Tangerangupdate.com – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, memastikan dana penyertaan modal untuk rencana pembentukan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pasar sudah lebih dulu dititipkan dan tersedia di PT Perseroda Investasi Tangerang Selatan (PITS).
Dengan begitu, kebijakan efisiensi anggaran yang belakangan memangkas sejumlah kegiatan pemerintah tidak akan berpengaruh terhadap rencana suntikan modal bagi Perseroda baru tersebut.
Hal itu disampaikan Benyamin saat diwawancarai awak media di sela rapat pimpinan pembahasan finalisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pembentukan Perseroda Pasar, Kamis (13/8/2026).
“Uang sudah ada, di PITS. Jadi sejak awal uangnya memang sudah ada di PITS. Jadi enggak terpengaruh dengan soal efisiensi,” kata Benyamin menjawab pertanyaan wartawan soal dampak efisiensi anggaran terhadap rencana penyertaan modal.
Gabungan APBD dan Keuntungan Usaha PITS
Benyamin menjelaskan, dana yang telah dititipkan di PITS tersebut merupakan gabungan antara penyertaan modal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang memang sudah dialokasikan sejak awal, serta akumulasi keuntungan usaha yang diperoleh PITS selama ini.
Meski begitu, Benyamin mengaku belum hafal jumlah pasti anggaran yang sudah dititipkan tersebut dan akan memastikannya kemudian. Penitipan dana itu, kata dia, sudah berlangsung sejak tahun lalu, meski proses pembentukan Perseroda memakan waktu lebih panjang dari target awal.
“Ya nanti begitu Perseroda ini jadi Perda, direksinya ada, delegasi kewenangan, personel kita pindahkan, maka anggaran juga akan mengikuti,” ujarnya.
Anggaran tersebut baru akan resmi dialihkan dan dikelola oleh Perseroda Pasar setelah Perda disahkan, direksi terbentuk, dan proses delegasi kewenangan serta perpindahan personel rampung.
Wacana Perluasan ke Sektor Parkir dan Pengujian Kendaraan
Di luar sektor pasar, Benyamin membuka wacana perluasan skema Perseroda ke sektor-sektor lain milik Pemkot Tangsel. Ia menyebut pengelolaan perparkiran hingga pengujian kendaraan bermotor berpotensi dialihkan ke badan usaha serupa, meski rencana itu masih memerlukan kajian lebih lanjut sebelum direalisasikan.
“Bukan pasar aja nanti inginnya saya, tapi harus bikin kajian dulu. Yang lain juga bisa kita bentuk Perseroda, parkir misalnya, pengelolaan kendaraan bermotor misalnya, bengkelnya misalnya, bisa saja dibentuk Perseroda,” kata Benyamin.
Ia optimistis, jika delapan pasar tradisional dan tiga pasar modern di Tangsel dikelola secara profesional oleh badan usaha berorientasi bisnis, hasilnya akan lebih baik dari sisi penempatan modal, mekanisme pasar, maupun penyediaan sembilan bahan pokok bagi warga.
Benyamin menegaskan proses seleksi jajaran direksi dan komisaris Perseroda Pasar nantinya akan dilakukan secara terbuka lewat panitia seleksi independen, guna memastikan pengelolaan modal dan aset pasar berjalan profesional dan bebas kepentingan.
