Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 7 September 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota TangerangKota TangselMetropolitanTangerang Raya

Pemkot Tangerang Miliki Tayo dan Si Benteng Sebagai Transportasi Publik, Bagaimana Dengan Tangsel?

Juno
Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:21 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (12/10/2021) | Tangerang Selatan — Transportasi Publik menjadi kebutuhan para masyarakat urban seperti yang ada di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, kemudahan dan kenyamanan mutlak menjadi syarat Agar transportasi publik digunakan oleh masyarakat.

Seperti yang ada Kota Tangerang, hari ini memiliki dua jenis transportasi publik yang mudah dan nyaman untuk masyarakat, yaitu Si Benteng dan Bus Rapid Transit (BRT) atau Tangerang Ayo (Tayo). 

Meskipun sempat sepi peminat, justru Si Benteng dan Bus Tayo sekarang cukup menjadi primadona masyarakat Kota Tangerang yang ingin berpergian, atau sekedar berkeliling kota dengan memanfaatkan transportasi yang terintegrasi tersebut.

Bagaimana Dengan Kota Tangerang Selatan?

Pada tahun 2015 Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perhubungan yang pada saat itu masih menjadi satu dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) mencoba membenahi sistem sistem transportasi pada Mei 2015, dengan me-launching transportasi massal yang dirancang untuk melayani masyarakat.

Fokusnya tidak lagi pada angkutan kota (angkot) berkapasitas kecil, melainkan angkutan massal seperti Busway di DKI Jakarta. Mengutip dari merdeka.com pengoperasian bus Trans Anggerak Circle Line berguna untuk meningkatkan layanan transportasi massal yang menghubungkan seluruh stasiun kereta api di Kota Tangerang Selatan dan yang nantinya akan terintegrasi ke Bandara Soekarno-Hatta.

Lima armada Trans Anggrek Circle Line direncanakan melayani tiga perjalanan dari delapan koridor. Seperti menyusuri Jalan Pondok Cabe, Jalan RE Martadinata, Jalan Ir H Djuanda, Jalan Prabu Siliwangi, Jalan Benda Raya, Jalan Ciater Raya, Jalan Rawa Buntu-Buaran. Rute-rute tersebut merupakan tempat pusat pemerintahan, sentra bisnis, dan stasiun kereta api. Bus ini menjadi shuttle bus bagi warga untuk bepergian ke sekolah, perkantoran dan stasiun kereta api.

Tidak Efektif

Pada tahun kedua yaitu lima bus circle line milik Pemkot Tangsel yang diberi nama Trans Anggrek menghadapi berbagai kendala, mulai dari sepi penumpang sampai anggaran, bahkan data yang dikutip dari Media Indonesia kelima bus Trans-Anggrek bahkan tidak beroperasi, hanya terparkir di tepi Jalan Pahlawan Seribu, Serpong. Meskipun telah mendapat subsidi dari Pemkot Tangsel agar beroperasi secara terjadwal untuk mengangkut penumpang.

Selain terbentur anggaran, pihak Pemkot Tangsel melalui Dishubkominfo saat itu mengatakan bahwa layanan bus Trans-Anggrek kurang diminati akibat belum selesainya pembangunan infrastruktur bus, seperti halte di tiap titik pemberangkatan dan kedatangan

Trans Anggrek (Bus Siluman)?

Adanya video yang beredar dalam akun Instagram tangsel_update, Sabtu (23/02/2019) terlihat, bus trans Anggrek berplat merah tersebut tidak menepi ke halte dan mengangkut penumpang yang mencoba memberhentikannya untuk mengunakan transportasi massal tersebut.

Pada video berdurasi 59 detik itu, justru bus tersebut malah mengambil lajur tengah, seakan menghindari penumpang yang berada di salah satu halte yang telah disediakan Pemerintah Kota Tangsel.

Banyak Di Kritik Masyarakat

Kritik muncul dari Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan untuk mengevaluasi proyek Trans Anggrek yang diduga menghabiskan dana APBD sebesar Rp. 1,25 milyar untuk satu unit bus dan jika dijumlahkan dengan 5 bus, maka total yang keluar dari APBD adalah sebesar Rp. 6,25 miliyar.

Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi TRUTH Jupri Nugroho mengatakan, jika angaran tersebut dialokasi untuk Bantuan Opersional Sekolah Daerah (BOSDA) Sekolah Dasar bisa didistribusikan untuk 13 ribu siswa. “Jika Rp6,25 miliyar biaya operasional Trans Anggrek dialihkan untuk BOSDA Sekolah Dasar dengan besaran Rp.480.000 per siswa setiap tahun. Maka anggran tersebut dapat membiayai sekitar 13 ribu siswa,” katanya pada Kamis, (11/5/2017).

BACA JUGA:  Mayat Wanita Ditemukan dalam Drum Mengambang di Sungai Cisadane, Polisi Selidiki
TAGGED:Angkutan Umumkota tangerangkotatangerangSi Bentengtangerang selatantangselTayoTransanggrek
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Ilustrasi anak sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Debu Vulkanik Krakatau / Dok. TU

Dikbud Tangsel Balik Arah, Sekolah Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Imbas Abu Vulkanik, Sekolah di Kabupaten Tangerang Terapkan PJJ Hingga 3 Hari

Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Sekolah di Tangsel Tetap Tatap Muka, Dikbud : Tingkat Kualitas Udara Masih Dapat Diterima

Ilustrasi Pengunaan Masker N95 / Dok. TU

Waspada Abu Vulkanik, Dinkes Tangsel Keluarkan Imbauan Bagi Masyarakat

Warga yang menemukan Mobilnya penuh abu Vulkanik Gunung anak Krakatau/ Dok. TU

BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencakup Banten-Jakarta

Warga Pamulang tunjukan debu yang menempel di Kendaraan depan rumahnya / Foto : Dok. TU

Abu Vulkanik Anak Krakatau Terpantau di Tangsel, Warga Pondok Aren hingga BSD Melapor

Berita Terkait

Ilustrasi Asap Industri/ Sumber : peng3
Kota Tangsel

Nasib Warga Ciputat: Kena Ispa Dampak Asap Usaha Dendeng, Ngadu ke Pemkot Malah Disuruh Sabar

Foto bersama pasca pelantikan empat PPAT di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Empat PPAT Resmi Dilantik Kepala Kantah Kabupaten Tangerang

Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Istimewa
Kota Tangsel

Pendidikan dan Kesehatan Dapat Tambahan, APBD Perubahan Tangsel Capai Rp5,2 Triliun

Foto: Ilustrasi/Istimewa
Kab Tangerang

Gondol 30 Gram Emas, Polsek Sepatan Ciduk Buronan Rumsong

Foto: suasana lorong lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Lantai Dua Pasar Gudang Tigaraksa Kian Sunyi, Pedagang Bertahan Menunggu Pembeli

Foto: istimewa
Kab Tangerang

Ngaku Polisi, Enam Pria Diduga Peras Penjaga Warung di Dadap Kosambi

Ilustrasi Kualitas Udara/ Foto: Istimewa
Kota Tangsel

Prakiraan Cuaca Tangsel Sore Ini, Sabtu 29 Agustus 2026: Cerah hingga Cerah Berawan

Kab Tangerang

Ada Laporan ke Kejari, Aktivis Minta Penghargaan BPR Kerta Raharja Gemilang Dievaluasi

Jangan Lewatkan

Foto: suasana lorong lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com

Lantai Dua Pasar Gudang Tigaraksa Kian Sunyi, Pedagang Bertahan Menunggu Pembeli

Rabu, 2 September 2026
Ilustrasi Asap Industri/ Sumber : peng3

Nasib Warga Ciputat: Kena Ispa Dampak Asap Usaha Dendeng, Ngadu ke Pemkot Malah Disuruh Sabar

Sabtu, 5 September 2026
Foto bersama pasca pelantikan empat PPAT di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Empat PPAT Resmi Dilantik Kepala Kantah Kabupaten Tangerang

Kamis, 3 September 2026
Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Istimewa

Pendidikan dan Kesehatan Dapat Tambahan, APBD Perubahan Tangsel Capai Rp5,2 Triliun

Kamis, 3 September 2026
Warga yang menemukan Mobilnya penuh abu Vulkanik Gunung anak Krakatau/ Dok. TU

BMKG Deteksi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Mencakup Banten-Jakarta

Minggu, 6 September 2026
Foto: Ilustrasi/Istimewa

Gondol 30 Gram Emas, Polsek Sepatan Ciduk Buronan Rumsong

Rabu, 2 September 2026
Ilustrasi anak sekolah sedang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dampak Debu Vulkanik Krakatau / Dok. TU

Dikbud Tangsel Balik Arah, Sekolah Beralih ke PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026
Ilustrasi anak sekolah beraktivitas dengan masker / Dok. TU

Sekolah di Tangsel Tetap Tatap Muka, Dikbud : Tingkat Kualitas Udara Masih Dapat Diterima

Minggu, 6 September 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp