Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 23 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Opini

RUU TNI: Potensi Ancaman Serius bagi Demokrasi dan Reformasi

Redaksi TU
Redaksi TU
Senin, 17 Maret 2025 | 12:22 WIB
Koalisi Sipil menggelar aksi protes rapat DPR bahas RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta. (Foto: Tangkapan layar/Istimewa)
Koalisi Sipil menggelar aksi protes rapat DPR bahas RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta. (Foto: Tangkapan layar/Istimewa)
SHARE

Tangerangupdate.com – Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI yang saat ini tengah digodok oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuai badai kritik dari berbagai elemen masyarakat sipil.

Bukan tanpa alasan, penolakan keras ini didasari oleh kekhawatiran mendalam akan terkikisnya fondasi demokrasi, dan kembalinya militer ke dalam ranah sipil yang seharusnya steril dari intervensi kekuasaan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan tajam adalah potensi pengembalian dwifungsi TNI, sebuah konsep yang telah lama ditinggalkan sejak era Reformasi 1998.

Sejarah kelam masa lalu di mana militer menduduki jabatan-jabatan sipil seolah hendak diulang kembali, mengabaikan semangat reformasi yang telah mengamanatkan pemisahan TNI dari ranah politik.

Penempatan militer aktif di jabatan sipil bukan hanya mengancam profesionalisme militer, tetapi juga mengkhianati esensi demokrasi yang menjunjung tinggi supremasi sipil.

Masa depan demokrasi yang suram pun menjadi bayang-bayang yang menakutkan, mengancam untuk meruntuhkan pilar-pilar kebebasan yang telah susah payah dibangun. Profesionalisme militer yang seharusnya menjadi pilar utama pertahanan negara pun terancam melemah.

BACA JUGA:  Tantangan Partai Politik Atas Putusan MK NO. 135/PUU-XXII/2024

Perluasan kewenangan TNI yang tidak diimbangi dengan mekanisme pengawasan yang ketat membuka peluang lebar bagi penyalahgunaan kekuasaan, potensi menciptakan tentara yang tidak terkendali dan berpotensi menjadi alat penindasan.

Proses penyusunan RUU yang minim transparansi dan partisipasi publik semakin menambah daftar panjang kekhawatiran. Masyarakat merasa diabaikan, tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Ketertutupan ini menimbulkan kecurigaan bahwa RUU ini dirancang untuk melayani kepentingan segelintir elite, bukan kepentingan rakyat. Lebih jauh lagi, perluasan kewenangan TNI berpotensi menimbulkan konflik dengan lembaga-lembaga sipil lainnya.

Tumpang tindih kewenangan dan ambiguitas peran dapat mengganggu stabilitas dan efektivitas pemerintahan, menciptakan kekacauan dalam sistem birokrasi. RUU TNI ini adalah pengkhianatan terhadap semangat Reformasi 1998 yang mengamanatkan pemisahan TNI dari ranah politik.

Semangat reformasi yang telah mengantarkan Indonesia menuju era demokrasi yang lebih baik seolah diinjak-injak, diabaikan demi ambisi kekuasaan yang sempit. Oleh karena itu, penolakan terhadap RUU TNI adalah sebuah keniscayaan.

Kita tidak boleh membiarkan demokrasi yang telah diperjuangkan dengan susah payah ini dirusak oleh ambisi kekuasaan segelintir elite. Mari kita jaga demokrasi, dan pastikan profesionalisme militer tetap menjadi pilar utama pertahanan negara.

BACA JUGA:  Ciputat: Pusat Kota yang Terlupakan dalam Bayang-Bayang Kemewahan Swasta

Disclaimer: Artikel ini merupakan produk meja redaksi Tangerangupdate.com. Semua isi tulisan dan konten di dalamnya merupakan sebuah opini dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada siapapun. 

TAGGED:RUU TNI
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Kerap Terjebak Macet di Pamulang? Ternyata Ini Penyebab Arus Siliwangi – Puspitek Tersendat

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti dugaan lambatnya pengundangan sejumlah undang-undang yang telah disahkan DPR. | Dok. Tangerangupdate.com

Rieke Desak Prabowo Evaluasi Birokrasi, Soroti Lambatnya Pengundangan UU

Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Warga Serpong Lagoon membeli air minum galon imbas kasus E.coli. | Dok.TU

Imbas Kasus E. coli, Warga Serpong Lagoon Habiskan Rp200 Ribu Sehari untuk Air Galon

Lokasi : Serpong Lagoon

Kasus Air Tercemar EColi di Serpong Lagoon, Korban Bertambah Jadi 176 Orang

Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Berita Terkait

Opini

Angka di Kertas, Anggota di Parlemen: Ilusi Kesetaraan Gender dalam Hukum Pemilu

Opini

Janji 19 Juta Lapangan Kerja: Kuantitas Tanpa Kualitas?

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Nikel, Karbon, dan Kuasa: HMI Menggugat Ketimpangan Transisi Energi Global

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

Krisis Ekologi adalah Krisis Kepemimpinan: Perspektif Ekoteosentris HMI

Foto: Elsa Mayori | Dok. Pribadi
Opini

NDP HMI Dan Paradoks Industrialisasi: Meneguhkan Tauhid Sosial Untuk Kedaulatan Ekologi Indonesia

Catatan Kritis Kader HMI untuk Arah Baru Industrialisasi Indonesia | Dok. Pribadi
Opini

Transformasi Hijau-Digital Belum Cukup: Perempuan Harus Masuk Ruang Pengambilan Keputusan

Foto: Ilustrasi/istimewa
Opini

Ketika Kemarahan Mengalahkan Kemanusiaan

Foto: Purwanti,Dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang | Dok. TU
Opini

Dosen Juga Perlu Bernapas: Menjaga Jiwa Tetap Sehat Bersama ORKI Tangerang Selatan

Jangan Lewatkan

Foto: istimewa

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM

Rabu, 21 Oktober 2026
Lahan Tambang di Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Lebak/ Dok. M.Iqbal

RTRW Lebak Disorot, Zonasi Tambang Bersinggungan dengan Kawasan Rawan Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026
Sabak Bernam Parlemen Malaysia yang kritik Prabowo pakai Bahasa Jawa / Dok. Ist

Anggota Parlemen Malaysia Sampaikan Pesan kepada Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Kamis, 22 Oktober 2026
Warga Serpong Lagoon membeli air minum galon imbas kasus E.coli. | Dok.TU

Imbas Kasus E. coli, Warga Serpong Lagoon Habiskan Rp200 Ribu Sehari untuk Air Galon

Jumat, 23 Oktober 2026
Lokasi : Serpong Lagoon

Kasus Air Tercemar EColi di Serpong Lagoon, Korban Bertambah Jadi 176 Orang

Jumat, 23 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto | Foto : Kantor Staff Presiden RI

Ekonomi Rumah Tangga Tertekan, Warga Minta Pemerintahan Prabowo-Gibran Lebih Peka

Kamis, 22 Oktober 2026
Prose pengupasan atau scraping Jalan Rawa Buntu oleh Bina Marga Tangsel/ Dok. TU

Perbaikan Jalan Rawa Buntu Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Selasa, 20 Oktober 2026
Foto: Kepala Kanwil Kemenkum Banten, Hadiyanto | Dok. Tangerangupdate.com

Kemenkum Banten Dorong Mahasiswa Berwirausaha, Perseroan Perorangan Jadi Solusi

Kamis, 22 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp