Tangerangupdate.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebut gudang pematangan pisang yang meledak di kawasan Pasar Cimanggis, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, tidak mengantongi izin untuk kegiatan penyimpanan gas.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, hasil pengecekan pemerintah daerah menunjukkan tidak adanya izin yang sesuai untuk aktivitas tersebut. Polisi mengidentifikasi kebocoran gas etilen sebagai penyebab ledakan.
“Secara izin sudah kami cek memang tidak ada izin masuk,” kata Pilar saat meninjau lokasi kejadian di Pasar Cimanggis, Senin (19/10/2026).
Menurut Pilar, bangunan ruko tersebut semula digunakan untuk kegiatan perdagangan dan pergudangan biasa. Sementara itu, penyimpanan gas etilen untuk proses pematangan pisang memiliki risiko yang perlu diperhitungkan.
Pemkot Tangsel akan memeriksa ruko lain di kawasan Pasar Cimanggis untuk memastikan tidak ada aktivitas penyimpanan zat berbahaya yang luput dari pengawasan.
Pilar menyinggung kejadian di kawasan pergudangan Taman Tekno BSD. Menurut dia, keberadaan gudang yang menyimpan bahan kimia perlu dilaporkan agar aktivitasnya dapat diawasi sesuai ketentuan.
“Gudang tapi tidak melaporkan ada bahan kimia,” ujarnya.
Pilar juga menyampaikan bahwa pemilik gudang sulit dimintai pertanggungjawaban melalui jalur hukum karena turut menjadi korban dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Ruko Terdampak Direkomendasikan Dibongkar
Selain pemeriksaan perizinan, Pemkot Tangsel merekomendasikan kepada PT Tri Tama Nila Griya selaku pemilik area ruko di Pasar Cimanggis untuk membongkar bangunan yang terdampak ledakan.
Pilar mengatakan, kondisi sejumlah bagian struktur bangunan, termasuk kolom, balok induk, dan pelat lantai, terlihat mengalami kerusakan berat.
Menurut dia, bangunan yang mengalami kerusakan tersebut berisiko roboh apabila dibiarkan tanpa penanganan lebih lanjut.
“ Terserah pengelola ruko mau bongkar sendiri sesuai standar atau minta bantuan ke kita,” kata Pilar.
Sementara itu, sejumlah pedagang di sekitar Pasar Cimanggis menduga gudang tersebut berkaitan dengan pemasok komoditas untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para pedagang juga mengaku mencium aroma gas yang menyengat sebelum ledakan terjadi, tepatnya menjelang waktu Magrib.
Meski demikian, keterkaitan gudang tersebut dengan rantai pasok MBG masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.
Pemkot Tangsel berencana melakukan pemeriksaan terhadap lokasi usaha lain di kawasan tersebut untuk mengantisipasi kejadian serupa dan memastikan kegiatan penyimpanan bahan berisiko dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Reporter: Juno






