Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Senin, 18 Mei 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Tak Mampu Beli Seragam, Dua Anak di Tangsel Terancam Putus Sekolah

Redaksi TU
Redaksi TU
Kamis, 17 Juli 2025 | 19:58 WIB
Sejumlah orang tua murid mengeluh tingginya harga seragam di sejumlah SMP Negeri Tangerang Selatan | Foto: Ilustrasi/Istimewa
Sejumlah orang tua murid mengeluh tingginya harga seragam di sejumlah SMP Negeri Tangerang Selatan | Foto: Ilustrasi/Istimewa
SHARE

Tangerangupdate.com – Dua anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terancam tidak dapat melanjutkan sekolah karena tak mampu membayar seragam yang bebankan pihak sekolah. 

Nur Febri Susanti, ibu dari kedua anak tersebut, menceritakan pengalaman pahitnya saat mendaftarkan dua anaknya ke sekolah negeri pada 11 Juli 2025. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Saat itu, Nur bertemu langsung dengan kepala sekolah untuk mengurus proses pindah anak keduanya, kelas 5, dan anak ketiganya, kelas 2. 

Tanpa melalui rapat komite atau mekanisme resmi, kepala sekolah langsung menyebutkan nominal pungutan sebesar Rp1,1 juta untuk seragam batik, olahraga, muslim, dan buku paket.

“Saya diberi tahu harus bayar Rp1,1 juta untuk seragam batik, olahraga, muslim, dan juga buku paket. Padahal, setahu saya buku paket itu seharusnya dipinjamkan, bukan dibeli,” kata Nur saat  ditemui, Rabu 17 Juli 2025. 

Nur menyayangkan hal ini, mengingat buku paket seharusnya dipinjamkan, bukan dibeli.

Yang lebih mengejutkan, kepala sekolah memberikan nomor rekening pribadi untuk pembayaran dan menyarankan agar biaya tidak dicicil.

BACA JUGA:  Polres Tangsel Tangkap 10 Pelaku dalam 8 Kasus Kekerasan Seksual Anak dan Perempuan

Menurutnya, hal ini bisa membuat anak merasa berbeda jika belum memakai seragam lengkap.

Nur, yang mengaku berasal dari keluarga tidak mampu, mengungkapkan kesulitan ekonominya. 

Suaminya bekerja sebagai tukang parkir, sementara ia sendiri belum bisa kembali berjualan pempek setelah pindah rumah. Ia pun belum mampu membayar biaya seragam tersebut.

“Saya belum bisa bayar karena memang belum ada uangnya. Kepala sekolah terus menanyakan kapan saya bisa bayar, cicil berapa, padahal saya takut anak saya tidak diterima,” ujarnya.

Merasa tertekan dan bingung, Nur melihat sebuah unggahan media sosial dari pemerintah yang menyatakan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya. Ia kemudian meninggalkan komentar terkait pengalamannya.

“Saya pikir media sosial itu tempat bertanya. Saya cuma komentar, ternyata jadi ramai dan katanya sampai ke Dinas,” katanya.

Sehari setelah komentar itu viral, Nur dipanggil oleh kepala sekolah dan justru dimarahi. Ia dituduh mencemarkan nama baik sekolah dan diminta mencari sekolah lain untuk anak-anaknya.

Setelah viral pihak Dinas Pendidikan & Kebudayaan menjamin  kedua anaknya tetap bisa bersekolah. Hari ini Kamis (17/08) anak-anak Nur sudah mulai masuk sekolah meski dirinya belum bertemu kembali dengan kepala sekolah.

BACA JUGA:  Pengamat: Banjir Tangerang Selatan Akibat Kesalahan Tata Kota dan Minimnya Ruang Resapan

“Alhamdulillah anak saya sudah bisa sekolah. Tapi saya belum tahu reaksi kepala sekolah selanjutnya,” ujarnya.

Nur berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bahwa pungutan liar tidak boleh terjadi di sekolah negeri, apalagi terhadap keluarga yang kurang mampu. Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya ingin anak-anaknya mendapatkan hak pendidikan tanpa diskriminasi.

“Saya hanya ingin anak saya sekolah. Jangan karena saya miskin, anak saya jadi korban,” tutup Nur.

TAGGED:tangerang selatan
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Sumber foto: Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang

Ruko Aksesoris Mobil di Sepatan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

Foto: CNNIndonesia

Pemerintah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan / Dok. Polres Tangsel

Polres Tangsel Bantah Kawal Mediasi Dugaan Child Grooming Kepsek Nonaktif SMK Letris Pamulang

Foto: Ilustrasi/Freepik

Ungkap 52 Kasus di Tangerang, Polisi Bongkar Sindikat Curanmor Bersenpi hingga Ganjal ATM

Ket.foto : Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo / Foto : Humas Tangsel

Evaluasi Sekda Tangsel Dipersoalkan, Aktivis hingga Akademisi Soroti Dugaan Cacat Administrasi

Foto: Dua rumah di Perumahan Binong Permai, Blok J19 Nomor 24 terbakar diduga akibat penghuni lupa matikan kompor gas | Dok. Istimewa

Dua Rumah di Perumahan Binong Permai Terbakar, Diduga Gegara Lupa Matikan Kompor

Berita Terkait

Dok. TU
Kota Tangsel

Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris Pamulang

QProgram Speak Up yang digelar mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Pamulang (Unpam) di SMKS Nusantara 1 Ciputat / Foto : Istimewa
Kota Tangsel

Mahasiswa Hukum Unpam Gelar Program Speak Up di SMKS Nusantara 1 Ciputat, Siswa Diajak Lawan Bullying

Sumber foto: istimewa
Kota Tangsel

Heboh Dugaan Child Grooming di SMK Letris Indonesia Pamulang, Kepsek Dinonaktifkan

Foto: Korban penusukan oleh tetangganya sendiri di kawasan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan
Kota Tangsel

Kisah Pilu Nenek Korban Penusukan di Pondok Aren Tangsel, Pulang dari RS dengan Utang Rp11,2 Juta

Foto: Kepala BKPSDM Kota Tangsel, Wahyudi Leksono | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Pemkot Tangsel Temukan ASN Tak Tertib Presensi saat WFH, Ada yang Klaim Dinas Luar

Pansus RTRW Dprd Tangsel saat sidak di Mall BxChange Bintaro terkait adanya aliran sungai yang berubah / Dok. TU
Kota Tangsel

Wamen PU Sebut Pengalihan Kali Ciputat untuk Ekspansi Perumahan Bintaro, JRP Diminta Selesaikan Kewajiban Aset

Foto: Potret kendaraan milik Kabag Kesra Sekda Kota Tangsel, Rizkiyah, di balik lindungan kanopi yang diduga dibangun di tembok SMA | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Bikin Kanopi di Tembok Sekolah untuk Parkir Mobil dan di Jalan Umum, Kabag Kesra Tangsel: Itu Hal Lumrah

Foto : Yayasan Bina Griya Karya kemalingan sejumlah alat musik Hilang | Dok. TU
Kota Tangsel

Sekolah Berkebutuhan Khusus di Pondok Aren Dibobol Maling, Sejumlah Alat Musik Raib Digasak

Jangan Lewatkan

Foto: Potret kendaraan milik Kabag Kesra Sekda Kota Tangsel, Rizkiyah, di balik lindungan kanopi yang diduga dibangun di tembok SMA | Dok. Tangerangupdate.com

Bikin Kanopi di Tembok Sekolah untuk Parkir Mobil dan di Jalan Umum, Kabag Kesra Tangsel: Itu Hal Lumrah

Senin, 11 Mei 2026
Dok. TU

Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris Pamulang

Jumat, 15 Mei 2026
Foto: Ilustrasi/Freepik

Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Mengeluh Digaji Rp65 Ribu per Bulan

Selasa, 12 Mei 2026
Foto : Yayasan Bina Griya Karya kemalingan sejumlah alat musik Hilang | Dok. TU

Sekolah Berkebutuhan Khusus di Pondok Aren Dibobol Maling, Sejumlah Alat Musik Raib Digasak

Senin, 11 Mei 2026
Foto: Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (tengah) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja (kanan) didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Pernyataan Bupati dan Sekda soal DOB Tangerang Utara Dinilai Membingungkan Publik

Senin, 11 Mei 2026
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (tengah) saat menggendong bayi yang diberi nama menggunakan namanya | Dok. Istimewa

Terinspirasi Sosok Bupati Tangerang, Pasangan di Sepatan Beri Nama Anaknya Moch Maesyal Rasyid

Jumat, 15 Mei 2026
Ket.foto : Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo / Foto : Humas Tangsel

Evaluasi Sekda Tangsel Dipersoalkan, Aktivis hingga Akademisi Soroti Dugaan Cacat Administrasi

Minggu, 17 Mei 2026
Sumber foto: istimewa

Heboh Dugaan Child Grooming di SMK Letris Indonesia Pamulang, Kepsek Dinonaktifkan

Kamis, 14 Mei 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp