Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 23 Agustus 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

Sinyal Internet Di Baduy Dihapus, Relevan Atau Tidak?

Itsma Imdadul
Itsma Imdadul
Kamis, 6 Juli 2023 | 23:15 WIB
SHARE

Oleh : Nenden Paramita (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis PSDKU Universitas Pamulang)

OPINI | Penghapusan sinyal internet atau blank spot di daerah suku baduy memang sangat menarik. Sejatinya, daerah yang sangat kental dan menghargai adat istiadat ini memang cukup ketat dalam menjalankan norma atau aturan adat. Urang kanekes, sapaan yang mereka sematkan sebagai identitas dari suku tersebut sangat lekat dan menggantungkan hidupnya pada alam dan mengisolasi diri dari peradaban luar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Apakah relevan atau tidak? dengan ada dan tiada nya sinyal internet di kawasan tersebut?.

Daerah suku Baduy terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Lewidamar Kabupaten Lebak dengan populasi 5000 orang bahkan lebih.
Suku Baduy terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Baduy Luar, dan Baduy Dalam. secara kasat mata mereka bisa dibedakan dari warna pakaian adat yang mereka kenakan.

Baduy dalam ( Kanekes Tangtu) merupakan kelompok yang sangat kental dan sangat menghormati aturan yang dibuat oleh para leluhurnya. mereka termasuk pada 3 kampung yaitu, Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Orang Kanekes dalam biasa menggunakan pakaian adat berwarna putih dan dilengkapi aksesoris ikat kepala yang berwarna putih juga, pakaian yang dipakai pun harus ditenun atau di jahit sendiri.

BACA JUGA:  Membangun SDM Indonesia: Jalan Panjang Menuju Abad Ketiga Milenium

Peraturan di adat tangtu (Kanekes Dalam) sangat ketat, mereka tidak boleh mempunyai alat elektronik, harus membangun rumah ke arah utara/selatan (kecuali rumah pu’un) dan menggunakan alat transportasi. maka tak jarang kita menjumpai beberapa warga kanekes yang selalu berjalan kaki kemanapun ia pergi.

Sementara, Baduy Luar (Kanekes Luar) atau kelompok panamping berada di wilayah yang mengelilingi baduy dalam, seperti Cikadu,Kaduketuk, Kadukolot,Gajeboh dan yang lainnya.

Warga Kanekes Luar merupakan orang-orang yang keluar dari adat baduy dalam, hal itu terjadi karena mereka melanggar aturan adat yang ada di baduy dalam. maka dengan sendirinya mereka keluar dari baduy dalam atau menikah dengan orang baduy luar.

Berbeda dengan Kanekes Dalam, Warga Baduy Luar sudah tidak lagi terlalu mengikuti adat istiadat seperti baduy dalam, mereka sudah banyak terkontaminasi dengan dunia modern seperti menggunakan alat elektronik, berkendara bahkan terkadang mereka menggunakan baju sama seperti masyarakat biasa di luar baduy.

Sebelumnya, para tetua luhur adat baduy meminta internet yang ada di wilayahnya di hapuskan khususnya di baduy dalam, alasannya agar mereka tidak terkontaminasi dengan konten-konten negatif.
disamping itu, sudah tidak jarang warga baduy luar yang mempunyai akun media sosial seperti, Tiktok, YouTube, dan lain-lain.

BACA JUGA:  Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024

Hal ini merupakan bentuk kekhawatiran dari tetua adat Baduy karena dapat mengancam terkikis nya adat istiadat yang ada di Baduy Dalam.

Disamping itu, Kominfo Mengabulkan permohonan dari warga baduy tersebut sehingga sinyal internet yang terpancar ke arah baduy kini sudah tidak bisa di akses lagi. namun tidak luput dari permasalahan berikutnya, beberapa daerah yang berdekatan dengan daerah baduy juga ikut terkena dampaknya. seperti warga Kecamatan Cirinten mengeluhkan dampak dari penghapusan sinyal internet tersebut sampai kepada wilayahnya, kini sinyal internet di daerah tersebut ikut hilang karena daerah nya berdekatan dengan Baduy.

Hal ini pun harus di soroti pemerintah karena bagaimanapun masyarakat luar baduy sudah terbiasa dengan gadget dalam kehidupan nya.

Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Foto: Istimewa

BPN Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Ganti Rugi 28 Bidang Tanah untuk Tol Serpong-Balaraja

Foto: istimewa

Polisi Tangkap Tiga Terduga Matel Diduga Peras Santri di Citra Raya

Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar, Barantin Dorong Produk Unggulan Banten Tembus Pasar Global

Foto dokumentasi Tangerangupdate.com

Mantan Karyawan Ungkap Dugaan Sertifikasi Guru Palsu Jadi Jaminan Kredit di BPR Kerta Raharja Gemilang

Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier. | Dok. Istimewa

Soal Pengelolaan Sumber Daya Alam, Fuad Bawazier Bela Langkah Prabowo

Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Darmawan. | Dok. Fraksi PAN

DPR Desak Kemenhut Fasilitasi Sarpras MPA Cegah Karhutla

Berita Terkait

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Foto: Denies Susanto, Akedemisi dan Praktisi Universitas Pamulang Kampus Serang | Dok. Tangerangupdate.com
Opini

Dari Nongkrong ke Nabung Saham: Wajah Baru Investasi Gen Z – belajar, bertumbuh, berkembang

Foto : ilustrasi/freepik
Opini

Sejarah Buddhisme Nusantara, Perjalanan Panjang Dari Mahayana Kuno Hingga Threvada Modern

Jangan Lewatkan

Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier. | Dok. Istimewa

Soal Pengelolaan Sumber Daya Alam, Fuad Bawazier Bela Langkah Prabowo

Rabu, 19 Agustus 2026
Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Darmawan. | Dok. Fraksi PAN

DPR Desak Kemenhut Fasilitasi Sarpras MPA Cegah Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026
Foto: mobil dump truk terguling di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung | Dok. Tangerangupdate.com

Dump Truk Terguling, Jalan Gatot Subroto – Jatiuwung Macet Parah

Selasa, 18 Agustus 2026
Foto dokumentasi Tangerangupdate.com

Mantan Karyawan Ungkap Dugaan Sertifikasi Guru Palsu Jadi Jaminan Kredit di BPR Kerta Raharja Gemilang

Jumat, 21 Agustus 2026
Foto: Istimewa

BPN Kabupaten Tangerang Gelar Musyawarah Ganti Rugi 28 Bidang Tanah untuk Tol Serpong-Balaraja

Minggu, 23 Agustus 2026
Foto: istimewa

Polisi Tangkap Tiga Terduga Matel Diduga Peras Santri di Citra Raya

Sabtu, 22 Agustus 2026
Foto: Founder Aliansi Pemuda Berdampak, Gilang Purnama | Dok. Pribadi

APB: Kejadian Aceh Momentum Negara Berbenah di Usia 81 Tahun

Senin, 17 Agustus 2026

Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar, Barantin Dorong Produk Unggulan Banten Tembus Pasar Global

Jumat, 21 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp