Tangerangupdate.com – Dituding jadi biang kemacetan Jalan Raya Serpong, U-Turn (Putar balik) di depan WTC, Matahari Serpong, Serpong Utara, akan di tutup permanen.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pembangunan u-turn terlindung tidak jauh dari titik yang ada saat ini.
Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, rencana tersebut telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Banten sejak tahun 2025 lalu, karena status Jalan Raya Serpong merupakan jalan provinsi.
“Untuk mengatasi kemacetan di Jalan Raya Serpong terkait u-turn Melati yang ada di depan Giant dan depan WTC. Kan itu menimbulkan kemacetan,” kata Ayep Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, Dishub Tangsel bersama Dinas Perhubungan Provinsi Banten dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten telah menandatangani berita acara kesepakatan terkait pembangunan u-turn terlindung tersebut.
“Nah, baru kemarin kita menandatangani berita acara dengan Dishub Provinsi dan PU Provinsi. Karena kewenangan jalannya memang di provinsi,” ujarnya.
Ia menuturkan, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 26 Mei 2026, pembangunan akan dilaksanakan oleh PUPR Provinsi Banten berdasarkan desain yang telah disepakati bersama.
Dalam berita acara itu juga disebutkan, bahwa pembangunan dilakukan tanpa pembebasan lahan baru dan memanfaatkan lahan yang sudah tersedia di lokasi.
“Telah disepakati usulan desain u-turn terlindung yang akan dibangun di Jalan Raya Serpong dekat Mall WTC Matahari dan dekat Rumah Makan Biru Laut,” ujar Ayep.
“Lokasi ini sangat dibutuhkan dengan mempertimbangkan tingkat kemacetan dan kerawanan kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Menurutnya, titik putar balik yang saat ini berada di depan WTC Matahari Serpong, nantinya akan ditutup permanen dan dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih memungkinkan dari sisi ruang jalan.
Lokasi baru tersebut berada di sekitar kawasan Rumah Makan Biru Laut atau dekat Rumah Duren di Jalan Raya Serpong.
“Tutup permanen. Dipindah ke dekat Rumah Makan Biru Laut. Dari hasil survei bersama provinsi dan PU Provinsi, lahan yang memungkinkan dan relatif lebih luas ada di situ,” katanya.
“Jaraknya sekitar 100 meter lebih dari lokasi u-turn sekarang,” jelas Ayep.
Ayep menambahkan, desain u-turn baru akan disesuaikan dengan kondisi lapangan karena pemerintah tidak melakukan pembebasan lahan tambahan.
Karena itu, fasilitas tersebut diprioritaskan untuk kendaraan kecil, sementara kendaraan besar diarahkan menggunakan titik putar balik lain yang sudah tersedia.
“Kita coba manfaatkan lahan yang ada. Kendaraan besar dari arah Serpong ke Tangerang bisa putar di Alam Sutera, sedangkan dari arah Tangerang ke Serpong bisa di BLK,” jelasnya.
Dishub Tangsel berharap, pembangunan u-turn terlindung tersebut dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jalan Raya Serpong, khususnya pada segmen BSD Plaza hingga kawasan Melati.
Selain itu, rekayasa lalu lintas tersebut juga diharapkan mampu mengurangi pelanggaran kendaraan yang selama ini kerap memutar balik di lokasi yang tidak semestinya.
Adapun sebelum pembangunan dilakukan, Dishub Tangsel bersama Pemerintah Provinsi Banten berencana melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar lokasi.
“Sebelum pembangunan kita sosialisasi dulu ke masyarakat. Nanti saya akan menghubungi juga provinsi,” kata Ayep.
“Terus saya akan menghubungi juga dewan-dewan yang dapilnya di situ, yang notabene kemarin juga ikut meninjau itu, untuk memberitahukan kepada konsetuen mereka,” tutup Ayep
Sebagai informasi U-turn merupakan fasilitas putar balik kendaraan yang memungkinkan pengendara berbalik arah di ruas jalan yang memiliki median pembatas.
Dalam rencana ini, u-turn yang akan dibangun berkonsep u-turn terlindung, yakni putaran balik dua arah yang dilengkapi median pengaman sehingga pergerakan kendaraan menjadi lebih tertata dan aman.
Rekayasa tersebut akan menggantikan titik putar balik yang berada di depan WTC Matahari Serpong, yang selama ini kerap menjadi sumber kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
Reporter: Juno
