Tangerangupdate.com – Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, tepatnya di RT 05/04, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengaku lelah menyuarakan keluhan mereka terkait dampak pencemaran dari gunungan sampah.
Salah satu warga, Agus, bahkan berencana mengadu langsung ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) lantaran merasa diabaikan oleh Pemerintah Kota Tangsel.
“Saya minta keadilan, tolonglah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPRD atau pejabat yang bersangkutan turun bantu masyarakat ke sini. Jangankan gubernur, wali kota aja gak pernah turun,” ujar Agus saat ditemui di rumahnya, Rabu (29/10/2025).
Agus mengungkapkan, dinding rumahnya kini berhimpitan langsung dengan timbunan sampah TPA Cipeucang. Bahkan, sebagian tanah miliknya sudah tertimbun akibat longsoran dari area pembuangan tersebut.
Ia mengaku sudah kehilangan harapan terhadap Pemkot Tangsel yang dinilai lamban menangani masalah TPA Cipeucang. Karena itu, Agus berencana melapor ke Gubernur Dedi Mulyadi, meski menyadari wilayah Tangsel bukan di bawah kewenangan Jawa Barat.
“Saya akan melapor ke gubernur KDM, bukan ke Andra Soni. Biarpun bukan warganya, saya akan meminta keadilan ke KDM, karena saya lihat beliau lebih membela rakyat kecil,” kata Agus.
Kompensasi Dinilai Tak Seimbang
Agus juga menyoroti besaran kompensasi Rp250 ribu per tahun yang diberikan Pemkot Tangsel kepada warga terdampak. Menurutnya, jumlah tersebut tidak sebanding dengan kerugian dan dampak pencemaran yang mereka alami setiap hari.
“Kompensasi dari mana? Saya minta air minum aja gak dikasih. Baru tahun 2024 ini kami dikasih Rp250 ribu per KK, itu pun setahun sekali,” keluhnya.
Ia juga memprotes kebijakan kompensasi yang disamaratakan antara warga yang tinggal sangat dekat dengan TPA dan yang berada lebih jauh.
“Yang jauh, yang dekat, sama. Saya keberatannya, yang dekat dikasih sama kayak yang jauh,” tambahnya.
Air Sumur Tercemar, Warga Terpaksa Beli Air
Sebelum pencemaran semakin parah, warga di sekitar TPA Cipeucang masih bisa menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak. Namun kini, air sumur mereka sudah tidak layak digunakan.
“Beli air buat minum dan masak. Sumur saya udah gak bisa dipakai. Mandi kadang minta ke tetangga, kalau air PAM juga bau,” jelas Agus.
Ia juga menyebut banyak warga mengalami gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal dan sesak napas, akibat pencemaran dari TPA.
Minta Pemkot Tangsel Benahi Pengelolaan Sampah
Sebagai warga yang terdampak langsung, Agus berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki pengelolaan sampah di TPA Cipeucang.
“Harapan saya, sampahnya dirapikan, dibenahi, jangan sampai merugikan warga. Penyakit gatal sudah sering, sesak malah. Kita rakyat kecil istilahnya begitu,” pungkasnya.
Editor: Jupry Nugroho
Reporter: Juno

