Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 12 Juli 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Banten

Ironi, Tunjangan Rumah dan Transportasi DPRD Lebak Capai Rp21,4 Miliar, Bantuan Perbaikan Rumah Warga Miskin Hanya Rp5,34 Miliar

Redaksi TU
Redaksi TU
Minggu, 12 Juli 2026 | 23:38 WIB
SHARE

Kabupaten Lebak – Alokasi anggaran untuk tunjangan perumahan dan transportasi 50 termasuk pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lebak dalam APBD Tahun Anggaran 2026 mencengangkan.

Berdasarkan Peraturan Bupati Lebak Nomor 59 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Lebak menganggarkan Rp11.478.793.184 untuk tunjangan perumahan DPRD dan Rp9.960.000.000 untuk tunjangan transportasi DPRD. Total anggaran kedua pos tersebut mencapai Rp21.438.793.184.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Besarnya anggaran tersebut berbanding terbalik dengan alokasi bantuan bagi masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lebak hanya menganggarkan program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) untuk 267 unit rumah dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit, sehingga total anggarannya mencapai sekitar Rp5,34 miliar.

Kepala Bidang Perumahan pada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Lebak, Helmi Arief Gunawan, mengatakan kebutuhan penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Lebak masih cukup besar berdasarkan hasil pendataan terakhir.

“Hasil pendataan tahun 2025, jumlah rumah di Kabupaten Lebak sebanyak 366.275 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 63.763 rumah atau 17,41 persen dalam kondisi rusak sedang, sedangkan 24.341 rumah atau 6,65 persen mengalami rusak berat,” kata Helmi.

BACA JUGA:  Dugaan Mark-up Pengadaan Keran Wastafel Dinkes Tangsel Dilaporkan ke Kejari, Aktivis Minta Selidiki Temuan BPK

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah belum mampu menangani seluruh rumah yang membutuhkan perbaikan.

“Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan penanganan melalui Bantuan Stimulan Rumah Swadaya sebanyak 267 unit rumah yang tersebar di 28 kecamatan dan 104 desa,” ujarnya.

Jika dibandingkan, anggaran tunjangan perumahan dan transportasi DPRD yang mencapai Rp21,44 miliar hampir empat kali lipat lebih besar dibandingkan anggaran BSRS yang hanya Rp5,34 miliar.
Perbandingan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas belanja daerah di tengah masih tingginya jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemwrintah Nomor 1 Tahun 2023, pemberian tunjangan perumahan dan transportasi bagi pimpinan maupun anggota DPRD memang diperbolehkan.

Namun, penetapan besarannya harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, asas kepatutan, kewajaran, serta mengacu pada hasil penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan masih terdapat 88.104 rumah yang masuk kategori rusak sedang dan rusak berat di Kabupaten Lebak.

BACA JUGA:  Kota Tangerang Dominasi POPDA XII Banten 2026, Emas Tembus 90

Dengan kemampuan penanganan yang hanya 267 unit rumah pada tahun 2026, masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara kebutuhan masyarakat dan kapasitas intervensi pemerintah daerah.

Besarnya alokasi anggaran untuk fasilitas pejabat publik dibandingkan dengan bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah diperkirakan akan menjadi perhatian publik.

Transparansi mengenai dasar penghitungan tunjangan DPRD serta arah kebijakan prioritas belanja APBD dinilai penting agar penggunaan keuangan daerah tetap memenuhi prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Diwaktu terpisah peneliti dari RIGHTS (Research Public Policy & Human Rights), Andi Maulana, menilai besarnya anggaran tunjangan DPRD di tengah minimnya bantuan rumah tidak layak huni merupakan ironi yang sulit diterima akal sehat publik.

“Rakyat diminta bersabar karena anggaran terbatas, tetapi untuk fasilitas pejabat justru tersedia puluhan miliar. Ini ironi yang menyakitkan rasa keadilan masyarakat,” kata Andi.

Menurutnya, legalitas pemberian tunjangan tidak bisa dijadikan tameng untuk mengabaikan rasa keadilan dan keberpihakan terhadap masyarakat.


“Sesuatu yang legal belum tentu etis. APBD seharusnya lebih dulu menjamin hak dasar warga daripada mempertebal kenyamanan para pejabat,” ujarnya. Minggu (12/07).

BACA JUGA:  Benyamin Davnie Akui Pemkot Tangsel Gelontorkan Hampir Rp20 Miliar untuk Sewa Mobil Dinas, Klaim Lebih Efisien

Andi menegaskan, di saat masih ada lebih dari 88 ribu rumah dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat, pemerintah daerah seharusnya lebih peka dalam menentukan prioritas belanja.

“Kalau rumah rakyat dibiarkan rapuh sementara rumah dan transportasi pejabat dijamin nyaman, wajar kalau publik menilai APBD sedang kehilangan orientasi. Anggaran harus berpihak kepada rakyat, bukan hanya memanjakan elite,” tegasnya.

Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak membuka secara transparan kajian yang menjadi dasar penetapan tunjangan tersebut.

“Jangan hanya berlindung di balik aturan. Buka dasar perhitungannya agar masyarakat bisa menilai apakah anggaran itu benar-benar patut, wajar, dan sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkas Andi.

TAGGED:bantenDPRD Lebakkabupaten lebak
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Ironi, Tunjangan Rumah dan Transportasi DPRD Lebak Capai Rp21,4 Miliar, Bantuan Perbaikan Rumah Warga Miskin Hanya Rp5,34 Miliar

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan, Herman Susilo / Dok. TU

Pemkot Tangsel Klaim Sewa Kendaraan Dinas Hemat Rp8 Miliar, Tak Lagi Tanggung Biaya Servis hingga Pajak

Foto : ilustrasi / Freepik

Dugaan Mark-up Pengadaan Keran Wastafel Dinkes Tangsel Dilaporkan ke Kejari, Aktivis Minta Selidiki Temuan BPK

Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery

Benyamin Davnie Akui Pemkot Tangsel Gelontorkan Hampir Rp20 Miliar untuk Sewa Mobil Dinas, Klaim Lebih Efisien

Bantuan air bersih untuk warga Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu | Dok. Istimewa

Efek Kemarau Mulai Terasa, Warga Kranggan – Setu Antre Bantuan Air

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. | Dok. Parlementaria (Vino)

DPR Desak Usut Tuntas Korupsi Batubara Tanpa Tebang Pilih

Berita Terkait

Atlet judo Kota Tangerang merayakan kemenangan usai memastikan gelar juara umum di POPDA Banten 2026. | Dok. Dispora Kota Tangerang
Banten

Kota Tangerang Dominasi POPDA XII Banten 2026, Emas Tembus 90

Foto: pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional | Tangerangupdate.com
Banten

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Serang Stabil Pasca Idul Adha 2026, Tomat Naik Tipis

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah saat di wawancarai oleh Wartawan di Kp3b / Foto : Dok. TU
Banten

Wagub Banten Akui Pembayaran PKB di Luar RKUD, Akademisi: Berpotensi Ilegal

Kondisi rumah warga pasca roboh usai diterjang angin kencang disertai hujan deras di Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Dua Rumah Warga Kabupaten Tangerang Roboh Diterjang Angin Kencang, Satu Remaja Terluka

Banjir di Kelurahan Petir Merendam 700 KK ketinggian air mencapai 1,8 Meter
Kota Tangerang

Banjir 1,8 Meter Rendam Kampung Candulan Cipondoh, 700 KK Terdampak

Polisi datangi TKP pasca keributan di kedai minuman Tigaraksa, dekat kantor Bupati Tangerang
Kab Tangerang

Polisi Selidiki Keributan Pria Diduga Mabuk di Kedai Minuman Dekat Kantor Bupati Tangerang

Tersangka Maskuri Terduga Pencabulan Bersama Tim Kejari Banten / Foto : Istimewa
Banten

Buron Setahun, Terpidana Kasus Pencabulan Anak di Tangsel Ditangkap di Tegal

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang Provinsi Banten Saat Sidang Pada Terdakwa/ Foto : Ist
Banten

Tukang Ojek Hingga Karyawan Swasta di Tangsel Jadi Korban Pencatutan KUR Fiktif Bank BTN, Kerugian Negara Rp13 Miliar

Jangan Lewatkan

Foto : Dok. Tangerangupdate.com

Tiga Gudang di Taman Tekno BSD Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Gudang Power Bank

Rabu, 8 Juli 2026
Foto: istimewa

Baru Bebas Sebulan, Residivis Kembali Ditangkap Usai Curi motor di Kunciran

Sabtu, 11 Juli 2026
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan, Herman Susilo / Dok. TU

Pemkot Tangsel Klaim Sewa Kendaraan Dinas Hemat Rp8 Miliar, Tak Lagi Tanggung Biaya Servis hingga Pajak

Minggu, 12 Juli 2026
Dok. Tanggerangupdate.com

72 Warga Alami ISPA Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin

Senin, 6 Juli 2026
Bantuan air bersih untuk warga Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu | Dok. Istimewa

Efek Kemarau Mulai Terasa, Warga Kranggan – Setu Antre Bantuan Air

Minggu, 12 Juli 2026
Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat di Wawancarai di Gedung Pemkot Tangsel/ Foto: Fery

Benyamin Davnie Akui Pemkot Tangsel Gelontorkan Hampir Rp20 Miliar untuk Sewa Mobil Dinas, Klaim Lebih Efisien

Minggu, 12 Juli 2026
Foto: istimewa

Diduga Curi 6 Laptop Sekolah di Setu, si Buluk Dicokok Polisi Setelah 3 Bulan Sembunyi

Jumat, 10 Juli 2026
Foto: Asap kebakaran menyelimuti TPA Jatiwaringin | Dok. Tangerangupdate.com

WALHI: Kepala DLH Harus Dicopot usai Kebakaran TPA Jatiwaringin

Senin, 6 Juli 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp