Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 21 Januari 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Tak Mampu Beli Seragam, Dua Anak di Tangsel Terancam Putus Sekolah

Redaksi TU
Redaksi TU
Kamis, 17 Juli 2025 | 19:58 WIB
Sejumlah orang tua murid mengeluh tingginya harga seragam di sejumlah SMP Negeri Tangerang Selatan | Foto: Ilustrasi/Istimewa
Sejumlah orang tua murid mengeluh tingginya harga seragam di sejumlah SMP Negeri Tangerang Selatan | Foto: Ilustrasi/Istimewa
SHARE

Tangerangupdate.com – Dua anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terancam tidak dapat melanjutkan sekolah karena tak mampu membayar seragam yang bebankan pihak sekolah. 

Nur Febri Susanti, ibu dari kedua anak tersebut, menceritakan pengalaman pahitnya saat mendaftarkan dua anaknya ke sekolah negeri pada 11 Juli 2025. 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Saat itu, Nur bertemu langsung dengan kepala sekolah untuk mengurus proses pindah anak keduanya, kelas 5, dan anak ketiganya, kelas 2. 

Tanpa melalui rapat komite atau mekanisme resmi, kepala sekolah langsung menyebutkan nominal pungutan sebesar Rp1,1 juta untuk seragam batik, olahraga, muslim, dan buku paket.

“Saya diberi tahu harus bayar Rp1,1 juta untuk seragam batik, olahraga, muslim, dan juga buku paket. Padahal, setahu saya buku paket itu seharusnya dipinjamkan, bukan dibeli,” kata Nur saat  ditemui, Rabu 17 Juli 2025. 

Nur menyayangkan hal ini, mengingat buku paket seharusnya dipinjamkan, bukan dibeli.

Yang lebih mengejutkan, kepala sekolah memberikan nomor rekening pribadi untuk pembayaran dan menyarankan agar biaya tidak dicicil.

BACA JUGA:  Polres Tangsel Tangkap 10 Pelaku dalam 8 Kasus Kekerasan Seksual Anak dan Perempuan

Menurutnya, hal ini bisa membuat anak merasa berbeda jika belum memakai seragam lengkap.

Nur, yang mengaku berasal dari keluarga tidak mampu, mengungkapkan kesulitan ekonominya. 

Suaminya bekerja sebagai tukang parkir, sementara ia sendiri belum bisa kembali berjualan pempek setelah pindah rumah. Ia pun belum mampu membayar biaya seragam tersebut.

“Saya belum bisa bayar karena memang belum ada uangnya. Kepala sekolah terus menanyakan kapan saya bisa bayar, cicil berapa, padahal saya takut anak saya tidak diterima,” ujarnya.

Merasa tertekan dan bingung, Nur melihat sebuah unggahan media sosial dari pemerintah yang menyatakan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya. Ia kemudian meninggalkan komentar terkait pengalamannya.

“Saya pikir media sosial itu tempat bertanya. Saya cuma komentar, ternyata jadi ramai dan katanya sampai ke Dinas,” katanya.

Sehari setelah komentar itu viral, Nur dipanggil oleh kepala sekolah dan justru dimarahi. Ia dituduh mencemarkan nama baik sekolah dan diminta mencari sekolah lain untuk anak-anaknya.

Setelah viral pihak Dinas Pendidikan & Kebudayaan menjamin  kedua anaknya tetap bisa bersekolah. Hari ini Kamis (17/08) anak-anak Nur sudah mulai masuk sekolah meski dirinya belum bertemu kembali dengan kepala sekolah.

BACA JUGA:  Pengamat: Banjir Tangerang Selatan Akibat Kesalahan Tata Kota dan Minimnya Ruang Resapan

“Alhamdulillah anak saya sudah bisa sekolah. Tapi saya belum tahu reaksi kepala sekolah selanjutnya,” ujarnya.

Nur berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bahwa pungutan liar tidak boleh terjadi di sekolah negeri, apalagi terhadap keluarga yang kurang mampu. Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya ingin anak-anaknya mendapatkan hak pendidikan tanpa diskriminasi.

“Saya hanya ingin anak saya sekolah. Jangan karena saya miskin, anak saya jadi korban,” tutup Nur.

TAGGED:tangerang selatan
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga melakukan pencabulan terhadap 23 murid saat digiring di Polres Tangsel | Dok. Istimewa

Disdikbud Tangsel Buka Peluang Beri Pendampingan Hukum untuk Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid

Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga Cabuli 23 murid ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan | Dok. Istimewa

Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD Negeri di Serpong Ditangkap

Penyaluran bantuan untuk korban banjir Sumatera oleh HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat | Dok. Istimewa

HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatra ke BAZNAS Tangsel

Yayat Priatna, guru terduga pelaku pencabulan 23 murid SD Negeri Rawabuntu 01 dinonaktifkan | Foto: Tangerangupdate.com

Disdikbud Tangsel Nonaktifkan Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD di Serpong

Sedikitnya 23 murid di SD Negeri Rawabuntu 01, Tangsel diduga dicabuli guru | Dok. Tangerangupdate.com

Guru SD Negeri di Serpong Diduga Cabuli 23 Murid

Maling dilaporkan menggasak empat unit laptop dan uang tunai sebesar Rp150 ribu | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

SD Negeri Pondok Betung 04 Dibobol Maling, Laptop dan Uang Tunai Raib

Berita Terkait

Pelaku diduga merupakan guru dari puluhan anak korban | Foto: Ilustrasi/Freepik
Kota Tangsel

Puluhan Siswa SD Negeri di Tangsel Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru

Kantor Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Marak Pembobolan Kantor Kelurahan di Pondok Aren, Pondok Jaya Jadi Korban Terbaru

Belasan remaja mendatangi rumah diduga untuk menagih utang kepada nasabah di kawasan Semanan, Jakarta Barat | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Rentenir dari Tangsel Diduga Manfaatkan Belasan Remaja untuk Tagih Utang ke Rumah Warga di Jakbar

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegur Camat Pondok Aren dan lurah di bawahnya usai memilih berwisata ke Bandung dibanding rapat koordinasi penanganan krisis sampah | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Wakil Wali Kota Tegur Camat-Lurah Pondok Aren Bolos Rapat Penanganan Sampah Demi Berwisata ke Bandung

MAG (18) diamankan di Jalan Raya Serpong, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Bawa Celurit Saat Konvoi, Remaja di Serpong Diamankan Polisi di Serpong

Inspektorat Tangsel akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan pelanggaran disiplin Camat Pondok Aren dan sejumlah lurah di bawahnya | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Inspektorat Selidiki Camat-Lurah Pondok Aren Bolos Rapat Penanganan Sampah Demi Berwisata ke Bandung

Pegawai Dishub Tangsel membuat lobang biopori sebagai upaya pengolahan sampah mandiri / Foto : Juno
Kota Tangsel

Dishub Tangsel Dorong Disiplin Pengelolaan Sampah di Simpul Transportasi Publik

Pengamat kebijakan publik sebut Camat Pondok Aren dan jajaran lurah di bawahnya yang berwisata ke Bandung, lari dari tanggung atas krisis sampah yang telah terjadi selama berbulan-bulan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Absen Rapat Darurat Sampah Demi Wisata ke Bandung di Hari Kerja, Pengamat Desak Camat-Lurah Pondok Aren Dicopot

Jangan Lewatkan

Yayat Priatna, guru terduga pelaku pencabulan 23 murid SD Negeri Rawabuntu 01 dinonaktifkan | Foto: Tangerangupdate.com

Disdikbud Tangsel Nonaktifkan Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD di Serpong

Senin, 19 Januari 2026
Pelaku diduga merupakan guru dari puluhan anak korban | Foto: Ilustrasi/Freepik

Puluhan Siswa SD Negeri di Tangsel Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru

Minggu, 18 Januari 2026
Bripda AN diperiksa atas Propam Polresta Tangerang atas dugaan penganiayaan perempuan | Dok. Istimewa

Viral di TikTok! Polisi di Kabupaten Tangerang Diduga Aniaya Perempuan, Propam Lakukan Pemeriksaan

Minggu, 18 Januari 2026
Sekitar 50 ribu warga di 24 kecamatan Kabupaten Tangerang terdampak banjir | Dok. Istimewa

Banjir Meluas, Kabupaten Tangerang Tetapkan Status Darurat Bencana

Kamis, 15 Januari 2026
Belasan remaja mendatangi rumah diduga untuk menagih utang kepada nasabah di kawasan Semanan, Jakarta Barat | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Rentenir dari Tangsel Diduga Manfaatkan Belasan Remaja untuk Tagih Utang ke Rumah Warga di Jakbar

Jumat, 16 Januari 2026
Penyaluran bantuan untuk korban banjir Sumatera oleh HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat | Dok. Istimewa

HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatra ke BAZNAS Tangsel

Selasa, 20 Januari 2026
Peresmian Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Sempat Dikritik, Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Kini Diresmikan sebagai Zona Literasi Digital

Kamis, 15 Januari 2026
Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga Cabuli 23 murid ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan | Dok. Istimewa

Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD Negeri di Serpong Ditangkap

Selasa, 20 Januari 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp