Tangerangupdate.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan menargetkan penyaluran bantuan peningkatan sarana dan prasarana untuk 115 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) pada tahun 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan angka partisipasi sekolah (APS) jenjang PAUD dalam program wajib belajar 13 tahun.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dikbud Kota Tangsel, Rizkia Fitria, mengatakan program peningkatan sarana dan prasarana PAUD telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan 2025–2029.
“Target tahun 2026 ada total 115 satuan lembaga pendidikan. Pada anggaran murni sudah dialokasikan dan sisanya akan dilanjutkan melalui anggaran perubahan,” kata Rizkia saat ditemui di kantornya, dikutip (30/7/2026).
Menurut Rizkia, pada APBD murni 2026 bantuan telah direalisasikan kepada 72 lembaga PAUD. Sementara lembaga penerima bantuan dipilih berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pengawas dan penilik Dikbud Tangsel.
Bantuan yang diberikan meliputi mebeler dan alat peraga edukasi, seperti meja dan kursi untuk anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, serta berbagai perlengkapan pembelajaran lainnya.
“Dikbud Tangsel memiliki pengawas untuk lembaga pendidikan formal dan penilik untuk lembaga nonformal. Mereka memastikan kelayakan lembaga yang akan menerima bantuan program,” ujarnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar pada tahun 2026.
Rizkia berharap peningkatan kualitas sarana dan prasarana PAUD dapat mendorong lebih banyak anak usia dini mengikuti pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Dengan dukungan sarana dan prasarana, kami berharap angka partisipasi sekolah pada jenjang PAUD dalam program wajib belajar 13 tahun dapat terus meningkat. Saat ini APS PAUD sudah berada di kisaran 90 persen, namun kami tetap berupaya mendorongnya hingga mencapai angka maksimal,” tuturnya.
