Tangerangupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas yang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Paparan suhu udara tinggi dalam waktu lama dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke yang merupakan kondisi kegawatdaruratan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan masyarakat perlu mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan akibat cuaca panas agar dapat segera melakukan penanganan.
“Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera berpindah ke tempat teduh, mendinginkan tubuh menggunakan kain atau spons basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya, memperbanyak minum air putih, serta beristirahat,” kata dr. Allin.
Menurutnya, gejala yang perlu diwaspadai meliputi keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar, kulit pucat, kram pada kaki atau perut, mual, pusing, hingga frekuensi buang air kecil yang berkurang dengan warna urin kuning pekat.
Jika kondisi tidak membaik atau justru semakin berat, warga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 500.8.5.4/3920/DINKES/2023 tentang Antisipasi Puncak Musim Kemarau dan Dampak El Nino sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Dinkes Tangsel mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih dan tidak menunggu hingga merasa haus. Warga juga disarankan menghindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis yang dapat mempercepat dehidrasi.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menggunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan berwarna terang, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB saat suhu udara cenderung paling tinggi.
Dinkes juga mengingatkan agar tidak meninggalkan siapa pun di dalam kendaraan yang terparkir, menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan, dan memakai masker ketika kualitas udara menurun untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dr. Allin menambahkan, musim kemarau tidak hanya berdampak pada meningkatnya suhu udara, tetapi juga dapat menyebabkan penurunan kualitas udara dan keterbatasan ketersediaan air bersih yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) guna memantau potensi peningkatan kasus ISPA, diare akut, dan demam berdarah dengue (DBD), sekaligus memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan.
Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala akibat cuaca panas yang tidak kunjung membaik agar dapat memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.
