Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Rabu, 21 Januari 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Pasar Cimanggis Mulai Dibersihkan, Praktik Buang Sampah Berbayar Rp2.000–Rp10.000 Disorot

Juno
Jumat, 9 Januari 2026 | 12:49 WIB
Warga Sedang Membuang Sampah di Pasar Cimanggis, Ciputat Diduga Membayar ke Oknum / Foto : Dok.TU
Warga Sedang Membuang Sampah di Pasar Cimanggis, Ciputat Diduga Membayar ke Oknum / Foto : Dok.TU
SHARE

Tangerangupdate.com – Tumpukan sampah yang sempat menggunung di sejumlah pasar tradisional Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai ditangani. Pasar Cimanggis menjadi salah satu lokasi yang telah dilakukan pengangkutan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Namun, persoalan sampah di wilayah Ciputat belum sepenuhnya selesai dan justru memunculkan sorotan baru terkait praktik buang sampah berbayar.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pantauan di lapangan menunjukkan, tumpukan sampah di Pasar Cimanggis telah diangkut pada Rabu malam (7/1/2026).

Pasar ini sebelumnya disebut sebagai salah satu titik terparah dalam kondisi darurat sampah yang melanda Tangsel sejak pertengahan Desember 2025. Meski demikian, kondisi berbeda masih terlihat di Pasar Jombang dan Pasar Ciputat.

Di Pasar Jombang, sampah belum sepenuhnya tertangani. Air lindi mengalir hingga ke badan jalan, bau menyengat tercium kuat, lalat beterbangan, dan belatung tampak merayap keluar dari tumpukan.

Sementara di kawasan Ciputat, khususnya di sepanjang Jalan Otista Raya, penumpukan sampah masih terjadi meski volumenya tidak setinggi Pasar Jombang. Bau tak sedap tetap mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung pasar.

BACA JUGA:  Malam ini Warga Serpong Lakukan Pemblokiran TPA Cipeucang, Meskipun Ada Arahan Untuk Dibuka Oleh KLH

Di lokasi ini, warga dan pedagang justru menyoroti adanya praktik buang sampah berbayar. Setiap orang yang membuang sampah disebut harus membayar kepada pihak tertentu yang berjaga, dengan tarif bervariasi mulai Rp2.000 hingga Rp10.000 per sekali buang.

“Kalau buang sampah itu bayar. Ada yang Rp2.000, ada juga Rp5.000 sampai Rp10.000,” ujar Budiman (bukan nama sebenarnya), Kamis (8/1/2026).

Selain pungutan per sekali buang, pedagang kios juga mengaku diwajibkan membayar iuran harian. Namun, kejelasan pengelolaan dana tersebut dipertanyakan.

“Kita pedagang tiap hari ditarik Rp8.000. Tapi setelah itu duitnya ke mana, kita nggak tahu. Sampah tetap numpuk,” kata Budiman.

Ia menilai, setelah pembayaran dilakukan, tidak ada tanggung jawab nyata dari pihak pemungut terhadap pengelolaan sampah.

“Abis bayar, dari mereka enggak ada tanggung jawabnya. Sampah makin banyak, duitnya masuk kantong mereka,” ujarnya.

Pungutan tersebut disebut-sebut untuk kebersihan. Namun kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Sampah terlihat meluber hingga menutup sebagian badan jalan, kondisi yang dinilai melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan.

BACA JUGA:  Mahasiswa Tolak Permintaan Maaf Wali Kota Tangsel soal Sampah, Beri Ultimatum Aksi Jalanan

Keluhan serupa disampaikan Doni Putra (31), pedagang kelapa parut di sekitar lokasi. Ia menyebut, tumpukan sampah tidak hanya berasal dari aktivitas pasar, tetapi juga dari warga luar kawasan yang sengaja datang untuk membuang sampah.

“Ada dari pasar, tapi banyak juga orang luar. Mereka datang, buang sampah, terus bayar ke yang jaga. Biasanya Rp2.000 atau Rp3.000,” kata Doni.

Menurutnya, banyak orang membuang sampah sambil bekerja atau melintas di kawasan tersebut.

“Orang lewat sambil bawa sampah dari rumah, buang ke sini, terus bayar seikhlasnya,” ujarnya.

Doni mengaku para pedagang berada dalam posisi serba sulit karena tempat pembuangan resmi sudah penuh.
“Kita sebagai pedagang bingung mau buang ke mana. Semua sudah penuh,” katanya.

Editor & Reporter
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno
TAGGED:tangerang selatantangsel
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga melakukan pencabulan terhadap 23 murid saat digiring di Polres Tangsel | Dok. Istimewa

Disdikbud Tangsel Buka Peluang Beri Pendampingan Hukum untuk Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid

Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga Cabuli 23 murid ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan | Dok. Istimewa

Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD Negeri di Serpong Ditangkap

Penyaluran bantuan untuk korban banjir Sumatera oleh HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat | Dok. Istimewa

HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatra ke BAZNAS Tangsel

Yayat Priatna, guru terduga pelaku pencabulan 23 murid SD Negeri Rawabuntu 01 dinonaktifkan | Foto: Tangerangupdate.com

Disdikbud Tangsel Nonaktifkan Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD di Serpong

Sedikitnya 23 murid di SD Negeri Rawabuntu 01, Tangsel diduga dicabuli guru | Dok. Tangerangupdate.com

Guru SD Negeri di Serpong Diduga Cabuli 23 Murid

Maling dilaporkan menggasak empat unit laptop dan uang tunai sebesar Rp150 ribu | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

SD Negeri Pondok Betung 04 Dibobol Maling, Laptop dan Uang Tunai Raib

Berita Terkait

Pelaku diduga merupakan guru dari puluhan anak korban | Foto: Ilustrasi/Freepik
Kota Tangsel

Puluhan Siswa SD Negeri di Tangsel Diduga Jadi Korban Pelecehan Guru

Kantor Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Marak Pembobolan Kantor Kelurahan di Pondok Aren, Pondok Jaya Jadi Korban Terbaru

Belasan remaja mendatangi rumah diduga untuk menagih utang kepada nasabah di kawasan Semanan, Jakarta Barat | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Rentenir dari Tangsel Diduga Manfaatkan Belasan Remaja untuk Tagih Utang ke Rumah Warga di Jakbar

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegur Camat Pondok Aren dan lurah di bawahnya usai memilih berwisata ke Bandung dibanding rapat koordinasi penanganan krisis sampah | Dok. Tangerangupdate.com
Kota Tangsel

Wakil Wali Kota Tegur Camat-Lurah Pondok Aren Bolos Rapat Penanganan Sampah Demi Berwisata ke Bandung

MAG (18) diamankan di Jalan Raya Serpong, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Bawa Celurit Saat Konvoi, Remaja di Serpong Diamankan Polisi di Serpong

Inspektorat Tangsel akan melakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan pelanggaran disiplin Camat Pondok Aren dan sejumlah lurah di bawahnya | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Inspektorat Selidiki Camat-Lurah Pondok Aren Bolos Rapat Penanganan Sampah Demi Berwisata ke Bandung

Pegawai Dishub Tangsel membuat lobang biopori sebagai upaya pengolahan sampah mandiri / Foto : Juno
Kota Tangsel

Dishub Tangsel Dorong Disiplin Pengelolaan Sampah di Simpul Transportasi Publik

Pengamat kebijakan publik sebut Camat Pondok Aren dan jajaran lurah di bawahnya yang berwisata ke Bandung, lari dari tanggung atas krisis sampah yang telah terjadi selama berbulan-bulan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Absen Rapat Darurat Sampah Demi Wisata ke Bandung di Hari Kerja, Pengamat Desak Camat-Lurah Pondok Aren Dicopot

Jangan Lewatkan

Sekitar 50 ribu warga di 24 kecamatan Kabupaten Tangerang terdampak banjir | Dok. Istimewa

Banjir Meluas, Kabupaten Tangerang Tetapkan Status Darurat Bencana

Kamis, 15 Januari 2026
Peresmian Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang | Dok. Istimewa

Sempat Dikritik, Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Kini Diresmikan sebagai Zona Literasi Digital

Kamis, 15 Januari 2026
Bripda AN diperiksa atas Propam Polresta Tangerang atas dugaan penganiayaan perempuan | Dok. Istimewa

Viral di TikTok! Polisi di Kabupaten Tangerang Diduga Aniaya Perempuan, Propam Lakukan Pemeriksaan

Minggu, 18 Januari 2026
Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga Cabuli 23 murid ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan | Dok. Istimewa

Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid SD Negeri di Serpong Ditangkap

Selasa, 20 Januari 2026
Belasan remaja mendatangi rumah diduga untuk menagih utang kepada nasabah di kawasan Semanan, Jakarta Barat | Foto: Tangkapan layar/Tangerangupdate.com

Rentenir dari Tangsel Diduga Manfaatkan Belasan Remaja untuk Tagih Utang ke Rumah Warga di Jakbar

Jumat, 16 Januari 2026
Yayat Priatna (memakai topi), guru predator seksual diduga melakukan pencabulan terhadap 23 murid saat digiring di Polres Tangsel | Dok. Istimewa

Disdikbud Tangsel Buka Peluang Beri Pendampingan Hukum untuk Guru Predator Seksual Diduga Cabuli 23 Murid

Rabu, 21 Januari 2026
Sedikitnya 23 murid di SD Negeri Rawabuntu 01, Tangsel diduga dicabuli guru | Dok. Tangerangupdate.com

Guru SD Negeri di Serpong Diduga Cabuli 23 Murid

Senin, 19 Januari 2026
Penyaluran bantuan untuk korban banjir Sumatera oleh HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat | Dok. Istimewa

HMI KOMFAKTEK Cabang Ciputat Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatra ke BAZNAS Tangsel

Selasa, 20 Januari 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp