalah Koordinator Nalar Pandeglang, Shobana Ilham. Ia menyoroti minimnya kesiapan infrastruktur persampahan di Pandeglang yang saat ini masih menggunakan metode open dumping tanpa teknologi pemrosesan modern.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kenapa kami yang belum punya sistem persampahan layak justru diminta memikul sampah dari kota yang jauh lebih siap? Ini bukan kerja sama, ini ketimpangan,” ujarnya, Minggu (3/8).

Shobana menekankan, Pandeglang bukanlah tempat pembuangan, melainkan rumah bagi warganya. “Jika rumah ini dikotori dengan sampah demi dana kompensasi, maka nilai-nilai keadilan dan kelestarian sudah dikorbankan sejak awal,” tegasnya.

Mahasiswa Sebut: Kolonialisasi Lingkungan, Bukan Kolaborasi

Nada serupa datang dari Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Banten. Salah satu perwakilannya, D. Nuryana, menyebut skema pemindahan sampah ini bukan bentuk kolaborasi, melainkan bentuk kolonialisasi lingkungan dengan topeng kerja sama antardaerah.

BACA JUGA:  Terkait Pemeriksaan Pungli Seragam di SDN Ciledug Barat, Inspektorat Tangsel Minta Publik Sabar

“Pemkot Tangsel sedang mencari tempat pembuangan, bukan solusi. Yang dipilih adalah wilayah dengan daya tawar lemah, dan Pandeglang sedang jadi korban,” kata Nuryana, Senin malam (4/8).

Ia juga mengkritik nilai kompensasi sebesar Rp40 miliar yang disepakati selama empat tahun. “Apakah udara bersih, tanah subur, dan kesehatan masyarakat layak dihargai hanya Rp40 miliar? Ini bukan tawar-menawar yang adil. Ini barter masa depan warga dengan uang,” katanya dengan nada tinggi.

Tak berhenti di situ, Nuryana juga menyinggung skandal korupsi yang sebelumnya membelit Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel. “Apa jaminannya dana kerja sama ini tak menguap seperti kasus sebelumnya? Rekam jejak DLH Tangsel tak bisa diabaikan,” tambahnya.

TPA Bangkonol dan Dana ‘Penyelamat’ dari Tangsel

Dari sisi pemerintah, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi membantah bahwa kerja sama ini dilandasi motif ekonomi semata. Ia menyebut proyek ini sebagai jalan keluar untuk memperpanjang usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, satu-satunya TPA aktif di Pandeglang setelah TPA Bojong Canar ditutup.

“TPA Bangkonol mendapat teguran dari KLHK karena masih open dumping. Kami diberi waktu 180 hari untuk berbenah, dan dana dari Tangsel menjadi solusi agar tidak ditutup,” jelas Iing, Selasa (5/8).

BACA JUGA:  Wagub Banten Sebut Sekolah Rakyat di Tangsel Masih Sementara, Terkendala Lahan

Dana bantuan keuangan khusus (BKK) dari Tangsel senilai Rp40 miliar akan dicairkan bertahap: Rp20 miliar pada APBD Perubahan 2025, lalu Rp15 miliar pada 2026, dan sisanya Rp5 miliar di 2027. Anggaran ini, menurut Iing, akan digunakan untuk memperluas lahan, pengadaan alat berat, serta pembangunan fasilitas pemilahan dan pengolahan sampah.

“Ini bukan keputusan sembrono. Semua berdasarkan kajian. Tapi saya minta masyarakat turut mengawasi agar dana ini tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Riwayat Buruk Tangsel: Dari TPA Jebol hingga Kasus Korupsi

Persoalan sampah bukan hal baru di Tangsel. TPA Cipeucang, satu-satunya fasilitas pembuangan resmi milik Tangsel, sudah lama kelebihan kapasitas. Bahkan pada 2019, sheet pile TPA itu jebol, mencemari Sungai Cisadane dan menimbulkan krisis lingkungan.

Sempat mencoba alihkan sampah ke TPA Cilowong di Kota Serang pada 2021–2022, Tangsel kembali mendapat penolakan dari warga setempat karena dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Kini, Tangsel sedang mempersiapkan pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) dengan menggandeng PT Indoplas Energi Hijau dan China Tianying Inc. Proyek ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres No. 35 Tahun 2018. Namun, proyek itu belum bisa menjawab kebutuhan jangka pendek.

BACA JUGA:  Diperiksa Inspektorat, Kepsek SDN Ciledug Barat Tersandung Kasus Dugaan Pungutan Seragam Rp1,1 Juta

Di tengah krisis kapasitas dan proyek jangka panjang yang belum rampung, Tangsel memilih opsi kerja sama dengan Pandeglang. Namun, kepercayaan publik terhadap manajemen DLH Tangsel sedang dalam titik nadir, usai Kejati Banten menetapkan empat tersangka dalam kasus korupsi anggaran pengangkutan sampah tahun 2024.

SYM, WL, TAK, serta ZY dari pihak swasta diduga memanipulasi laporan kegiatan dan mark-up anggaran, menyebabkan kerugian negara hingga Rp21,6 miliar. Kejati sudah menyita dokumen kontrak, transfer bank, dan laporan pertanggungjawaban sebagai barang bukti.

Dari Uang ke Udara: Warisan Apa yang Akan Tertinggal?

Kekhawatiran terbesar kini adalah bahwa kerja sama ini justru membuka pintu bagi potensi penyimpangan yang lebih besar. Banyak yang menilai, jika proyek ini tidak diawasi ketat, maka warga Pandeglang akan mewarisi lebih banyak limbah dan skandal ketimbang manfaat jangka panjang.

“Jika kita diam, maka yang tersisa hanyalah bau, limbah, dan kebusukan sistem,” tutup Nuryana, menyampaikan keresahan banyak warga Pandeglang.

Editor & Reporter
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno
TAGGED:pandeglangsampahtangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: istimewa

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Pemkab Utamakan Kegiatan Spiritual dan Sosial

Foto: Lokasi TPST Abu & Co/Dok. TU

Akademisi UI Peringatkan Bahaya Sampah Covid yang Berada di TPST Abu & Co Temuan PPLH

Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Foto : Istimewa

Bedolan Pamarayan Kembali Digelar, Bupati Serang Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan

Foto: proses pendinginan kebakaran lahan di sekitar TPA Cipeucang | Dok. Tangerangupdate.com

Lahan Ilalang di Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Terbakar, Api Padam dalam Sejam

Foto: Pengamat sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah | Dok. Pribadi/trubus_r

Kasus Dugaan Pengabaian Laporan Matel Cikupa, Guru Besar Trisakti Minta Propam Usut Polsek

Berita Terkait

Foto: ilustrasi/freepik
Kota Tangsel

Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Dugaan Praktik Percaloan di UPTD PKB Tangsel Mencuat, Oknum Ngaku Bisa Pangkas Antrean

Kepolisian mensterilkan area bangunan terdampak serta menerjunkan unit teknisi bom guna melakukan olah TKP dan mengusut penyebab pasti ledakan yang menewaskan dua orang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) malam. | Dok. Tangerangupdate
Kota Tangsel

Dua Tewas Usai Ledakan Guncang Pasar Cimanggis

Proyek Pedestarian di Jalan Serpong Raya Milik Pemprov Banten makan Korban / Dok. TU
Kota Tangsel

Proyek Pedestarian Milik Pemprov Banten di Serpong Makan Korban

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa. | Dok. Tangerangupdate
Olahraga

Agun Gunandjar Desak BRAN dan Kementerian ATR/BPN Berbagi Peran

Kabel menjuntai di Jalan Purnawarman terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel / Dok. TU
Kota Tangsel

Omong Kosong Penataan Kabel Semrawut di Tangsel, Jadi Bahan Pencitraan Belaka

Tangkapan layar Kemacetan di Ciputat pada saat jam sibuk / Dok. Tu
Kota Tangsel

Viral di Threads, Warga Buka Jasa Foto Kondisi Jalan dan Kemacetan di Ciputat Rp100 Ribu per Foto, Begini Kata Pengamat

Tangkapan layar kondisi galian di Bintaro yang diduga sudah dua Minggu terbengkalai / Dok. TU
Kota Tangsel

Proyek Galian di Bintaro Dikeluhkan Warga, Dua Pekan Diduga Tak Ada Perkembangan

Jangan Lewatkan

Foto: Pengamat sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah | Dok. Pribadi/trubus_r

Kasus Dugaan Pengabaian Laporan Matel Cikupa, Guru Besar Trisakti Minta Propam Usut Polsek

Jumat, 16 Oktober 2026
Sekertaris GP Ansor Tangsel saat Media Ghatering Ansor Fest / Dok. TU

GP Ansor Tangsel Gelar Ansor Fest 2026, Hadirkan Ruang Kreativitas Anak Muda

Kamis, 15 Oktober 2026
Foto: Mapolsek Cikupa | Dok. Istimewa

Polsek Cikupa Diduga Kerahkan Buzzer Tutup Kasus Dugaan Cuekin Laporan Korban Matel

Selasa, 13 Oktober 2026
Kepolisian mensterilkan area bangunan terdampak serta menerjunkan unit teknisi bom guna melakukan olah TKP dan mengusut penyebab pasti ledakan yang menewaskan dua orang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) malam. | Dok. Tangerangupdate

Dua Tewas Usai Ledakan Guncang Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026
Foto: ilustrasi/freepik

Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Jumat, 16 Oktober 2026
Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Sabtu, 17 Oktober 2026
Foto: proses pendinginan kebakaran lahan di sekitar TPA Cipeucang | Dok. Tangerangupdate.com

Lahan Ilalang di Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Terbakar, Api Padam dalam Sejam

Jumat, 16 Oktober 2026
Foto : Istimewa

Bedolan Pamarayan Kembali Digelar, Bupati Serang Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan

Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp