Tangerangupdate.com – Pedagang hewan kurban jenis domba mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Menurut para pedagang, penjualan domba tahun ini menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi masyarakat disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan daya beli hewan kurban melemah.
Salah seorang pedagang domba, Andi, mengatakan hingga dua hari menjelang Iduladha, jumlah domba yang terjual baru mencapai belasan ekor. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya penjualan bisa menembus lebih dari 40 hingga 50 ekor.
“Sejauh ini masih agak berkuranglah seperti tahun-tahun yang udah gitu kan, tahun ini mah. Ya mungkin dari faktor keuangannya juga,” ujar Andi saat ditemui di lokasi penjualan hewan kurban.
Tahun ini Andi membawa sekitar 53 ekor domba ke lapaknya, lebih sedikit dibanding biasanya yang mencapai hampir 80 ekor.
Ia mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya stok hewan kurban biasanya terus ditambah saat memasuki pekan terakhir menjelang Iduladha. Namun, karena penjualan masih lambat dan sekitar 30 ekor domba masih tersisa, ia memutuskan tidak menambah stok
“Biasanya kita tuh kurang dari 1 minggu aja, kita pasti ada penambahan, ini enggak. udah pasti nambah terus. Ini juga pasti ditambah kita saungnya. Berhubung ini masih banyak nih di depan, sekitar 30 ekoran lagi saya (jadi enggak ditambah),” katanya.
Dari sisi harga, domba yang dijual bervariasi tergantung ukuran dan bobot hewan. Harga termurah dibanderol sekitar Rp3 juta per ekor, sementara domba berukuran besar dijual hingga Rp7 juta sampai Rp8 juta per ekor.
Meski harga hewan kurban dari peternak mengalami kenaikan menjelang Iduladha, Andi mengaku belum menaikkan harga jual di lapaknya demi menjaga minat pembeli.
“Harga mah udah pasti naik terus kalau kita minta (pesan) terus ke sana (Cianjur – Garut). Tapi kan kita sempat nahan juga, mestinya kan di sini masih banyak gitu kan,”
Di sisi lain, pedagang sapi kurban mengaku penjualan tahun ini justru mengalami peningkatan. Pedagang bernama Komar mengatakan permintaan sapi meningkat hingga sekitar 80 persen dibandingkan sebelumnya.
“Alhamdulillah peningkatannya bagus tahun ini. Kalau sapi meningkat, tapi kalau domba memang menurun,” ujar seorang pedagang sapi.
Pedagang tersebut menjual tiga jenis sapi kurban, yakni limosin, PO, dan kupang. Hewan-hewan tersebut didatangkan dari sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatra.
Meski enggan membeberkan angka penjualan dan harga secara rinci, ia mengaku sekitar 50 persen stok sapi yang tersedia telah terjual. Penjualan didominasi pembeli perorangan.
Menurutnya, seluruh sapi yang dijual juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait guna memastikan kondisi hewan sehat dan layak dijadikan hewan kurban.
“Kalau untuk Dinas Kesehatan, itu kesehatan aja. Sapi sehat atau enggaknya, ya kan? Dari fisik, gitu,” pungkasnya.
Reporter: Rhomi
