Tangerangupdate.com – SMK Letris Indonesia, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihebohkan dengan dugaan “childgroming”.
Diketahui, childgrooming adalah tindakan manipulasi psikologis yang dilakukan oleh orang dewasa (predator) untuk membangun hubungan emosional dan kepercayaan dengan seorang anak atau remaja.
Kasus ini menjadi perbincangan setelah sejumlah siswa mengaku mengetahui adanya kasus tersebut kedekatan khusus antara kepala sekolah dengan siswi di sekolah tersebut.
Informasi mengenai dugaan tersebut jadi perbincangan di kalangan siswa usai kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang digelar pada 7 Mei 2026.
Sejumlah siswa kemudian mulai menyampaikan kesaksian dan membagikan dugaan bukti terkait hubungan tersebut melalui media sosial.
Salah seorang siswa yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan bahwa isu tersebut sebenarnya sudah lama terdengar di lingkungan sekolah. Namun, menurutnya, sebelumnya belum banyak siswa yang berani berbicara secara terbuka.
“Kasus seperti ini sebenarnya sudah lama dibicarakan. Dulu pernah ada yang mencoba speak up, tapi tidak terlalu digubris,” ujar siswa tersebut kepada Tangerangupdate.com, Kamis 14 Mei 2026.
Ia menyebut, dugaan kasus itu kembali mencuat setelah kegiatan pelepasan siswa ke Dieng dan Yogyakarta. Menurut pengakuan sejumlah siswa, kepala sekolah disebut terlihat sering bersama korban selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, para siswa juga menuding adanya perlakuan khusus terhadap korban yang dekat dengan kepala sekolah, seperti bantuan pembayaran SPP hingga biaya kegiatan sekolah.
Sumber lain menyebut sejumlah guru disebut telah mengetahui isu tersebut dan melakukan pengawasan terhadap kepala sekolah yang bersangkutan.
“Para guru selalu mantau dan awasin kepsek tersebut, karna di tahun-tahun sebelumnya ini selalu diam-diam, tetapi di tahun ini (kepala sekolah) sangat terang-terangan,” paparnya.
Menanggapi isu yang berkembang, pihak SMK Letris Indonesia 2 melalui akun Instagram resminya menyampaikan pernyataan terkait langkah yang telah diambil yayasan dan manajemen sekolah.
Dalam pernyataan tersebut, pihak sekolah menyebut kepala sekolah yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya guna mendukung proses investigasi internal.
Pihak yayasan juga mengaku telah membentuk tim khusus untuk mendalami fakta-fakta terkait dugaan tersebut. Investigasi disebut dilakukan secara menyeluruh dan mendalam sesuai aturan hukum serta kode etik pendidikan yang berlaku.
“Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya,” tulis pernyataan akun Instagram @/letrispamulangofficial, dikutip Kamis 14 Mei 2026.
Selain melakukan investigasi internal, pihak sekolah juga mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menentukan langkah dan kebijakan lanjutan.
“Yayasan telah membentuk tim khusus untuk mendalami fakta-fakta yang ada. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara adil, tegas, dan sesuai dengan aturan hukum serta kode etik pendidikan yang berlaku,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepala sekolah yang bersangkutan terkait dugaan tersebut.
Reporter: Rhomi
