Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Jumat, 23 Oktober 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kab Tangerang

Lantai Dua Pasar Gudang Tigaraksa Kian Sunyi, Pedagang Bertahan Menunggu Pembeli

Admin
Admin
Rabu, 2 September 2026 | 12:11 WIB
Foto: suasana lorong lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com
Foto: suasana lorong lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa | Dok. Tangerangupdate.com
SHARE

Tangerangupdate.com – Suara langkah kaki terdengar samar di lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Di sepanjang lorong, deretan lapak pakaian, sandal, dan berbagai kebutuhan lainnya masih berjajar. Sebagian pedagang terlihat duduk menunggu di balik meja dagangan, sementara beberapa lapak lainnya tampak tutup.

Tak banyak pengunjung yang melintas. Sesekali ada pembeli yang berhenti di salah satu toko, melihat-lihat pakaian, kemudian melanjutkan perjalanan. Selebihnya, lorong lantai dua pasar itu kembali lengang.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pemandangan tersebut menjadi keseharian para pedagang yang masih bertahan. Bagi mereka, suasana ramai yang dahulu memenuhi lantai dua kini tinggal kenangan.

Salah satunya Ina, pedagang pakaian yang telah berjualan di Pasar Gudang Tigaraksa selama sekitar tujuh tahun. Ia mulai membuka usaha di pasar tersebut sebelum pandemi Covid-19.

“Dari sebelum Corona, sudah tujuh tahun jualan di sini,” ujar Ina saat ditemui Tangerangupdate.com, Selasa 1 September 2026.

Sebelum menempati Pasar Gudang Tigaraksa, Ina telah lama menjalankan usaha pakaian di tempat lain. Ketika pasar tersebut dibangun, ia kemudian memindahkan aktivitas dagangnya ke sana.

Ia masih ingat bagaimana kondisi pasar pada masa-masa awal. Menurut Ina, pembeli ketika itu datang silih berganti. Pendapatan dari berjualan pakaian pun jauh berbeda dibandingkan sekarang.

Ia bahkan menggambarkan kondisi saat pasar sedang ramai, uang hasil penjualan bisa memenuhi laci tokonya. “Kalau dulu mah sampai duit itu ruber-ruber di laci,” ujarnya sembari tertawa kecil.

Ina menyebut, dalam kondisi ketika pasar masih ramai, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp10 juta dalam sebulan. Kini, angka tersebut terasa semakin sulit dicapai.

“Sekarang ya saking nggak ada, nggak kelihatan. Makin ke mari makin tipis, makin tipis aja,” tuturnya.

BACA JUGA:  Motif Lima Pria Diduga Siksa dan Paksa Korban Masturbasi di Panongan: Takut Konsumen Direbut

Besaran transaksi yang masuk ke tokonya pun semakin tidak menentu. Jika sedang ada pembeli dalam jumlah lebih banyak, ia bisa mendapatkan transaksi hingga sekitar Rp400 ribu-Rp500 ribu. Namun, kondisi seperti itu disebut jarang terjadi.

Tak jarang, transaksi yang didapat hanya sekitar Rp60 ribu. “Paling banyak Rp500 ribu, Rp400 ribu. Tapi paling sedikit kadang Rp60 ribu. Sekarang mah itu juga jarang,” kata Ina.

Meski begitu, Ina memilih tidak larut dalam keadaan. Ia tetap membuka toko dan berusaha melihat sisi lain dari kondisi yang dihadapinya.

Baginya, selalu ada rezeki yang datang meski tidak sebanyak dahulu. “Ada aja yang beli. Kalau ada yang pesan apa gitu, alhamdulillah, itu rezeki,” ujarnya.

Untuk menyiasati kondisi pasar yang sepi, Ina juga tidak hanya mengandalkan barang yang tersedia di tokonya. Para pedagang di lantai dua menurutnya kini harus saling membantu dan bekerja sama.

Barang yang tidak tersedia di satu toko dapat dicari dari toko pedagang lain. Begitu pula sebaliknya.

“Sekarang di sini jualannya campur. Kalau nggak campur, kita kan nggak bisa dapat duit,” katanya.

Menurut Ina, kerja sama antarpedagang menjadi salah satu cara untuk tetap bertahan. Ia menyebut hubungan kekeluargaan di antara pedagang juga menjadi hal penting ketika kondisi pasar sedang sulit.

“Jadi saling join dari toko yang satu ke toko yang lain. Nggak kita sendiri. Kerja sama nomor satu, kekeluargaan nomor satu,” tuturnya.

Harapan untuk kembali melihat lantai dua pasar dipenuhi pengunjung pun masih ada. Ina berharap kondisi perekonomian masyarakat dapat kembali membaik sehingga daya beli meningkat. Ia juga berharap semakin banyak masyarakat memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, termasuk berbelanja di pasar.

BACA JUGA:  Maju di Konfercab, Hendra Wijaya Ambil Formulir Calon Ketua PWI Kabupaten Tangerang

“Harapannya situasinya seperti dulu lagi. Perekonomian seperti dulu lagi,” katanya.

Cerita tentang pasar yang semakin lengang juga dirasakan Udin, pedagang sandal yang masih membuka lapaknya di lantai dua.

Hampir setiap hari, Udin melihat lorong pasar dalam kondisi yang sama. Pedagang tetap membuka toko, tetapi pembeli yang datang tidak sebanding dengan jumlah lapak yang tersedia.

“Iya, tiap hari kayak gini. Sepi, jarang pengunjung,” ujarnya.

Menurut Udin, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab lantai dua semakin sepi. Pengunjung yang datang ke Pasar Gudang Tigaraksa lebih banyak berkonsentrasi di bagian bawah untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti sayuran, ikan, dan sembako.

Sementara itu, pakaian dan sandal yang dijual di lantai dua hanya dicari ketika masyarakat memang sedang membutuhkan.

“Kalau bukan keperluan mau beli pakaian atau sandal, enggak ada yang naik. Jadi sepi. Jangankan yang belanja, yang lewat juga kayak gini,” katanya.

Sepinya pengunjung kemudian berimbas pada pendapatan Udin. Ia mengaku ada kalanya dalam sehari tidak mendapatkan satu pun pembeli. “Kadang-kadang nol,” ujarnya.

Kondisi tersebut bukan sesuatu yang baru dirasakan Udin. Menurut dia, perubahan mulai terasa sejak pandemi Covid-19 dan semakin berat dalam beberapa tahun terakhir.

Selain daya beli masyarakat yang menurun, perkembangan belanja secara daring juga ikut mengubah kebiasaan konsumen.

“Makin ke sininya makin terpuruk. Mungkin pengaruh online juga bisa, kesulitan ekonomi juga,” tuturnya.

Belanja melalui toko daring membuat masyarakat memiliki pilihan lain tanpa harus datang ke pasar. Pada saat yang sama, kondisi ekonomi membuat masyarakat semakin selektif menentukan barang yang akan dibeli.

BACA JUGA:  Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Polresta Tangerang Gelar Giat "Si Caka" di Titik Rawan Jalan Raya Serang

Dampaknya terasa hingga ke lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa. Menurut Udin, sejumlah pedagang yang sebelumnya ikut meramaikan kawasan tersebut kini sudah tidak lagi membuka lapak. Sebagian memilih berhenti karena tidak mampu bertahan dengan kondisi penjualan yang terus menurun.

“Pasar-pasarnya banyak yang tutup sekarang. Biasanya ada yang buka, sekarang sudah pada nyerah,” katanya.

Namun Udin masih memilih bertahan. Bukan karena hasil penjualan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan, melainkan karena belum memiliki pekerjaan lain yang bisa menjadi tumpuan.

“Ya karena enggak ada pekerjaan lain. Bertahan aja sambil main-main ke sini,” ucapnya.

Bertahan di pasar yang sepi juga berarti harus siap menanggung biaya operasional dari kantong sendiri. Ketika hasil penjualan tidak mencukupi, Udin terpaksa menggunakan uang pribadi untuk ongkos dan kebutuhan lainnya.

“Kalau ngandelin dari penjualan mah ya enggak ada untungnya. Tetap ngambil dari pribadi, dari kantong sendiri,” ungkapnya.

Di lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa, cerita Ina dan Udin menjadi gambaran bagaimana para pedagang berusaha bertahan di tengah perubahan kebiasaan belanja masyarakat.

Lapak-lapak masih terbuka. Pakaian masih tergantung rapi. Sandal masih tersusun di rak. Namun, yang semakin sulit ditemukan adalah keramaian pembeli seperti dulu.

Meski demikian, para pedagang masih memilih membuka pintu toko setiap hari. Mereka menunggu langkah kaki yang berhenti di depan lapak, menunggu transaksi berikutnya, dan berharap suatu hari nanti lantai dua Pasar Gudang Tigaraksa kembali dipenuhi aktivitas seperti masa-masa ketika pasar belum mengenal kata sepi.

Editor & Reporter
Reporter: Rhomi
TAGGED:kabupaten tangerang
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti dugaan lambatnya pengundangan sejumlah undang-undang yang telah disahkan DPR. | Dok. Tangerangupdate.com

Rieke Desak Prabowo Evaluasi Birokrasi, Soroti Lambatnya Pengundangan UU

Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Warga Serpong Lagoon membeli air minum galon imbas kasus E.coli. | Dok.TU

Imbas Kasus E. coli, Warga Serpong Lagoon Habiskan Rp200 Ribu Sehari untuk Air Galon

Lokasi : Serpong Lagoon

Kasus Air Tercemar EColi di Serpong Lagoon, Korban Bertambah Jadi 176 Orang

Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Tangkapan layar sampah di Bantaran Kali Jaletereng di Keluhkan Warga / Dok. TU

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Bantaran Kali Jaletreng Tangsel

Berita Terkait

Foto: istimewa
Kab Tangerang

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM

Foto: istimewa
Kab Tangerang

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Pemkab Utamakan Kegiatan Spiritual dan Sosial

Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Foto: Pengamat sekaligus Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah | Dok. Pribadi/trubus_r
Kab Tangerang

Kasus Dugaan Pengabaian Laporan Matel Cikupa, Guru Besar Trisakti Minta Propam Usut Polsek

Foto: Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Intimidasi Jemaat Ibadah di Rajeg

Foto: Mapolsek Cikupa | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Polsek Cikupa Diduga Kerahkan Buzzer Tutup Kasus Dugaan Cuekin Laporan Korban Matel

Foto: Mapolsek Cikuoa | Dok. Tangerangupdate.com
Kab Tangerang

Terungkap, Korban Matel yang Diduga Dilepas Polsek Cikupa Ngaku Dicuekin saat Mau Lapor

Foto: terduga matel saat ditangkap oleh anggota Polresta Tangerang | Dok. Istimewa
Kab Tangerang

Sudah Ditangkap, Polisi Diduga Lepas Matel yang Tarik Motor Warga di Cikupa

Jangan Lewatkan

Persidangan Sengketa Masa Jabatan Sekda Tangsel di PTUN Serang / Dok. TU

Feri Amsari Jadi Saksi Ahli dalam Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel

Jumat, 23 Oktober 2026
Foto : Istimewa

Bedolan Pamarayan Kembali Digelar, Bupati Serang Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan

Sabtu, 17 Oktober 2026
Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan | Dok. Tangerangupdate

Gudang yang Meledak di Pasar Cimanggis, Pemkot Sebut Tak Berizin

Jumat, 23 Oktober 2026
Lahan Tambang di Salah Satu Kecamatan di Kabupaten Lebak/ Dok. M.Iqbal

RTRW Lebak Disorot, Zonasi Tambang Bersinggungan dengan Kawasan Rawan Bencana

Rabu, 21 Oktober 2026
Foto: istimewa

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Perkuat Zona Integritas Menuju WBBM

Rabu, 21 Oktober 2026
Sabak Bernam Parlemen Malaysia yang kritik Prabowo pakai Bahasa Jawa / Dok. Ist

Anggota Parlemen Malaysia Sampaikan Pesan kepada Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Kamis, 22 Oktober 2026
Foto: aksi massa HmI Cabang Ciputat | Dok. istimewa

HMI Cabang Ciputat Desak Menteri Perhutanan Dicopot

Kamis, 22 Oktober 2026
Foto: Olah TKP gerai handphone yang dibobol maling di Tigaraksa | Dok. Istimewa

Gerai Handphone di Tigaraksa Dibobol Maling, 41 Handphone dan 3 TV Raib

Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp