Tangerangupdate.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan helikopter dalam penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan bantuan helikopter dibutuhkan karena petugas mengalami kesulitan menjangkau titik api yang berada di atas timbunan sampah.
“Personel kami agak kesulitan mendekati titik api. Begitu masuk ke area yang dipenuhi asap, jarak pandang menjadi sangat terbatas sehingga penyemprotan tidak bisa dilakukan secara maksimal,” ujar Taufik di lokasi.
Dalam upaya pemadaman, BPBD telah mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 45 personel. Namun, medan berupa tumpukan sampah yang menggunung membuat kendaraan pemadam tidak dapat mencapai seluruh titik api.
Karena itu, BPBD mengajukan bantuan helikopter kepada BNPB agar proses pemadaman dapat dilakukan melalui jalur udara dengan metode water bombing.
“Saya sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta bantuan helikopter guna melakukan penyemprotan dari udara, karena armada kami kesulitan mendekati titik api,” tuturnya.
Menurut data sementara, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 4 hingga 5 hektare. Untuk mencegah api semakin meluas, personel disebar ke sejumlah titik dan bekerja secara bergantian.
Mereka juga dilengkapi pakaian tahan panas serta masker khusus untuk mengurangi risiko paparan asap.
“Kurang lebih bersama Pak Kadis LH, luas area yang terbakar sekitar 4 sampai 5 hektare. Sampai saat ini petugas terus berupaya memadamkan api,” kata Taufik.
Diketahui, kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi pada Selasa 30 Juni 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga kini, Rabu 1 Juli 2026, petugas masih berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Reporter: Rhomi
