Tangerangupdate.com – Pembangunan instalasi pipa milik PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) dikeluhkan warga karena menyebabkan kerusakan jalan hingga trotoar di Jalan Merpati, Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
Kerusakan terlihat pada bagian tepi badan jalan yang dibongkar untuk proyek pemasangan pipa.
Bekas galian memanjang di sisi jalan dengan kedalaman diperkirakan mencapai 20–30 sentimeter.
Lapisan aspal terkelupas dan menyisakan rongga terbuka yang memperlihatkan rangka besi (wiremesh) di bagian dalam.
Area tersebut belum ditutup secara permanen.
Di beberapa titik, bekas galian hanya ditimbun menggunakan tanah dan karung berisi material.
Permukaan jalan tampak tidak rata dengan perbedaan ketinggian cukup tajam antara aspal lama dan area galian.
Salah satu warga, Sukma, menilai proyek tersebut tidak memberikan solusi tuntas terhadap kerusakan yang ditimbulkan.
“Proyek yang enggak pernah ada solusinya. Mereka menggali-gali, setelah itu dibiarkan. Kalaupun dibangun lagi, enggak sesuai spesifikasi jalan yang sebelumnya,” ujar Sukma kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, metode penutupan kembali bekas galian kerap dilakukan secara asal-asalan dan tidak mengembalikan kondisi jalan seperti semula.
“Mereka cuma menimbun pakai tanah, kadang ditaburi semen. Ini gimana proyek-proyek seperti ini? Sangat mengganggu karena proyeknya ada di jalan,” keluhnya.
Selain merusak badan jalan, trotoar di sekitar lokasi juga terdampak. Beberapa bagian paving terlihat retak dan tergerus tanah, sehingga mempersempit ruang bagi pejalan kaki.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Risiko kecelakaan meningkat saat hujan turun karena permukaan jalan menjadi licin dan tepian galian sulit terlihat.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh sesuai standar konstruksi yang berlaku serta memastikan proyek infrastruktur tidak merugikan masyarakat sekitar.
Sementara itu Direktur Umum PT Pits Agus Supadmo saat dihubungi pads Rabu sore (04/03) membenarkan bahwa proyek tersebut milik pihaknya.
“Iya betul itu kerjaan pits,” ucapnya.
Supadmo juga mengklaim bahwa pekerjaan sudah selesai dan akan di lakukan pengecoran pada hasil pekerjaan yang mengakibatkan lubang jalan tersebut.
“Kerjaan sudah berhenti, Nanti malam pengecoran,” katanya.
Hal lain yang mencolok dilokasi adalah tidak ada tanda peringatan adanya pekerjaan seperti batas atau penutup bahkan papan nama.
Ditambahkan Supadmo, bahwa sudah memerintahkan kontraktor agar mengerjakan sesuai dengan standar keselamatan.
“Kemarin saya sudah minta kontraktor bikin penutup, sesuai dengan standar keselamatan, Coba saya telpon teman-teman lapangan ya” tadasnya.
Sementara itu pengamat Kebijakan publik dari Lembaga Riset Kebijakan publik dan Hak Asasi Manusia (RIGHTS) mengatakan bahwa saling silang antara pekerjaan jalan dan pekerjaan instalasi air maupun fiber optik menjadi penyebab rusaknya jalan di beberapa daerah termasuk Tangsel.
“Ini kan sering saling silang, jalan baru di perbaiki besoknya ada pekerjaan instalasi dibongkar itu, kordinasi antar lembaganya kurang ini,” ungkapnya
Terlebih ia menambahkan bahwa pekerjaan galian ini sering sekali dikerjakan tidak sesuai standar, mulai dari keselamatan pekerja nya bahkan pekerjaannya sendiri.
“Kita punya aturan terkait K3 tapi apa pernah Kita lihat itu dipakai kalau ada pekerjaan di pinggir jalan, saya rasa tidak. Ini juga persoalan apalagi menyangkut pekerjaan yang berdampak ke orang banyak,” tambahnya.
Diakhir ditegaskannya, bahwa perlu keseriusan bagi pemerintah terutama di Tangsel agar memperhatikan pekerjaan terutama infrastruktur agar tidak merugikan masyarakat. Terutama jalan dan pekerjaan galian.
“Kalau pemerintahnya acuh ditambah tidak adanya standar yang diawasi akhirnya asal-asalan, tapi apakah jika masyarakat tidak protes ini akan diperbaiki, saya pikir tidak,” tutupnya.
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno

