Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Kamis, 22 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Pengembang Graha Raya Diduga Tutup Akses Jalan Warga dengan Tembok

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:59 WIB
Jalan warga diduga ditutup sepihak Graha Raya di RT 04/05, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate.com
Jalan warga diduga ditutup sepihak Graha Raya di RT 04/05, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate.com
SHARE

Tangerangupdate.com – Dugaan konflik lahan antara warga dan pengembang Graha Raya terjadi di RT 04/05, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Akibat perselisihan tersebut, tujuh kepala keluarga (KK) dilaporkan hampir terisolir karena akses jalan mereka ditutup tembok oleh pengembang.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurut keterangan salah satu warga, konflik memuncak sejak Jumat, 17 Oktober 2025, saat pengembang mencoba menutup rumah warga dengan tembok berlin secara sepihak.

“Kemarin di sini tiba-tiba mau ditutup. Sedangkan jalan saya beli tahun 2002. Jalan dua meter punya saya, beli. Tau-taunya kemarin mau diberlin sepihak (gerbang) saya,” kata salah satu warga menceritakan konflik yang mereka alami, kepada Tangerangupdate.com, Senin 20 Oktober 2025.

Mereka menuturkan bahwa akses jalan utama selebar dua meter yang mereka gunakan selama ini adalah lahan yang telah dibeli warga sejak tahun 2002.

Total ada sekitar 10 bangunan rumah, termasuk empat petak kontrakan yang terdampak langsung oleh penutupan akses ini. Warga mengaku sangat tertekan dan merasa dipermainkan oleh pengembang.

BACA JUGA:  Proyek Penanganan Kawasan Kumuh Tangsel Diduga Dikorupsi

“Kita dicuekin banget. Bilangnya apa, pas kemarin datang, ibu bongkar aja rumahnya bawa,” kata warga menurunkan ucapan pengembang. “Di sini kan tempatnya strategis, gak banjir, lah terus kita disuruh pergi,” tambahnya.

Upaya Negosiasi yang Ditolak Pengembang

Warga juga mengungkapkan telah mencoba mengajukan ganti rugi, namun proses negosiasi selalu gagal mencapai kesepakatan. Pengajuan awal warga sebesar Rp10 juta per meter persegi, yang mencakup ganti rugi lahan dan bangunan, ditolak oleh pengembang.

​Selain penawaran uang, sempat ada opsi tukar guling dari pihak pengembang, namun opsi tersebut juga ditolak warga karena dianggap merugikan.

“Kita nolak. Kalau tukar guling, rugi, rumahnya cuma satu lantai saja, atasnya (lantas atas) gak dihitung. Secara hitung-hitungan gak masuk akal. Lokasinya juga kita belum tau di mana,” terangnya.

Dugaan Pembayaran yang Tidak Penuh

​Warga juga menyoroti adanya dugaan praktik pembayaran yang tidak penuh terhadap beberapa rumah yang sudah dibebaskan. Ia menyebutkan, ada salah satu rumah di sekitar lokasi yang dibayarkan hanya setengah dari nilai kesepakatan.

BACA JUGA:  Siswa SD Hampir Terjatuh dari Jendela Sekolah di Pamulang

“Di situ sudah ada yang dibayarin, rumahnya. Karena sertifikatnya masih satu sama rumah sebelahnya. Dia dapat. Tapi dibayarnya setengah dulu. Sisanya pas selesai dia bongkar rumahnya sendiri,” pungkasnya.

​Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat memediasi konflik ini, mengingat jalan yang terancam ditutup merupakan akses umum yang bahkan sempat diaspal oleh kelurahan, dan menjadi urat nadi bagi warga di lingkungan tersebut.

Ketua RT 04, Udin mengklaim sudah mengetahui konflik yang dialami sejumlah warga dengan pengembang Graha Raya tersebut.

Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui tentang penutupan akses warga dengan tembok tersebut. “Kalau masalahnya saya sudah tahu. Tapi kalau temboknya belum,” katanya saat ditemui di sekitar lingkungan warga.

Terpisah, Sekretaris Kelurahan Pondok Kacang Barat, Afgan Yuniar bahkan tidak mengetahui sedikitpun tentang konflik tersebut.

Ia mengaku belum mendapat laporan warga terkait hal itu. “Saya tidak tahu,” jelasnya singkat.

Kantor berita Tangerangupdate.com telah mengkonfirmasi tentang dugaan penutupan akses jalan warga sepihak kepada pengembang Graha Raya. Namun hingga kini, belum ada penjelasan apapun terkait hal tersebut.

Editor & Reporter
Editor: Jupry Nugroho
TAGGED:tangerang selatan
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto: aksi massa HmI Cabang Ciputat | Dok. istimewa

HMI Cabang Ciputat Desak Menteri Perhutanan Dicopot

Foto: Kepala Kanwil Kemenkum Banten, Hadiyanto | Dok. Tangerangupdate.com

Kemenkum Banten Dorong Mahasiswa Berwirausaha, Perseroan Perorangan Jadi Solusi

Presiden Prabowo Subianto | Foto : Kantor Staff Presiden RI

Ekonomi Rumah Tangga Tertekan, Warga Minta Pemerintahan Prabowo-Gibran Lebih Peka

Sabak Bernam Parlemen Malaysia yang kritik Prabowo pakai Bahasa Jawa / Dok. Ist

Anggota Parlemen Malaysia Sampaikan Pesan kepada Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Lahan Tambang di Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Lebak/ Dok. M.Iqbal

RTRW Lebak Disorot, Zonasi Tambang Bersinggungan dengan Kawasan Rawan Bencana

Foto: istimewa

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM

Berita Terkait

Prose pengupasan atau scraping Jalan Rawa Buntu oleh Bina Marga Tangsel/ Dok. TU
Kota Tangsel

Perbaikan Jalan Rawa Buntu Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Foto: Lokasi TPST Abu & Co/Dok. TU
Kota Tangsel

Akademisi UI Peringatkan Bahaya Sampah Covid yang Berada di TPST Abu & Co Temuan PPLH

Foto: proses pendinginan kebakaran lahan di sekitar TPA Cipeucang | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Lahan Ilalang di Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Terbakar, Api Padam dalam Sejam

Foto: ilustrasi/freepik
Kota Tangsel

Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Dugaan Praktik Percaloan di UPTD PKB Tangsel Mencuat, Oknum Ngaku Bisa Pangkas Antrean

Kepolisian mensterilkan area bangunan terdampak serta menerjunkan unit teknisi bom guna melakukan olah TKP dan mengusut penyebab pasti ledakan yang menewaskan dua orang di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026) malam. | Dok. Tangerangupdate
Kota Tangsel

Dua Tewas Usai Ledakan Guncang Pasar Cimanggis

Proyek Pedestarian di Jalan Serpong Raya Milik Pemprov Banten makan Korban / Dok. TU
Kota Tangsel

Proyek Pedestarian Milik Pemprov Banten di Serpong Makan Korban

Kabel menjuntai di Jalan Purnawarman terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel / Dok. TU
Kota Tangsel

Omong Kosong Penataan Kabel Semrawut di Tangsel, Jadi Bahan Pencitraan Belaka

Jangan Lewatkan

Foto: ilustrasi/freepik

Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Jumat, 16 Oktober 2026
Lahan Tambang di Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Lebak/ Dok. M.Iqbal

RTRW Lebak Disorot, Zonasi Tambang Bersinggungan dengan Kawasan Rawan Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026
Sekertaris GP Ansor Tangsel saat Media Ghatering Ansor Fest / Dok. TU

GP Ansor Tangsel Gelar Ansor Fest 2026, Hadirkan Ruang Kreativitas Anak Muda

Kamis, 15 Oktober 2026
Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Sabtu, 17 Oktober 2026
Foto: Pengamat sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah | Dok. Pribadi/trubus_r

Kasus Dugaan Pengabaian Laporan Matel Cikupa, Guru Besar Trisakti Minta Propam Usut Polsek

Jumat, 16 Oktober 2026
Prose pengupasan atau scraping Jalan Rawa Buntu oleh Bina Marga Tangsel/ Dok. TU

Perbaikan Jalan Rawa Buntu Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Selasa, 20 Oktober 2026
Foto : Istimewa

Bedolan Pamarayan Kembali Digelar, Bupati Serang Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan

Sabtu, 17 Oktober 2026
Sabak Bernam Parlemen Malaysia yang kritik Prabowo pakai Bahasa Jawa / Dok. Ist

Anggota Parlemen Malaysia Sampaikan Pesan kepada Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Kamis, 22 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp