Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 18 Mei 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
BantenKota TangerangTangerang Raya

Ketua Komisi 1 DPRD Banten Tegaskan, Tidak Akan Intervensi Proses Seleksi Calon Komisioner KPID banten

Juno
Minggu, 19 September 2021 | 16:29 WIB
SHARE

Tangerangupdate.com (19/09/2021) | Kota Tangerang — Menanggapi dugaan adanya potensi nepotisme dalam seleksi Calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Banten, Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten H. Asep Hidayat angkat bicara.

Menurutnya seluruh Panitia Seleksi (Pansel) bukan orang Sembarangan karena diisi oleh banyak profesor dan akademisi, selain itu penentuan komisioner bukan mutlak berada pada dirinya selaku ketua komisi 1 DPRD Provinsi Banten.

“Di kpid panselnya itu kan bukan orang orang sembarangan, di sana banyak profesor, nah itu menentukan pansel saja bukan keputusan mutlak dari saya sebagai ketua, itu keputusan kolektif kolegial dan itu sudah dari dulu ada. Itu pun kita ga punya kewenangan untuk intervensi itu, apalagi menentukan pemenang” ucapnya kepada Tangerangupdate.com Sabtu (18/09).

Asep menekankan, ketika dalam pelaksanaan seleksi Calon Komisioner KPID Banten sampai pada tahapan penetapan Komisioner, terbukti adanya penyalahgunaan dan penyimpangan serta adanya intervensi yang dilakukan olehnya ia mempersilahkan di blow up agar masyarakat mengetahui.

“Tidak ada Intervensi, Nanti bisa dilihat pelaksanaannya, kalau sudah terjadi pelanyalahgunaan penyimpanan, karena saya ya, kalo urusan politik kan urusan lobi lobi peserta ya, kalo saya misalkan intervensi, itu namanya kesalahan. Itu boleh diblowup” ujarnya.

Dikatakannya ketika dua anaknya maju mengikuti seleksi calon komisioner KPID Banten tidak perlu dibesar-besarkan, karena masih ada anggota DPRD Banten lainnya yang Keluarganya juga ikut dalam seleksi tersebut.

“Setiap warga negara tanpa terkecuali memiliki hak yang sama dalam mrngikuti seleksi apapun selama payung hukum, aturan ketentuan dan undang undangnya tidak di langgar, banyak hal yg lebih dekat hubungannya lebih juga lebih strategis di jabatan jabatan yang lebih potensial nepotisme dari pimpinan lembaga negara daerah dan lain-lainnya, kok di tanggapi biasa biasa aja kenapa tentang KPID Begitu di tanggapi yg berlebihan” kata politisi partai Demokrat ini.

Diberitakan sebelumnya, Pelaksanan seleksi Calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten disoal oleh masyarakat, hal tersebut terkait adanya dugaan nepotisme dalam seleksi komisioner Lembaga yang mengawasi penyiaran seperti stasiun televisi dan radio ini.

Hal tersebut mencuat setelah beredar surat terbuka kepada Gubernur Banten, Badan kehormatan DPRD Banten serta Panitia Seleksi KPID Banten 2021-2024, adapun isi dalam surat tersebut meminta agar tidak ada praktik nepotisme.

Rahmat Imron yang membuat surat terbuka tersebut menjelaskan bahwa seleksi KPID Banten adalah bagian dari kegiatan penyelenggaraan negara, karena kegiatan ini didanai oleh APBD yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Oleh karena itu kegiatan penyelenggaraan negara, dalam hal ini seleksi KPID Banten harus tunduk dengan asas-asas yang tertuang di dalam Undang-Undang 28 Tahun 1999” ucapnya dalam rilis yang kami terima.

Dirinya menganggap bahwa adanya dugaan potensi praktik nepotisme pada seleksi KPID Banten 2021 yang dilakukan oleh DPRD Provinsi Banten.

“Setelah ditelusuri, ternyata seleksi KPID Provinsi Banten Periode 2021-2024 ditemukan ada dua anak Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Banten H. Asep Hidayat, pertama Mega Ratna Hidayat dan Talitha Almira” tungkasnya.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium
TAGGED:bantenDPRDBantenKomisi 1 DPRD BantenkotatangerangKPID Banten
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Sumber foto: Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang

Ruko Aksesoris Mobil di Sepatan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

Foto: CNNIndonesia

Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan / Dok. Polres Tangsel

Polres Tangsel Bantah Kawal Mediasi Dugaan Child Grooming Kepsek Nonaktif SMK Letris Pamulang

Foto: Ilustrasi/Freepik

Ungkap 52 Kasus di Tangerang, Polisi Bongkar Sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM

Ket.foto : Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo / Foto : Humas Tangsel

Evaluasi Sekda Tangsel Dipersoalkan, Aktivis hingga Akademisi Soroti Dugaan Cacat Administrasi

Foto: Dua rumah di Perumahan Binong Permai, Blok J19 Nomor 24 terbakar diduga akibat penghuni lupa matikan kompor gas | Dok. Istimewa

Dua Rumah di Perumahan Binong Permai Terbakar, Diduga Gegara Lupa Matikan Kompor

Berita Terkait

Dok. TU
Kota Tangsel

Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris Pamulang

QProgram Speak Up yang digelar mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Pamulang (Unpam) di SMKS Nusantara 1 Ciputat / Foto : Istimewa
Kota Tangsel

Mahasiswa Hukum Unpam Gelar Program Speak Up di SMKS Nusantara 1 Ciputat, Siswa Diajak Lawan Bullying

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (tengah) saat menggendong bayi yang diberi nama menggunakan namanya | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Terinspirasi Sosok Bupati Tangerang, Pasangan di Sepatan Beri Nama Anaknya Moch Maesyal Rasyid

Sumber foto: istimewa
Kota Tangsel

Heboh Dugaan Child Grooming di SMK Letris Indonesia Pamulang, Kepsek Dinonaktifkan

Foto: Korban penusukan oleh tetangganya sendiri di kawasan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan
Kota Tangsel

Kisah Pilu Nenek Korban Penusukan di Pondok Aren Tangsel, Pulang dari RS dengan Utang Rp11,2 Juta

Foto: warga menggeruduk kedai minuman yang diduga menyediakan minuman keras dan hiburan di dekat Kantor Bupati Tangerang | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Warga Geruduk Kedai Diduga Jual Miras di Dekat Kantor Bupati Tangerang, Satpol PP Bungkam

Foto: Kepala BKPSDM Kota Tangsel, Wahyudi Leksono | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Temukan ASN Tak Tertib Presensi saat WFH, Ada yang Klaim Dinas Luar

Foto: Ilustrasi/Freepik
Kab Tangerang

Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Mengeluh Digaji Rp65 Ribu per Bulan

Jangan Lewatkan

Foto: PKM Mahasiswa Fakultas Hukuk Universitas Pamulang (UNPAM) di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) | Dok. Istimewa

Mahasiswa Hukum Unpam Gelar Pengabdian Masyarakat Bertema Anti Kekerasan Seksual di PSBR Taruna Jaya 2

Senin, 11 Mei 2026
Ket.foto : Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo / Foto : Humas Tangsel

Evaluasi Sekda Tangsel Dipersoalkan, Aktivis hingga Akademisi Soroti Dugaan Cacat Administrasi

Minggu, 17 Mei 2026
Foto: Potret kendaraan milik Kabag Kesra Sekda Kota Tangsel, Rizkiyah, di balik lindungan kanopi yang diduga dibangun di tembok SMA | Dok. Tangerangupdate.com

Bikin Kanopi di Tembok Sekolah untuk Parkir Mobil dan di Jalan Umum, Kabag Kesra Tangsel: Itu Hal Lumrah

Senin, 11 Mei 2026
Foto: CNNIndonesia

Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei

Minggu, 17 Mei 2026
Dok. TU

Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris Pamulang

Jumat, 15 Mei 2026
Sumber foto: Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang

Ruko Aksesoris Mobil di Sepatan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

Minggu, 17 Mei 2026
Foto : Yayasan Bina Griya Karya kemalingan sejumlah alat musik Hilang | Dok. TU

Sekolah Berkebutuhan Khusus di Pondok Aren Dibobol Maling, Sejumlah Alat Musik Raib Digasak

Senin, 11 Mei 2026
Foto: Korban penusukan oleh tetangganya sendiri di kawasan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan

Kisah Pilu Nenek Korban Penusukan di Pondok Aren Tangsel, Pulang dari RS dengan Utang Rp11,2 Juta

Kamis, 14 Mei 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp