Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kota Tangsel
  • Kab Tangerang
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Sabtu, 21 Februari 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kab Tangerang

DPRD Kabupaten Tangerang Beri Rapor Merah Setahun Kepemimpinan Maesyal–Intan

Rhomi
Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:21 WIB
Gedung DPRD Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com
Gedung DPRD Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com
SHARE

Tangerangupdate.com – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umar Dani, memberikan rapor merah terhadap satu tahun kinerja Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah.

Ia menilai sejumlah persoalan mendasar di Kabupaten Tangerang belum ditangani secara substantif, mulai dari pendidikan, tata kelola sampah, hingga pengangguran.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurut Deden, pemerintah daerah perlu berani mengambil langkah eksekusi kebijakan yang lebih tegas dan terukur, bukan sekadar menampilkan respons cepat atau pencitraan di ruang publik.

Krisis Guru dan Ancaman Mutu Pendidikan

Sorotan tajam politikus Partai PDIP ini diarahkan pada sektor pendidikan. Deden mengingatkan agar pemerintah tidak terlena pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa menyelesaikan persoalan mendasar, yakni kekurangan tenaga pengajar.

Ia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Tangerang kekurangan sekitar 6.000 guru untuk jenjang SD dan SMP negeri. Selain itu, terdapat sekitar 2.000 guru honorer yang belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan terancam diberhentikan akibat kebijakan penghapusan tenaga honorer.

“Ini yang harus ditangkap sebagai masalah besar oleh Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Jangan sampai kita terlena dengan MBG (Makan Bergizi Gratis), nanti perutnya diisi kepalanya kosong,” cetus Deden, dikutip Sabtu 21 Februari 2026.

Jika dihitung dengan potensi pemberhentian honorer, total kekurangan guru bisa mencapai 8.000 orang. Sementara itu, setiap bulan terdapat 100 hingga 200 guru yang memasuki masa pensiun.

BACA JUGA:  Pemkab Tangerang Imbau Warga Bantaran Cisadane Tak Konsumsi Ikan Pasca Tercemar 2,5 Ton Insektisida

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat banyak ruang kelas tanpa guru. Dalam jangka panjang, krisis ini dikhawatirkan menurunkan kualitas literasi siswa dan berdampak pada daya saing generasi mendatang.

“Harus serius menyelesaikan permasalahan pendidikan karena dampaknya bukan sekarang, tapi masa depan. Terasanya kan tidak sekarang, nanti, 5 atau 10 tahun ke depan,” tegasnya.

Sekolah Rawan Sengketa dan Kelas Rusak

Selain kekurangan guru, Deden menyoroti persoalan infrastruktur pendidikan. Ia menyebut masih banyak sekolah negeri di Kabupaten Tangerang yang berdiri di atas lahan belum bersertifikat sehingga rawan sengketa.

Di sisi lain, ruang kelas rusak berat hingga sedang masih ditemukan di berbagai wilayah. Padahal, dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disebut mencapai lebih dari Rp8 triliun, alokasi minimal 20 persen untuk pendidikan seharusnya mampu mempercepat perbaikan sarana.

“Rasanya dengan APBD kita yang 8 triliun lebih. Ini kan juga ada campur pembiayaan dari APBN, anggarannya harus lebih kuat untuk menyelesaikan ruang kelas yang rusak,” kritik Deden.

Ia mencontohkan Desa Talagasari yang berpenduduk sekitar 17.000 jiwa namun hanya memiliki satu sekolah dasar negeri. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan layanan pendidikan dasar.

Menurut Deden, keterbatasan fasilitas pendidikan dasar akan berdampak langsung pada meningkatnya angka putus sekolah dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

BACA JUGA:  Sudah Enam Bulan Terbengkalai, Baliho di Cikupa Dikeluhkan Warga karena Berbahaya

“Ini bom waktu. Padahal itu amanat Undang-Undang Dasar 45, jangan mimpi soal ‘Tangerang Cerdas’. Kita cuma mencetak pengangguran baru. Gimana mau Tangerang Cerdas kalau fasilitasnya saja pelit?” tambahnya.

Tata Kelola Sampah Dinilai Tidak Efektif

Dalam sektor lingkungan, Deden mengkritik tata kelola sampah yang dinilai belum efektif. Ia menyebut penanganan masih terfokus pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sementara persoalan distribusi dan manajemen pengangkutan di tingkat desa dan kecamatan belum tertata optimal.

“Tata kelola sampah. Saya belum melihat serius dalam menangani hal tata kelola sampah. Ini hanya baru fokus di TPA, itu pun karena ada sanksi dari kementerian,” jelasnya.

Data yang ia sampaikan, Kabupaten Tangerang memiliki 281 armada angkut sampah untuk melayani 274 desa/kelurahan. Secara jumlah, armada dinilai mencukupi.

Namun, sampah tetap menumpuk di sejumlah wilayah. Menurutnya, persoalan utama terletak pada sistem dan manajemen, bukan pada jumlah kendaraan.

“Logikanya, kalau manajemennya bagus, sampah nggak bakal numpuk. Di beberapa kecamatan seperti Jambe, satu armada bisa meng-cover dua desa,” lanjut dia.

Pengangguran dan Ketidaksesuaian Pelatihan

Di sektor ketenagakerjaan, Deden menyoroti tingginya angka pengangguran yang dinilai berkaitan dengan ketidaksesuaian pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan kebutuhan industri.

Ia mempertanyakan apakah pemerintah memiliki peta kebutuhan tenaga kerja industri secara rinci, sehingga lulusan pelatihan dapat langsung terserap pasar kerja. Tanpa sinkronisasi tersebut, pelatihan dinilai berpotensi menghasilkan lulusan yang tidak terserap.

BACA JUGA:  Diduga Mabuk, Dua Sejoli Tercebur ke Sungai Cimanceuri-Mauk, Satu Orang Hilang

Setiap tahun, sekitar 1.500 peserta disebut mengikuti pelatihan BLK. Namun, Deden meminta pemerintah mempublikasikan data berapa banyak yang benar-benar terserap kerja, menjadi wirausaha, atau masih menganggur.

“Jangan-jangan 1.500 itu yang kita latih karena tidak sesuai keahliannya yang dibutuhkan oleh perusahaan, jadi pengangguran terlatih saja,” ucapnya.

Selain itu, ia mendesak pembentukan Satuan Tugas Anticalo Tenaga Kerja untuk memberantas praktik percaloan dalam proses rekrutmen industri yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Calo itu ada karena ada orang dalam perusahaan yang main. Pemerintah harus tegas!” katanya.

Membangun Berbasis Data, Bukan Selera

Deden menekankan pentingnya pembangunan berbasis data riil di lapangan. Ia meminta pemerintah memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar seperti pengangguran, kemiskinan, angka putus sekolah, tata kelola sampah, serta keberpihakan pada pelaku usaha mikro, petani, dan nelayan.

Ia berharap, di masa jabatan yang genap satu tahun ini, Bupati dan Wakil Bupati dapat menjalankan visi dan misi secara utuh dan terukur, terutama dalam menyelesaikan persoalan pendidikan yang dinilai paling mendesak bagi masa depan Kabupaten Tangerang.

“Nah, selain itu, membangunlah dengan menggunakan data, sehingga apa yang dilakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan apa yang dibutuhkan oleh kita sebagai para pemimpin,” pungkasnya.

TAGGED:kabupaten tangerang
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Kantah Tangsel Gandeng PCNU, Targetkan 100 Sertipikat Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah Rampung 2026

Gedung DPRD Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

DPRD Kabupaten Tangerang Beri Rapor Merah Setahun Kepemimpinan Maesyal–Intan

Foto: Ilustrasi/freepik.com

RIGHTS Soroti Sikap Pasif Camat dan Lurah dalam Kasus Dugaan Pencabulan Empat Anak di Serpong Utara

Foto: Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid | Istimewa

​Bupati Tangerang Resmikan Fasilitas Baru Masjid Al-Amjad dan Buka Semarak Ramadan 1447 Hijriah

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten bakal mengusut dugaan kelalaian Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait jalan rusak yang merenggut korban jiwa di Pasar Kamis | Foto: Tugu Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang/Tangerangupdate.com

Ombudsman Bakal Usut Unsur Kelalaian Pemkab Tangerang dalam Kasus Jalan Rusak Pasar Kemis

Foto: Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang bersama Hipmi dan Sejumlah OPD Pemkab Tangerang | Istimewa

Status Lahan Industri Berubah, DPRD Kabupaten Tangerang Khawatirkan Nasib Investor

Berita Terkait

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Jalan Rusak di Pasar Kemis Picu Kecelakaan, Pengamat Trisakti: Bupati Tangerang Terancam Pidana

Foto: polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan maut yang merenggut nyawa pelajar di Pasar Kemis | Istimewa
Kab Tangerang

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut di Pasar Kemis Diduga Akibat Jalan Rusak

Foto: kondisi Jalan Raya Pasar Kemis pasca diklaim Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid sedang diperbaiki | Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Warga Pasar Kemis Bantah Klaim Bupati Tangerang soal Perbaikan Jalan Raya Pasar Kemis

Foto: Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid | Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Kembali Rusak Terkelupas, Bupati Tangerang Klaim Jalan Raya Pasar Kemis Lagi Diperbaiki

Foto: Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (kiri) | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Buka Tangerang TAXPO 2026, Maesyal Rasyid Dorong Budaya Sadar Pajak di Ruang Publik

Foto: kondisi terkini Jalan Raya Pasar pasca diperbaiki oleh DBMSDA Kabupaten Tangerang pada Sabtu 14 Februari 2026, kemarin | Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Baru Ditambal DBMSDA, Aspal Jalan Raya Pasar Kemis Kembali Rusak Terkelupas

Karangan bungai komika perempuan, Mega Salsabilla, melalui unggahan media sosial | Foto: Instagram @/jubir.warkab
Kab Tangerang

Empat Orang Tewas Akibat Jalan Rusak, Komika Semprot Pemkab Tangerang Lewat Karangan Bunga

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud | Istimewa
Kab Tangerang

Ketua DPRD Desak Pemkab Tangerang Segera Perbaiki Jalan Rusak Usai 4 Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan

Jangan Lewatkan

Foto: Istimewa

Program Makan Bergizi Gratis di Pandeglang Diduga Jadi Ladang ‘Cuan’ Pejabat

Kamis, 19 Februari 2026
Gedung DPRD Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

DPRD Kabupaten Tangerang Beri Rapor Merah Setahun Kepemimpinan Maesyal–Intan

Sabtu, 21 Februari 2026
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah | Dok. Istimewa

Jalan Rusak di Pasar Kemis Picu Kecelakaan, Pengamat Trisakti: Bupati Tangerang Terancam Pidana

Rabu, 18 Februari 2026
Foto: Ilustrasi/freepik.com

RIGHTS Soroti Sikap Pasif Camat dan Lurah dalam Kasus Dugaan Pencabulan Empat Anak di Serpong Utara

Sabtu, 21 Februari 2026
Foto: Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid | Istimewa

​Bupati Tangerang Resmikan Fasilitas Baru Masjid Al-Amjad dan Buka Semarak Ramadan 1447 Hijriah

Jumat, 20 Februari 2026
Foto: polisi tengah melakukan olah TKP kecelakaan maut yang merenggut nyawa pelajar di Pasar Kemis | Istimewa

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut di Pasar Kemis Diduga Akibat Jalan Rusak

Rabu, 18 Februari 2026
Foto: kondisi Jalan Raya Pasar Kemis pasca diklaim Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid sedang diperbaiki | Tangerangupdate.com

Warga Pasar Kemis Bantah Klaim Bupati Tangerang soal Perbaikan Jalan Raya Pasar Kemis

Selasa, 17 Februari 2026
Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten bakal mengusut dugaan kelalaian Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait jalan rusak yang merenggut korban jiwa di Pasar Kamis | Foto: Tugu Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang/Tangerangupdate.com

Ombudsman Bakal Usut Unsur Kelalaian Pemkab Tangerang dalam Kasus Jalan Rusak Pasar Kemis

Jumat, 20 Februari 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp