Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Sabtu, 13 Juni 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Tak Dapat Uang Kompensasi, Warga Nambo Serpong Pertanyaan Lahan Baru TPA Cipeucang

Redaksi TU
Redaksi TU
Selasa, 18 November 2025 | 15:27 WIB
Warga Nambo yang sudah lama terdampak TPA Cipeucang. Ia menuntut kejelasan "uang bau" sebesar Rp250.000 yang seharusnya ia terima. "Orang-orang pada dapat, emak mah belum," keluhnya, mempertanyakan alasan masalah rekening yang diberikan | Dok. Tangerangupdate.com
Warga Nambo yang sudah lama terdampak TPA Cipeucang. Ia menuntut kejelasan "uang bau" sebesar Rp250.000 yang seharusnya ia terima. "Orang-orang pada dapat, emak mah belum," keluhnya, mempertanyakan alasan masalah rekening yang diberikan | Dok. Tangerangupdate.com
SHARE

Tangerangupdate.com – Warga Kampung Nambo, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyuarakan keluhan mereka terkait dampak lingkungan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang.

Selain dampak bau menyengat yang sudah dirasakan bertahun-tahun, seorang warga lansia bernama Uwin mengaku tidak mendapat uang kompensasi yang seharusnya dibagikan kepada warga terdampak.

- Advertisement -
Ad imageAd image

​Pengakuan Uwin ini menambah deretan panjang permasalahan lingkungan dan sosial yang menyelimuti TPA Cipeucang.

​Uwin, yang sudah puluhan tahun tinggal di dekat area TPA, mengungkapkan kebingungannya mengenai dana kompensasi yang lazim disebut ‘uang bau’ tersebut.

Ia mendengar bahwa sejumlah tetangganya telah menerima uang kompensasi sebesar Rp250.000, namun ia sendiri tidak mendapatkannya.

​”Emak mah enggak dapat duit bau. Kemarin katanya dapat Rp250, tapi emak mah enggak,” ujar Uwin dengan nada kecewa.

​Menurut penuturannya, saat menanyakan hal tersebut, ia mendapat jawaban bahwa rekeningnya mengalami masalah. “Katanya rekeningnya ada masalah. Ada masalah gimana, udah berpuluh-puluh tahun emak ada di sini. Orang-orang pada dapat, emak mah belum,” tegasnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Tangsel Klaim Proyek Kawasan Kumuh Serua Sudah Selesai, Warga Sebut Belum

​Lebih lanjut, Uwin membeberkan dampak buruk lingkungan yang terus memburuk seiring waktu. Bau sampah yang menyengat dan lalat yang beterbangan sudah menjadi santapan sehari-hari.

​”Dari dulu juga bau, lalat, makin bau, engap (sesak),” keluhnya.

​Selain itu, keberadaan TPA juga merusak kualitas air sumur di lingkungannya. Warga kini harus membeli air bersih untuk kebutuhan masak dan minum.

​”Air juga jadi jelek. Buat minum, masak beli, paling buat nyuci doang. Enggak dapat (bantuan). Beli air, seminggu sekali buat masak minum, seminggu dua galon. Satu galonnya 8 ribu. Dulu air mah bening banget, sekarang enggak,” jelas Uwin.

​Uwin juga mengenang janji yang pernah diucapkan oleh Wali Kota Tangsel periode 2011 – 2021, Airin Rachmi Diany, terkait rencana penataan TPA Cipeucang.

Namun, alih-alih menjadi taman, TPA Cipeucang terus beroperasi dan menimbulkan masalah lingkungan yang semakin parah bagi warga sekitar, sementara janji kompensasi pun belum terwujud sepenuhnya.

​”Katanya dulu buat diolah. Buat jalan santai katanya, buat bikin kolam renang, buat permainan anak-anak. Kata bu Airin, di sini nih buat jalan santai sampai sana. Buat bikin taman bebek-bebekan katanya gitu,” ungkap Uwin, merujuk pada wacana pengubahan lanskap calon tempat penampungan sampah baru menjadi taman kota.

BACA JUGA:  Pengembang Graha Raya Diduga Tutup Akses Jalan Warga dengan Tembok
TAGGED:tangerang selatan
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

Terpopuler

Jakarta earth hour sempat digelar pada 2023. (Dok. Getty Images)

Pemprov DKI Ajak Warga Ikut Aksi 60 Menit Tanpa Lampu

Foto: Satlantas Polresta Tangerang

Sopir Truk Tabrak Lari Kak Herman Ngaku Kabur Karena Takut Diamuk Massa

Foto: istimewa

Mahasiswa Ajukan Keberatan Informasi Publik ke Polres Metro Tangerang Kota

Foto: Ketua Umum FKDSI, Andi Herenal | Dok. Istimewa

FKDSI Apresiasi Komitmen Pemerintah Siapkan Skema PDDI On Going untuk Keberlanjutan Studi Doktoral Dosen

Foto: kondisi jalan gelap di Kabupaten Tangerang | Foto: ilustrasi/Tangerangupdate.com

Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Jalan Pasar Kemis Diduga Gegara Jalan Gelap

Foto: mobil truk diduga penabrak tokoh Pramuka asal Tangerang di Cikupa | Dok. Istimewa

Sopir Terduga Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang Ditangkap di Bandung

Berita Terkait

Foto: ilustrasi/freepik
Kota Tangsel

Gemasos Minta Pemerintah Tarik Dana Pengusaha dari Singapura, Dorong Langkah Ekstrem demi Kedaulatan Ekonomi

Tangkapan Layar Kondisi Putar Balik Depan WTC Serpong/ Dok. TU
Kota Tangsel

Kerap Dituding Jadi Biang Kemacetan, U-Turn Depan WTC Serpong Akan di Tutup Permanen

Kota Tangsel

Taman Ciputat Timur Jadi Destinasi Olahraga Baru Warga Tangsel, Ramai Dipadati Setiap Pagi dan Sore

Foto: pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026 | Ilustrasi/Dok. TU
Kota Tangsel

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Green Rp17.000

Kota Tangsel

DP3AP2KB Tangsel Bangun Kerjasama Lintas Sektor Dukung Program Kota Layak Anak

Aliansi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar aksi demonstrasi damai di lingkungan kampus/ Dok. TU
Nasional

Mahasiswa UIN Jakarta Gelar Aksi, Kritik  Rombongan Rektor Gruduk Sekolah Pembangunan Pamulang

Paspor berserakan di kawasan BSD, Tangerang Selatan. | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Paspor Bekas Berserakan di Tangsel Viral, Imigrasi Turun Tangan

Foto: Ilustrasi/Istimewa
Kota Tangsel

Festival Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno Digelar di Tangsel, Gita Swarantika: Saatnya Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Jangan Lewatkan

Foto: kantor Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Disorot, Anggaran Makan Minum Rapat Rp1,6 Miliar di Kecamatan Curug Akan Dicek Sekda

Rabu, 10 Juni 2026
Paspor berserakan di kawasan BSD, Tangerang Selatan. | Dok. Istimewa

Paspor Bekas Berserakan di Tangsel Viral, Imigrasi Turun Tangan

Senin, 8 Juni 2026
Foto: ilustrasi/freepik

Motor dan Dump Truk Kecelakaan di Cikupa: Ibu Tewas, Dua Anak Terluka

Selasa, 9 Juni 2026
Foto: proses perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di Teluknaga dan Kosambi | Dok. Istimewa

Dishub Kabupaten Tangerang Mulai Perbaiki 713 Titik PJU Mati di Teluknaga dan Kosambi

Selasa, 9 Juni 2026
Foto: konferensi pers ungkap kasus pembunuhan tukang cilok di Cikupa, di Mapolresta Tangerang | Dok. Istimewa

Dendam dan Sakit Hati Jadi Motif Pembunuhan Pedagang Cilok di Cikupa

Senin, 8 Juni 2026
Ilustrasi penculikan anak. (Dok. iStockphoto)

Utang Rp30 juta berujung penyekapan 17 jam di Tangerang

Minggu, 7 Juni 2026
Pengamat kebijakan publik, Ahmad Priatna | Dok. Pribadi

Pengamat: Banyak PJU Mati Jadi Bukti Tangerang Benderang Belum Terwujud

Senin, 8 Juni 2026
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberi keterangan pers terkait ekonomi dan investasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Dok. DPR RI)

DPR-Pemerintah Sinkronkan Ekonomi, DSI Awasi Ekspor SDA

Senin, 8 Juni 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp