Tangerang Update
Masuk
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
  • Kab Tangerang
  • Kota Tangsel
  • kabupaten tangerang
  • tangerang selatan
  • tangsel
  • Nasional
Minggu, 8 November 2026
Tangerang UpdateTangerang Update
Search
  • Home
  • Tangerang Raya
    • Kota Tangsel
    • Kota Tangerang
    • Kab Tangerang
  • Banten
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
  • Metropolitan
  • Olahraga
  • Ragam
  • Daerah
  • Opini
Punya Akun? Masuk
Follow US
© 2025 Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Kota Tangsel

Cisadane Dulu Jadi Pusat Kehidupan, Kini Terancam Kehilangan Fungsi Ekologis dan Sosial

Admin TU
Admin TU
Minggu, 8 November 2026 | 01:20 WIB
Foto Ilustrasi/Istimewa
Foto Ilustrasi/Istimewa
SHARE

Tangerangupdate.com – Sungai Cisadane pernah menjadi pusat kehidupan masyarakat Serpong. Sebelum jalan raya berkembang, sungai tersebut menjadi jalur transportasi, ruang interaksi sosial, hingga penopang aktivitas ekonomi warga.

Namun, perkembangan permukiman dan infrastruktur perkotaan perlahan mengubah hubungan masyarakat dengan sungai. Cisadane yang dahulu menjadi bagian penting kehidupan warga kini menghadapi tekanan pembangunan dan persoalan lingkungan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Penggiat sejarah Serpong, Syahrudin alias Mang Iging, mengatakan Cisadane merupakan warisan peradaban yang memiliki peran penting dalam perjalanan masyarakat di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.

“Bicara Cisadane, sudah pasti itu warisan peradaban. Jauh sebelum seperti sekarang ini, Cisadane sebenarnya merupakan tampak muka. Sebelum ada jalan raya, bahkan sebelum masa Hindia Belanda,” kata Mang Iging dalam diskusi terbuka di Tangerang Selatan, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, sungai tersebut dahulu menjadi jalur transportasi yang menghubungkan kawasan hulu dan hilir. Aktivitas ekonomi masyarakat juga berkembang di sepanjang alirannya, termasuk tempat pembakaran kapur atau yang dikenal sebagai jebongan.

“Sungai Cisadane menjadi urat nadi perekonomian pada zamannya, baik zaman kerajaan maupun Hindia Belanda. Sebelum ada jalan raya, Cisadane menjadi sentral transportasi dari hilir sampai ke hulu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Viral di Media Sosial, Perempuan Mengaku Nyaris Jadi Korban Pelecehan saat Lari di Bundaran Alam Sutera

Kedekatan masyarakat dengan sungai bahkan masih terasa hingga dekade 1990-an. Warga memanfaatkan aliran Cisadane untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga membersihkan diri menjelang Ramadan.

“Kalau bicara masa lalu yang saya rasakan, Cisadane memang menjadi sentral. Sampai tahun 1990-an ke belakang, kami masih melakukan banyak aktivitas di sana. Sebelum ada Cipeucang, kami mandi di sungai, bahkan menjelang bulan puasa,” tuturnya.

Perubahan kawasan perkotaan kemudian menggeser fungsi sungai dalam kehidupan masyarakat. Mang Iging mengakui kondisi Cisadane saat ini telah mengalami banyak kerusakan. Namun, ia mengingatkan bahwa penilaian mengenai tingkat dan sumber pencemaran harus didasarkan pada penelitian.

Ia menilai dokumentasi sejarah dan kesaksian masyarakat perlu dipertemukan dengan data lingkungan terkini untuk mengetahui perubahan kondisi sungai secara lebih utuh.

Selain aspek sejarah, Mang Iging menyoroti pentingnya pengelolaan Cisadane secara lintas wilayah. Sebab, aliran sungai melintasi sejumlah daerah sehingga pemulihannya tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pemerintah berdasarkan batas administrasi.

Ia mendorong pembentukan komunitas khusus yang konsisten mengawal pelestarian sungai. Sebelumnya, sejumlah penggiat sejarah dan lingkungan pernah membentuk komunitas Lingkar Cisadane.

BACA JUGA:  Tiang Trafo Roboh Timpa Rumah Warga, Pemkot Tangsel Soroti PLN, Bagaimana Pengawasan Proyek?

“Memang harus ada komunitas khusus Cisadane. Potensinya sangat besar. Cisadane itu seharusnya menjadi tampak muka, bukan tampak belakang,” tegasnya.

Pengamat manajemen lingkungan, Asnil Bambani, juga mengingatkan bahwa penyelamatan sungai tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar program berbasis proyek.

Menurut Asnil, pemulihan sungai harus dilakukan melalui penelitian, perlindungan habitat, pemantauan kualitas air, dan restorasi ekosistem sesuai karakteristik daerah aliran sungai.

“Jangan sampai kemudian gerakan untuk menjaga Cisadane ini tidak berkelanjutan, tidak bergantung kepada proyek. Bagaimana kemandirian,” ujarnya.

Sementara itu, Founder Malika for Urban Studies, Muhammad Iqbal, menilai gerakan pelestarian sungai perlu diikuti perubahan kebijakan pembangunan. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih tidak akan menyelesaikan persoalan apabila sumber kerusakan lingkungan tetap dibiarkan.

Karena itu, upaya menghidupkan kembali Cisadane perlu melibatkan masyarakat, komunitas sejarah, penggiat lingkungan, pemerintah, dan pelaku usaha.

Cisadane bukan sekadar bentang alam yang membelah kawasan perkotaan. Sungai tersebut menyimpan sejarah, menopang kehidupan, dan menjadi bagian dari identitas masyarakat. Mengembalikan fungsinya berarti menjaga warisan ekologis sekaligus peradaban bagi generasi berikutnya.

Editor & Reporter
Reporter: Juno
TAGGED:tangerang selatan
Bagikan:
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link

– Advertisement –

IMG-20260816-WA0001
IMG-20260816-WA0000
IMG-20260817-WA0000
IMG-20260816-WA0002
IMG-20260816-WA0003
IMG-20260810-WA0002

Terpopuler

Foto Ilustrasi/Istimewa

Cisadane Dulu Jadi Pusat Kehidupan, Kini Terancam Kehilangan Fungsi Ekologis dan Sosial

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Pengawasan Cisadane Dinilai Lemah, Masyarakat Desak Audit Tata Ruang dan Penindakan Pelanggaran

Foto Ilustrasi/Istimewa

Ekspansi Industri dan Data Center Ancam Cisadane, Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Diskusi Malika For Urban Studies membahas Sungai Cisadane dengan narasumber Asnil Bambani, Mang Iging dan Founder Malika M.Iqbal / Dok. TU

Sungai Cisadane Tertekan Pembangunan, dari Ancaman Limbah hingga Krisis Air

Foto: Pintu Air 10, bangunan bendungan bersejarah yang melintang di atas Sungai Cisadane, Kota Tangerang | Dok. Tangerangupdate.com

Pengawasan Lemah, Sungai Cisadane Kian Tertekan Aktivitas Industri dan Perkotaan

Foto: Istimewa

Ansor Fest Experience 2026 Hadirkan Bazar UMKM hingga Ansor Night Festival di Tangsel

Berita Terkait

Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

KONI Banten dan Panitia Terus Matangkan Persiapan Porprov VII Banten 2026

Foto: Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau venue Porprov VII Banten | Dok. Istimewa
Kota Tangsel

Tinjau Sejumlah Venue Porprov VII Banten 2026, Pilar Pastikan Fasilitas Memenuhi Standar Kelayakan

Ibu Supriyanti Pemilik Rumah yang Tertimpa Tiang Listrik di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho
Kota Tangsel

Warga Sudah Peringatkan Tiang Trafo Rawan Roboh, Proyek Pemkot Tangsel Tetap Berjalan

Petugas PLN sedang merapihkan trafo yang meledak akibat roboh menimpa rumah warga di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho
Kota Tangsel

Proyek Long Storage Rp800 Juta di Tangsel Penyebab Tiang Trafo Roboh Timpa Rumah Warga

Sejumlah petugas PLN sedang mengecek tiang yang menimpa rumah ibu Supriyanti di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho
Kota Tangsel

Tiang Trafo Roboh Timpa Rumah Warga, Pemkot Tangsel Soroti PLN, Bagaimana Pengawasan Proyek?

Pekerja sedang mengerjakan bronjong yang longsor, Diduga Makan Sempadan Sungai / Dok. TU
Kota Tangsel

Tak Berizin, Proyek Turap Milik Swasta Kali Jeletreng di Protes Warga Makan Sempadan Jalan

Foto: istimewa
Kota Tangsel

Porprov VII Banten 2026 Pertandingkan 60 Cabor, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Sempadan Kali Jaletereng yang Diduga Termakan Proyek pembangunan Turap / Dok. TU
Kota Tangsel

Makan Sempadan Sungai, Pembangunan Turap di Kali Jeletreng Setu Diprotes Warga

Jangan Lewatkan

Sejumlah petugas PLN sedang mengecek tiang yang menimpa rumah ibu Supriyanti di Pondok Aren / Foto : Jupri Nugroho

Tiang Trafo Roboh Timpa Rumah Warga, Pemkot Tangsel Soroti PLN, Bagaimana Pengawasan Proyek?

Senin, 2 November 2026
Foto Ilustrasi/Istimewa

Cisadane Dulu Jadi Pusat Kehidupan, Kini Terancam Kehilangan Fungsi Ekologis dan Sosial

Minggu, 8 November 2026
Foto: Ilustrasi/Istimewa

Pengawasan Cisadane Dinilai Lemah, Masyarakat Desak Audit Tata Ruang dan Penindakan Pelanggaran

Minggu, 8 November 2026
Foto Ilustrasi/Istimewa

Ekspansi Industri dan Data Center Ancam Cisadane, Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Minggu, 8 November 2026
Foto: Dokumentasi Tangerangupdate.com

Hak Jawab PT RAI soal Polemik Akses Jalan dan Keamanan Vila Rizki Insaani

Rabu, 4 November 2026
Foto: Istimewa

Ansor Fest Experience 2026 Hadirkan Bazar UMKM hingga Ansor Night Festival di Tangsel

Kamis, 5 November 2026
Foto: lokasi tanah longsor diduga akibat proyek tandon Perumahan Vila Rizki Insaani | Dok. Tangerangupdate.com

Proyek Tandon Vila Rizki Insaani Diduga Sebabkan Tanah Longsor di Pagedangan

Selasa, 3 November 2026
Sejumlah pihak akan segera dipanggil menganai laporan monopoli dan kecurangan dalam pengadaan makanan dan minuman (mamin) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang tahun anggaran 2026 | Foto: Tangerangupdate.com

Kejari Kabupaten Tangerang Telaah Laporan Dugaan Monopoli Pengadaan Mamin Rp15,26 Miliar

Kamis, 5 November 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Tangerang Update
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
© Tangerang Update. Designed with ❤️ by dezainin.com.
Facebook X-twitter Youtube Whatsapp