Tangerangupdate.com Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong koperasi agar berkembang menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan sekaligus ikut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Koperasi Award di Tangerang Selatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana seleksi, evaluasi, dan pembinaan koperasi agar semakin profesional dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pelaksanaan Koperasi Award memiliki dasar dari Peraturan Menteri Koperasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bukti keseriusan Pemkot Tangsel dalam memperkuat sektor koperasi, termasuk Koperasi Kelurahan Merah Putih.
“Ini adalah salah satu bukti bahwa Tangerang Selatan serius mengurusi koperasi, termasuk Koperasi Kelurahan Merah Putih,” kata Benyamin, Jumat (14/8/2026).
Bukan Sekadar Penghargaan
Benyamin menilai Koperasi Award memiliki nilai lebih karena proses penilaian tidak berhenti pada menentukan koperasi terbaik. Para juri juga memberikan evaluasi terhadap kekurangan masing-masing koperasi serta masukan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha.
Ia menyebut, dua juri yang terlibat memiliki pengalaman dalam pengelolaan koperasi. Salah satunya, Ida, disebut pernah mengelola koperasi dengan omzet hingga miliaran rupiah. Sementara juri lainnya, Indoyama, berasal dari Kementerian Koperasi.
Menurut Benyamin, koperasi yang berhasil meraih peringkat terbaik nantinya tidak hanya menjadi penerima penghargaan. Mereka juga dapat menjadi contoh atau tolok ukur bagi koperasi lain yang mengikuti penilaian pada tahun-tahun berikutnya.
“Nanti juara 1, 2, 3 tidak ikut lagi dalam tahun berikutnya, tapi dia akan menjadi pembanding nanti. Untuk jadi benchmark bagi koperasi-koperasi yang dinilai,” ujarnya.
SDM dan Kepercayaan Jadi Kunci
Benyamin menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kepercayaan antaranggota.
Ia menjelaskan, koperasi memiliki karakter berbeda dengan perseroan. Jika perseroan menghimpun modal, koperasi menghimpun anggota. Karena itu, kepercayaan menjadi salah satu fondasi utama agar koperasi dapat berjalan secara sehat.
Selain membangun organisasi yang kuat, koperasi juga dituntut mampu membaca peluang usaha. Menurut Benyamin, prinsip kesejahteraan anggota tetap harus berjalan beriringan dengan kemampuan koperasi menghasilkan keuntungan.
“Bisnis bagaimanapun koperasi tetap harus untung, harus menguntungkan. Makanya harus jeli untuk mencari peluang bisnis yang menguntungkan dan kemudian menjadi bagian kesejahteraan dari anggotanya,” katanya.
Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tangsel
Pemkot Tangsel berharap perkembangan koperasi tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Benyamin mengatakan, pertumbuhan ekonomi Tangerang Selatan selama ini banyak didorong oleh investasi dari sektor di luar APBD. Karena itu, semakin kuatnya koperasi diharapkan dapat menjadi tambahan kekuatan dalam menjaga dan meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan dengan tumbuhnya koperasi, baik koperasi pemerintah, Koperasi Merah Putih, koperasi apa saja yang tumbuh di Tangerang Selatan, ini nanti akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Tangerang Selatan,” tuturnya.
Melalui Koperasi Award, Pemkot Tangsel tidak hanya mencari koperasi terbaik, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem koperasi yang sehat, profesional, adaptif terhadap peluang bisnis, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota.
Dengan penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, serta kemampuan membaca peluang usaha, koperasi diharapkan dapat mengambil peran lebih besar sebagai salah satu penggerak ekonomi Tangerang Selatan.
