Tangerangupdate.com – Kondisi Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang kini mulai mengalami kerusakan. Kondisi tersebut terlihat meski tugu baru diresmikan pada 15 Januari 2026.
Pada saat peresmian, Asisten Daerah (Asda) III Kabupaten Tangerang, Firzada Marhali, menyampaikan bahwa tugu tersebut dirancang sebagai ikon daerah sekaligus ruang edukasi publik.
Ia menjelaskan, Tugu Titik Nol dibangun sebagai penanda koordinat wilayah, simbol sejarah daerah, serta pusat aktivitas masyarakat dan destinasi wisata edukatif.
“Tugu Titik Nol merupakan simbol awal dan jati diri Kabupaten Tangerang. Dari titik ini kita menegaskan arah pembangunan sekaligus mengingatkan pada sejarah dan cita-cita bersama masyarakat,” ujar Firzada dikutip dari website resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Untuk menunjang fungsi tersebut, kawasan tugu juga dilengkapi berbagai fasilitas, salah satunya perpustakaan yang dirancang sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Pemerintah daerah saat itu berharap keberadaan fasilitas ini dapat memberikan pemahaman lebih luas mengenai struktur, sejarah, dan perkembangan Kabupaten Tangerang.
Namun, harapan tersebut tampaknya belum terwujud. Berdasarkan pantauan pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, area tugu seluas kurang lebih 1.100 meter persegi terlihat sepi dan kurang terawat. Aktivitas masyarakat yang sebelumnya diharapkan hadir di kawasan ini pun tidak tampak.
Dari sisi pembangunan, proyek ini diketahui menelan anggaran sebesar Rp2.156.529.475,00 atau sekitar Rp2,156 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek yang diberi nama Pembangunan Taman Tugu Nol Tigaraksa tersebut dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang.
Dalam dokumen perencanaan, pembangunan tugu ini memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan kualitas lingkungan, mendukung konservasi sumber daya alam, memberdayakan masyarakat, serta meningkatkan edukasi dan kesadaran lingkungan.
Meski memiliki tujuan yang cukup baik, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Sejumlah bagian kawasan terlihat dipenuhi sampah daun yang berserakan.
Tidak hanya itu, kerusakan fisik juga mulai terlihat pada struktur tugu. Material akrilik pada bagian utama tampak pecah di beberapa titik, sementara lapisan stiker berwarna ungu yang melapisi tugu mulai terkelupas.
Di sisi lain, fasilitas perpustakaan yang menjadi salah satu daya tarik utama juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Saat dilakukan pengecekan, pintu perpustakaan dalam kondisi terkunci tanpa adanya petugas yang berjaga.
Padahal, berdasarkan informasi yang tertera, perpustakaan tersebut seharusnya beroperasi setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00–15.30 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 08.00–13.00 WIB.
Kantor berita Tangerangupdate.com telah menghubungi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang sebagai pelaksana pembangunan Tugu Titik Nol Kilometer. Namun hingga kini, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

